Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

TRANSFER TEKNOLOGI BERBASIS LINGKUNGAN UNTUK PENGOLAHAN LIMBAH CAIR RUMAH TANGGA MENJADI PRODUK FUNGSIONAL Alim, Nurmaranti; Tiffani, Margaretha Hanna; Fitri, Fitri
Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG) Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG), November 2025
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jag.v8i2.1513

Abstract

Pengelolaan limbah minyak jelantah rumah tangga masih menjadi permasalahan lingkungan karena sering dibuang sembarangan dan berpotensi mencemari tanah maupun saluran air. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini dilakukan untuk mentransfer teknologi sederhana berbasis lingkungan dalam mengolah minyak jelantah menjadi produk fungsional berupa sabun cuci piring, sehingga selain mengurangi pencemaran, juga memberikan nilai tambah ekonomi serta mendukung terciptanya pola hidup yang lebih ramah lingkungan di masyarakat. Program dilaksanakan bersama ibu-ibu Majelis Taklim An-Nur Mudzakkirin di Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan mitra secara aktif dalam seluruh tahapan. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi masalah, edukasi lingkungan, sosialisasi dampak kesehatan minyak jelantah, serta pelatihan pembuatan sabun cair melalui praktik langsung. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta secara signifikan. Kegiatan ini terbukti mampu meningkatkan kesadaran lingkungan, mendorong perubahan perilaku, serta membuka peluang usaha rumah tangga berbasis pengolahan limbah. Dengan demikian, program ini berkontribusi dalam mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pengaruh Maltodekstrin Terhadap Sifat Fisikokimia dan Antioksidan pada Minuman Instan Jahe Merah-Kunyit Putih Jefreanto Jefreanto; Andi Marlisa Bossa Samang; Nurlaela Nurlaela; Rizka Aulia Safarni; Margaretha Hanna Tiffany
JASATHP: Jurnal Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Vol 6 No 1 (2026): Mei
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jasathp.v6i1.2626

Abstract

ABSTRAK Jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) dan kunyit putih (Curcuma zedoaria) kaya senyawa bioaktif, namun pengolahan bersuhu tinggi berisiko menurunkan aktivitas antioksidan dan mutu produk. Oleh karena itu, maltodekstrin sebagai bahan penyalut (enkapsulan) diharapkan mampu melindungi senyawa bioaktif sekaligus memperbaiki karakteristik minuman instan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh konsentrasi maltodekstrin terhadap sifat fisik, aktivitas antioksidan, dan sifat organoleptik minuman instan jahe merah–kunyit putih serta menentukan perlakuan terbaik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan konsentrasi maltodekstrin yaitu 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25%. Parameter yang diamati meliputi kadar air, waktu larut, aktivitas antioksidan (metode DPPH, % inhibisi), serta uji hedonik warna, aroma, dan rasa (skala 1–5). Hasil menunjukkan bahwa penambahan maltodekstrin berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap kadar air, waktu larut, aktivitas antioksidan, serta penilaian organoleptik aroma dan rasa, sedangkan atribut warna tidak berbeda nyata. Aktivitas antioksidan meningkat hingga konsentrasi 15% dengan nilai tertinggi 78,25% lalu cenderung menurun pada konsentrasi lebih tinggi. Perlakuan 15% menghasilkan keseimbangan terbaik antara aktivitas antioksidan dan karakteristik fisik, sedangkan 25% memberikan kesukaan panelis tertinggi dan waktu larut tercepat. Kata kunci: Jahe merah instan, kunyit putih, maltodekstrin, antioksidan, organoleptik ABSTRACT Red ginger (Zingiber officinale var. rubrum) and white turmeric (Curcuma zedoaria) are rich in bioactive compounds, yet high-temperature processing may reduce antioxidant activity and product quality; therefore, maltodextrin as an encapsulating carrier is expected to protect bioactives and improve the quality of instant beverages. This study evaluated the effect of maltodextrin concentration on physical properties, antioxidant activity, and sensory acceptance of an instant red ginger–white turmeric beverage and determined the best treatment. A completely randomized design with six maltodextrin levels (0%, 5%, 10%, 15%, 20%, and 25%) was applied. The measured parameters included moisture content, dissolution time, antioxidant activity (DPPH assay; % inhibition), and hedonic sensory scores for color, aroma, and taste (1–5 scale). The results indicated that maltodextrin significantly affected (p<0.05) moisture content, dissolution time, antioxidant activity, and hedonic scores for aroma and taste, while color was not significantly different among treatments. Antioxidant activity increased up to 15% maltodextrin, reaching the highest value of 78.25%, and then tended to decrease at higher concentrations. The 15% treatment provided the best overall balance between antioxidant activity and physical characteristics, whereas 25% maltodextrin achieved the highest panel preference and the fastest dissolution time. Keywords: red ginger, white turmeric, maltodextrin, antioxidant activity, sensory evaluation
Diversifikasi Olahan Ikan Tuna melalui Pelatihan Pembuatan Dimsum di Desa Bonde, Kecamatan Pamboang, Majene Andi Marlisa Bossa Samang; Margaretha Hanna Tiffany; Syahmidarni Al Islamiyah; Rizka Aulia Safarni; A. Nur Farahdiba Suriadi; Indrastuti; Rizky Ariesty Fachrysa Halik
Jurnal Abdimas Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL ABDIMAS TERAPAN (MEI)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jat.v5i2.131

Abstract

Bonde Village, Pamboang District, Majene Regency, has abundant fisheries potential, particularly tuna. However, its utilization is still largely limited to fresh fish products, resulting in suboptimal added value. This community service program aimed to improve the knowledge and skills of fishermen’s wives and housewives in processing local tuna into dimsum as an economically valuable food product. The program was implemented through several stages, including observation and information gathering, coordination with the local government, activity preparation, counseling and hands-on practice in tuna dimsum production, as well as monitoring and evaluation using pre-test and post-test instruments. The results showed that the participants were enthusiastic and were able to independently practice the steps involved in producing tuna dimsum. In addition, participants’ knowledge and interest increased after the program. Their knowledge and understanding of the benefits of diversifying processed fishery products increased from 25% to 80%, their knowledge and understanding of hygienic tuna dimsum processing increased from 10% to 90%, and their interest in establishing a tuna dimsum business increased from 10% to 70%. Therefore, this community service program can be considered effective in improving participants’ knowledge and skills, while also having the potential to encourage the diversification of processed fish products and the development of household-based enterprises using local resources. Keywords: Product diversification; tuna; tuna dimsum; community service; household enterprise Desa Bonde, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, memiliki potensi perikanan yang melimpah, khususnya ikan tuna, namun pemanfaatannya masih didominasi dalam bentuk segar sehingga nilai tambah produk belum optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan istri nelayan serta ibu rumah tangga dalam mengolah ikan tuna lokal menjadi dimsum sebagai produk pangan bernilai ekonomis. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahapan observasi dan pengumpulan informasi, koordinasi dengan pemerintah setempat, persiapan kegiatan, pelaksanaan penyuluhan dan praktik pembuatan dimsum, serta monitoring dan evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan mampu mempraktikkan tahapan pembuatan dimsum ikan tuna secara mandiri. Selain itu, terjadi peningkatan pengetahuan dan minat peserta setelah kegiatan, yaitu pengetahuan dan pemahaman terkait manfaat diversifikasi produk olahan perikanan meningkat dari 25% menjadi 80%, pengetahuan dan pemahaman proses pengolahan dimsum ikan secara higienis meningkat dari 10% menjadi 90%, serta keinginan untuk membuat usaha produk dimsum ikan meningkat dari 10% menjadi 70%. Kegiatan ini dapat disimpulkan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta serta berpotensi mendorong diversifikasi olahan ikan dan pengembangan usaha rumah tangga berbasis potensi lokal. Kata kunci: Diversifikasi produk; ikan tuna; dimsum ikan; pengabdian masyarakat; usaha rumah tangga