Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Endofit dari Akar Avicennia marina di Kawasan Mangrove Pantai Tirang, Semarang Handayani, Nur; Sabdaningsih, Aninditia; Jati, Oktavianto Eko; Ayuningrum, Diah
Jurnal Pasir Laut Vol 7, No 2 (2023): September
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2023.59064

Abstract

Avicennia marina merupakan salah satu spesies mangrove yang cukup penting bagi lingkungan. Struktur mangrove A. marina yang tinggi dan kokoh menjadikan tumbuhan ini sebagai bagian penting dalam rantai makanan dan bagi kehidupan biota assosiasi mangrove, baik makro maupun mikroorganisme. Mikroorganisme yang berassosiasi dengan mangrove salah satunya ialah bakteri endofit. A. marina termasuk salah satu tumbuhan yang merupakan sumber bakteri endofit. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengetahui kelimpahan jenis bakteri endofit yang hidup pada jaringan akar A. marina. Penelitian ini dilakukan pada Desember 2022 - Februari 2023 menggunakan metode deskriptif eksploratif. Tahapan penelitian terdiri dari sterilisasi permukaan sampel, isolasi bakteri pada media Peptone Yeast Agar (PYA), perhitungan Total Plate Count (TPC) serta karakterisasi morfologi bakteri. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini menunjukan bahwa sampel akar yang berasal dari Stasiun II (dekat tambak) memiliki kelimpahan terbanyak dengan nilai TPC sebesar 2,51 x 104 CFU/mL dan koloni bakteri pada sampel akar A. marina memiliki karakter morfologi berbentuk bulat, elevasi cembung, tepi rata atau bergelombang dan berwarna putih susu.
Potensi Wisata dan Valuasi Ekonomi Berdasarkan Nilai Guna Langsung pada Objek Wisata Pantai Mangrove Kampung Nipah, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara Bangun, M. Fadhillah Rasyid; Purwanti, Frida; Ayuningrum, Diah
Jurnal Pasir Laut Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2024.61994

Abstract

Pantai Mangrove Kampung Nipah berlokasi di Desa Sei Nagalawan, Kabupaten Serdang Bedagai. Pantai Mangrove Kampung Nipah merupakan salah satu objek wisata perairan yang memiliki potensi wisata dan perikanan serta belum terukur secara ekonomi sehingga penting untuk mengetahui potensi dan besarnya nilai ekonomi wisata dan perikanan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui potensi wisata, nilai ekonomi wisata serta nilai ekonomi pemanfaatan mangrove dan perikanan tangkap Pantai Mangrove Kampung Nipah. Penelitian dilakukan menggunakan metode kuantitatif deskriptif pada bulan Juli 2022 di Pantai Mangrove Kampung Nipah. Data didapatkan melalui Wawancara terhadap 100 wisatawan, 1 pengelola wisata dan 11 nelayan sekitar menggunakan accidental sampling untuk wisatawan dan purposive sampling untuk pengelola wisata dan nelayan. Potensi wisata didapatkan dari persepsi wisatawan, analisis nilai ekonomi wisata dilakukan dengan pendekatan Travel Cost Method, analisis nilai ekonomi pemanfaatan mangrove dan perikanan tangkap menggunakan pendekatan Market Price. Potensi wisata Pantai Mangrove Kampung Nipah yang meliputi daya tarik wisata, fasilitas objek wisata dan pelayanan pengelola wisata dalam kategori baik. Nilai ekonomi wisata Pantai Mangrove sebesar Rp.3.440.426.850/tahun dengan rata-rata biaya kunjungan per individu sebesar Rp.104.550/kunjungan. Nilai ekonomi pemanfaatan mangrove berjumlah sebesar Rp 96.580.000,00/tahun. Nilai ekonomi perikanan tangkap berjumlah Rp. 506.880.000/tahun untuk batas lower dan Rp.721.440.000/tahun untuk batas upper.
Tingkat Sensitivitas Ekosistem Terumbu Karang oleh Buangan Limbah Tambak Udang (Litopenaeus vannamei) di Pesisir Pantai Legon Boyo, Karimunjawa Nugroho, David; Afiati, Norma; Purnomo, Pujiono Wahyu; Ayuningrum, Diah; Jati, Oktavianto Eko
Jurnal Pasir Laut Vol 8, No 2 (2024): September
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2024.65553

Abstract

Ekosistem karang dan pesisir Pulau Karimunjawa berpotensi terdampak akibat buangan limbah budidaya udang (Litopenaeus vannamei). Setidaknya telah tercatat sejak 2017 hingga Maret 2023 terdapat 33 titik lokasi, terdiri dari 238 petak tambak dengan total luasan sekitar 42 hektare. Penelitian ini bertujuan menghitung tingkat sensitivitas terumbu karang dan mengidentifikasi dampak yang ditimbulkan oleh kegiatan budidaya tambak udang terhadap ekosistem karang di Pantai Legon Boyo, Kepulauan Karimunjawa. Penelitian ini menggunakan metode eksploratif meliputi: teknik pengumpulan data karang menggunakan metode underwater photo transect (UPT), teknik purposive sampling untuk pengumpulan data kualitas perairan dan teknik pengolahan data citra satelit. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer yang dimaksud adalah data ekosistem terumbu karang dan kualitas perairan di lokasi penelitian. Data sekunder meliputi status perlindungan kawasan, kelimpahan ikan dan data kualitas perairan. Sumber data sekunder diperoleh dari hasil penelitian terdahulu yang sesuai dengan topik bahasan dalam penelitian serta publikasi dari instansi terkait. Parameter dalam memperkirakan tingkat sensitivitas karang (S) antara lain: persentase tutupan, tipe pertumbuhan terumbu karang, kerapatan karang, kelandaian, status perlindungan, keberadaan spesies dilindungi dan kelimpahan ikan. Pengolahan data terumbu karang menggunakan software CPCe. Hasil perhitungan tingkat sensitivitas karang sebesar 3,14 yang mengindikasikan status sensitivitas tingkat sedang serta dampak kegiatan limbah buangan budidaya belum berdampak langsung terhadap ekosistem terumbu karang.
Optimasi Konsentrasi Primer dan Suhu Annealing untuk Deteksi Gen PKS-I Pada Bakteri Asosiasi Mangrove Avicennia Marina Asal Pantai Tirang, Semarang Rosari, Arinda; Sabdaningsih, Aninditia; Ayuningrum, Diah; Jati, Oktavianto Eko
Jurnal Pasir Laut Vol 8, No 2 (2024): September
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2024.66027

Abstract

Mangrove hidup di wilayah ekstrem yang memiliki mekanisme unik dalam beradaptasi yang mengarah pada jalur metabolisme dan berpengaruh terhadap proses produksi metabolit sekundernya. Bakteri asosiasi mangrove memiliki sifat yang mirip dengan inangnya. Pemanfaatan bakteri asosiasi dinilai lebih berkelanjutan, karena proses penelitian menjadi lebih cepat, mudah dan terjangkau. Senyawa metabolit sekunder disintesis oleh gen penyandi seperti PKS ( poliketida sintetase ). Gen penyandi menjadi kunci dalam produksi senyawa metabolit sekunder. Produk metabolit sekunder di kalangan industri sedang banyak dicari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeteksi keberadaan gen penyandi metabolit sekunder PKS-I pada isolat bakteri. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi Kelautan Tropis . Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil deteksi gen PKS-I ditemukan pada 7 sampel isolat menggunakan optimasi konsentrasi primer 10μM dan suhu annealing 50°C.
Hubungan Kelimpahan Bakteri Vibrio sp dengan Bahan Organik Pada Ekosistem Mangrove di Desa Tapak Tugurejo, Semarang Rakhim, Lutfi Nur; Widyorini, Niniek; Ayuningrum, Diah
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 11, No 1 (2024): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v11i1.28807

Abstract

Kawasan Tugu merupakan salah satu kawasan pesisir yang mempunyai potensi produktivitas primer yang tinggi. Proses dekomposisi yang terjadi menyebabkan tingginya bahan organik yang dapat dimanfaatkan oleh organisme di dalamnya. Salah satu organisme yang mampu merombak unsur hara menjadi bahan organik adalah bakteri, tetapi keberadaan bakteri tidak selalu menguntungkan karena terdapat jenis bakteri yang menyebabkan penyakit bagi biota salah satunya Vibrio sp. Tingginya kandungan bahan organik dapat meningkatkan perkembangan bakteri termasuk bakteri patogen, selain itu masukan dari tambak di sekitar ekosistem mangrove dapat membawa bakteri yang berbahaya bagi biota perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dari bakteri Vibrio sp. dan hubungannya dengan bahan organik. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2020 di desa Tapak, Tugurejo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Pengambilan sampel air dilakukan pada tiga stasiun yang telah ditentukan di sepanjang sungai sampai muara. Hasil penelitian menunjukkan rata rata total bakteri Vibrio sp. pada stasiun 1 yaitu 0 Cfu/ml, stasiun 2 yaitu 2,9 × 103 Cfu/ml sedangkan stasiun 3 yaitu 1,0 × 102 Cfu/ml. serta kandungan bahan organik berturut turut pada ketiga stasiun yaitu 70,196 mg/l; 76,393 mg/l dan 73,312 mg/l. Berdasarakan analisis statistik diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan antara total bakteri Vibrio sp. dengan bahan organik dengan uji regresi linier sederhana yang menunjukkan nilai R2 melebihi 60%. Hal ini dapat terjadi karena masukan air dari masing masing stasiun yang berbeda dan adanya faktor lingkungan lain.
Pengaruh Asidifikasi Terhadap Densitas Zooxanthellae dan Kelulushidupan Karang Acropora sp. dalam Skala Laboratorium Hidayah, Nur; Purnomo, Pujiono Wahyu; Ayuningrum, Diah
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 11, No 1 (2024): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v11i1.29292

Abstract

Asidifikasi atau pengasaman laut merupakan peristiwa menurunnya pH air laut disebabkan karena penyerapan karbondioksida ke atmosfer. Ketika karbondioksida di atmosfer meningkat, lautan akan menyerapnya dan mengubah menjadi asam karbon. pH air laut yang menurun akan mempengaruhi kelangsungan hidup karang dan dapat menyebabkan kematian hewan karang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pH terhadap densitas zooxanthellae serta hubungannya dengan fotosintesis dan respirasi. Penelitian dilaksanakan pada November-Desember 2019 di Laboratorium Pengembangan Wilayah Pantai Universitas Diponegoro Jepara. Penelitian menggunakan metode eksperimental. Spesimen karang yang digunakan adalah Acropora sp. yang diambil dari perairan Pulau Panjang Jepara. Perlakuan pH pada penelitian ini adalah dengan konsentrasi pH 5; pH 7 dan pH 9 pada media akuarium pemeliharaan. Pengamatan dilakukan pada interval waktu ke 0, 4, 8 dan 12 hari. Parameter utama dalam penelitian ini adalah densitas zooxanthellae, fotosintesis, respirasi dan kualitas air pendukung. Hasil penelitian menunjukkan densitas zooxanthellae mengalami penurunan pada pH 5 sebanyak 272.972 sel/cm, pada pH 7 sebanyak 252.426 sel/cm dan pada pH 9 sebanyak 258.347 sel/cm. Penurunan densitas zooxanthellae tertinggi pada pH 5 atau asam dan terendah pada pH 7 atau netral. Nilai fotosintesis dan respirasi densitas zooxanthellae terhadap pH 5, pH 7 dan pH 9 adalah 7,89 x 10-4 ????????????/L/jam dan 1,02 x 10-14 ????????????/L/jam.
Analisis hubungan parameter fisika kimia kualitas air dengan total Vibrio spp. pada tambak udang vaname yang diberikan probiotik jamur Rizaldi, Rahmat; Sabdaningsih, Aninditia; Ayuningrum, Diah; Bahry, Muhammad Syaifudien
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 9, No 1 (2025): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v9i1.24421

Abstract

Penyakit vibriosis yang disebabkan oleh tingginya kelimpahan Vibrio spp. telah menyebabkan kerugian besar pada budidaya Udang Vaname. Probiotik jamur memiliki potensi sebagai probiotik untuk tambak udang yang berperan dalam menekan kelimpahan bakteri Vibrio spp. dan menjaga kualitas air tambak. Tujuan utama penelitian ini adalah mengetahui kemampuan variabel suhu, salinitas, pH, dan oksigen terlarut sebagai indikator total Vibrio spp. pada tambak Udang Vaname yang diberikan probiotik jamur. Penelitian dimulai dari bulan September 2023 hingga bulan Maret 2024. Metode pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling yaitu sampel diambil pada satu titik yang sama. Sampel yang diambil adalah sampel air tambak Udang Vaname di Balai Budidaya Ikan Air Payau dan Laut (BBIAPL) Karanganyar, Semarang setiap 1 minggu sekali dengan total 7 kali sampling pada masing-masing kolam : Kolam C (tanpa pemberian probiotik) dan Kolam T (perlakuan probiotik jamur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kelimpahan bakteri Vibrio spp. pada Kolam C yaitu 5,93 102 CFU/ml yang artinya memiliki rata-rata kelimpahan bakteri Vibrio spp. yang lebih banyak dibandingkan dengan rata-rata total Vibrio spp. pada Kolam T yaitu 4,84 102 CFU/ml. Berdasarkan uji korelasi antara variabel total Vibrio spp. sebagai variabel terikat dengan variabel suhu, salinitas, pH, dan oksigen terlarut sebagai variabel bebas menunjukkan bahwa variabel yang memiliki nilai pearson correlation (R) dengan total Vibrio spp. yang tinggi pada kedua perlakuan tambak adalah pH air. Nilai R pada kolam C dan T masing-masing yaitu 0,769 dan 0,524, tetapi hubungan kedua variabel tersebut hanya signifikan pada Kolam C. Oleh karena itu, variabel derajat keasaman air (pH) memiliki peluang untuk dijadikan indikator total Vibrio spp. pada tambak Udang Vaname tanpa perlakuan probiotik jamur. Kata kunci : hubungan, jamur, kualitas air, probiotik, Vibrio spp.
BIOLOGICAL ASPECT AND ABUNDANCE OF TRITON EPAULETTE SHARK (Hemiscyllium henryi) ENDEMIC TO TRITON BAY, KAIMANA, WEST PAPUA Prehadi, Prehadi; Kintani, Novia Indah; Sombo, Hendrik; Fahlevi, Arief Reza; Junaedy, Ahmad; Muttaqin, Ahmad Sabilul; Raweyai, Oktofianus Obaja; Kusumarani, Dheni; Raunsai, Jhoni Elias; Fenetiruma, Syamsudin; Malaihollo, Jantje Jacobus; Herettrenggi, Rosa; Widiarto, Santoso Budi; Subhan, Beginer; Ayuningrum, Diah
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 20, No 3 (2024): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.20.3.133-140

Abstract

Walking shark is one of elasmobranch that has been protected by the government of the Republic of Indonesia and can be found in the eastern seawaters of Indonesia. There are six species of walking shark, one of it is Triton Bay Epaulette Shark (Hemiscyllium henryi) which is endemic to the coastal waters of Kaimana. There are still lack of information regarding biology abundance and population of H. henryi, therefore it is necessary to do a study related to this species. This study aims to determine individual information and abundance of H. Henryi in Kaimana coastal waters during the observation in 2022 and 2023 based on density value and potential area. The method used is a census based on the Global Positioning System, through snorkeling and walking along the coastline, as well as observations of total length, wet weight, and sex in H. henryi which encountered during census. The total census track is 5.783 meters with a sweep of 2,46 Ha monitoring area. The density or abundance of H. henryi in 2022 is 1,2 ind/Ha and in 2023 is 2,4 ind/Ha. Total length of H. henryi ranged between 55–88 cm (Mean 70,6 cm ± SD 12,29). The length and weight relationship obtained W=0,0004L3,4343 with R2 value of 0,9526. The abundance trend of H. henryi at the coastal waters of Kaimana in the last two years has multipled by 2 times based on density value determining after being designated as a fully protected fish species.
Bakteri yang Berasosiasi dengan Karang Keras yang Terinfeksi Penyakit White Syndrome di Perairan Sawopudo, Sulawesi Tenggara, Indonesia Palupi, Ratna Diyah; Sabdaningsih, Aninditia; Ayuningrum, Diah; Sabdono, Agus
Jurnal Kelautan Tropis Vol 28, No 1 (2025): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.%v.%i.%Y.%p

Abstract

Coral disease is one of the most significant factors contributing to coral mortality, leading to a reduction in coral cover. The direct causes of coral disease remain a subject of ongoing investigation by researchers at both national and international levels. There is a relationship between corals and microbes that form the coral holobiont, which can be beneficial, harmful, or neutral. This study aims to isolate, purify, and identify bacteria associated with corals infected with white syndrome (WS) at the molecular level through 16S rRNA gene amplification. Coral samples infected with WS were collected from the Sawopudo Waters in Southeast Sulawesi using purposive sampling through snorkeling. The coral life forms sampled included massive, sub-massive, and branching types, collected from approximately three different colonies. Bacterial analysis associated with WS coral disease was conducted in the laboratory, initially with isolation using the spread plate method and purification through quadrant streaking on peptone, yeast, and agar media. Once pure bacterial colonies were obtained, the bacterial isolates associated with WS-infected corals were injected into healthy corals using laboratory-scale Koch's postulates. The results showed 8 (eight) bacterial isolates associated with WS-infected corals (SWS01, SWS02, SWS03, SWS04, SWS05, SWS06, SWS07, and SWS08). Based on Koch's postulates, isolates SWS01 and SWS07 exhibited visual signs of WS disease. Further isolation and purification were only conducted on isolate SWS01. Molecular identification using 16S rRNA gene amplification revealed that isolate SWS01 is closely related to Priestia flexa (99.72% similarity), isolate SWS07 is closely related to Bacillus velezensis (99.68% similarity), and the re-cultured isolate from Koch's postulates is closely related to Alteromonas macleodii (99.64% similarity).Penyakit karang adalah salah satu faktor terpenting penyebab kematian karang dan dapat menurunkan tutupan karang. Penyebab langsung penyakit karang hingga saat ini masih terus dicari oleh para peneliti baik skala nasional maupun internasional. Terdapat hubungan antara karang dengan mikrobia yang membentuk coral holobiont yang dapat bersifat menguntungkan, merugikan, dan netral. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi, mempurifikasi, dan mengidentifikasi bakteri yang berasosiasi dengan karang terinfeksi white syndrome (WS) secara molekuler dengan amplifikasi gen 16S rRNA. Sampel karang terinfeksi WS diambil di Perairan Sawopudo-Sulawesi Tenggara dengan metode purposive sampling melalui snorkeling. Bentuk pertumbuhan karang yang diambil sebagai sampel adalah massive, sub massive, dan branching yang diambil dari 3 koloni yang berbeda. Analisis bakteri asosiasi karang terinfeksi WS dilakukan di laboratorium dimulai dengan isolasi dengan metode sebar dan purifikasi dengan metode gores kuadran pada media pepton, yeast, dan agar. Setelah diperoleh koloni murni, isolat bakteri yang berasosiasi dengan karang WS diinjeksikan ke karang sehat menggunakan uji Postulat Koch skala laboratorium. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukannya 8 (delapan) isolat bakteri yang berasosiasi dengan karang terinfeksi WS dengan kode isolat S.WS.01, S.WS.02, S.WS.03, S.WS.04, S.WS.05, S.WS.06, S.WS.07, dan S.WS.08. Uji Postulat Koch tidak berhasil dalam penelitian ini, akan tetapi isolat bakteri S.WS.01 dan S.WS.07 menunjukkan tanda-tanda penyakit WS secara visual pada saat uji Postulat Koch. Setelah dilakukan identifikasi molekuler menggunakan amplifikasi gen 16S rRNA, isolat S.WS.01 berkerabat dekat dengan Priestia flexa (99,72% kemiripan), isolat S.WS.07 berkerabat dekat dengan Bacillus velezensis (99,68% kemiripan), dan untuk isolat hasil kultur kembali dari Postulat Koch berkerabat dekat dengan Alteromonas macleodii (99,64% kemiripan).
KEANEKARAGAMAN GENETIK, MORFOLOGI DAN MORFOMETRI IKAN ENDEMIK DI DANAU RAWA PENING DENGAN PENDEKATAN DNA BARCODING Haryani, Nisrina Septi; Hartoko, Agus; Ayuningrum, Diah
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 19, No 2 (2023): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.19.2.90-96

Abstract

Rawa Pening terletak di Jawa tengah adalah danau terbentuk alami melalui proses letusan vulkanik yang mengalurkan lava basalt dan menyumbat aliran Kali Pening daerah Tuntang yang berakibat lembah pening yang berhutan tropik berubah menjadi rawa. Ikan Endemik atau ikan asli yang terdapat di Rawa Pening yaitu ikan Wader. Penelitian di Danau Rawa Pening pada tahun 2006 diketahui memiliki keanekaragaman ikan Wader yaitu Wader Pari (R. lateristriata), Putih (R. jacobsoni), Andong (B. canchonius), Cakul (P. binotatus) dan Ijo (O. vittatus). Pentingnya untuk mengidentifikasi secara morfologi dan molekuler dikarenakan ikan Wader ini terdapat banyak jenis di Rawa Pening sebagai bahan inventarisasi data spesies ikan dan untuk mengetahui hubungan filogenetik pada area Danau Rawa Pening. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui informasi mengenai jenis spesies ikan Wader di Rawa Pening berdasarkan perbandingan morfologi teknik morfometri dan molekuler teknik DNA Barcoding dan hubungan filogenetik serta tingkat keragaman genetiknya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-Oktober 2021. Metode yang dilakukan meliputi analisis morfologi dari morfometri dan meristiknya, analisis molekuler dengan DNA barcoding, serta analisis data menggunakan software MEGA-X dan dnaSP. Hasil penelitian didapatkan ikan 33 individu, kemudian analisis morfologi dan molekuler dapat diketahui 3 spesies ikan yaitu kode W.P yaitu ikan Lumajang (Cycloceilichthys enoplos) dengan kemiripan sebesar 97,65%, kode W.I yaitu ikan Wader Ijo (Osteochilus vittatus) dengan kemiripan sebesar 100%, dan kode W.B yaitu ikan Wader Bintik Dua (Barbodes binotatus) dengan kemiripan sebesar 99,83%. Nilai keragaman genetik sampel ikan wader yang didapatkan di Danau Rawa Pening sebesar 0,8333 termasuk kedalam kategori keragaman genetik tinggi.