Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Gema Kampus IISIP YAPIS Biak

ANALISIS PELAKSANAAN PENDIDIKAN KARAKTER DI SMA SWASTA YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM CABANG BIAK (Studi pada Kelompok Mata Pelajaran IPS) Mahmud, Muhammad Nur; Laha, Saleh; Nurlin, Nurlin
Gema Kampus IISIP YAPIS Biak Vol 17 No 2 (2022): "Gema Kampus" IISIP YAPIS Biak
Publisher : IISIP YAPIS BIak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52049/gemakampus.v17i2.244

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan guru dalam mengidentifikasi, mengintegrasi dan mengevaluasi pelaksanaan pendidikan karakter dalam kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan kasus tunggal, sehingga strategi penelitian yang relevan adalah studi kasus. Teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik nontes (angket, observasi, wawancara, dan dokumen). Untuk mengecek keabsahan data digunakan triangulasi metode dan sumber. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini, penanaman nilai- nilai pendidikan karakter pada mata pelajaran IPS yang dilakukan oleh guru kepada peserta didik di dapati hampir berimbang antara sering dan kadang-kadang menanamkan. Hal ini ditunjukkan dengan persentasi siswa yang mengatakan bahwa guru sering menanamkan nilai-nilai karakter berupa pemberian suri tauladan atau contoh kepada peserta didik sebanyak 43%, terkadang ada juga guru yang menanamkan nilai-nilai karakter dengan menyisipkan pada materi pembelajaran dibuktikan dengan 45% siswa mengatakan kadang-kadang guru menanamkan nilai karakter kepada siswa, 10% siswa mengatakan guru selalu menanamkan nilai karakter, 2% siswa mengatakan guru tidak pernah menanamkan nilai-nilai karakter. Berdasarkan hasil yang diperoleh dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penanaman nilai-nilai pendidikan karakter dapat diintegrasikan melalui pembelajaran mata pelajaran IPS khususnya sejarah di SMA Biak.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PERILAKU HIDUP SERUMAH DI LUAR NIKAH DI KAMPUNG KABIDON DISTRIK YENDIDORI KABUPATEN BIAK NUMFOR Nurlin, Nurlin; Maniagasi, Ramses Makumeser
Gema Kampus IISIP YAPIS Biak Vol 17 No 2 (2022): "Gema Kampus" IISIP YAPIS Biak
Publisher : IISIP YAPIS BIak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52049/gemakampus.v17i2.408

Abstract

Hidup serumah di luar nikah atau biasanya di sebut kumpul kebo yaitu hidup dan tinggal bersama antara laki-laki dan perempuan tanpa ikatan pernikahan yang sah. Kumpul kebo sebenarnya telah popular di masyarakat Indonesia perbuatan kumpul kebo terlebih dahulu dikenal dalam hukum yang berlaku di masyarakat atau lebih dikenal dengan istilah hukum adat telah lebih dahulu mengatur tentang kumpul kebo sebagai suatu delik . Si Pria menyadari bahwasanya apa yang di lakukan si pria memang salah dan yang di lakukan pria tidak di dasari atas pemikiran sex tetapi atas dasar kemauan bersama untuk mempunyai anak sehingga si pria menghamili si wanita dan perilaku hidup serumah di luar nikah terjadi. Seperti halnya perilaku hidup serumah di luar nikah yang terjadi di kampung kabidon mendapatkan tanggapan atau persepsi dari masyarakat kampung kabidon. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan dalam menganalisis data yang dikunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat kampung Kabidon memiliki dua persepsi yang berbeda yakni persepsi positif dan persepsi negatif. Persepsi positif ialah persepsi atau pandangan tentang suatu obyek dan menuju pada suatu keadaan dimana subyek yang mempersepsikan tersebut cenderung menerima obyek yang ditangkapnya karena merasa sesuai dengan pribadinya. Persepsi negatif ialah persepsi atau pandangan tentang suatu obyek yang menunjukkan pada keadaan dimana subyek yang mempersepsikan tersebut cenderung menolak atas obyek yang ditangkapnya karena tidak sesuai dengan pribadinya. kesimpulan bahwasannya perilaku hidup serumah di luar nikah di lakukan atas dasar saling suka, tidak ada paksaan dan mau menerima satu sama lain, dan masyarakat yang tidak menerima perilaku hidup serumah di luar nikah di lakukan di kampung Kabidon dikarenakan masyarakat kampung Kabidon masih memegang teguh nilai adat istiadat.