Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH KOMBINASI SQUAT EXERCISE DAN PLANK EXERCISE TERHADAP PERUBAHAN LINGKAR PINGGANG DAN PAHA PADA SISWA SMAK BHAKTI LUHUR MALANG Malik, Yuliana Motu; Pradita, Angria; Halimah, Nurul; Fao, Yohanes Deu
Kieraha Medical Journal Vol 6, No 2 (2024): KIERAHA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/kmj.v6i2.9021

Abstract

Lingkar paha dan pinggang merupakan indikator penting dalam menilai kesehatan remaja karena berkaitan dengan risiko obesitas, penyakit kardiovaskular, dan kondisi metabolik. Lingkar pinggang yang besar menunjukkan penumpukan lemak visceral, yang berisiko tinggi terhadap diabetes tipe 2, hipertensi, dan penyakit jantung. Pada remaja, obesitas sering ditandai dengan lingkar pinggang yang tinggi, menunjukkan akumulasi lemak abdominal yang berbahaya. Pemantauan lingkar paha dan pinggang membantu mengidentifikasi pola pertumbuhan yang membutuhkan intervensi, serta mencerminkan gaya hidup dan kebiasaan makan. Aktivitas fisik dan pola makan seimbang sangat penting dalam menjaga kesehatan. Selain itu, ukuran lingkar paha dan pinggang dapat mempengaruhi kesehatan mental remaja terkait harga diri dan tekanan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi squat exercise dan plank exercise terhadap perubahan lingkar pinggang dan lingkar paha pada siswa SMAK Bhakti Luhur Malang. Penelitian ini merupakan penelitian pre eksperimental dengan desain penelitian mengacu pada one group pretest-posttest. Sampel penelitian satu kelompok perlakuan dengan pemberian kombinasi plank exercise dan squat exercise untuk kelompok perlakuan. Pengukuran lingkar pinggang dan paha diberikan sebelum dan sesudah perlakuan, peneliti memberikan post-test pengukuranlingkar pinggang dan paha. Populasi Penelitan adalah siswa kelas X di SMAK Bhakti Luhur Malang sebanyak 60 orang. Sampel penelitian adalah siswa kelas X di SMAK Bhakti Luhur Malang sebanyak 20 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Data primer dikumpulkan melalui wawancara langsung dilanjutkan dengan pemeriksaan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Berdasarkan analisis diketahui terdapat pengaruh kombinasi squat exercise dan plank exercise terhadap perubahan lingkar pinggang dan lingkar paha pada siswa SMAK Bhakti Luhur Malang.
CORE STABILITY EXERCISE DAN WILLIAM FLEXION EXERCISE EFEKTIF UNTUK MENINGKATKAN FLEKSIBILITAS OTOT LUMBAL Aniswati, Aniswati -; Efendi, Arief; Pradita, Angria; Fau, Yohanes Deo
Kieraha Medical Journal Vol 6, No 1 (2024): KIERAHA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/kmj.v6i1.7117

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian untuk mengetahui apakah pemberian core stability exercise dan william flexion exercise efektif untuk meningkatkan fleksibilitas otot lumbal dan apakah ada perbedaan efektifitas diantara kedua perlakuan tersebut.
EFEK DYNAMIC STRETCHING PADA NYERI DELAYED ONSET MUSCLE SORENESS OTOT QUADRICEPS PEMAIN FUTSAL REKREASIONAL tubagus, rama anugrah; Fau, Yohanes Deo; Fariz, Achmad; Pradita, Angria
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 15 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v15i4.2414

Abstract

Nyeri otot akibat olahraga yang berlebihan, dikenal sebagai Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS), umum terjadi pada individu yang melakukan aktivitas fisik intensif. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi efek dynamic stretching terhadap intensitas nyeri DOMS pada otot quadriceps pemain futsal rekreasional di STIKes RS Dustira Cimahi. Penelitian dilaksanakan pada bulan [bulan penelitian] dengan melibatkan 20 pemain futsal berusia 19-23 tahun. Penelitian menggunakan desain time series dengan pendekatan one group pre-test and post-test. Pengukuran intensitas nyeri dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan setelah perlakuan selama empat sesi dalam kurun waktu empat minggu. Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan pada rata rata skor nyeri dari 3,10 pada pre-test pertama menjadi 1,85 pada post-test keempat (p-value <0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa dynamic stretching efektif dalam menurunkan intensitas nyeri DOMS melalui mekanisme peningkatan aliran darah dan aktivasi neuromuskular. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi praktis bagi atlet dan pelatih dalam mengimplementasikan dynamic stretching sebagai metode pemanasan dan pemulihan untuk mencegah dan mengurangi nyeri otot.
Plank Exercise Dapat Meningkatkan Keseimbangan Remaja Di SMAN 01 Bongan Fauziah, Rahmah Ghinha; Pradita, Angria; Prasetiyo, Bagus Dadang; Halimah, Nurul
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 15 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v15i4.2422

Abstract

Keseimbangan pada remaja bertujuan untuk mempertahankan pusat massa tubuh terhadap sumbu tubuh untuk melawan gravitasi bumi yang di pengaruhi oleh proses sensorik atau system saraf, motorik atau musculoskeletal. Keseimbangan merupakan salah satu aspek penting dalam Kesehatan dan kebugaran tubuh manusia. Keseimbangan memungkinkan seseorang untuk melakukan aktivitas sehari-hari dengan lancer dan mengurangi resiko jatuh. Kajian ini merupakan studi Pre eksperimental yang bertujuan untuk mengetahui adanya peningkatan pada keseimbangan dengan pemberian plank exercise. Dengan desain penelitian one group pre-test dan post-test. Dengan sampel 20 orang remaja laki-laki dan Perempuan yang berusia 16-17 tahun di SMAN 01 Bongan. Penulis memberikan pengukuran keseimbangan dengan Y Balance Test kepada sampel dengan meminta untuk menyeimbangkan satu kaki sekaligus meraih sejauh mungkin dengan kaki satunya dalam 3 arah terpisah: anterior, posterolateral, dan posteromedial, setelah itu di berikan plank exercise. Frekuensi Latihan adalah 3 kali seminggu selama satu bulan dengan 3 kali pengulangan untuk pengukuran keseimbangan dan plank exercise ditahan selama 10 detik. Berdasarkan hasil Y Balance Test terdapat pengaruh dari pemberian plank exercise selama 12 kali yang di dapatkan dari uji t berpasangan diperoleh nilai p= 0,000<0,05 untuk left dan right dengan nilai pre-test keseimbangan sebesar 82,45 untuk left dan 85,25 untuk right dan post-test keseimbangan 90,65 untuk left dan 92,45 untuk right. Sehingga didapatkan adanya pengaruh dari pemberian plank exercise untuk keseimbangan remaja usia 16-17 tahun di SMAN 01 Bongan.
HUBUNGAN FLEKSIBILITAS LUMBAL DAN LINGKAR PINGGANG TERHADAP KELUHAN LOW BACK PAIN PADA KARYAWAN RS X DI TANGERANG Sari, Siska Ratna; Pradita, Angria; Efendi, Arief; Hadi Endaryanto, Agung
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 15 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v15i4.2450

Abstract

Low Back Pain (LBP) merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi, dapat memengaruhi kualitas hidup, produktivitas kerja, dan kesejahteraan individu, termasuk karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara fleksibilitas lumbal dan lingkar pinggang dengan keluhan LBP pada karyawan RS X di Tangerang. Desain penelitian menggunakan pendekatan cross-sectional dengan pengukuran data pada satu waktu tertentu. Sebanyak 55 karyawan back office dipilih sebagai sampel menggunakan teknik purposive sampling, berdasarkan kriteria inklusi: usia 25–60 tahun, pria maupun wanita, bekerja minimal 6 bulan, dan mengalami LBP miogenik. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dan pemeriksaan langsung, kemudian dianalisis menggunakan uji Pearson. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara fleksibilitas lumbal dengan keluhan LBP (r = 0,341; p = 0,011) dan tidak ada hubungan antara lingkar pinggang dengan keluhan LBP (r = 0,190; p = 0,165). Disimpulkan bahwa fleksibilitas lumbal yang rendah berhubungan dengan keluhan LBP dan lingkar pinggang yang besar tidak berhubungan dengan keluhan LBP. Penelitian ini menyarankan agar studi selanjutnya melibatkan jumlah sampel yang lebih besar untuk hasil yang lebih representatif.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH, DURASI KERJA, DAN MASA KERJA DENGAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDER PADA PENGEMUDI OJEK MOTOR ONLINE Amran, Yuniarti; Pradita, Angria; Efendi, Arief; Hadi Endaryanto, Agung
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 15 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v15i4.2451

Abstract

Musculoskeletal Disorders (MSDs) adalah keluhan kesehatan yang menyerang otot, saraf, tendon, dan ligamen. Faktor risiko MSDs mencakup aspek individu seperti indeks massa tubuh (IMT), durasi kerja, dan masa kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara IMT, durasi kerja, dan masa kerja dengan keluhan MSDs pada pengemudi ojek motor online.Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan total sampling pada 100 pengemudi ojek motor online di Gading Serpong, Provinsi Banten. Alat ukur yang digunakan pada variabel IMT, Durasi kerja, dan masa kerja pada kuesioner dalam bentuk google form serta variabel Musculosceletal disorder menggunakan Nordic Body Map. Analisis data yang digunakan adalah Uji Pearson dengan hasil menunjukan tidak terdapat hubungan signifikan antara IMT dan durasi kerja dengan keluhan MSDs (nilai P =0,586 >0,05 dan p=0,152 >0,05). Namun, ditemukan hubungan signifikan antara masa kerja dengan keluhan MSDs (p=0,039 <0,05). Maka disimpulkan kejadian Musculosceletal disorder pada pengemudi ojek motor online dipengaruhi oleh lamanya masa kerja.
Perbandingan Konservatif Fisioterapi Dengan Core Stability Exercise Pada Kasus Nyeri Punggung Bawah Pradita, Angria; Nurul Halimah
Jurnal Fisioterapi Terapan Indonesia Vol. 3, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT: Low back pain is a major complaint caused by multifactorial conditions. The most common factors of low back pain complaints are due to age, occupation and gender. This study aims to compare the differences in therapeutic effects of conservative physiotherapy with the provision of electrotherapy, namely; microwave diathermy combined with transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS), core stability exercise techniques and a combination of electrotherapy with core stability exercise (CSE). This type of research is quasi experimental with a pre-post test design in a population of 90 low back pain patients who seek treatment at the Physiotherapy clinic. By using purposive sampling technique of 60 patients who have met the exclusion and inclusion criteria, patients were divided into intervention groups, namely; (1) conservative physiotherapy (electrotherapy); (2) core stability exercise; (3) conservative physiotherapy and core stability exercise. Data collection techniques using visual analogue scale (VAS) measurement, and schoober method with analysis test using krusskal wallis. The results of this study showed a difference in the median value of pain of 2 (group 1), 4 (group 2), and 3.5 (group 3) with a P value on pain of 0.06>0.05, and a difference in the median value of muscle flexibility of 1.5 (group 1); 1.75 (group 2); 1.75 (group 3) with a P value showing 0.895. The three intervention groups have no difference in reducing pain and increasing flexibility.
COMPARISON OF SPORTS MASSAGE AND ICE COMPRESS ON CHANGES IN THE DURATION OF DECREASING THE PAIN VALUE OF HAMSTRING MUSCLE DOMS RUGBY ATHLETES PON JABAR TO XXI: PERBANDINGAN SPORT MASSAGE DAN ICE COMPRESS TERHADAP PERUBAHAN DURASI PENURUNAN NILAI NYERI DOMS OTOT HAMSTRING ATLET RUGBY PON JABAR KE XXI Diki Permadi Pratama; Fransiska Xaveria Hargiani; Angria Pradita; Sartoyo Sartoyo
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 12 No. 02 (2024): Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 12 Issue 02
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS.DR. Soepraoen Kesdam V/BRW

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47794/jkhws.v12i02.713

Abstract

Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS) is muscle discomfort that varies from mild tension to severe pain that can impair function. DOMS pain is caused by the accumulation of metabolic waste in the muscle, such as lactic acid, as well as extracellular fluid that irritates the sensory fiber endings. Physiotherapy modalities, such as Sports Massage and Ice Compress, can be applied to prevent and treat DOMS. This quasi-experimental study used a two group pre-post test design that compared the effect of sports massage and ice packs on changes in DOMS pain values. This research was conducted at the Yonzipur 9 Ujung Berung field, Bandung City, with a population of 24 rugby athletes PON XXI JABAR, sampling using the total sampling method which was divided into 2 groups, namely (1) sports massage and (2) ice compresses with each group totaling 12 respondents. The measuring instrument used to assess the DOMS pain scale is the Numeric Rating Scale (NRS). The results of the study based on the median of the sport massage group before and after with a value of 7.5 and 4; the ice pack group showed a median value of 5 and 3 (before and after). Based on the Mann-Whitney analysis hypothesis test, the p value = 0.269> 0.05. It can be concluded that there is no significant difference in the effectiveness of the two methods. These findings indicate that Sports Massage and Ice Compress have comparable effectiveness in the management of DOMS muscle pain in athletes after intensive physical activity.
Korelasi Antara Postur Kerja dan Masa Kerja dengan Kejadian Low Back Pain Myogenic pada Perawat Instalasi Gawat Darurat Dewi Wahyuningrum; Yohanes Deo Fau; Angria Pradita; Achmad Fariz
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i0.1959

Abstract

The complexity of the demands of Emergency Room (IGD) nurses, such as static and dynamic work postures and length of service are believed to be the triggering factors for Low Back Pain (LBP) complaints in nurses. This study aims to investigate the correlation between work posture and tenure with complaints of LBP in Emergency Room nurses. This type of research is observational with a cross-sectional design. The research subjects were 28 emergency room nurses at RSUD Dr. Moh Saleh, Probolinggo selected by total sampling technique. Data were collected through filling out a questionnaire and then analyzed using the Lambda correlation test. The results of the study showed r = 0.000 and p = 1,000 for infusion, r = 0.59 and p = 0.763 for inserting a catheter, r = 0.000, p = 1,000 for heacting, r = 0.000, p = 1,000 for transferring patients, r = 0.000, p = 1,000 to push the bed. It can be concluded that there is no correlation between work posture and working period with the incidence of myogenic low back pain in the Emergency Room Nurses at RSUD. Dr. Moh. Saleh, Probolinggo.Keywords: low back pain; work posture; years of serviceABSTRAK Kompleksitas tuntutan perawat Instalasi Gawat Darurat (IGD) seperti postur kerja statis dan dinamis dan masa kerja diyakini merupakan faktor pencetus keluhan Low Back Pain (LBP) pada perawat. Studi ini bertujuan untuk menyelidiki korelasi antara postur kerja dan masa kerja dengan keluhan LBP perawat Instalasi Gawat Darurat. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan cross-sectional.  Subyek penelitian adalah 28 perawat IGD di RSUD Dr. Moh Saleh, Probolinggo yang dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner lalu dianalisis menggunakan uji korelasi Lambda. Hasil penelitian penelitian menunjukkan r = 0,000 dan p = 1,000 untuk pemasangan infus, r = 0,59 dan p = 0,763 memasang keteter, r = 0,000, p = 1,000 utuk heacting, r = 0,000, p = 1,000 untuk memindahkan pasien, r = 0,000, p = 1,000 untuk mendorong bed. Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat korelasi antara postur kerja dan masa kerja dengan kejadian low back pain myogenic pada perawat Instalasi Gawat Darurat RSUD. Dr. Moh. Saleh, Probolinggo.Kata kunci: nyeri punggung bawah; postur kerja; masa kerja
Effectiveness of Core Stability Exercise in Physiotherapy Approach to Improve Cardiorespiratory Fitness in College Students Pradita, Angria; Halimah, Nurul
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol. 6 No. 2 (2025): Integrating Local Wisdom into Sustainable Physiotherapy Practices
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v6i2.9205

Abstract

Introduction: Physical fitness, especially cardiorespiratory fitness, is an important factor in supporting students' health and academic performance. However, an increase in sedentary lifestyles has led to a decrease in physical fitness levels in university students. This study evaluates the effectiveness of the Core Stability Exercise (CSE) program in improving the cardiorespiratory fitness of university students, using a combination of bicycle crunch and mountain climber as the main exercises. This exercise is one of the physiotherapy exercise methods that focuses on strengthening core muscles, which not only improves body stability but also contributes to improving cardiorespiratory capacity through diaphragm activation and postural control. This study aimed to evaluate the effectiveness of CSE in improving the physical fitness of university students using a one-group pre-post-test quasi-experimental design. Methods: A total of 27 students underwent the bicycle crunch and mountain climber exercise program for eight weeks with a frequency of three times a week. Cardiorespiratory fitness was measured using the Harvard Step Test, and the results of statistical analysis with the Wilcoxon test showed a significant increase (p < 0.05) after the intervention. Results: The results of this study indicate that Core Stability Exercise is an effective exercise method in improving the cardiorespiratory fitness of college students. Conclusion: Therefore, this exercise is recommended as part of a preventive physiotherapy program to improve the health and fitness of students in the academic environment.
Co-Authors Abdur Rahman Achmad Abdullah Achmad Fariz Achmad Fariz Achmad, Fariz Agung Endaryanto Agung Hadi Endaryanto Ahmad Abdullah Alvina Rahmawati Amal, Muhammad Niltal Amin Zakaria Amran, Yuniarti Anang Tri Haryono Anggi Kurniawati Aniswati, Aniswati - Ari Nugrahanta Koesrul Ari Setyo Utomo Arief Efendi Arief Efendi, Arief Arifiyanto, Ahmad Syarwani Asiyah Binti Supri Astuti Asriyanah, Asriyanah Bagus Abdul Rozaq Candra, Kristian Ady Cesario Prima Rahmadani Dayanara Elsa Amedika Dewi Wahyuningrum Dewi Wulaningsih Diki Permadi Pratama Duwi Ana Tiara Tiara Dwi Livia Sari Elok Ghina Fadhilah Endaryanto, Agung Endaryanto, Agung Hadi Fao, Yohanes Deo Fao, Yohanes Deu Fariz , Achmad Fariz, Achmad Fauziah, Rahmah Ghinha Fransiska Xaveria Hargiani Hana Thrisminarsih Hargiani, Fransisca Xaveria Hargiani, Fransisca Xaveria Hargiani, Fransiska Xaveria Heppy Romadhani Yudhaningrum Hidayani, Atik Jamilatus Sholeha Kasimbara, Rachma Putri Linda Amiriawati Luberto, Purna Malik, Yuliana Motu Manuputty, Irene Jeane Maryorin Maradona Maradona Moh Mujibus Sauqi Mokhtar Jamil Nugraha, Dani Maulana Nurul Halimah Prasetiyo, Bagus Dadang Qodariyah, Himmatul Rachma Putri Kasimbara Rahmadi, Redi Retno Dewi Prisusanti Retno Dewi Prisusianti Sampurno, Adi Sanjoyo, Mas Nugroho Dudi Sari, Siska Ratna Sari, Teti Eka Sartoyo Satria Aji Dewantara Siti Rahmaniyah Sumpena, Fajar Supatmi, Eny Thrisminarsih, Hana Tri Chandra Ayu Aprillia Tristia Nurul Hasanah tubagus, rama anugrah Utomo, Ari Setyo Vivin Aini Zahroh Usmawanti Wagiyanto Wagiyanto Wahyu Oni Kurniawan Wahyu Tejakusuma, Wahyu Wardoyo, Pospo Wardoyo, Puspo Windy Arief Wicaksana Winingsih, Suwarni Wiwin Prasetyo Wiyanto, Nihla Vadia Haya Yohanes Deo Fau Yuda Kristiawan Zaimatul Hamdiyah