Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Analisis Hubungan Kuat Tekan dan Kuat Lentur Beton sebagai Dasar Pengendalian Mutu pada Proyek Konstruksi Menggunakan Agregat Lokal Nova Nevila Rodhi; Ichwan Hadi Saputra; Moh. Sholahudin; Ayu Kurnia Ratna Sari
Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2026): De'Teksi : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan beton dalam proyek konstruksi memerlukan pengendalian mutu yang baik untuk memastikan kekuatan dan kinerja struktur sesuai dengan perencanaan. Pemanfaatan agregat lokal sering menimbulkan variasi sifat mekanik beton akibat perbedaan karakteristik material. Kondisi tersebut menimbulkan kebutuhan analisis hubungan kuat tekan dan kuat lentur beton sebagai dasar evaluasi mutu beton pada proyek konstruksi yang menggunakan material lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kuat tekan dan kuat lentur beton menggunakan agregat lokal Bojonegoro serta menilai kesesuaiannya terhadap standar perencanaan beton. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimen melalui pengujian laboratorium. Benda uji terdiri dari silinder berukuran 15 × 30 cm untuk pengujian kuat tekan dan balok berukuran 60 × 15 × 15 cm untuk pengujian kuat lentur. Beton dirancang dengan mutu rencana fc’ 30 MPa menggunakan agregat halus dari Desa Pilanggede Kecamatan Balen serta agregat kasar dari Desa Genjor Kecamatan Sugihwaras Kabupaten Bojonegoro. Pengujian dilakukan pada umur beton 7, 14, dan 28 hari. Analisis data dilakukan melalui perhitungan koefisien hubungan antara kuat tekan dan kuat lentur, analisis regresi linier, serta perbandingan dengan ketentuan SNI 2847:2013. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien hubungan (a) berada pada kisaran 0,43–0,54 fc’. Analisis regresi menunjukkan hubungan kuat antara kuat tekan dan kuat lentur dengan koefisien korelasi sebesar 0,96. Nilai hubungan yang diperoleh berada di bawah ketentuan SNI 2847:2013 sebesar 0,62 fc pada umur 28 hari. Sehingga agregat lokal Bojonegoro dapat digunakan sebagai material penyusun beton. Hubungan kuat tekan dan kuat lentur dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengendalian mutu beton pada proyek konstruksi yang menggunakan material lokal
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PENGELOLAAN BERKELANJUTAN KAWASAN SEPADAN SUNGAI RAWAN LONGSOR Mrabawani Insan Rendra; Deka Wahyu Prakasa; Mohammad Zainul Ikhwan; Toni Budi Santoso; Ichwan Hadi Saputra
Technologia : Jurnal Ilmiah Vol 16 No 3 (2025): Technologia (Juli)
Publisher : Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari, di bawah koordinasi UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/tji.v16i3.19723

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi wilayah rawan longsor dengan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan metode Universal Soil Loss Equation (USLE) dengan melihat wilayah sepadan sungai DAS Mengkuris. Analisis dilakukan menggunakan empat parameter utama, yaitu erosivitas hujan (R), erodibilitas tanah (K), panjang dan kemiringan lereng (LS), serta penggunaan lahan dan tindakan konservasi (CP). Survei lapangan dilakukan untuk menguji akurasi hasil analisis spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah rawan longsor di Daerah Aliran Sungai (DAS) Mekuris terbagi dalam tiga tingkat, dengan dominasi kelas erosi sedang seluas 5.127 hektar (99,90%). Tingkat bahaya erosi kategori "Ringan" ditemukan di area permukiman seluas 0,399 hektar, sedangkan kategori "Sangat Ringan" terdapat di sawah tadah hujan seluas 0,059 hektar. Dari temuan longsor juga menjadi perhatian penting sepadan sungai DAS Mengkuris, wilayah yang seharusnya menjadi konservasi sungai namun masih digunakan dengan penggunaan yang lain