Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pemberdayaan Pemuda Pertanian Melalui Edukasi Pertanian Organik di Desa Trucuk Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro Badi’atud Durroh; Yudha, Danang Ananda; Anang Kurniawan; Dilla Yesita Sari; Masahid Masahid
Manfaat : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Indonesia Vol. 1 No. 1 (2024): Februari: Manfaat : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Indonesia
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/manfaat.v1i3.86

Abstract

The role of the younger generation in improving quality in the agricultural sector has a very crucial role. However, nowadays soil fertility in Indonesia is decreasing day by day as agricultural land use becomes more intensive. So that young people's insight regarding environmentally friendly cultivation techniques through organic farming needs to be added and strengthened to create progress in the fields of agriculture and food security. The aim of this service activity is an effort to increase the younger generation's understanding of organic farming through counseling and creating demonstration plots for organic vegetable cultivation using vegetable pesticides and liquid organic fertilizer (POC) to increase agricultural products and stabilize the economy of the surrounding community. The activity method is carried out through counseling, socialization and direct practice through making demonstration plots. Counseling about organic farming and its impact on the environment. The demonstration plot focused on the correct working methods and techniques in organic farming through the application of liquid organic fertilizer (POC) and vegetable pesticides. Following this community service activity program, it shows that the knowledge and skills of the younger generation of farmers have increased regarding organic vegetable cultivation and the impact of organic farming on the environment. Keyword: organic fertilizer, agriculture, demonstration plots, environment
Edukasi Petani dalam Penanggulangan Hama Tanaman dengan Pestisida Nabati Kulit Bawang Merah Darsan Darsan; Yudha, Danang Ananda; Yusdiantara Yusdiantara; Zahra Amelia
Manfaat : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Indonesia Vol. 1 No. 1 (2024): Februari: Manfaat : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Indonesia
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/manfaat.v1i3.101

Abstract

Using plant-based pesticides is a good step for agriculture that is more environmentally friendly than chemical pesticides. Vegetable pesticides are more natural and safer for the environment than chemical pesticides because they are made from natural ingredients. The impacts that will be felt if the use of chemical pesticides continues will have an impact on animals and humans. Chemical pesticides have the most significant effect, namely causing the death of several other animals besides organisms. In addition, exposure to chemical pesticides also has significant effects on human health. Achievements in this community service can increase knowledge about pest control by using vegetable pesticides from onion skins which can be used as natural pesticides and the community can switch from using chemical pesticides to vegetable pesticides which are more environmentally friendly.
Empowering Farmer Groups in Ponggok District, Blitar Regency in the Creative Economy Era with Digital Marketing Anggapratama, Reza; Irnawati, Dwi; Yudha, Danang Ananda; Azhari, Azhari
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2023): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/abdimas.v6i2.3266

Abstract

The creative economy plays a vital role in business growth and economic growth. The rapid growth of the internet results from technological advances in today's digital era. One strategy to overcome competition and boost income is to empower farmer groups with digital marketing in the creative economy era. The farmer group in Ponggok District, Blitar Regency, is one of them. Farmer groups in Ponggok District process waste from coconut shells often found in Ponggok District Blitar Regency. Natural pesticides or biopesticides (BIOPEST) can be made from coconut shells processed by Ponggok District, Blitar Regency farmer groups. Digital marketing and education in the creative economy are discussed in this report. This did because the farmer groups in Ponggok District, Blitar Regency, still needed to understand. As a result, this activity aims to educate farmer groups on how to market digitally in the future. This activity focuses on developing quality capabilities to face business competition in the creative economy sector by using digital marketing, such as packaging, adding economic value, becoming a commodity, and managing a business.
Analisis Kontribusi Pendapatan Usahatani Kangkung pada Petani Padi Mojomalang Parengan Tuban Danang Ananda Yudha; Fina Sulistiya Ningsih; Moh. Lukman Hakim
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 2 (2025): June-September 2025
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i2.1414

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui kontribusi pendapatan usahatani kangkung. (2) Menganalisis kelayakan usahatani pada petani padi desa Mojomalang kecamatan Parengan kabupaten Tuban. Penentuan tempat penelitian dilakukan secara sengaja (purposif) dengan mempertimbangkan bahwa usahatani kangkung ini berada di desa Mojomalang. Sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 30 responden. Metode penarikan sampel yang dilakukan adalah Purposive Sampling. Pada penelitian ini untuk perhitungan menggunakan analisis kontribusi, analisis biaya, serta analisis R/C ratio bertujuan untuk mengukur kelayakan usahatani dengan membagi total penerimaan dan bertujuan untuk mengetahui kelayakan apakah usahatani layak untuk dikembangkan atau tidak. Hasil analisis data, diperoleh kesimpulan sebagai berikut 1) Kontribusi yang diberikan dari usahatani kangkung biji dalam satu kali tanam 34% yang terhitung cukup meski tidak terlalu besar. 2) Usahatani kangkung biji layak diusahakan dengan nilai  R/C 1,85 yang berarti menguntungkan.
EDUKASI PETANI MELALUI PEMANFAATAN AIR LERI SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR Yudha, Danang Ananda; Ningsih, Fina Sulistiya; Kristina, Wiji Sherly; Nurlita, Ines
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 No 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i4.47663

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat Desa Sidorejo, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro mengenai pembuatan pupuk organik cair dari air leri. Manfaat pembuatan air leri dari air cucian beras adalah untuk membantu petani dalam membuat pupuk organik cair dari alam serta mengoptimalkan pemanfaatan limbah tersebut sehingga air leri dapat memiliki nilai guna yang tinggi dan bermanfaat sebagai pupuk organik cair. Pengolahan air leri menjadi pupuk organik cair dapat meningkatkan pengetahuan serta wawasan masyarakat tentang pembuatan pupuk organik dan dapat mengurangi ketergantungan penggunaan pupuk anorganik/kimia yang mengandung banyak senyawa yang kurang ramah lingkungan. Pelatihan ini diikuti oleh masyarakat Desa Sidorejo Sukosewu Bojonegoro. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan pelatihan secara langsung. Hasil dari pelatihan ini adalah masyarakat Desa Sidorejo dapat membuat pupuk organik cair dengan bahan alami dari air leri serta menambah pengetahuan dan wawasan masyarakat Desa Sidorejo, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro.
Analisis Profitabilitas Usaha Budidaya Jamur Tiram: Studi Kasus pada Home Industri Ostrea Mekar Abadi Bojonegoro Yudha, Danang Ananda; Probowati, Deviana Diah; Yusdiantara, Yusdiantara
PEMA Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v4i3.621

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keuntungan usaha budidaya jamur tiram (Pleurotus ostreatus) pada Home Industri Ostrea Mekar Abadi di Desa Sonorejo Kecamatan Padangan Kabupaten Bojonegoro. Menganalisis kelayakan usahatani jamur tiram pada Home Industri Ostrea Mekar Abadi di Desa Sonorejo Kecamatan Padangan Kabupaten Bojonegoro. Penentuan tempat penelitian di lakukan secara sengaja (purpossive) dengan mempertimbangkan bahwa usaha tani ini merupakan satu-satunya produsen jamur tiram yang berada di Desa Sonorejo. Sampel pada penelitian ini adalah pemilik usahatani jamur tiram yang bertanggung jawab langsung pada data dan keuangan. Metode penarikan sampel yang dilakukan adalah Purpossive Sampling. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: Keuntungan usaha tani jamur tiram per periode tanam selama masa 3 bulan produksi pada Home Industri Jamur Ostrea Mekar Abadi adalahsebesar Rp. 11.551.836 untuk periode 1 dengan produksi sejumlah 941kg dengan harga jual Rp. 20.000/Kg dengan total penerimaan sebesar Rp. 18.820.000. Kelayakan usahatani jamur tiram pada periode 1 memiliki nilai R/C Ratio sebesar 2,5 dan B/C Ratio sebesar 1,5. B/C ratio 1,6. Berdasarkan dari hasil perhitungan analisis kelayakan usahatani nilai-nilai tersebut diketahui bahwa R/C dan B/C Rationya >1. Disimpulkan bahwa usahatani jamur tiram layak untuk diusahakan atau menguntungkan dari aspek finansialnya serta layak untuk dikembangkan.
PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK RUMAH TANGGA SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR DI DESA SARINGEMBAT KECAMATAN SINGGAHAN KABUPATEN TUBAN Yudha, Danang Ananda; Probowati, Deviana Diah; Yusdiantara, Yusdiantara; Pambudi, Seno Riyan; Masahid, Masahid
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.23899

Abstract

Sampah adalah sisa yang dianggap tidak berguna dan dibuang ke lingkungan oleh manusia. Sebagian besar berasal dari sisa bahan makanan seperti buah-buahan dan sayuran. Jika diolah dengan benar, limbah organik rumah tangga dapat menjadi pupuk organik yang bermanfaat untuk pertanian. Pupuk organik cair, baik cair maupun padat, dapat meningkatkan kualitas tanah dan memberikan nutrisi kepada tanaman. Keunggulan pupuk organik cair adalah penyerapan nutrisi yang cepat tanpa pencucian nutrisi. Dalam situasi seperti ini, sosialisasi manfaat pupuk organik harus ditingkatkan. Di Desa Saringembat, Kabupaten Tuban, upaya masyarakat ini berfokus pada penggunaan limbah organik rumah tangga sebagai pupuk organik cair (POC). Tujuan pengabdian pemanfaatan limbah organik rumah tangga adalah untuk mengurangi jumlah limbah organik yang dihasilkan oleh rumah tangga dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dari sampah. Tujuan pembuatan pupuk organik cair adalah untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia yang dapat merusak keadaan tanah.
Analisis Komparasi Usahatani Bawang Merah Antara Musim Tanam 1 dan Musim Tanam 2 di Desa Jenu Kecamatan Temaji Kabupaten Tuban Yudha, Danang Ananda; Ningsih, Fina Sulistiya; Saputra, Muhamad Surya Eka
PEMA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i3.1690

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan produksi dan pendapatan usahatani bawang merah antara musim tanam I dan musim tanam II di Desa Jenu Kecamatan Temaji Kabupaten Tuban. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan April hingga bulan Mei 2025. Dimana data primer diperoleh dari 20 responden pada orang yang sama antara musim tanam I dan musim tanam II . Dengan menggunakan Penentuan sampel simple random sampling. Sedangkan data sekunder diperoleh dari kantor Desa Jenu, Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Temaji Kabupaten Tuban. Data diolah dengan menggunakan analisis komparatif. hasil penelitian dan pembahasan di atas tentang perbandingan usahatani bawang merah antara Musim Tanam I  dan Musim Tanam II dapat ditarik kesimpulan: 1) Biaya Produksi usahatani bawang merah Musim Tanam I rata-rata sebesar Rp 19.674.551/ha, sedangkan biaya produksi Musim Tanam II rata-rata sebesar Rp 17.187,87/ha. 2) Pendapatan usahatani bawang merah Musim Tanam I rata-rata sebesar Rp 148.419.498/ha, sedangkan pendapatan usahatani bawang merah Musim Tanam II rata-rata sebesar Rp 101.944.415/ha. Berdasarkan hasil analisis uji t terbukti pendapatan usahatani bawang merah Musim Tanam I lebih besar dibandingkan pendapatan usahatani Musim Tanam II.
Ketahanan Pangan : Simbiosis Peternakan dan Pertanian Endang, Endang; Wijoyo, Handoko Sosro Hadi; Yudha, Danang Ananda
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/53j1pd91

Abstract

Sebanyak 10.248,68 ton limbah peternakan per siklus panen ayam pedaging di Bojonegoro menjadi persoalan serius, karena sering tidak terkelola dan menimbulkan pencemaran. limbah ini berpotensi diolah menjadi pupuk organik melalui fermentasi. Melalui metode kesepakatan bersama, limbah diolah di peternakan oleh petani dan dimanfaatkan di lahan garapan LMDH Wono Lestari. secara teknis peternak menyediakan tempat pengolahan kompos, sedangkan petani menyediakan tenaga dan SDM, serta komitmen penerapan, pengabdian ini menghasilkan 30 ton kompos untuk lahan pertanian di wilayah hutan, kompos menjadi sekam bakar dengan penerapan aktivator M21, Molase, Tricoderma dengan tepat jumlah, waktu, metode, telah menghasilkan : Terkoneksinya antara petani dan peternak secara terpadu, penerapan strategi cleaner production, tersedianya sistem pengolahan limbah terpadu, pelatihan dan edukasi, supply chain pupuk organik, efisiensi rantai pasok, diversifikasi usaha pengomposan dan kerjasama antar petani, standarisasi kualitas, edukasi dan penerapan pertanian berkelanjutan, serta optimalisasi pemasaran, melalui pengmas ini diperkirakan menekan pembelian pupuk kurang lebih 2 - 3 juta perhektar, masyarakat terlibat aktif khususnya para petani yang memproduksinya, karena mendapatkan keuntungan saat mengakomodir kompos dalam jumlah besar, terlebih penjualan di marketplace atau online estimasi pendapatan yang diperoleh mencapai Rp 37.937.500, hal ini menjawab sumberdana untuk operasional berkelanjutan, kontribusi program ini terhadap SDGs, terutama terkait dengan ketahanan pangan serta mendorong pertanian berkelanjutan (Goal 2) dan konsumsi serta produksi yang bertanggung jawab (Goal 12), keberlanjutan program ini dapat di tingkatkan dengan integrasi dengan program pemerintah, penguatan kapasitas petani dan peternak, untuk replikasi program ini dapat di di lakukan pemetaan wilayah peternakan potensial, adaptasi teknologi inovasi, pengembangan  produk turunan. Food Security: The Interdependence Between Livestock and Agriculture Abstract A total of 10,248.68 tons of livestock waste per broiler chicken harvest cycle in Bojonegoro is a serious problem, as it is often unmanaged and causes pollution. This waste has the potential to be processed into organic fertilizer thru fermentation. Thru a method of mutual agreement, waste is processed on the farm by farmers and utilized on the cultivated land of LMDH Wono Lestari. Technically, the farmers provide the composting processing area, while the farmers provide the labor and human resources, as well as a commitment to implementation. This service resulted in 30 tons of compost for agricultural land in the forest area. Composting turns rice husks into burnt rice husks with the application of M21 activator, molasses, and Trichoderma in the correct amounts, at the right times, and using the appropriate methods, resulting in: integrated connection between farmers and livestock breeders, implementation of clean production strategies, availability of an integrated waste management system, training and education, an organic fertilizer supply chain, supply chain efficiency, diversification of composting businesses and cooperation among farmers, quality standardization, education and implementation of sustainable agriculture, and optimized marketing. Thru this community service, it is estimated that fertilizer purchases can be reduced by around 2 - 3 million per hectare. The community is actively involved, especially the farmers who produce it, as they benefit from accommodating large quantities of compost. Furthermore, online sales are estimated to generate revenue of Rp 37,937,500. This addresses the source of funds for sustainable operations. The contribution of this program to the SDGs, particularly in relation to food security and promoting sustainable agriculture (Goal 2) and responsible consumption and production (Goal 12). The sustainability of this program can be enhanced by integrating it with government programs and strengthening the capacity of farmers and livestock breeders. To replicate this program, potential livestock farming areas can be mapped, innovation technology can be adapted, and derivative products can be developed.