Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Katalisator

UJI EFEKTIVITAS SALEP EKSTRAK DAUN SIRIH HUTAN (Piper aduncum L.) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA BAKAR PADA MENCIT PUTIH JANTAN Diza Sartika; Miftahur Rahmi; Dhea Noorfajriwianti
JURNAL KATALISATOR Vol. 6 No. 2 (2021): Jurnal Katalisator, Volume 6, No 2, 2021
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.544 KB) | DOI: 10.22216/katalisator.v6i2.614

Abstract

Sirih hutan (Piper aduncum L.) mengandung senyawa-senyawa yang berperan dalam penyembuhan  luka,  seperti  alkaloid, flavonoid,  saponin,  polifenol,  tanin, steroid  dan terpenoid. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektivitas dan pengaruh variasi konsentrasi salep ekstrak daun sirih hutan dalam menyembuhkan luka bakar pada mencit putih jantan. Kelompok terbagi menjadi 5 kelompok, kelompok 1 basis salep, kelompok 2 salep ekstrak daun sirih hutan konsentrasi 5%, kelompok 3 salep ekstrak daun sirih hutan konsentrasi 10%, kelompok 4 salep ekstrak daun sirih hutan konsentrasi 15%, dan kelompok 5 pembanding N (Nebacetin)®. Pengamatan dilakukan selama 21 hari berdasarkan 3 parameter yaitu persentase penyembuhan luka bakar, waktu epitelisasi, dan kerapatan serabut kolagen. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kelompok 4 memiliki hasil paling baik pada persentase penyembuhan luka bakar dengan presentase 99,4%, waktu rata-rata epitelisasi paling cepat pada hari ke-9, dan menunjukkan hasil rata-rata sangat baik pada skor kerapatan serabut kolagen dengan skor 3. Uji analisa statistik ANOVA dua arah pada persentase penyembuhan luka signifikan (p<0,05) dan uji analisa statistik ANOVA satu arah pada waktu epitelisasi signifikan (p<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah salep ekstrak daun sirih hutan efektif dalam proses penyembuhan luka bakar dan konsentrasi 15% memiliki efek penyembuhan yang paling baik dibandingkan semua kelompok.  
EFEK PENYEMBUHAN LUKA EKSISI PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) DENGAN EKSTRAK ETANOL BIJI BUAH DURIAN (Durio zibethinus L.) SELAMA 10 HARI Irwandi -; Diza Sartika; Edo Duanda Putra
JURNAL KATALISATOR Vol. 7 No. 1 (2022): Jurnal Katalisator Volume 7 Nomor 1, April 2022
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.312 KB) | DOI: 10.22216/katalisator.v7i1.803

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang efek penyembuhan luka eksisi pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) dengan ekstrak etanol biji buah durian (Durio zibethinus L.) untuk mengatahui konsentrasi  ekstrak etanol biji buah durian (Durio zhibetinus L.) yang efektif dalam penyembuhan luka eksisi. Penelitian ini terdiri dari 5 kelompok yaitu kelompok I (kontrol), kelompok II (salep konsentrasi 5%), kelompok III (salep konsentrasi 10%), kelompok IV (salep konsentrasi 15%) dan kelompok V (pembanding Tekasol®). Parameter yang diamati yaitu persentase penyembuhan luka, waktu epitelisasi dan histopatologi selama 10 hari. Hasil penelitian pada persentase penyembuhan luka eksisi  selama 10 hari yaitu kelompok I : 53,2%, kelompok II : 84,23%, kelompok III : 88,51%, kelompok IV : 94,84%, dan kelompok V : 95,44%. Waktu rata-rata epitelisasi pengelupasan jaringan kelompok I, II dan III pada hari ke-7 dan kelompok IV dan V pada hari ke-6. Dari histopatologi kulit didapatkan hasil bahwa salep ekstrak etanol biji buah durian dapat memberikan pengaruh dalam proses penyembuhan luka dan menunjukkan percepataan luas penyembuhan luka, waktu epitelisasi, peningkatan deposisi kolagen serta perangsangan proliferasi sel fibroblast. Hasil analisa data menggunakan ANOVA satu arah yang lanjutkan dengan uji duncan (SPSS 24). Hasil dari analisa statistik dengan uji ANOVA didapatkan hasil signifikansi p<0,05 dimana kelompok perlakuan dengan konsentrasi 15% memiliki efek penyembuhan yang lebih baik dibandingkan dari semua kelompok.
EFEKTIVITAS ANTIDIABETES EKSTRAK DAUN KAYU MANIS (Cinnamomum burmanni) PADA MENCIT PUTIH JANTAN Diza Sartika; Miftahur Rahmi; Ringga Novelni; Fatma Adilla
JURNAL KATALISATOR Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal Katalisator Volume 8 No. 1, April 2023
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.83 KB) | DOI: 10.62769/katalisator.v8i1.2196

Abstract

Cinnamon leaf extract (Cinnamomum burmanni) contains flavonoid compounds that function to stimulate insulin activation so that it can be used for anti-hyperglycemia.The purpose of this study was to determine the effect of giving cinnamon leaf extract (Cinnamomum burmanni) to male white mice induced by dexamethasone and 10% glucose and to determine the effective dose of cinnamon leaf extract (Cinnamomum burmanni) which can reduce blood glucose levels in mice. hyperglycemia. The group was divided into 6 groups, consisting of negative control, positive control, dose variation of 250mg/kg bw, 500mg/kg bw and 750mg/kg bw and the comparison group was Glibenclamide. The inducer used was dexamethasone 5mg/ml and 10% glucose. Induction of dexametason is carried out for 6 days and continued the administration of 10% glucose for 2 days, then given test preparations from days 7, 14 and 21 after the induction of dexamethasone and glucose 10%.  The results showed that the best dose in reducing blood sugar levels in mice was a dose of 750 mg/KgBW with a percentage reduction of 26.33%. Two-way ANOVA statistical analysis test on the percentage of significant antidiabetic (p<0.05). The conclusion of this study is that the ethanolic extract of cinnamon leaves has the effect of activity in lowering blood glucose levels on the 21st day.
ISOLASI BAKTERI ENDOFIT BATANG DAN DAUN KETAPANG (Terminalia catappa) SERTA UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA Miftahur Rahmi; Diza Sartika; Feliani Marta Putri
JURNAL KATALISATOR Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Katalisator Volume 8 No. 2, Oktober 2023
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62769/katalisator.v8i2.2522

Abstract

Penggunaan antibiotik dalam mengendalikan penyakit pada manusia telah banyak dilaporkan menimbulkan dampak negatif seperti resistensi mikroba dan reaksi alergi. Oleh karena itu diperlukan alternatif pengendalian lain yang lebih ramah dan aman. Bakteri endofit telah banyak dimanfaatkan sebagai agens biokontrol pada berbagai penyakit karena  dikenal sebagai sumber penghasil senyawa-senyawa yang bersifat antimikroba. Tanaman Ketapang (Terminalia cattapa) diketahui memiliki aktivitas antibakteri terhadap beberapa patogen penyebab penyakit dan krmungkinan bakteri endofitnya juga bisa menghasilkan senyawa antimikroba. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui potensi antimikroba dari senyawa yang dihasilkan oleh bakteri endofit tanaman ketapang dalam menekan pertumbuhan patogen penyebab penyakit pada manusia yang diwakili oleh S.aureus dari bakteri gram positif, E.colli dari bakteri gram negatif, dan C.albicans dari golongan jamur. Percobaan dilakukan dengan metode kirby bauer dengan melihat zona hambat yang dihasilkan bakteri endofit dalam menekan pertumbuhan patogen, sekaligus sebagai sumber antibiotik baru. Hasil pengujian menunjukkan terdapat 2 isolat bakteri endofit BK II dan BK IV memiliki kemampuan terbaik dalam menghambat patogen Staphylococcus aureus dengan daya hambat  masing-masing sebesar 6,21 mm dan 8,23 mm namun tidak memiliki daya hambat terhadap E.colli dan C.albicans. Pengamatan mikroskopis memperlihatkan bahwa senyawa yang dikeluarkan oleh isolat-isolat bakteri endofit tersebut dapat menyebabkan terjadinya malformasi pada S.aureus. Diharapkan isolat bakteri endofit yang diperoleh bisa dikembangkan sebagai sumber antibiotik baru.