Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

The Effectiveness of the Shredder Machine and Empty Fruit Bunch Press to Reduce Oil Losses from Oil Palm Empty Fruit Bunches Sahrial Hafids; Dewi Fortuna; Ade Rizka Wahyuni
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 6 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.717 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v6i2.78

Abstract

The purpose of this study was to determine the effectiveness of the use of "Shredder Machine (SM)" and "Empty Fruit Bunch Press (EFBP) Machine" to reduce oil losses from palm oil empty fruit bunches, as well as analysis of economic aspects. This study used Randomized Block Design (RBD) with two treatments in fifteen groups as replicates. The parameters observed were oil losses, as well as efficiency and effectiveness of SM and EFBP machines, recovery costs, and economic aspects (fixed and variable costs). The result was efficiency (66.82%), effectiveness (91.59%).Assuming 50% of the processed empty bunches can recover oil losses equivalent to Rp 27,215,790 per day or Rp 7,321,047,505 per year. The fixed costwas Rp 629,366,250 and the variable cost was Rp 132,738,534, so the profit from the use of SM and EFBP Machinewas Rp 6,558,942,721 per year.
PENERAPAN SISTEM KONTROL DAN MONITORING LEVEL AIR BERBASIS INTERNET Of THINGS (IoT) DENGAN TELEGRAM DI HANZA FARM SEBAGAI STRATEGI PENGUATAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN HIDROPONIK Hais, Yosi Riduas; Nehru, Nehru; Fuady, Samratul; Rabiula, Andre; Fortuna, Dewi; Damayanti, Liza
EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 5 (2024): EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Mei 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/ejoin.v2i5.2857

Abstract

Hidroponik merupakan budidaya pertanian yang tidak menggunakan tanah sebagai medianya. Kelebihan dalam bercocok tanam menggunakan media non tanah adalah salah satu cara penghematan lahan dan juga tidak memakan banyak biaya. Untuk kelemahan nya sendiri adalah perlu nya ketelitian tinggi. Hidroponik Hanza Farm menggunakan jenis hidroponik dengan metode Nutrifit Film Technique (NFT) di lahan terbuka. Hidroponik di lahan terbuka menimbul permasalahan yang lebih kompleks dari pada jenis hidroponik pada green house, namun dari sisi investasi lebih menguntungkan. Belum ada penerapan teknologi, baik konvensional maupun otomastis pada hidroponik mitra. Semuanya masih dikontrol secara konvensional oleh manusia. Pengendalian level air pada tandon dan sirkulasi air hidroponik masih menggunakan tenaga manusia, yang terkadang terjadi human error. Terbuangnya nutrisi pada saat kondisi hujan, karena air tandon yang sudah di isi dengan nutrisi menjadi tumpah karena tambahan air hujan.  Tumbuhan hidroponik menjadi layu dan kering akibat sirkulasi air yang tidak terkontrol. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka diterapkan teknologi sistem otomatis. Pada pengabdian ini difokuskan pada masalah kontrol level air pada tandon nutrisi hidroponik. Sistem kontrol dan monitoring level air dibangun berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan aplikasi telegram. Perangkat yang digunakan untuk mengukur level air berupa sensor level swicth. Data yang dibaca sensor kemudian dikirimkan ke NodeMCU ESP8266. NodeMCU akan mengolah data dan mengontrol on/off dari pompa, kemudian data juga dikirim ke telegram user menggunakan internet. Sehingga user dapat memonitoring dan mengontrol level air dari jarak jauh. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan terhadap alat pendeteksi  banjir ini dapat ditarik kesimpulan bahwa, perangkat dapat mengukur ketinggian sebagaimana fungsinya, sensor jarak mampu mengukur ketinggian air dengan tingkat error -3 cm diatas jarak 150 cm dan rata-rata delay pengiriman data dari telegram ke Hidroponik adalah 3 detik. Dengan penerapan alat ini petani lebih mudah untuk memonitoring kondisi cuaca dan level air dari jarak jauh. Selain memonitoring alat ini juga dapat dikendalikan untuk mengaktifkan dan mengnonaktifkan pompa air.
Pelatihan Hidroponik sebagai Upaya Pemberdayaan Generasi Z dalam Mendukung Ketahanan Pangan Berkelanjutan Rohman, Fatkhul; Saputra, Rido; Rasinta, Igef; Viyona, Melvi; Pebriani Daulay, Diana; Aini, Latifa; Indriyani, Indriyani; Zulni Pratama, Yogie; Fortuna, Dewi; Lisani, Lisani; Tafzi, Fitry
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v5i2.1438

Abstract

− Sektor pertanian yang memiliki peran krusial dalam menjaga ketahanan pangan nasional tengah menghadapi menghadapi tantangan serius yakni minimnya partisipasi Generasi Z. Minat generasi ini terhadap dunia pertanian masih tergolong rendah akibat pandangan bahwa profesi di bidang pertanian bersifat konvensional dan kurang menguntungkan secara ekonomi. Dalam upaya mengubah perspektif ini maka dibutuhkan pengenalan pertanian modern yang memiliki prospek cerah, salah satunya melalui pelatihan budidaya tanaman dengan sistem hidroponik. Metode pelaksanaan pengabdian ini menggunakan pendekatan partisipatif dan edukatif, yang terdiri atas beberapa tahapan utama, yaitu: persiapan, pelaksanaan (sesi materi dan praktik), evaluasi (pre-test, post-test, dan observasi praktik), dan tindak lanjut. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan terhadap materi pelatihan hidroponik. Secara praktik peserta mampu merancang instalasi hidroponik sederhana dan melakukan penyemaian. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta setelah mengikuti pelatihan mencerminkan bahwa hidroponik merupakan salah satu metode pertanian yang sesuai untuk dikembangkan di kalangan Generasi Z. Selain menjadi solusi atas keterbatasan lahan, hidroponik juga berpotensi menjadi pintu masuk bagi pengembangan wirausaha yang ramah lingkungan dan dapat menunjang ketahanan pangan yang berkelanjutan.
The Effect of Light Emitting Diode (LED) White and Blue Spectrum on The Characteristics of Lettuce Grown in The Deep Flow Hydroponic: Deep Flow Hydroponic of Lactuca Sihotang, Yosua P; Indriyani, Indriyani; Fortuna, Dewi
Jurnal Bio-Geo Material Dan Energi Vol. 3 No. 2 (2023): Journal of Bio-Geo Material and Energy (BiGME), September 2023
Publisher : PUI BiGME Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/bigme.v3i2.30776

Abstract

Lettuce, which is also known by the scientific name Lactuca sativa L, is a promising horticultural crop and has high economic value. This plant is rich in minerals, vitamins, antioxidants, potassium, iron, folate, carotene, vitamin C and vitamin E. In growing lettuce hydroponically, the Deep Flow Technique (DFT) method has proven to be effective. This research used a Randomized Block Design (RAK) to test the effect of giving white and blue LED spectrum to lettuce plants. There were four treatments tested: P1 (no LED), P2 (1:3 white and blue LED), P3 (1:1 white and blue LED), and P4 (3:1 white and blue LED). Each treatment was repeated five times, with two sample plants in each repetition, so that there were a total of 40 sample plants. The parameters involve plant height, number of leaves, root length, root weight, leaf color, antioxidant content, consumption weight, leaf width, stem diameter, and electricity consumption during harvest. Measurements were carried out every week for five weeks. The results showed that LED lights had a significant effect on the number of leaves, stem diameter, root weight and consumption weight, but did not have a significant effect on plant height, leaf width, root length, antioxidant content and leaf color. Based on this research, it can be concluded that treatment 4 (white and blue LED 3:1) gave the best results, with the number of leaves reaching 27.4 pieces, root length 18.95 cm, root weight 23.2 g, consumption weight 109 g, stem diameter 8.2 mm, and antioxidant content of 42.39% inhibition. Keywords: Sungkai leaves, herbal tea, brewing temperature, brewing time. Keywords:Deep Flow Technique, Hidroponik, Light Emitting Diode, Selada
PENDAMPINGAN SERTIFIKASI HALAL UMKM BINAAN HIPMI DAN AMBUNG HARSA DALAM MENDUKUNG PROGRAM WHO 2024 DI KOTA JAMBI Fortuna, Dewi; Leila Rahmi, Silvi; Fiardilla, Fauziah; Wulansari, Dian; Pebriani Daulay, Diana
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 6 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i6.2654-2660

Abstract

Pemerintah melalui BPJPH menginstruksikan kepada UMKM untuk mendaftarkan sertifikat halal pada produk yang diproduksi. Wajib Halal Oktober 2024 merupakan salah satu program yang dilakukan pemerintah untuk membantu UMKM dalam kepengurusan sertifikat halal. Untuk UMKM yang belum melakukan sertifikasi halal pada produknya maka konsekuensi yang diperoleh adalah menyertakan keterangan tidak halal pada produknya walaupun produk tersebut berbahan halal, dan hal tersebut akan merugikan UMKM tersebut. Berdasarkan hal tersebut, maka kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk membantu dan mendampingi UMKM di kota Jambi khususnya binaan HIPMI dan Ambung Harsa dalam melakukan pendaftaran sertifikasi halal atas produk UMKM tersebut. Berdasarkan identifikasi permasalahan pada UMKM maka disusun tahapan solusi yang menjadi metode kegiatan pengabdian pada masyarakat ini.  Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah dengan melakukan sosialisasi; Penyuluhan; Pelatihan serta Pendampingan terkait dokumen persyaratan pengurusan sertifikat halal. Kemudian dilakukan Monitoring dan Evaluasi terkait keberhasilan tahapan kegiatan yang dilakukan. Hasil Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah sebanyak 8 UMKM berhasil mendapatkan sertifikat halal untuk produknya melalui skema reguler dan skema Self-Declare. Selain itu juga dilakukan kepengurusan dokumen lain berupa NIB dan PIRT untuk kedelapan UMKM tersebut. Berdasarkan hal tersebut keberhasilan kegiatan pengabdian masyarakat ini mencapai 80% dari target yang direncanakan yaitu sebanyak 10 UMKM memperoleh sertifikat halal untuk produknya.  
Pendampingan Sertifikasi Halal pada Usaha Mikro Kecil Menengah Rumah Rimpang Sebagai Upaya Pemberdayaan Ekonomi Lokal Desa Suka Maju Melvi Viyona; Fitry Tafzi; Silvi Leila Rahmi; Dian Wulansari; Fauziah Fiardilla; Mursyid Mursyid; Diana Pebriani Daulay; Dewi Fortuna
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 2 (2025): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i2.110999

Abstract

Rumah Rimpang merupakan brand dari minuman serbuk diproduksi oleh Persekutuan dan Perkumpulan Bersama Suka Maju Mestong. Produk yang dihasilkan berupa Wedjangku dan Kitsaju yang sudah lama di produksi, namun upaya pemasarannya masih terkendala. Berupa rendahnya kepercayaan konsumen terkait jaminan kehalalan dan keamanan produk. Pelaku usaha memiliki keterbatasan pemahaman mengenai prosedur pengurusan sertifikasi halal. Kegiatan pendampingan dilakukan secara komprehensif yang bertujuan memberikan edukasi mengenai program pemerintah Wajib Halal Oktober 2026 serta memberikan fasilitasi teknis dalam proses pengajuan sertifikasi halal. Peserta dalam kegiatan ini terdiri dari 25 anggota  pelaku usaha di Desa Suka Maju, kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi. Metode pendampingan yang diterapkan meliputi presentasi dan diskusi interaktif dalam penyampaian materi; pengukuran pemahaman awal dan akhir menggunakan instrumen angket pre-test dan post-test; dan pendampingan praktis dan berkala untuk pengajuan sertifikat halal melalui website SiHalal. Hasil dari kegiatan pendampingan menunjukan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta mengenai pentingnya sertifikasi halal, peningkatan pemahman peserta dari 55,6% menjadi 85,2%. Pendampingan ini juga berhasil meningkatkan kapabilitas pelaku usaha untuk mengajukan sertifikasi halal dengan target perolehan sertifikat halal. Keberlanjutan pendampingan ini dapat difokuskan pada implementasi Good Manufacturing Practice (GMP) dan Sanitation Standard Operational Procedure (SSOP) untuk memastikan jaminan keamanan produk sehingga akan meningkatkan daya saing produk Rumah Rimpang secara berkelanjutan
PENDAMPINGAN SEHATI SKEMA SELF DECLARE PADA UMKM PRODUKSI PANGAN DI JAMBI Fortuna, Dewi; Rahmi, Silvi Leila; Wulansari, Dian; Fiardilla, Fauziah; Daulay, Diana Pebriani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23422

Abstract

Abstrak: Tahun 2023 BPJPH menargetkan 1 juta produk UMKM harus mendapatkan sertifikat halal. Sehingga perlu dilakukan pendampingan UMKM guna pengajuan sertifikasi halal gratis (SEHATI) secara mandiri (self-declare). Sebagian besar UMKM Pangan di kota jambi belum bersertifikat halal. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan dalam rangka upaya sosialisasi, edukasi, penyuluhan serta pembinaan UMKM dalam upaya menambah pengetahuan dan minat pelaku UMKM untuk memastikan kehalalan produk yang diproduksi. Metode pelaksanaan kegiatan PkM ini adalah penyuluhan interaktif, pelatihan, dan pendampingan. Monitoring dan evaluasi dilakukan dengan melihat respon dan keaktifan pelaku UMKM selama mengikuti kegiatan. Mitra kegiatan ini adalah pelaku UMKM Pangan di Kota Jambi sebanyak 20 UMKM. Hasil kegiatan PkM ini berupa peningkatan kesediaan dan kesadaran terkait pentingnya sertifikasi halal terutama bagi UMKM di bidang Pangan yang dibuktikan dengan persentase kehadiran dan keaktifan mencapai 100%, kesediaan UMKM untuk dibina melakukan pendaftaran program SEHATI skema self-declare sebesar 100% dari target awal 75% dari peserta UMKM serta 25% UMKM berhasil memperoleh sertifikat halal melalui skema self declare.Abstract: The target of BPJPH in 2023 is 1 million MSME products must obtain halal certificates. It is necessary to assist MSMEs in applying free halal certification (Sertifikasi Halal Gratis – SEHATI) through self-declaration scheme. Most of them are yet to have halal certificates. The aim of this Community Service Programe is to outreach, educate, counsult and guide MSMEs to increase the knowledge and willingness of MSMEs to ensure the halalness of the products. The method for implementing the Community Service Programe is to conduct interactive counseling, training and mentoring. Monitoring and evaluation are conducted by analyzing responses and activities of MSMEs during the Community Service Programe. The subjects of the Community Service Programe are 20 Food MSMEs in Jambi. The results are seen from the increasing willingness and awareness regarding the importance of halal certification for MSMEs whoch are proven by 100% inclination of the MSMEs to be assited and to register their producs to SEHATI program through self-declare scheme by 100% from the initial target of 75% and 25% of MSMEs had successfully obtained halal certificates through the self-declare scheme.
Pengaruh Penggunaan Microwave Oven terhadap Proses Sterilisasi Buah Kelapa Sawit Eli Sovia; Silvi Leila Rahmi; Dewi Fortuna
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jrpb.v12i1.585

Abstract

The sterilization of oil palm fresh fruit bunch (FFB) purpose is to deactivate the lipase enzyme, soften the fruit pulp, and loosen the fruit from the bunch, an important process affecting oil quality. Palm oil mills generally require around 410-455 tonnes of water to produce steam in the sterilization process using boiling vessels and produce 36 tonnes of liquid waste. One way to reduce liquid waste is the development of the use of microwaves. Research on the use of microwaves in palm fruit sterilization will be the basis for developing microwave designs that are suitable for the CPO industry with capacities of hundreds or thousands of tonnes. The aim of this research was to determine the effect of microwave oven sterilization time on the characteristics of oil palm fruit. This research used a completely randomized design with 7 treatment levels and 4 replications to obtain 28 experimental units. The treatment used was sterilization using a boiling vessel (T0) and the sterilization time for oil palm fruit using a microwave oven: 3, 5, 7, 9, 11 and 13 minutes will be analyzed using SPSS at 5% level. Based on the results of the research that has been carried out, it can be concluded that sterilization of oil palm fruit using boiling vessels and microwave ovens have a significant effect on sterilization temperature, water content, yield, Free Fatty Acid, Deterioration of Bleachability Index (DOBI) and carotene. The best treatment is sterilization of oil palm fruit using a microwave oven for 7 minutes with sterilization temperature parameters 94.06ºC, water content 0.55%, yield 17.81%, FFA 0.51%, DOBI 3.88nm and carotene 675.52ppm.
Analisis Evapotranspirasi dan Neraca Air Tanaman Jagung (Zea mays L.) menggunakan Cropwat 8.0 Sillviana Yuan Arista; Dewi Fortuna; Yulfita Farni
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 14 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jrpb.v14i1.1217

Abstract

Cropwat 8.0 is a software that functions to estimate the needs of plant water and irrigation. This device performs its calculations by analyzing data on soil type, climate conditions, and the characteristics of certain plants. This study was designed to analyze evapotranspiration and water balance in corn plants (Zea mays L.). This analysis is important to analyzing evapotranspiration, water balance, and determining the optimal planting pattern of corn (Zea mays L.) in Rengas village, Bandung Muaro Jambi Regency, using the Cropwat 8.0 application. This research was carried out using quantitative methods with several research stages to be carried out. The research results showed that the highest ETo value was in March at 104,97 mm/month, while the lowest ETo was in June at 85,69 mm/month. The average annual ETo was 1136,08 mm/month. The results of the water balance analysis show a water surplus throughout the year, namely from January to December, where the average monthly rainfall in Rengas Village, Bandung, Muaro Jambi Regency for the period 2013-2022 is between 130,4-305,8 mm, exceeding the evapotranspiration value between 2,99-3,86 mm/day, so the availability of water in corn plants is sufficient. The corn planting pattern carried out in Rengas Village, Bandung, Muaro Jambi Regency, planting in May and harvesting in early September is suitable based on simulations using the Cropwat 8.0 application to analyze evapotranspiration and water balance of corn plants (Zea mays L.).
Empowering Farmers in Lagan Ulu Village through the Irrigation Water Use Improvement Acceleration Program (P3-TGAI) : Pemberdayaan Petani di Desa Lagan Ulu melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Saputra, Rido; Aswandi, Aswandi; Indriyani, Indriyani; Fortuna, Dewi; Daulay, Diana Pebriani; Viyona, Melvi; Rohman, Fatkhul; Rasinta, Igef
CONSEN: Indonesian Journal of Community Services and Engagement Vol. 6 No. 1 (2026): Consen: Indonesian Journal of Community Services and Engagement
Publisher : Institut Riset dan Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57152/consen.v6i1.2709

Abstract

The agricultural sector in Lagan Ulu Village faces productivity challenges due to irrigation damage and the absence of a management institution. This community service project aims to establish a Water User Farmers Association (P3A) and increase farmer capacity through the Irrigation Water Use Improvement Acceleration Program (P3-TGAI). The activity took place from July to September 2025 and used a participatory approach involving farmers, village officials, lecturers, and 10 KKNT students. The program stages included problem identification, outreach, deliberations with 17 core representatives of farmer groups, preparation of Articles of Association/Bylaws (AD/ART) and the Budget Work Plan (RKA), legalization, and monitoring and evaluation. As a result, a formal organization, "Lagan Ulu Berjaya Water Users Farmers Association," was successfully established and legalized through a notarial deed. The AD/ART and RKA documents now serve as operational guidelines that regulate the water management system, fees, and sanctions. Evaluation using a standard observation sheet indicated the program's success with a global score of 4.00 (High category). The sense of ownership and active cooperation indicators achieved a maximum score of 5.00, whereas the mechanical capacity for independent floodgate maintenance remained limited (3.00). Overall, this institutional strengthening successfully transformed water governance from an individualistic to a systematic approach, supporting the sustainable irrigation of 210 hectares of tidal land in Lagan Ulu Village.