Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Journal of Marine Research

Produksi MgCl2 dari Bittern melalui Optimalisasi Pemisahan Ion Sulfat Menggunakan Reagen Kalsium Klorida Dihidrat Pratiwi, Wiwit Sri Werdi; Nuzula, Nike Ika; Suci, Desi Suryana; Kartika, Ary Giri Dwi; Effendy, Makhfud
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v10i2.30687

Abstract

Madura memberikan kontribusi terbesar terhadap produksi garam di Jawa Timur. Produksi garam menghasilkan limbah yang disebut bittern. Bittern merupakan air sisa kristalisasi garam yang berbentuk cairan dengan kadar kepekatan >29o Be dan memiliki kandungan utama berupa ion magnesium. Selama ini, hasil bittern dari tambak garam rakyat Kabupaten Pamekasan, Madura digunakan kembali untuk proses produksi garam, dimana kegiatan tersebut dapat menurunkan kualitas garam. Dalam skala industri, bittern dapat digunakan sebagai bahan baku magnesium, namun diperlukan suatu metode untuk memisahkan senyawa lainnya agar tidak mengganggu proses ekstraksi magnesium. Ion sulfat (SO₄²ˉ) merupakan ion terbanyak kedua yang terkandung dalam bittern, sehingga pemisahan ion sulfat merupakan suatu strategi untuk meningkatkan kualitas bittern sebagai bahan baku magnesium klorida. Pada penelitian ini, proses pemisahan ion sulfat menggunakan reagen kalsium klorida dihidrat (CaCl₂.2H₂O) yang ditambahkan pada bittern dengan perbandingan antara SO₄²ˉ dan CaCl₂.2H₂O yaitu P1 = 1:0,90 ; P2= 1:0,95; P3 1:1; P4=1:1,05; dan P5= 1:1,1. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kandungan sulfat pada bittern yaitu 41257,14±757,14 mg/L. Kadar sulfat pada filtrat dengan perlakuan P₁ = 4,14±0,43 mg/L; P₂ = 5,38±0,22 mg/L; P₃ = 7,57±1,14 mg/L; P₄ = 6,57±0,57 mg/L; dan P₅ = 7,48±0,46 mg/L. Penambahan CaCl₂.2H₂O berpengaruh terhadap kadar sulfat pada bittern yang dapat dilihat dari hasil uji ANOVA.  Perlakuan optimal dari uji lanjut DNMR yaitu pada perlakuan ratio molar 1:0,9 dengan nilai rata-rata 4,1429 mg/L dimana dilihat dari rata-rata paling kecil dari perlakuan lainnya. Hasil penelitian ini menjadi penelitian dasar untuk melakukan optimasi ekstrak magnesium klorida dari bahan baku bittern. Madura provides the largest contribution to salt production in East Java. Salt production generates a waste called bittern. Bittern is the residual liquid of salt crystallization with a concentration of 29oBe and has the main content of magnesium ions. Unfortunately, bittern from the salt pond in Pamekasan Regency, Madura is reused for the salt production process, whereby this activity can reduce the quality of salt. On an industrial scale, bittern can be used as a raw material for magnesium, but a method is needed to separate other compounds so it does not interfere with the magnesium extraction process. Sulfate ion (SO₄²ˉ) is the second most abundant ion contained in bittern. Thus, the separation of sulfate ions is a strategy to improve the quality of bittern as a raw material for magnesium chloride. In this study, the separation process of sulfate ions using calcium chloride dihydrate reagent (CaCl₂.2H₂O) added to bittern with a ratio between SO₄²ˉ and CaCl₂.2H₂O, namely P1 = 1:0,90; P2= 1:0,95; P3 1:1; P4=1:1,05; dan P5= 1:1,1. Based on the research results, it can be concluded that the sulfate content in bittern is 41257.14 ± 757.14mg/L. Sulfate levels in the filtrate  were P₁ = 4.14±0.43 mg/L; P₂ = 5.38±0.22 mg/L; P₃ = 7.57±1.14mg/L; P₄ = 6.57±0.57mg/L; and P₅ = 7.48±0.46 mg/L.The addition of CaCl₂.2H₂O has an effect on the sulfate content of bittern which can be exhibited from the ANOVA test results. The optimal treatment of the DNMR test is the treatment of the molar ratio of 1: 0.9 with an average value of 4.1429 mg/L, which is referred from the smallest average of other treatments. The results of this study serve as basic research to optimize the extract of magnesium chloride from bittern as raw material.
Potensi dan Karakteristik Bakteri Simbion Karang Lunak Sinularia sp. sebagai Anti Bakteri Escherichia coli dari Perairan Pulau Gili Labak Madura Indonesia Asih, Eka Nurrahema Ning; Kartika, Ary Giri Dwi
Journal of Marine Research Vol 10, No 3 (2021): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v10i3.30689

Abstract

Gili Labak merupakan pulau kecil di Kabupaten Sumenep-Madura yang memiliki keanekaragaman karang lunak melimpah salah satunya Sinularia sp.. Beberapa studi literatur menyatakan bahwa Sinularia sp. memiliki berbagai jenis bakteri simbion yang berperan penting dalam siklus hidup karang lunak ini. Bakteri yang bersimbiosis dengan Sinularia sp. memiliki potensi besar sebagai agen anti bakteri khususnya bakteri gram negatif Escherichia coli. Identifikasi isolat bakteri yang bersimbiosis dengan Sinularia sp. ini merupakan alternatif upaya pemanfaatan sumberdaya karang lunak secara konservatif dan keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi anti bakteri dan mengidentifikasi jenis bakteri simbion dari ekstrak karang lunak Sinularia Sp. yang berasal dari perairan Gili Labak Madura. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji zona hambat bakteri menggunakan overlay dan metode difusi dengan media ZoBell 2216E. Karakteristik molekuler sampel diamati menggunakan metode PCR 16s rDNA dengan ekstraksi DNA menggunakan Chelex 100 dan Primer amplifikasi PCR 27F dan 1492R. Pohon filogenetik dibangun dengan menggunakan aplikasi MEGA 6. Hasil penelitian diketahui dari 4 isolat bakteri (L2.2, L2.3, L2.4, dan L2.5), terdapat 1 isolat yang yang memiliki aktivitas antibakteri Escherichia coli kuat yaitu Isolat L2.5. Isolat L2.5 memiliki diameter zona hambat terbesar yaitu 2.207 ± 0.401 cm. Strain bakteri aktif di Isolat L2.5 adalah Virgibacillus marismortui dengan kemiripan urutan 100%. Hasil penelitian ini menjadi informasi awal yang dapat digunakan sebagai referensi untuk mengoptimalkan potensi pemanfaatan bakteri Virgibacillus marismortui di bidang bioteknologi laut khususnya industri farmasi di masa yang akan datang. Gili Labak is a small island in Madura district which has a diversity of soft coral Sinularia sp. Several literature studies state that Sinularia sp. has various types of symbiotic bacteria that play an important role in the life cycle of this soft coral. This symbiotic bacterium with Sinularia sp. has great potential as an antibacterial agent especially inhibiting of gram-negative bacteria Escherichia coli. Identification of bacterial isolates that are in symbiosis with Sinularia sp. is an alternative to conservative and sustainable use of soft coral resources. This study aims to determine the anti-bacterial potential and identify the type of bacteria from the soft coral extract of Sinularia sp. from the waters of Gili Labak-Madura. The method used in this research is bacterial inhibition zone test using overlay and diffusion methods with ZoBell 2216E media. Molecular characteristics of samples were observed using PCR 16s rDNA method with DNA extraction using Chelex 100 and PCR amplification primers 27F and 1492R. Phylogenetic trees were constructed using MEGA 6 application. The results showed that there were 4 isolates (L2.2, L2.3, L2.4, and L2.5), there was 1 isolate that had strong Escherichia coli antibacterial activity, namely Isolate L2.5. L2.5 isolate has the largest inhibitory zone diameter of 2.207 ± 0.401 cm. The active bacterial strain in the L2.5 isolate was Virgibacillus marismortui with 100% sequence similarity. The results of this study serve as initial information that can be used as a reference to optimize the potential utilization of Virgibacillus marismortui bacteria in marine biotechnology, especially the pharmaceutical industry in the future.
Parameter Lingkungan, Kadar Air dan NaCl Bunga Garam (Fleur De Sel) Mu’min, Bisri Khairul; Kartika, Ary Giri Dwi; Efendy, Makhfud
Journal of Marine Research Vol 10, No 4 (2021): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v10i4.32290

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui waktu, parameter lingkungan terbentuknya bunga garam, kadar air, kadar NaCl serta ukuran luas rata-rata kristal bunga garam.Penelitian dilakukan di meja kristalisasi dengan sistem katup PT. Anta Tirta Karisma, Sumenep. Parameter lingkungan yang terdiri dari kelembapan, suhu udara, suhu air, laju penguapan, kecepatan angin dan intensitas cahaya diukur tiap 6 jam. Analisa kadar NaCl dan air menggunakan SNI 8207-2016. Bunga garam pertama kali terbentuk di meja kristalisasi pada saat malam hari sekitar pukul 19.00 WIB - 01.00 WIB dan mengendap sekitar pukul 07.00 WIB pada derajat konsentrasi air laut antara yaitu 25oBe - 26 oBe.Rata-rata nilai parameter lingkungan selama hari pengamatan dalam proses pembentukan bunga garam (fleur de sel) diantaranya adalah kecepatan angin 2,56-2,58 knots dengan arah angin 115,71o (timur menenggara), kelembaban udara 70,33%-70,43%, intensitas cahaya matahari 6,47-10,47 Kj/m2, suhu air 34,8-36,18 oC, suhu udara 30,63-31,40oC, laju penguapan 0,4-2,6 mm/hari, dengan lama penyinaran matahari 9,27 jam perhari tanpa terjadi hujan (curah hujan = 0). Kadar air dan NaCl bunga garam masing-masing adala 4.2%-6.01% kadar air dan 88.92%-90.47%.  The purpose of this study was to determine the time, environmental parameters for the formation of salt flowers, water content, NaCl content and the average size of salt flower crystals. The research was carried out at the crystallizer with a tunnel system owned by PT. Anta Tirta Karisma, Sumenep. environmental parameters consisting of humidity, air temperature, water temperature, evaporation rate, wind speed and light intensity were measured every 6 hours. Analysis of NaCl and moisture content using SNI 8207-2016. The salt flowers first forms on the crystallizer at night around 19.00 WIB - 01.00 WIB and settles at around 07.00 WIB at a seawater density between 25oBe - 26oBe. The average value of environmental parameters during the day of observation in the flower formation process salt (fleur de sel) including wind speed 2.56-2.58 knots with wind direction 115.71o (east-southeast), air humidity 70.33%-70.43%, sunlight intensity 6.47-10, 47 Kj/m2, water temperature 34.8-36.18 oC, air temperature 30.63-31.40oC, evaporation rate 0.4-2.6 mm/day, with 9.27 hours of sunshine per day without any rain (rainfall = 0). The water content and NaCl of flower salt were 4.2%-6.01% water content and 88.92%-90.47%, respectively.
Potensi Bakteri Halofilik Ekstrim dari Tambak Garam Tradisional sebagai Penghambat Aktivitas Bakteri Salmonella sp. Eka Nurrahema Ning Asih; Dewi Anugrah Fitri; Ary Giri Dwi Kartika; Sri Astutik; Makhfud Efendy
Journal of Marine Research Vol 12, No 3 (2023): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v12i3.35372

Abstract

Infeksi bakteri Salmonella sp. di perairan dapat merugikan perikanan budidaya, menurunkan kualitas hasil perikanan tangkap dan merusak kualitas produk olahan perikanan. Perlu dilakukan penelitian untuk mengatasi dan mencegah aktivitas bakteri Salmonella sp. pada beberapa sektor perikanan tersebut. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah memanfaatkan sumberdaya bakteri halofilik yang hidup melimpah di air meja kristalisasi tambak garam tradisional sebagai agen penghambat aktivitas bakteri Salmonella sp.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi bakteri halofilik ekstrim yang dikultur dari tambak garam tradisional Pamekasan-Madura sebagai penghambat aktivitas bakteri Salmonella sp.. Metode yang digunakan dalam penelitian terdiri dari beberapa tahap yaitu isolasi, purifikasi, uji pewarnaan gram dan uji zona hambat bakteri. Karakteristik morfologi dan pengelompokan gram bakteri halofilik ekstrim diamati dibawah mikroskop binokuler model CX43RF dengan tipe kamera digital MDCE-5C. Uji aktivitas isolat bakteri halofilik ekstrim terhadap Salmonella sp. dilakukan dengan uji zona hambat menggunakan metode overlay dan difusi. Hasil penelitian diperoleh menunjukkan bahwa isolat bakteri halofilik esktrim mampu menghambat aktivitas Salmonella sp. dengan kisaran zona hambat berdiameter 4,28 mm dan 2,45 mm. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi informasi awal untuk dipertimbangkan dalam pengembangan pemanfaatan bakteri halofilik ekstrim di bidang bioteknologi khususnya farmakologi laut kedepannya. Salmonella sp. in the waters can be detrimental to aquaculture, reduce the quality of captured fishery products and damage the quality of processed fishery products. Research needs to be done to overcome and prevent the activity of Salmonella sp. in some of the fisheries sectors. One of the efforts that can be done is to utilize the halophilic bacteria resources that live abundantly in the crystallization table water of traditional salt ponds as agents that inhibit the activity of these bacteria. This study aims to determine the potential of extremely halophilic bacteria cultured from Pamekasan-Madura traditional salt ponds as inhibitors of Salmonella sp. bacteria activity. The method used in this study consisted of several stages, namely isolation, purification, gram staining test, and bacterial inhibition zone test. Morphological characteristics and gram grouping of extremely halophilic bacteria were observed under a CX43RF binocular microscope with a digital camera type MDCE-5C. Activity test of extremely halophilic bacteria isolates against Salmonella sp. was carried out by testing the zone of inhibition using overlay and diffusion methods. The results showed that the extreme halophilic bacteria isolates were able to inhibit the activity of Salmonella sp. with a range of 4.28 mm and 2.45 mm diameter inhibition zones. The results of this study are expected to be initial information to be considered in the development of the use of extremely halophilic bacteria in the field of biotechnology, especially marine pharmacology in the future.
Co-Authors ., Siddiqoh Aan Putri Nurjanah Abidah, Indah Wahyuni Agassi , Rifqi Noval Agustina, Ninik Allicya Imelda Putri Amalia Hariyanti Amalia Hariyanti Amalia Hariyanti Aries Dwi Siswanto Arya Galin Fakhrul Islam Zain Arya Galin Fakhrul Islami Zain Ashari Wicaksono Asih, Eka Nurrahema Ning Bahri Fadloli Bahri Fadloli Denatri, Ardelia Humaimah Desi Suryana Suci Dewi Anugrah Fitri Diah Ayu Setyawati Diah Pitaloka Dwi Syadina putri Dwi Syadina Putri Dwi Syadina Putri Efendi, Makhfud Efendy , Makhfud Effendy, Makhfud Eka Nurrahema Ning Asih Eka Putri Rahayu Fadholi, Bahri Fitri, Dewi Anugrah Fitriani, Atiqah Hafiludin, H Hariyanti, Amalia Hidayatullah, Muhamad Aziz Iffan Maflahah Ilham Andika Aprianto Indriawati, Novi Irsyadatul Fikriah Ismawati, Nurul Kartika Dewi Kartika Dewi Khairunnisa, Hanny Mahfud Effendy Maisaroh, Dian Sari Makhfud Efendy Makhfud Efendy Makhfud Efendy Makhfud Efendy, Makhfud Makhfud Effendy Makhfud Effendy Makhfud Effendy Makhfud Effendy Makhfud Effendy Makhfud Effendy Mery Fajaria Agustini Misbakhul Munir Moch. Syaifullah Mohammad Rahem Mu’min, Bisri Khairul Mubarok, Wafiyudin Sari Muh. Syaifullah Ninik Agustina Novi Indriyawati Nurrizal, Muhammad Naufal Nuzula, Nike I Nuzula, Nike Ika Onie Wiwid Jayanthi Onie Wiwid Jayanthi Onie Wiwid Jayanthi Onie Wiwid Jayanthi Onie Wiwid Jayanthi Onie Wiwid Jayanthi Onie Wiwid Jayanthi Putri Ayu Rahmadani Putri Ayu Rahmadani Putri Ayu Rahmadani Putri, Allicya Imelda Putri, Dwi Syadina R. Nandi Fausil Akbar Rahmadani, Putri Ayu Ramadhani, Andini Rizky Rizqiyeh, St. Romi Ariyanto Rosdyana Silmy, Siti Salsabila, Marwa Setiawati, Sulastiana Siddiqoh . Siti Rosdyana Silmy Sofiya, Lely Sri Astutik Suci, Desi Suryana Susanti, Oktora Syaifullah, Moch Wafiyudin Sari Mubarok Widiyawati, Devita Wiwid Sri Werdi Pratiwi wiwit Sri Werdi Pratiwi Wiwit Sri Werdi Pratiwi Wiwit Sri Werdi Pratiwi, Wiwit Sri Werdi Zahrina W., Nadia