Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

FORMULASI DAN UJI STABILITAS BODY SCRUB EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI BIJI PEPAYA SEBAGAI EKSFOLIAT Dewi Mutia Azizah; Dyera Forestryana; Nur Rahmiati
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Insan Farmasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/v4j46x43

Abstract

Body scrub is a topical formulation designed to remove dead skin cells, resulting in smoother and brighter skin. Papaya seeds (Carica papaya L.) have potential as a natural exfoliating agent, while papaya leaf extract is known to support skin regeneration. This study aimed to evaluate the physical characteristics and stability of a body scrub formulation containing papaya leaf extract with varying concentrations of papaya seeds as exfoliating agents. Papaya leaf extract was obtained using 70% ethanol as the solvent and formulated into an oil-in-water (O/W) cream with papaya seed variations of 5 g, 10 g, 15 g, 20 g, and 25 g. The evaluations included organoleptic properties, homogeneity, pH, viscosity, spreadability, adhesiveness, cream type, and physical stability using a six-cycle cycling test method. The results showed that all formulations exhibited good physical characteristics, with pH values ranging from 7.02 to 7.50, viscosity of 15,250–47,000 cPs, spreadability of 5.1–6.5 cm, and adhesiveness of 0.85–1.97 seconds. All formulations were homogeneous, physically stable, and classified as oil-in-water (O/W) creams. Formula F2 demonstrated the best physical characteristics among all tested formulations.
Pemberdayaan Masyarakat dan Sosialisasi Pencegahan Penyakit Hipertensi melalui Makanan Pendamping Dari Daun Basil dan Pengaplikasian Personal Health Record di Desa Cintapuri Sidiq, Abdurrahman; Wahyudi, Wahyudi; Rahmiati, Nur; Puspawati, Puspawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.24046

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan penyakit degeneratif yang tinggi prevalensinya di kalangan lansia, terutama di wilayah pedesaan seperti Desa Cintapuri, Kabupaten Banjar. Penyakit ini sering tidak bergejala namun berpotensi menyebabkan komplikasi serius, sehingga diperlukan upaya pencegahan dini melalui pendekatan edukatif dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan hipertensi, memperkenalkan Personal Health Record (PHR) berbasis AI sebagai alat pemantau kesehatan, serta memanfaatkan kearifan lokal melalui pemanfaatan daun basil (Ocimum basilicum L.) dalam pembuatan makanan pendamping (nugget) yang potensial menurunkan tekanan darah. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan pengabdian kepada masyarakat yang mencakup sosialisasi edukasi hipertensi, pelatihan penggunaan aplikasi PHR, serta pelatihan pembuatan nugget daun basil. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, serta pemeriksaan kesehatan gratis sebagai pendukung. Terjadi peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta tentang faktor risiko, pencegahan, dan pengelolaan hipertensi pasca-sosialisasi. Masyarakat juga menunjukkan antusiasme terhadap penggunaan aplikasi PHR dan penerimaan positif terhadap nugget daun basil sebagai alternatif makanan fungsional. Integrasi edukasi, teknologi kesehatan digital, dan pemanfaatan tanaman lokal terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam pencegahan hipertensi. Pendekatan ini berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai model pemberdayaan kesehatan berbasis kearifan lokal. Kata Kunci: Hipertensi, Daun Basil, Personal Health Record, Pemberdayaan Masyarakat, Lansia.  ABSTRACT Hypertension is a highly prevalent degenerative disease among the elderly, particularly in rural areas such as Cintapuri Village, Banjar Regency. Often asymptomatic yet potentially fatal, it necessitates early preventive measures through community-based education and empowerment. This community service aims to enhance public knowledge on hypertension prevention, introduce an AI-based Personal Health Record (PHR) application for health monitoring, and leverage local wisdom by utilizing basil leaves (Ocimum basilicum L.) in functional food development—specifically, basil leaf-enriched nuggets—with potential antihypertensive properties. The initiative employed a community engagement approach, comprising health education sessions, PHR application training, and hands-on workshops for making basil nuggets. Evaluation was conducted using pre-test and post-test questionnaires to assess knowledge improvement, supported by free health screenings. A significant increase in participants’ understanding of hypertension risk factors, prevention, and self-management was observed post-intervention. High enthusiasm was also noted toward PHR adoption and positive acceptance of basil nuggets as a functional food alternative. The integration of health education, digital health tools, and local plant-based innovation proves effective in strengthening community capacity for hypertension prevention. This model holds promise for scalability as a culturally grounded, sustainable public health empowerment strategy. Keywords: Hypertension, Basil Leaf, Personal Health Record, Community Empowerment, Elderly.
Karakteristik Fisik dan Potensi Antioksidan Face Mist Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) dengan Metode DPPH nur Rahmiati; Yelly Bestari; Putri Indah Sayakti
Jurnal Farmasi Islam Kalimantan Vol 1, No 2 (2024): Inovasi Terkini Ilmu Pengetahuan Farmasi: Desain Obat Berbasis Komputasi, Tinjau
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jfik.v1i2.17481

Abstract

Ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) memiliki kandungan senyawa flavanoid yang berperan sebagai antioksidan dan efektif dalam penangkapan radikal bebas, sehingga dapat digunakan sebagai bahan alami formulasi sediaan Face Mist yang berkhasiat sebagai antioksidan. Sediaan Face Mist memiliki alasan yang menguntungkan dalam penggunaannya seperti perlindungan terhadap radikal bebas, mudah digunakan, menyegarkan kulit, mengurangi tanda penuaan, dan meningkatkan efektivitas skincare lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik sediaan Face Mist ekstrak bunga telang dan aktivitas antioksidannya. Ekstrak etanol bunga telang dibuat menjadi dengan konsentrasi ekstrak 1% dan variasi konsentrasi gliserin 10%, 15%, dan 20%. Uji karakteristik fisik meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, dan waktu kering. Hasil uji organoleptis menunjukkan semua formula memiliki bentuk cair, warna biru keunguan, dan bau aroma mawar. Uji homogenitas menunjukkan hasil homogen untuk semua formula. Uji pH menunjukkan nilai pH untuk F1 (4,0-4,1), F2 (4,5-4,7), dan F3 (4,7-4,8). Uji waktu kering menghasilkan waktu kering untuk F1 (2:32-2:42), F2 (2:03-2:08), dan F3 (1:09-1:19). Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH menunjukkan nilai IC50 kuersetin sebesar 3,406 ppm, IC50 ekstrak bunga telang sebesar 89,865 ppm, dan IC50 sediaan face mist F3 sebesar 99,514 ppm yang termasuk dalam kategori kuat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa F3 dipilih sebagai formula paling optimal karena memiliki pH yang mendekati pH fisiologis kulit, waktu kering yang cepat, serta aktivitas antioksidan yang memadai meskipun tidak sekuat kuersetin atau ekstrak bunga telang murni.