Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

OPTIMALISASI PERAN KADER POSBINDU DALAM DETEKSI HIPERTENSI KASIH IBU DI DESA TUMBO BARO KECAMATAN KUTA MALAKA KABUPATEN ACEH BESAR Afriana, Afriana; Hajar, Siti; Umara, Dian Dinita
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.24215

Abstract

Pola gaya hidup adalah salah satu faktor yang dapat memengaruhi perilaku hidup sehat. Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang disebabkan oleh pola gaya hidup, dimana hipertensi adalah salah satu penyakit yang dapat memicu penyakit lainnya seperti penyakit jantung dan stroke. Penyakit hipertensi adalah salah satu penyakit degeneratif yang banyak ditemukan pada usia lanjut. Penyakit ini juga dapat menyebabkan komplikasi seperti gangguan kardiovaskular. Beberapa faktor resiko yang dapat memperberat kondisi hipertensi diantaranya adalah obesitas.Kegiatan Pengabdian Masyarakat telah dilakukan pada hari Selasa tanggal 20 Juni 2023. Pengabdian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kadar penyakit tidak menular seperti penyakit hipertensi yang ada di desa Tumbo Baro Alat yang digunakan unutk pemeriksaan tekanan darah systole dan diastole dilakukan dengan alat tensi meter. Hampir rata-rata masyarakat yang datang ke posyandu mengalami penyakit hipertensi. Sehingga peran kader posbindu sangat penting guna bisa memberikan masukan kepada masyarakat yang menderita penyakit hipertensi agak bisa menjaga pola hidup yang sehat dan mengkomsumsi makanan yang bergizi.
EDUKASI PADA IBU BALITA TENTANG PENCEGAHAN STUNTING DI DESA IE ALANG MESJID KECAMATAN COT GLIE KABUPATEN ACEH BESAR Afriana, Afriana; Kurniawati, Evi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.33530

Abstract

Stunting adalah kondisi kronis yang menggambarkan keterbelakangan pertumbuhan yang disebabkan oleh kekurangan gizi yang berkepanjangan. Menurut WHO, standar pertumbuhan stunting pada anak didasarkan pada indeks tinggi badan menurut umur (PB/U) atau tinggi badan menurut umur (TB/U) dengan batas (z-score) di bawah -2 SD. Keterlambatan perkembangan pada masa kanak-kanak merupakan faktor risiko peningkatan kematian, gangguan kemampuan kognitif dan perkembangan motorik, serta ketidakseimbangan fisik. Retardasi pertumbuhan pada anak usia dini memerlukan perhatian khusus karena dapat menghambat perkembangan fisik dan mental anak. Deformitas dikaitkan dengan peningkatan risiko morbiditas dan mortalitas, dan perlambatan pertumbuhan kapasitas motorik dan mental. Perawakan pendek dikaitkan dengan peningkatan risiko obesitas karena orang pendek pun memiliki berat badan ideal yang rendah. Kenaikan berat badan beberapa kilogram dapat menyebabkan indeks massa tubuh (IMB) seseorang naik di atas batas normal. Kelebihan berat badan dan obesitas jangka panjang meningkatkan risiko penyakit degeneratif Kegiatan Pengabdian Masyarakat telah dilakukan pada hari Sabtu tanggal 10 Juli 2024. Pengabdian dilakukan dengan tujuan agar ibu mempersiapkan makanan yang bergizi semenjak mengandung sampe balita sehingga tidak ada lagi anak balita yang mengalami stunting, karena Hampir rata-rata ibu hamil belum mengetahui dampak yang terjadi bila bayinya lahir dan nantinya mengalami stunting .Sehingga peran keluarga sangat berpengaruh dalam mengolah makanan yang bergizi bagi balita.Oleh karena itu perlu diadakan penyuluhan terkait makanan yang bergizi agar anak balita tidak mengalami stunting . Melalui program penyuluhan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu balita akan nutrisi bagi anak balita.
Sikap Ibu Hamil Terhadap Upaya Pencegahan Infeksi Covid-19 Selama Kehamilan di Puskesmas Meuraxa Kota Banda Aceh Kurniawati, Evi; Aryani, Roza; Afriana, Afriana
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2336

Abstract

Indonesia merupakan negara yang terjangkit pandemi COVID-19 yang menyerang kelompok ibu hamil. Kehamilan disertai kecemasan akan menurunkan daya tahan tubuh sehingga rentan terinfeksi. Tujuan penelitian untuk mengetahui sikap ibu hamil terhadap upaya pencegahan infeksi Covid-19 selama kehamilan di Puskesmas Meuraxa Kota Banda Aceh. Jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional, Pengambilan sampel dengan metode accidental sampling, berjumlah 30 orang. Data diolah menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian P value = 0,011, maka ada hubungan antara sikap dengan upaya pencegahan infeksi COVID-19. Diharapkan ibu hamil melakukan upaya pencegahan COVID -19 dengan menerapkan protokol kesehatan yang baik dan benar.Kata Kunci : Sikap, Upaya Pencegahan COVID-19, Kehamilan Indonesia is a country affected by the COVID-19 pandemic that attacks groups of pregnant women. Pregnancy accompanied by anxiety will reduce the body's resistance so that it is susceptible to infection. The purpose of the study was to determine the attitude of pregnant women towards efforts to prevent Covid-19 infection during pregnancy at the Meuraxa Health Center, Banda Aceh City. This type of analytic research with a cross sectional approach, sampling by accidental sampling method, totaling 30 people. The data was processed using the Chi Square test. The results of the study P value = 0.011, then there is a relationship between attitude and efforts to prevent COVID-19 infection. It is hoped that pregnant women will make efforts to prevent COVID-19 by implementing good and correct health protocols.Keywords: Attitude, COVID-19 Prevention Efforts, Pregnancy
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Besi (Fe) di Puskesmas Lhoong Kabupaten Aceh Besar Aryani, Roza; Afriana, Afriana; Qadri, Nurlela
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2791

Abstract

Berdasarkan World Health Organization (WHO) dalam Infodatin Gizi (2021) menyebutkan diperkirakan 40% ibu hamil di seluruh dunia mengalami anemia. Salah satu penyebab terjadinya anemia adalah ketidakpatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet zat besi sehingga memiliki peluang yang lebih besar untuk terkena anemia.Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil dengan kepatuhan konsumsi tablet besi (Fe) di Puskesmas Lhoong Aceh BesarJenis penelitian ini adalah penelitian survei yang bersifat analitik, penelitian yang diarahkan untuk menjelaskan suatu keadaan atau situasi dengan pendekatan cross sectiona. Pengambilan sampel pada penelitian ini dengan menggunakan cara total sampling yaitu seluruh populasi. Jumlah sample pada penelitian ini adalah 42 ibu hamil dengan anemia pada trimester II dan trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Lhoong Aceh Besar. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden yang berpengetahuan tinggi yaitu 25 orang (59,5%) dan Mayoritas responden bersikap negatif dalam mengkonsumsi tablet besi (Fe) yaitu 22 orang (52,4%). Pada uji chi square menunjukkan variabel pengetahuan dapat dilihat dengan nilai P value sebesar 0,000 (P< 0,05) dan variabel sikap dengan nilai P value sebesar 0,016 (P< 0,05),sehingga dapat disimpulkan ada hubungan pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan konsumsi tablet besi (Fe). Ada hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil dengan kepatuhan konsumsi tablet besi (Fe) di Puskesmas Lhoong Kabupaten Aceh Besar. Tenaga kesehatan disarankan agar memberikan dan meningkatkan informasi tentang manfaat tablet Fe sehingga masyarakat termotivasi untukpatuh mengkonsumsi tablet besi.Kata Kunci: Kepatuhan Konsumsi Tablet Besi, Pengetahuan, Sikap         Based on the World Health Organization (WHO) in the Nutrition Infodata (2021) it is estimated that 40% of pregnant women worldwide experience anemia. One of the causes of anemia is the disobedience of pregnant women consuming iron tablets so that they have a greater chance of developing anemia. To determine the relationship between knowledge and attitudes of pregnant women with adherence to consumption of iron (Fe) tablets at the Lhoong Aceh Besar Health Center, this type of research was a survey research. analytic in nature, research directed at explaining a situation or situation with a cross sectional approach. Sampling in this study using total sampling, namely the entire population. The number of samples in this study were 42 pregnant women with anemia in the second and third trimesters in the working area of the Lhoong Aceh Besar Health Center. The results showed that the majority of respondents had high knowledge, namely 25 people (59.5%) and the majority of respondents had a negative attitude in consuming iron (Fe) tablets, namely 22 people (52.4%). The chi square test shows that the knowledge variable can be seen with a P value of 0.000 (P <0.05) and the attitude variable with a P value of 0.016 (P <0.05), so it can be concluded that there is a relationship between knowledge and attitudes with consumption compliance iron (Fe) tablets. There is a relationship between knowledge and attitudes of pregnant women with adherence to consumption of iron (Fe) tablets at the Lhoong Health Center in Aceh Besar District. Health workers are advised to provide and increase information about the benefits of Fe tablets so that people are motivated to comply with consuming iron tablets.Keywords: Compliance with Iron Tablet Consumption, Knowledge, Attitude
Hubungan Kecemasan Ibu Post Partum Terhadap Pengeluaran Asi di PMB Hj. Ruhdi Maulida Bener Meriah Afriana, Afriana; Aryani, Roza; Husna, Nurul; Ferinawati, Ferinawati; Rahman, Putri
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2806

Abstract

Kecemasan merupakan salah satu gangguan psikologis yang sering terjadi pada ibu postpartum. Kecemasan yang dialami oleh ibu postpartum akan berdampak pada pengeluaran ASI. Jika suasana hati ibu  nyaman dan gembira maka  pengeluaran ASI akan lancar, sebaliknya jika ibu merasa cemas maka pengeluaran ASI akan terhambat.Untuk mengetahui hubungan kecemasan ibu post partum terhadap pengeluaran ASI Di PMB Hj. Ruhdi Maulida Bener Meriah.Penelitian ini bersifat analitik dengan desain Cross-sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh ibu postpartum yang melahirkan di PMB Hj. Ruhdi Maulida Bener Meriah. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling sebanyak 36 orang responden. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 14-20 bulan Agustus 2022. Analisis data meliputi analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji chi square dengan α = (0,05).Menunjukkan mayoritas ibu post partum di PMB Hj. Ruhdi Maulida Bener Meriah mengalami kecemasan sedang yaitu 23 orang (63,9 %) dan ibu post partum yang mengalami pengeluaran ASI tidak lancar sebanyak 19 orang (52,8%). Berdasarkan uji statistik Chi-square diperoleh p value = 0,000 < α 0.05. Ada hubungan kecemasan ibu post partum terhadap pengeluaran ASI di PMB Hj. Ruhdi Maulida Bener Meriah. Bagi petugas kesehatan sebaiknya memberikan edukasi mengenai metode-metode yang dapat di gunakan ibu untuk mengatasi kecemasan agar proses menyusui dapat tetap berjalan dengan baik serta ibu postpartum diarahkan untuk berkonsultasi dengan bidan ketika mengalami pengeluaran ASI yang tidak lancar agar dapat ditangani dengan baik.Kata Kunci : Ibu Post Partum, Kecemasan, Pengeluaran ASIAnxiety is a psychological disorder that often occurs in postpartum mothers. Anxiety experienced by postpartum mothers will have an impact on breastfeeding. If the mother's mood is comfortable and happy, then the release of breast milk will be smooth, on the contrary if the mother feels anxious then the release of breast milk will be hampered.To determine the relationship between postpartum maternal anxiety and milk production at PMB Hj. Ruhdi Maulida Bener Meriah.This research is analytic with cross-sectional design. The population in this study were all postpartum mothers who gave birth at PMB Hj. Ruhdi Maulida Bener Meriah. The sampling technique is a total sampling of 36 respondents. This research was conducted on August 14-20, 2022. Data analysis included univariate analysis using frequency distribution and bivariate analysis using chi square test with = (0.05).showed that the majority of post partum mothers in PMB Hj. Ruhdi Maulida Bener Meriah experienced moderate anxiety, namely 23 people (63.9%) and post-partum mothers who experienced non-smooth breastfeeding as many as 19 people (52.8%). Based on the Chi-square statistical test, p value = 0.000 < 0.05.there is a relationship between post partum mother's anxiety and breastfeeding in PMB Hj. Ruhdi Maulida Bener Meriah. Health workers should provide education about methods that mothers can use to deal with anxiety. So that the breastfeeding process can continue to run well. Also, postpartum mothers are directed to consult their midwives when they experience non-smooth breastfeeding so that they can be handled properly.Keywords: Post Partum Mother, Anxiety, Breastfeeding
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI CAMPAK PADA BAYI DI DESA COT BADA TUNONG KECAMATAN PEUSANGAN KABUPATEN BIREUEN Afriana, Afriana; Fajriana, Eulisa; Ulfa, Aswatul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1728

Abstract

Imunisasi campak adalah tindakan imunisasi dengan memberi vaksin campak pada anak yang bertujuan memberi kekebalan dari penyakit campak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ibu dalam pemberian imunisasi campak di Desa Cot Bada Tunong Kecamatan Peusangan Kabupaten Biruen.Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Desa Cot Bada Tunong dari tanggal 30-5 juni 2021. Populasi adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 12-23 bulan. Teknik pengambilan sampel secara Total sampling, dengan jumlah 38 orang.Tehnik pengolahan data dilakukan dengan proses collecting, checking, coding, entering, dan processing dengan menggunakan analisa uji Chi-square.Berdasarkan hasil analisa uji statistik chi-square menunjukkan ada pengaruh yang bermakna antara dukungan suami dengan pemberian imunisasi campak dengan nilaip value (0,000) < α (0,05). Dan hasil uji statistik chi-square menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh antara pengetahuan dengan pemberian imunisasi campak dengan p value (0,056) > α (0,05), tidak ada hubungan pemberian imunisasi campak dengan pendidikan ibu dg p value (0,452) > α (0,05), tidak ada hubungan pemberian imunisasi campak dengan pekerjaan ibu dengan p value (0,470) > α (0,05). Diharapkan kepada ibu yang memiliki bayi agar dapat mendalami pengetahuan dan pemahaman serta informasi tentang pemberian imunisasi campak, dan diharapkan kepada suami atau keluarga untuk terus mendukung ibu untuk melalukan imunisasi terhadap anak-anak. Kata kunci                   : Pemberian imunisasi campak, pendidikan, pengetahuan,    pekerjaan, dan dukungan suami
Peran dan dukungan sosial dalam mencegah masalah kesehatan mental pada mahasiswa baru Afriana, Afriana; Kurniawati, Eristono Evi; Nosy, Cut Irma
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 9 (2025): Volume 19 Nomor 9
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i9.1305

Abstract

Background: Mental health is a global issue, both in developing and developed countries. This situation has made everyone aware of the importance of maintaining mental health. Social support, the physical and emotional comfort provided by family, friends, coworkers, and others, is a key factor in maintaining mental health, helping individuals overcome their problems. The role of social support in reducing social prejudice among incoming freshmen can help them adjust to their new campus environment and gain recognition from the majority group on campus. Purpose: To examine the role of social support in preventing mental health problems in new students. Methods: This quantitative cross-sectional study was conducted at Muhammadiyah Aceh College of Health Sciences from May 5-7, 2025. The independent variable in this study was social support, while the dependent variable was mental health. The sampling technique used accidental sampling, with a sample size of 40 respondents. Data analysis used univariate frequency distributions and bivariate chi-square tests. Results: The majority of respondents (23 respondents (57.5%) received support, and 35 respondents (90.0%) did not experience mental illness. Based on the results of the Chi-Square test, the ρ value was 0.004, indicating a relationship between social support and mental health. Conclusion: There is a relationship between social support and mental health in new students (ρ value = 0.004). Students who receive strong and consistent social support tend to demonstrate better indicators of psychological well-being and are more emotionally stable, enabling them to cope with academic and social pressures more effectively and adaptively.   Keywords: Mental Health; New Students; Social Support.   Pendahuluan: Kesehatan mental merupakan isu global, baik di negara berkembang maupun di negara maju. Kondisi ini menyadarkan setiap orang, betapa pentingnya menjaga kesehatan mental.  Dukungan sosial merupakan kenyamanan fisik dan emosional yang diberikan oleh keluarga, teman, rekan kerja, maupun orang lain yang menjadi salah satu faktor utama dalam upaya menjaga kesehatan mental, sehingga dapat membantu individu dalam mengatasi masalahnya. Peran dukungan sosial dalam mengurangi prasangka sosial pada mahasiswa baru yang berstatus sebagai mahasiswa pendatang dapat membantu mahasiswa baru dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan kampus yang baru dan memperoleh pengakuan dari kelompok mayoritas di lingkungan kampus. Tujuan: Untuk mengkaji peran dukungan sosial dalam mencegah masalah kesehatan mental pada mahasiswa baru. Metode: Penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional, dilaksanakan di STIKes Muhammadiyah Aceh dari tanggal 5-7 Mei 2025. Variabel independen dalam penelitian ini adalah dukungan sosial, sedangkan variabel dependen adalah kesehatan mental. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling, jumlah sampel sebanyak 40 responden. Analisis data yang digunakan univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil: Sebagian besar responden mendapat dukungan sebanyak 23 responden (57.5%) dan tidak mengalami sakit mental sebanyak 35 responden (90.0%). Berdasarkan hasil uji menggunakan Chi-Square, didapatkan ρ value = 0.004, hal ini menunjukkan adanya hubungan antara dukungan sosial dengan kesehatan mental. Simpulan: Adanya hubungan antara dukungan sosial dengan kesehatan mental pada mahasiswa baru (ρ value = 0.004). Mahasiswa yang mendapatkan dukungan sosial yang kuat dan konsisten, cenderung menunjukkan indikator kesejahteraan psikologis yang lebih  baik  dan  lebih  stabil  secara  emosional,  sehingga  mereka  dapat  menghadapi  tekanan akademik dan sosial dengan lebih efektif dan adaptif.                                                                                                                           Kata Kunci: Dukungan Sosial; Kesehatan Mental; Mahasiswa Baru.
EDUKASI PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG BABY BLUES SYNDROME PADA IBU HAMIL DI DESA LAMTEH DAYAH KECAMATAN SUKAMAKMUR KABUPATEN ACEH BESAR Eristono Eristono; Afriana Afriana; Roza Aryani
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.40773

Abstract

Abstrak Proses adaptasi psikologi pada seorang ibu sudah di mulai sejak dia hamil. Kehamilan dan persalinan merupakan peristiwa yang normal terjadi dalam hidup, namun banyak ibu yang mengalami stres yang signifikan. Ada kalanya ibu mengalami perasaan sedih yang berkaitan dengan bayinya, keadaan ini disebut postpartum blues. Baby blues syndrome mempunyai dampak jangka pendek dan jangka panjang. Dampak jangka pendek yang ditimbulkan mengakibatkan ibu menjadi pasif dan mengabaikan bayinya sehingga bayi akan mengalami kurang perhatian dan sentuhan dari ibu, selain itu juga akan mengalami gangguan aktifitas pada ibu dan bayi akan sering menangis. Sedangkan dampak jangka panjang yaitu menimbulkan gangguan pada perkembangan kognitif, psikologi, neorologi dan  motorik.Kegiatan Pengabdian Masyarakat telah dilakukan pada hari Sabtu  tanggal 10 Juni 2023. Pengabdian dilakukan dengan tujuan agar ibu hamil mempersiapkan mental dan adanya dukungan keluarga dalam mengasuh bayinya.Hampir rata-rata rata-rata ibu hamil belum mengetahui dampak yang terjadi bila ibu nifas mengalami baby blues.Sehingga peran keluarga sangat berpengaruh dalam menjaga emosi ibu nifas.Oleh karena itu perlu diadakana penyuluhan terkait Baby Blues Syndrome dan depresi postpartum. Melalui program penyuluhan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental pada ibu pasca persalinan
SOSIALISASI PENTINGNYA KELAS IBU HAMIL DI DESA IE ALANG MESJID KABUPATEN ACEH BESAR Evi Kurniawati; Afriana Afriana
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.42331

Abstract

Bidan merupakan tenaga kesehatan yang sangat penting, karena kedudukannya sebagai ujung tombak dalam upaya peningkatan sumber daya manusia. Dikomunitas, bidan dituntut mampu memberikan pelayanan yang bersifat individual maupun kelompok. Masalah pada pelayananan antenatal adalah suatu program yang terencana berupa observasi, edukasi dan penanganan medik pada ibu hamil, untuk memperoleh suatu proses kehamilan dan persalinan yang aman dan memuaskan. kelas ibu hamil bentuk intervensi pada tahap awal siklus hidup manusia. Tujuan pengabdian untuk mengetahui pengetahuan ibu hamil trimester III di Desa Ie Alang Mesjid Kabupaten Aceh Besar tahun 2024.
PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PERILAKU SEKSUAL PADA REMAJA DI DESA LAMKRAK KECAMATAN SUKAMAKMUR KABUPATEN ACEH BESAR Eristono Eristono; T. Murhadi; Afriana Afriana
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 No 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i4.49499

Abstract

Zaman sekarang ini, para remaja sudah banyak sekali melakukan perilaku seksual yang mengarah pada yang beresiko baik pada laki-laki mapun perempuan. Berciuman, oral sex, dan petting sudah dianggap hal yang wajar dilakukan oleh remaja pada saat berpacaran. Padahal, melalui cairan tubuh orang lain yang terinfeksi penyakit seperti air ludah dapat menularkan penyakit ke orang lain. Sexual intercouse sudah jelas sangat beresiko untuk terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan dan penularan penyakit. Bahkan tindakan ini tidak aman dilakukan anak usia remaja. Perilaku seksual beresiko ini dominanya diinisiasi oleh laki-laki. Peningkatan angka perilaku seksual remaja disebabkan oleh rendahnya pengetahuan remaja tentang seks dan kesehatan reproduksi dimana pengetahuan merupakan salah satu komponen dalam pembentukan sikap seseorang. Dengan pengetahuan yang tidak memadai akan membuat remaja cenderung mengambil sikap yang salah artinya jika remaja tidak mempunyai pengetahuan yang tepat mengenai kesehatan reproduksi maka akan membuat remaja cenderung bersikap negatif tentang seksualitas kemudian mempunyai perilaku terhadap seksualitas. Meskipun faktor penyebab terbesar adalah pengetahuan terkait kesehatan reproduksi yang masih kurang pada remaja, namun pencegahan secara menyeluruh tetap diperlukan. Salah satu faktor yang dapat menjadi pencegah perilaku seksual remaja  adalah pola asuh orang tua.Kegiatan Pengabdian Masyarakat telah dilakukan pada hari senin tanggal 07 Juli 2025. Pengabdian dilakukan dengan tujuan pentingnya pencegahan perilaku seksual beranggapan bahwa penyuluhan ini sangat penting diberikan pada remaja untuk meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi sehingga dapat mencegah diri dari tindakan seksual yang beresiko terhadap diri sendiri dan orang lain. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pemberian penyuluhan tentang kesehatan reproduksi dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja di desa lamkratk sehingga dapat terhindar dari perilaku seksual yang beresiko