Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Perbandingan efektivitas senyawa logam alkali sebagai zat cabut warna golongan reaktif pada batik Babsel, Muhammad Cladio Aimar; Maghfiroh, Maghfiroh; Lestari, Rizki
Canting : Jurnal Batik Indonesia Vol 1 No 1 (2024): Canting: Jurnal Batik Indonesia
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pekalongan bekerjasama dengan Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik (APPBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/canting.v1i1.165

Abstract

In making batik, the color dyeing method sometimes produces colors that are not as desired. One way to remove color pigment is by unpluging color. Apart from that, unplug color can be used as a technique to produce decorative variations on fabric. Unplug color is used to take or remove color pigments that are already on the fabric to obtain the previous color. The use of color removal agents affects the color removal results. The aim of this research is to determine the appropriate level of cleanliness for the application of scrub on fabric that is removed using calcium hypochlorite, sodium hypochlorite, sodium hydrosulfite and potassium permanganate. The research method used is field observations carried out in areas that have color removal facilities, then from the results of the data obtained an experiment will be carried out with a recipe for a removal agent of 10 grams/liter with a removal time of 10 minutes. The experimental results showed that the removal agents for calcium hypochlorite, sodium hypochlorite and sodium hydrosulfite had a color that was lighter than the original color. Meanwhile, the potassium permanganate dissolving agent produces a color that is different from the direction of the original color.
Pengaruh perendaman larutan basa sabun cair pencuci piring terhadap pewarnaan indigosol pada kain mori primissima Khamidah, Khamanda Nur; Maghfiroh, Maghfiroh; Lestari, Rizki
Canting : Jurnal Batik Indonesia Vol 1 No 1 (2024): Canting: Jurnal Batik Indonesia
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pekalongan bekerjasama dengan Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik (APPBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/canting.v1i1.172

Abstract

In making batik using indigosol dye, an oxidation/fixation process is required with the addition of HCl or sunlight. HCl can have an adverse effect on fabric. Therefore, alternative chemicals are used in this process using dishwashing soap. This study aims to determine the effect of soaking in dish soap on the indigosol dyeing process. The variables in this study are the results of dyeing batik cloth with dye from indigosol and fixation using sodium nitrite and HCL. The level of success is indicated by the level of fabric fragility. This research uses an experimental research method. An experimental research method is a method that aims to test the influence of a variable on another variable or test the causal relationship between one variable and another. The experimental method used in this research is a pure experimental method (true experimental). namely experiments that most closely follow procedures and fulfill experimental requirements, especially those relating to controlling variables, control groups, providing treatment or manipulating activities and testing results. The results of this research are that dishwashing soap solution can be used as an alternative acid neutralizerthat does not damage the color of the fabric.
Eksplorasi Dinamika Kreatif Estetika Visual Pada Karya Marengo Batik Melalui Pendekatan Nirmana Dalam Upaya Mitigasi Krisis Identitas Sasongko, Aditya Dimas Wahyu; Lestari, Rizki; Murty, Daru Anggara; Maghfiroh, Maghfiroh; A, Saghira Nurul; Suryani, Ririn; Farhan, Fainuza; Maghfiroh, Lailatul; T.A., Najua Izzamilhaq
SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jsuluh.v8i2.8955

Abstract

Krisis identitas merupakan fenomena yang sering dihadapi individu dalam masyarakat modern, di mana perubahan sosial dan budaya dapat menyebabkan pergeseran makna diri. Salah satu pendekatan untuk mengatasi hal ini adalah melalui seni, di mana proses kreatif menjadi sarana ekspresi dan refleksi diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran nirmana sebagai teori praktis dalam dinamika kreatif yang terdapat pada karya marenggo batik yang dinilai mewakili karakter generasi muda dalam berkarya dan memiliki nilai estetika untuk mitigasi krisis identitas. Nirmana, yang berasal dari bahasa Jawa yang berarti "bentuk" atau "struktur", menjadi teori ekspresif dalam menciptakan karya seni yang mampu menggali dan memperkuat jati diri. Dalam konteks ini, estetika visual berfungsi sebagai media komunikasi yang mampu mengungkapkan makna dan nilai-nilai dalam menghadapi kebingungan identitas. Proses kreatif melalui nirmana tidak hanya menciptakan karya visual, tetapi juga membantu individu untuk menyusun ulang dan menemukan kembali identitasnya dalam berbagai aspek kehidupan. Penelitian ini mengkaji bagaimana nirmana dapat mengoptimalkan proses kreatif dalam penciptaan karya seni khususnya pada bidang batik yang berpotensi memberikan solusi terhadap krisis identitas pada generasi muda
Representasi Budaya dan Makna Simbolik Motif Kapal Kandas Kudus: Pendekatan Semiotika Roland Barthes Yuli Astuti; Aditya Dimas Wahyu Sasongko; Muhammad Naoval Haris; Rizki Lestari; Zahir Widadi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4025

Abstract

Traditional batik is one of Indonesia’s cultural heritages that carries not only aesthetic value but also rich symbolism and philosophy. This study focuses on the Kapal Kandas Kudus motif, a coastal batik design rooted in the story of Admiral Cheng Ho’s shipwreck on Mount Muria. The motif contains symbolic elements that reflect the worldview of Kudus society, such as hope, life’s trials, balance, protection, and gratitude for natural abundance. The research employed a qualitative method through observation, interviews, documentation, and literature review, conducted at the Muria Batik Gallery, Kudus, which serves as a center for the development of Kudus batik. Roland Barthes’ semiotic approach was applied to reveal the denotative, connotative, and mythical meanings of various decorative elements, including ships, fish, seaweed, and coral reefs. The findings indicate that the Kapal Kandas motif was historically used in traditional ceremonies such as circumcisions and communal celebrations but has now become more flexible, being worn on diverse occasions. This shift illustrates cultural adaptability while maintaining symbolic values inherited from ancestors. The study emphasizes the importance of understanding the symbolic meanings of batik motifs as a means of cultural preservation and as a reinforcement of national identity.  
Sosialisasi Pengelolaan Limbah Obat Rumah Tangga sebagai Upaya Mendukung Green Pharmacy di Lingkungan Masyarakat: Community Outreach on Household Pharmaceutical Waste Management to Promote Green Pharmacy Practices Musa Fitri Fatkhiya; Irda Rizky Wiharti; Rizki Lestari; Gilang Putra Ramadhan; Muhammad Giffard Azami
DARMADIKSANI Vol 5 No 4 (2025): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i4.8333

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat bertema “Sosialisasi Pengelolaan Limbah Obat Rumah Tangga sebagai Upaya Mendukung Green Pharmacy di Lingkungan Masyarakat” diselenggarakan sebagai bentuk kontribusi terhadap pelestarian lingkungan dan peningkatan literasi kesehatan masyarakat. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya mengelola limbah obat rumah tangga secara benar guna mencegah pencemaran lingkungan dan dampak negatif terhadap kesehatan. Sosialisasi diberikan kepada masyarakat dengan materi mencakup definisi limbah obat, jenis-jenisnya, dampak pembuangan sembarangan, serta cara penyimpanan dan pemusnahan yang tepat. Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat memperoleh edukasi secara visual dan berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif terhadap bahaya limbah farmasi serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung prinsip Green Pharmacy. Selain itu, kegiatan ini memperkuat sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan masyarakat dalam upaya menjaga kesehatan lingkungan melalui pendekatan edukatif dan partisipatif.
Pembuatan Pewarna Alam Dari Kulit Bawang Bombay (Allium Cepa L) Pada Kain Sutra Dan Katun Rizki Lestari; Aditya Dimas Wahyu Sasongko; Maghfiroh Maghfiroh; Zahir Widadi; Yovita Christy; Tryas Intan Pandini
KOLONI Vol. 5 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v5i2.945

Abstract

Natural dyes for fabrics are often derived from plants; however, it is important to consider the sustainability of the plant ecosystem when using natural dyes. We must ensure that the use of natural dyes to reduce environmental pollution does not end up damaging the plant ecosystem. One alternative for using natural dyes in batik that utilizes local natural resources is the production of natural dyes from onion skins. Onions can serve as an alternative natural dye for batik fabric. In addition to being an alternative for natural dyes in batik, this method can also function as a strategy for household waste management, offering varied and environmentally friendly batik dyeing. Using an experimental method with quantitative analysis, three mordanting stages—pre-mordantting, simultaneous mordanting, and post-mordanting—were applied, along with the nglorod process, consistent with traditional batik production methods. Onion skins were processed to serve as a dye for silk and cotton fabrics, with tests conducted for colorfastness to washing, perspiration, and rubbing. The research results showed that the color extracted from onion skins was reddish-yellow; on silk fabric, the color was darker compared to cotton fabric. After the nglorod process, the colorfastness of cotton fabric tended to be higher than that of silk, while silk was more stable and even more intense. Further testing was conducted on colorfastness to washing, rubbing, and perspiration. Laboratory test results showed that silk fabric performed better.
Pelatihan Transfer Printing Menggunakan Kertas Minyak bagi Peserta Didik di SMK Negeri 3 Pekalongan : Transfer Printing Training Using Oil Paper for Students at SMK Negeri 3 Pekalongan Muhammad Naoval Haris; Dwi Kumalasari; Aditya Dimas Wahyu Sasongko; Maghfiroh Maghfiroh; Daru Anggara Murty; Rizki Lestari; Zahir Widadi; Lailatul Maghfiroh; Auril Flora Amelia; Ririn Suryani; Saghira Nurul Adhifa; Fainuzha Farhan Basyaib
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 10 NOMOR 2 JULI 2026 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jppm.v10i2.28296

Abstract

Kota Pekalongan merupakan salah satu sentra industri batik nasional dengan ratusan unit usaha batik yang membutuhkan sumber daya manusia terampil dan adaptif terhadap perkembangan teknologi tekstil. Salah satu teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri adalah transfer printing menggunakan kertas minyak yang lebih praktis, efisien, dan minim limbah cair dibandingkan teknik konvensional. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan pelatihan transfer printing menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) serta menganalisis peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa. Pelatihan diikuti oleh 36 siswa Program Keahlian Teknologi Tekstil SMK Negeri 3 Pekalongan melalui tahapan identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode pelatihan meliputi penyampaian materi, praktik pembuatan media cetak dari kertas minyak, aplikasi desain, dan proses heat press. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman tentang transfer printing dari 88,9% menjadi 100%, perbedaan transfer printing dengan pencapan batik dari 55,6% menjadi 94,4%, penggunaan kain dari 83,3% menjadi 100%, serta pentingnya mesin heat press dari 83,3% menjadi 100%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelatihan efektif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan teknis, kreativitas, serta kesiapan siswa menghadapi kebutuhan industri tekstil modern.