Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

21ST CENTURY SKILLS LEARNING USING LEMMANG LEARNING RESOURCES: A STUDY OF ETHNOMATHEMATICAL BUGIS MAKASSAR Tampa, Alimuddin; Firdaus, Andi Mulawakkan; Ja’faruddin, Ja’faruddin; Chen, Wen-Haw
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 26 No 2 (2023): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2023v26n2i6

Abstract

Abstract: 21st century learning demands the application of skills and knowledge that are relevant to everyday life. While mathematics is a subject taught at all levels of education, it remains challenging for many students. Often perceived as disconnected from culture, students may find learning mathematics less meaningful. This perception is partly due to the lack of integration between mathematics education in schools and cultural context. However, mathematics is inherently connected to culture, and one approach recognizing this connection is called ethnomathematics. This approach emphasizes a culture-based learning process, and has the potential to improve students' learning outcomes. One example of how culture can be used as a source of mathematics learning is through the study of the traditional food of the Bugis-Makassar ethnic heritage called "lemmang". The process of making lemmang involves mathematical creativity, and researchers have used a descriptive qualitative research method with an ethnographic approach to explore this creativity. This involved collecting data through interviews, observation, and documentation. The research results showed that in lemmang making process, there is mathematical creativity related to the concepts of division, cylinder, and the principles of the Pythagorean theorem. This demonstrates that culture can be a valuable source of mathematics learning for teachers and students. Abstrak: Pembelajaran abad 21 menuntut penerapan keterampilan dan pengetahuan yang relevan dalam kehidupsn sehari-hari. Matematika adalah mata pelajaran yang diajarkan di semua tingkat pendidikan, tetapi tetap menjadi tantangan bagi banyak siswa. Mereka sering memandang matematika sebagai mata pelajaran yang terputus dari budaya dan kurang bermakna. Hal ini disebabkan karena pendidikan matematika di sekolah belum mengintegrasikan mata pelajaran dengan budaya. Matematika secara inheren terhubung dengan budaya, dan satu pendekatan yang mengakui hubungan ini disebut etnomatematika. Pendekatan ini menekankan proses pembelajaran berbasis budaya, dan berpotensi meningkatkan hasil belajar siswa. Salah satu contoh bagaimana budaya dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran matematika adalah melalui pembelajaran tentang makanan tradisional peninggalan etnis Bugis-Makassar yang disebut lemmang. Proses pembuatan lemmang melibatkan kreativitas matematis, dan peneliti telah menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi untuk menggali kreativitas tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses pembuatan lemmang terdapat kreativitas matematika yang berkaitan dengan konsep pembagian, silinder, dan prinsip teorema Pythagoras. Hal ini menunjukkan bahwa budaya dapat menjadi sumber pembelajaran matematika yang berharga bagi guru dan siswa.
Modeling Geographically Weighted Negative Binomial Regression on The Incidence of Adolescent Smoking in Indonesia Patasik, Ghadytha Marie Lucia; Sanusi, Wahidah; Tampa, Alimuddin
Journal of Mathematics, Computations and Statistics Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 08 Nomor 01 (April 2025)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jmathcos.v8i1.7262

Abstract

This study aims to determine the significant factors affecting adolescent smoking cases in Indonesia with the Geographically Weighted Negative Binomial Regression model. The research method uses a quantitative approach to identify the relationship of each variable and analyze the effect of a treatment. Data analysis was processed using the GWNBR model with the help of R-Studio. The results showed that the case of teenage smoking experienced overdispersion of data with factors that had a significant effect, namely the percentage of poor people, the level of education of parents, the price of cigarettes, the level of income and the percentage of working teenagers, with factors that had a significant effect spatially, namely the percentage of poor people and the percentage of working teenagers. So it can be concluded that the spatial pattern of smoking incidence in Indonesia based on the results of the spatial heterogeneity test shows significant variation across provinces, so that the spatial pattern of the incidence of adolescent smoking is heterogeneous.
Pelatihan Pembuatan Asesmen Kinerja Praktikum IPA Berbasis Higher-Order Thinking Skill Bagi Guru Ipa Di SMP Terbuka Di Makassar Tawil, Muh.; Tampa, Alimuddin
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Maret 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i2.648

Abstract

Permasalahan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah kurangnya kemampuan guru IPA membuat asesmen yang mampu mengases semua kompetensi yang dimiliki siswa. Tujuan Kegiatan ini untuk: 1) meningkatkan kemampuan guru IPA membuat asesmen kinerja praktikum IPA berbasis higher-order thinking skill (HOTs) di SMP Terbuka di Makassar; 2) respon para guru IPA terhadap pelaksanaan PKM. Solusi/metode pelaksanaan ini terdiri dari 1) persiapan pelaksaanaan; 2) pelaksanaan dan observasi; 3) refleksi; 4) dan monitoring dan evaluasi. Hasil dan dampak pelaksanaan PKM: 1) Sangat banyak bahan tersedia; 2) 100% peserta menyatakan sangat bermanfaat; 3) 100% banyak memberi keterampilan; 4) 100% sangat banyak tersedia bahan asesmen kinerja berbasis HOTs, 5) 70% sangat mengatasi kekurangan asesmen kinerja praktikum IPA berbasis HOTs, 20% kurang mengatasi dan 10% banyak mengatasi; 6) 14 % sangat membantu proses belajar mengajar IPA, dan 86% dapat membantu. Luaran kegiatan menghasilkan produk asesmen kinerja berbasis HOTs yang berkualitas. Kesimpulan: Peserta PKM sudah sangat terampil dalam hal:1) mengidentifikasi; mendisain; membuat asesmen kinerja praktikum IPA berbasis HOTs; 2). menggunakan asesmen kinerja praktikum IPA berbasis HOTs; 3) asesmen kinerja praktikum IPA berbasis HOTs dapat mengatasi ketersedian di sekolah dan dapat membantu guru dalam proses asesmen kompetensi efektif dalam meningkatkan proses dan produk asesmen praktikum IPA HOTs siswa sebesar 95% termasuk kategori tinggi.
Pola Asimetris Korelasi Literasi Matematika dan Literasi Membaca: Studi Deskriptif pada Siswa Kelas VIII SMP Tampa, Alimuddin; Ahmad, Asdar; Minggi, Ilham; Soleha, Nur Inayah
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol. 8 No. 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Program of Mathematics Education Department of Mathematics Faculty of Mathematics and Natural Sciences (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/imed.v8i2.4567

Abstract

Abstrak. Dengan pendekatan deskriptif, penelitian kuantitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi matematika dan literasi membaca, serta menganalisi pola korelasi keduanya pada siswa kelas VIII SMP. Penelitian ini melibatkan lima kelas VIII (180 siswa) dari 11 kelas di UPT SPF SMP Negeri 3 Makassar pada semester genap tahun ajaran 2022/2023. Data dikumpulkan melalui tes literasi matematika dan tes literasi membaca. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi matematika siswa berada pada kategori dasar dan cenderung kategori “perlu intervensi khusus”, sedangkan literasi membaca berada pada kategori mahir. Selain itu, ditemukan korelasi asimetris antara literasi matematika dan literasi membaca, yaitu: siswa dengan literasi matematika yang baik cenderung memiliki literasi membaca yang baik; siswa dengan literasi membaca yang baik tidak selalu memiliki literasi matematika yang baik; siswa dengan kemampuan literasi membaca yang rendah cenderung memiliki literasi matematika yang rendah pula. Namun, siswa dengan literasi matematika yang rendah tidak selalu mengindikasikan kelemahan dalam literasi membaca. Implikasi dari temuan ini cukup signifikan, dan menunjukkan perlunya intervensi yang berbeda untuk meningkatkan kedua jenis literasi tersebut, dengan rekomendasi untuk fokus pada strategi pengajaran yang holistik dan terintegrasi. Kata Kunci: Literasi Matematika, Literasi Membaca; korelasi; deskriptif Abstract. Using a descriptive approach, this quantitative study aims to describe the ability of mathematical and reading literacy and analyze the correlation pattern of both in class VIII junior high school students. This study involved five VIII classes (180 students) from 11 classes in UPT SPF SMP Negeri 3 Makassar in the even semester of the 2022/2023 school year. Data were collected through math literacy tests and reading literacy tests. The collected data were analyzed using descriptive statistics. The results showed that students' mathematical literacy was in the primary category while reading literacy was in the advanced category. In addition, an asymmetrical correlation was found between mathematical literacy and reading literacy, namely: students with good mathematical literacy tend to have good reading literacy; students with good reading literacy do not always have good mathematical literacy; students with low reading literacy skills tend to have low mathematical literacy as well. However, students with low math literacy do not necessarily indicate weakness in reading literacy. The implications of these findings are significant and point to the urgent need for targeted interventions to improve both types of literacy, with recommendations to focus on holistic and integrated teaching strategies.
Kerangka Konseptual Model Pembelajaran Real Math Literacy (RML) Angriani, Andi Dian; Tampa, Alimuddin
Al Asma: Journal of Islamic Education Vol 7 No 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asma.v7i2.58454

Abstract

One of the most important competencies in the 21st century is mathematical literacy. However, the importance of mathematical literacy has not been in line with the achievements of Indonesian students, who are still relatively low. One of the reasons is that the learning model used to manage activities in the classroom has not been maximized. The writing of this article provides an overview of the development of Real Math Literacy (RML) learning model components consisting of syntax, social system, reaction principles, support system, instructional impact, and accompanying impact. Real Math Literacy (RML) learning model designed is the result of analysis, elaboration, and synthesis of relevant learning theories, the main components underlying mathematical literacy, the discovery learning model, and assessment for learning. Real Math Literacy (RML) learning model is expected to be a practical alternative for educators in designing learning processes that can improve students' mathematical literacy.
PENGUKURAN YANG TEPAT DARI UKURAN GEJALA PUSAT: STUDI KASUS PERSEPSI MAHASISWA SARJANA Tampa, Alimuddin; Assaaf, Said Fachry; Hasan, Nursakilah; Alimuddin, Fauziyyah; Ikram, Muhammad
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 2 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ukuran pemusatan data digunakan dalam berbagai sektor, seperti politik, kesehatan, pendidikan, bisnis dan lain-lain. Terdapat tiga ukuran pemusatan data yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, yaitu mean, median, dan modus. Ketiga ukuran pemusatan data tersebut memiliki kegunaannya masing masing. Namun masih sering ditemui kesalahan dalam menggunakan ukuran pemusatan data. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan dan pemahaman mahasiswa dalam memilih ukuran pemusatan data yang paling sesuai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui tes dan wawancara. Penelitian ini melibatkan 100 mahasiswa matematika yang telah mempelajari matakuliah statistika dasar. Analisis data mencakup kondensasi data, penyajian data, serta kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan secara umum mahasiswa telah mengetahui konsep rata-rata, median, dan modus. Namun mahasiswa belum mampu memilih ukuran pemusatan data yang paling sesuai. Salah satu faktor penyebabnya adalah mahasiswa tidak memperhatikan sebaran data dalam menentukan ukuran pemusatan data yang paling sesuai, namun mengacu pada pemahamannya masing-masing. Adapun kelompok mahasiswa yang memilih rata-rata berpandangan rata-rata lebih representatif karena melibatkan semua data dalam operasinya. Kelompok mahasiswa yang memilih median berpandangan median lebih representatif karena median merupakan nilai tengah. Sedangkan kelompok mahasiswa yang memilih modus berpandangan modus lebih representatif karena merupakan nilai yang sering muncul dalam kumpulan data. Sedangkan kelompok lain berpandangan bahwa ukuran pemusatan data yang memiliki nilai yang paling tinggi merupakan nilai yang paling representatif.
Systematic Literature Review: The Effectiveness Of Using The Problem-Based Learning Model In Improving Problem-Solving Skills Ramadhany, Nuramaliyah; Tampa, Alimuddin; Upu, Hamzah
Mathline : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 3 (2025): Mathline : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/mathline.v10i3.859

Abstract

Amid challenges in mathematics education, students' low problem-solving skills have become a key concern. Studies have shown that many students struggle to understand problems, devise appropriate strategies, and validate their solutions, especially when faced with real-world mathematical tasks. Problem-Based Learning (PBL) has been identified in many studies as a promising approach to address this issue. This study aims to evaluate the effectiveness of PBL in enhancing students' mathematical problem-solving skills through a systematic review of recent literature. Using the PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis) method, this Systematic Literature Review (SLR) identified 20 relevant articles from 1,672 collected through databases like ERIC, ScienceDirect, IOP Science, and PubMed, using keywords "Problem-based Learning" and "problem-solving mathematics." The findings show that PBL consistently improves students' problem-solving skills and is more effective than traditional teaching methods. Thus, PBL is a valuable instructional model for educators to adopt. This review suggests that PBL should be integrated more systematically into mathematics instruction to support students in developing essential 21st-century skills.
Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos Dari Bahan Lingkungan Bagi Kelompok Capir Di Desa Gunung Silanu, Kabupaten Jeneponto Tawil, Muh.; Tampa, Alimuddin
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2025): September 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i5.774

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terlaksana atas kerjasama dengan instansi terkait kepala Desa Gunung Silanu, ketua kelompok Capir, dan LSM lembaga Agro Mandiri Perhutanan Indonesia (Lampion), di Kecamatan Bangkala Kabupaten jeneponto dengan Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi, Penelitian dan Pengandian kepada Masyarakat Universitas Negeri Masyarakat .  Jumlah peserta kegiatan  20 orang anggota kelompok Capir dengan tingkat pendidikan Lulusan SD 10%, SMP 36%, dan SMA 54%. Topik  kegiatannya pelatihan pembuatan pupuk kompos. Bentuk kegiatanini, i.e:1) Kerjasama dengan instansi terkait; 2) Observasi lapangan; 3) memberikan penjelasan secara umum maksud dan tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat; 4) mendemonstrasikan cara membuat pupuk kompos dari bahan lingkungan; 5) bimbingan dan pelatihan mengidentifikasi bahan dari lingkungan yang dapat dibuat menjadi pupuk kompos; 6) melatih peserta membuat pupuk kompos; 7) memberikan bimbingan dan pelatihan mengaplikasikan pupuk kompos; 8) melaksanakan evaluasi. Hasil kegiatan:1) jumlah rata-rata bahan dari lingkungan yang dibuat menjadi pupuk komopos 500 kg; dan jumlah pupuk kompos dibuat 400kg ( 40 sak); 2) 18 orang (90%) sangat bermanfaat, 2 orang (10%) bermanfaat; 3) 19 orang (95%) sangat terampil; 4) 1 orang (5%) terampil; 5) 100% bahan baku pupuk kompos  tersedia;6) Persentase kandungan unsure hara, yakni nitrogen (0.83-0.95%), posfor (0.35-0.52%, kalium (1.00-1.20%), dan C/N sebesar 32.98%, memenuhi syarat kualitas produk pupuk kompos. Kesimpulan: anggota kelompok capir sudah sangat terampil membuat dan menggunakan pupuk kompos sebagai pupuk organic, sangat bermanfaat, bahan bakunya banyak tersedia di lingkungan, dan produksi pupuk kompos memenuhi syarat kualitas pupuk kompos.
Pelatihan Lesson Study Berorientasi Profil Pelajar Pancasila Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Tinggi Bagi Guru SMAN 10 Makassar Tawil, Muh; Tampa, Alimuddin
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 11 (2024): February
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10637899

Abstract

Permasalahan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah karena proses dan produk pembelajaran kurang berkualitas, sehingga outcome-nya rendah. Tujuan Kegiatan ini  untuk meningkatkan kualitas proses, hasil pembelajaran, keterampilan berpikir tingkat tinggi khsusunya kegiatan lesson study berorientasi profil pelajar pancasila (LS-P3) berbasis kurikulum merdeka guru fisika di SMAN 10 Makassar. Solusi/metode pelaksanaan ini terdiri dari 1) persiapan pelaksaanaan LS-P3; 2) pelaksanaan dan observasi; 3) refleksi; 4) dan monitoring dan evaluasi. Hasil dan dampak pelaksanaan LS-P3: 1) 100% peserta menyatakan sangat bermanfaat; 2). 100% banyak memberi keterampilan; 3) 100% sangat banyak tersedia bahan LS-P3, 4) 70% sangat mengatasi kekurangan LS-P3, 20% kurang mengatasi dan 10% banyak mengatasi; 5) 14 % sangat membantu proses belajar mengajar fisika, dan 86% dapat membantu. Luaran kegiatan menghasilkan produk perangkat LS-P3 yang berkualitas. Kesimpulan: Peserta PKM sudah sangat terampil dalam hal:1) mengidentifikasi; mendisain; membuat LS-P3; 2). menggunakan LS-P3; 3) LS-P3 dapat mengatasi ketersedian di sekolah dan dapat membantu guru dalam proses belajar mengajar. LS-P3 efektif dalam meningkatkan proses dan produk pembelajaran dan keterampilan berpikir tinggi siswa sebesar 95% termasuk kategori tinggi.
Pelatihan Aplikasi ZOTERO dalam Upaya Optimalisasi Penulisan Referensi pada Karya Tulis Ilmiah bagi Guru-Guru di Kabupaten Takalar Mas'ud, Syamsuddin; Ihsan, Hisyam; Tampa, Alimuddin; Sukarna; Ashari, Nur Wahidin
LOSARI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : LOSARI DIGITAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53860/losari.v5i2.167

Abstract

This service is conducted in Takalar Regency, South Sulawesi Province. It is motivated by several issues faced by our partners, including the limited knowledge of teachers in utilizing Zotero through Microsoft Word for automatic reference citations, the relatively low awareness of the basic applications for referencing among teachers, and the need for teachers to prepare themselves in creating automated references. Therefore, the objective of this activity is to address these partner-related issues. The methods employed include outreach and teaching, discussions, and collaborative training between the implementers and the partners. The training participants are middle school math teachers from Takalar Regency, members of the Mathematics Subject Teachers' Meeting organization (MGMP Matematika SMP). Through this activity, it is expected that teachers' knowledge in utilizing the Zotero application will increase, raising awareness and understanding among teachers about the importance of flexible and automatic reference application usage, enhancing teachers' insight, abilities, and skills in utilizing Microsoft Word to be more informative and innovative.