Ardian Ariatsyah
Prodi Arsitektur Jurusan Arsitektur Dan Perencanaan Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Penererapan Arsitektur Tropis pada Beach Resort Hotel di Lhoknga Mahruza, Jauza; Haiqal, Muhammad; Ariatsyah, Ardian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 7, No 4 (2023): Volume 7, No.4, November 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimap.v7i4.26070

Abstract

AbstrakProvinsi Aceh yang terletak di ujung Pulau Sumatera mengakibatkan Aceh memiliki garis pantai yang panjang dengan potensi obyek wisata pantai yang cukup besar. Pendapatan perekonomian Aceh yang memberikan kontribusi sangat besar dalam beberapa tahun terakhir berasal dari sektor tersier yaitu berasal dari sektor perdagangan, hotel, dan restoran. Meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung dari tahun ke tahun dan kurangnya akomoditas yang tersedia menjadi perhatian terhadap sektor yang bergerak di bidang pariwisata. Melihat kondisi dan potensi alam tersebut terlihat adanya peluang pengembangan pariwisata sarana akomodasi berupa Beach Resort Hotel sebagai salah satu usaha pengoptimalan potensi kepariwisataan, terutama pada kawasan wisata Pantai Lhoknga karena letaknya yang tidak jauh dari pusat ibukota Provinsi Aceh. Hotel Resort ini tidak hanya sebagai fasilitas beristrirahat, tetapi dapat juga menjadi destinasi wisata bagi pengunjung untuk menikmati potensi alam di kawasan Pantai Lhoknga. Penerapan konsep Arsitektur Tropis melalui pengolahan ruang yang kontekstual dengan lingkungan diharapkan dapat mewadahi kegiatan wisata dan menyediakan fasilitas penginapan di kawasan wisata alam di tepi pantai. Penggunaan penghawaan dan pencahayaan alami pada sebagian ruang-ruang publik sehingga menciptakan harmoni antara ruang luar dan ruang dalam memberi kesan alami pada ruangan tersebut. Kontur tanah dan vegetasi pada lahan juga dipertahankan sebaik mungkin untuk menjaga keselarasan dengan alam.
TEMA RANCANGAN SUSTAINABEL (Tinjauan Tema pada Bangunan COMMERZBANK) Ardian Ariatsyah; Safwan Safwan; Nizarli Nizarli
Jurnal RAUT Vol 9, No 2 (2020): EDISI JULI-DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/raut.v9i2.20695

Abstract

Tujuan proses perancangan adalah menafsirkan dan menjawab kebutuhan manusia, untuk menghasilkan pelayanan, fasilitas dan bentuk dalam rangka penerapan sumber serta nilai budaya yang tersedia. Dalam dasawarsa ini konsep perancangan telah kembali diarahkan ke konsep sustainable architecture, yaitu sebuah konsep perancangan yang berkelanjutan. Hal ini tidak terlepas dari gerakan penghematan energi dengan berprinsip pada pendayagunaan lingkungan natural yang dimulai dari bentuk tatanan bangunan hingga aspek sosiokultural. Selanjutnya dalam tulisan pertama ini, yang bertemakansustainbel, akan dibahas konsep rancangan sebuah bangunan sehingga nantinya akan menjelaskan cara maupun interpretasi tema tersebut pada rancangan bangunanCommerzbank.Metode yang dilakukan dalam pengamatan ini adalah dengan telaah studi pustaka, yang mengambil beberapa teori dari pakar tema rancangan sustainabel.
Penerapan Konsep Panopticon pada Perancangan Lembaga Pemasyarakatan Mirza, Mirza; Maulana, Rizaldi Arie; Ariatsyah, Ardian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 8, No 3 (2024): Volume 8, No. 3, Agustus 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimap.v8i3.28656

Abstract

Lembaga Pemasyarakatan dapat diartikan sebagai suatu wadah atau badan yang dibentuk bertujuan untuk menyelenggarakan kegiatan pelatihan bagi narapidana sebelum mereka kembali bermasyarakat. Seiring berjalannya waktu, teknologi juga digunakan dalam sistem pengawasan penjara, termasuk penerapan arsitektur panopticon. Panopticon adalah salah satu jenis bangunan institusi yang dirancang pada akhir abad ke-18 oleh filsuf dan ahli teori sosial Inggris yaitu Jeremy Bentham. Desainnya terdiri dari struktur melingkar dengan pengawasan di tengahnya. Bentham sendiri menggambarkan panopticon sebagai "cara baru untuk melampaui pemikiran dan memperoleh kekuatanpemikiran". Penerapan konsep ini dilakukan dengan memaksimalkan sistem pengawasan namun dengan jumlah pengawas yang seminimal mungkin untuk memantau jumlah narapidana semaksimal mungkin. Penerapan tema ini juga menekankan pada disiplin mental narapidana, fokusnya adalah mengalihkan perhatian narapidana yang sedang berada didalam kamar sel, sehingga narapidana mungkin lupa bahwa mereka sedang diawasi oleh petugas lapas yang berjaga pada menara pengawas di tengah bangunan. Efek utama dari mekanisme panoptikon ini adalah menciptakan perasaan bahwa dia terus-menerus diawasi oleh petugas, sehingga narapidana tidak merencanakan untuk melarikan diri dari lapas. Kesadaran yang mengandung arti bahwa seseorang sedang mengendalikan dan mengawasi setiap tindakan dan gerak seseorang. Tata letak tapak juga menerapkan sistem terpusat, dimana masjid menjadi titik fokus bangunan dengan harapan para narapidana dapat semakin mendekatkan diri pada agama dan mampu bertaubat sebelum mereka berbaur kembali dengan masyarakat luar.
Tipologi Fasad Bangunan Masjid di Kota Banda Aceh Periode 2004-2023 Khairunnisa, Kharisma; Ariatsyah, Ardian; Munir, Abdul
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 9, No 2 (2025): Volume 9, No.2, Mei 2025 (in progress)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimap.v9i2.35651

Abstract

Fasad merupakan salah satu elemen penting yang digunakan selain untuk mempresentasikan sebuah karya arsitektur juga dapat dijadikan sebagai alat untuk merekam sejarah dengan melihat dinamika sosial, budaya dan politik yang terjadi. Tsunami pada tahaun 2004 yang menimpa Aceh merupakan salah satu peristiwa yang menyebabkan hadirnya bangunan-bangunan baru. Salah satu usaha yang dilakukan adalah merenovasi masjid yang terkena dampak dari bencana tersebut. Pembangunan mengakibatkan hadirnya inovasi-inovasi serta bahan-bahan bangunan baru yang menyebabkan keberangaman pada eksterior atau fasad masjid. Bangunan masjid yang baru dibangun tersebut membentuk sebuah tipologi fasad. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tipologi fasad masjid di Banda Aceh periode 2004-2023. Penelitian ini menganalisis 28 masjid yang ada di Kota Banda Aceh yang baru dibangun atau telah mengalami renovasi pasca terjadinya tsunami pada tahun 2004. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa kualitatif deskriptif yaitu pengamatan langsung ke objek bangunan dianalisis kemudian ditentukan tipe-tipe elemen fasad dan dikelompokkan berdasarkan tipe-tipe tersebut. Objek yang diteliti berupa kubah, bukaan (pintu dan jendela), pelengkung, dan ornamen pada fasad masjid. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan persentase berbagai tipe pada kubah, bukaan, pelengkung, dan ornamen masjid di Banda Aceh yang dibangun pada periode 2004-2023. Kemudian terdapat faktor berupa penyebab asal usul bangunan masjid di Banda Aceh memiliki keberangamann bentuk fasad tersebut.