Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Efektivitas Media Pembelajaran Kahoot dalam Mengukur Pemahaman Siswa Pada pembelajaran PAI di SD Rahmawati, Untari; Nursobah, Asep; Jaelani, Ihrom
Journal of Elementary Education: Strategies, Innovations, Curriculum, and Assesment Vol 2 No 2 (2025): November
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam Putra Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61580/jeesica.v2i2.118

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penggunaan media pembelajaran digital berbasis aplikasi Kahoot dalam mengukur pemahaman siswa terhadap materi Pendidikan Agama Islam (PAI) khususnya mengenai kisah keteladanan Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as di kelas II SDN 2 Jelat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 28 siswa. Instrumen yang digunakan berupa kuis yang terdiri dari 10 soal pilihan ganda yang diakses melalui aplikasi Kahoot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat efektivitas media pembelajaran ini masuk dalam kategori “tidak efektif” dengan persentase capaian sebesar 48%. Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas tersebut antara lain keterbatasan pemahaman materi, kesalahan dalam menjawab soal, keterbatasan waktu, dan gangguan jaringan internet. Meskipun Kahoot berpotensi untuk meningkatkan interaktivitas dan motivasi belajar, namun perlu dilakukan optimalisasi lebih lanjut dari segi desain soal, penguatan konten, manajemen waktu, dan dukungan infrastruktur teknologi agar media ini dapat berfungsi optimal dalam menilai pemahaman siswa.
Analisis Penerapan Hukum Wad‘i terhadap Akad Murābahah bil Wakālah dan Implikasinya pada Kepastian Hukum Syariah di Indonesia Jaelani, Ihrom; Hasan, Mustofa; Gojali, Dudang
Eco-Iqtishodi : Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 7 No. 2 (2026): Eco-Iqtishodi: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Keuangan Syariah
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah Institut Manajemen Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/hv4a9d26

Abstract

This study aims to analyse the application of Al-Ḥukmu al-Waḍ‘ī to murabahah bil wakalah contracts and its implications for the certainty of Sharia law in Indonesia. The focus of the study is directed at the integration of causes, conditions, and legal obstacles in assessing the validity of contracts in Islamic banking practices, particularly at Bank Syariah Indonesia. The method used is library research with a qualitative-normative approach, through analysis of classical fiqh literature, DSN-MUI fatwas, and OJK regulations. The results of the study show that some murābaḥah bil wakālah practices do not fully comply with the causal structure of wad‘i law, because bank ownership is often administrative in nature and the sequence of contracts does not comply with sharia provisions. This has the potential to create legal uncertainty and weaken the legitimacy of sharia compliance. This study emphasises the importance of applying wad‘i law as an evaluative instrument in ensuring the validity of contracts and closing loopholes in legal non-compliance. Implicitly, sharia regulation and supervision need to be directed towards substantive validity so that the Islamic financial system is not only formally compliant, but also fair, moral, and in line with maqāṣid asy-syarī‘ah. Keywords: Al-Ḥukmu al-Waḍ‘ī, Murābaḥah bil Wakālah, Legal Certainty in Sharia, Sharia Compliance, Maqāṣid asy-Syarī‘ah.
Analisis Konseptual Kaidah Yasqut Al-Wājib Bil-‘Ajz Dalam Kebijakan Restrukturisasi Pembiayaan Syariah Di Indonesia: Pendekatan Fiqhiyyah Dan Maqāṣid Al-Syarī‘ah Jaelani, Ihrom; Bisri, Hasan; Yunus Rusyana, Ayi
Journal of Islamic Business Management Studies (JIBMS) Vol. 6 No. 2 (2025): Journal of Islamic Business Management Studies (JIBMS)
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/jibms.v6i2.869

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kaidah yasqut al-wājib bil-‘ajz (kewajiban gugur karena ketidakmampuan) sebagai fondasi normatif restrukturisasi pembiayaan syariah. Dengan pendekatan fiqhiyyah (berfokus pada Mazhab Hanbali) dan maqāṣid al-syarī‘ah, penelitian ini menelaah prinsip kemampuan (istiṭā‘ah) dalam konteks kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan DSN-MUI. Kajian ini merupakan studi kepustakaan normatif-filosofis. Hasil analisis menunjukkan bahwa kaidah yasqut al-wājib bil-‘ajz memiliki dimensi epistemologis yang berbeda dari perintah inzār al-mu’sir (penangguhan utang), yang mana kaidah ini menjustifikasi gugurnya kewajiban secara substansial ketika terbukti adanya ‘ajz ḥaqīqī (inabilitas sejati). Prinsip ini berfungsi sebagai resolusi ketegangan (tension) antara ḥifẓ al-māl dan raf‘ al-ḥaraj, sejalan dengan maqāṣid keadilan (tahqīq al-‘adl). Secara konseptual, kaidah ini membenarkan hierarki keringanan (rukhṣah) yang puncak tertingginya adalah Ibra’ (penghapusan utang pokok) bagi nasabah yang telah mencapai kategori NPF Kolektibilitas 5. Disamping itu, penelitian ini mengintegrasikan mekanisme Zakat al-Ghārimīn sebagai solusi kelembagaan untuk membiayai penghapusan utang (Ibra’) tersebut. Konversi ini menempatkan Ibra’ sebagai taṣarruf (penggunaan) dana Zakat yang sah, memberikan model inovatif bagi Lembaga Keuangan Syariah untuk menjaga stabilitas aset (Ḥifẓ al-Māl) sambil memenuhi dimensi keadilan sosial syariah. Penelitian ini merekomendasikan regulator menyusun Guideline Tashkhīṣ al-‘Ajz untuk menegakkan keadilan substantif dalam sistem keuangan syariah.
PENGARUH EARNING PER SHARE DAN VOLUME PERDAGANGAN SAHAM TERHADAP RETURN SAHAM Jaelani, Ihrom; Feriansah, Rival; Saputra, Adi
KHITABAH: Khazanah Penelitian Perbankan Syariah Vol 2 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Putra Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61580/khitabah.v2i2.223

Abstract

This study aims to analyze the effect of earnings per share (EPS) and trading volume on stock returns of Islamic banks listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2020–2024 period. The study employed a quantitative approach with descriptive and verification methods. The sample was determined using a purposive sampling technique with BRIS, BTPS, PNBS, and ARTO stocks as the research objects. The data used were secondary data obtained from financial reports and IDX stock market data. Data analysis techniques included multiple linear regression analysis, t-test, F-test, correlation coefficient, and coefficient of determination. The results showed that EPS and trading volume, both partially and simultaneously, had a positive and significant effect on stock returns of Islamic banks.
THE ROLE OF THE STATE IN ACHIEVING ECONOMIC PROSPERITY THROUGH STRENGTHENING THE SHARIA ECONOMY IN INDONESIA Jaelani, Ihrom; Hasan Ridwan, Ahmad; Syarif, Nurrohman; Acim, Acim
El-Ecosy : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 6, No 1 (2026): January (El-Ecosy: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/eeki.v6i1.5880

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran negara dalam mewujudkan kesejahteraan ekonomi melalui penguatan ekonomi syariah di Indonesia. Penguatan tersebut menjadi urgensi struktural di tengah tantangan ketimpangan pendapatan, kemiskinan, keterbatasan fiskal negara berkembang, dan kebutuhan akan sistem ekonomi yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif–analitis dengan studi pustaka yang mengintegrasikan regulasi, data empiris, serta literatur akademik terkait ekonomi syariah, filsafat keadilan sosial (Al-F?r?b?, Ibn Khaldun, Rawls), dan maq??id al-shar?‘ah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa negara memiliki peran strategis sebagai regulator, fasilitator, katalisator, dan akselerator dalam membangun ekosistem syariah. Kinerja ini didukung oleh pertumbuhan aset perbankan syariah yang mencapai 9,88% pada 2024 dan pembiayaan yang tumbuh 9,92% secara tahunan (Year-on-Year/YoY). Namun, penelitian ini mengidentifikasi dua tantangan kritis: (1) Optimalisasi wakaf produktif masih terhambat oleh kurangnya integrasi dengan kerangka insentif fiskal, meskipun wakaf berperan sebagai pelengkap mekanisme pajak dalam mengurangi ketimpangan; dan (2) Inkonsistensi alokasi dana Green Sukuk yang hampir nihil pada sektor energi terbarukan, melemahkan klaim negara sebagai katalisator transisi energi dan pelanggaran terhadap prinsip ?if? al-B?’ah. Analisis filosofis menegaskan bahwa peran negara selaras dengan Difference Principle John Rawls dan tujuan maq??id al-shar?‘ah dalam menjaga harta dan jiwa, yang secara operasional diikat oleh prinsip Good Governance Business Sharia (GGBS). Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi kebijakan negara harus lebih strategis, khususnya dalam harmonisasi fiskal wakaf dan reorientasi alokasi green finance, untuk mewujudkan kesejahteraan ekonomi yang adil, inklusif, dan berkelanjutan. This study aims to analyse the role of the state in achieving economic welfare through the strengthening of the Islamic economy in Indonesia. This strengthening is a structural urgency amid challenges of income inequality, poverty, fiscal constraints in developing countries, and the need for a more equitable and sustainable economic system. The research method uses a descriptive-analytical qualitative approach with a literature study that integrates regulations, empirical data, and academic literature related to Islamic economics, social justice philosophy (Al-F?r?b?, Ibn Khaldun, Rawls), and maq??id al-shar?‘ah. The results of the study show that the state has a strategic role as a regulator, facilitator, catalyst, and accelerator in building a sharia ecosystem. This performance is supported by the growth of sharia banking assets, which reached 9.88% in 2024, and financing, which grew 9.92% year-on-year (YoY). However, this study identifies two critical challenges: (1) The optimisation of productive waqf is still hampered by a lack of integration with the fiscal incentive framework, even though waqf plays a complementary role to the tax mechanism in reducing inequality; and (2) The inconsistency of Green Sukuk fund allocation, which is almost non-existent in the renewable energy sector, weakens the state's claim as a catalyst for energy transition and violates the principle of ?if? al-B?’ah. Philosophical analysis confirms that the role of the state is in line with John Rawls' Difference Principle and the objectives of maq??id al-shar?‘ah in protecting property and life, which are operationally bound by the principles of Good Governance Business Sharia (GGBS). This study concludes that the synergy of state policies must be more strategic, particularly in the fiscal harmonisation of waqf and the reorientation of green finance allocation, to achieve fair, inclusive, and sustainable economic welfare