Ma’ruf Tafsin
program Studi Peternakan Fakultas pertanian Universitas Sumatera Utara, Indonesia

Published : 18 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

ANALISIS BAKTERI Salmonella sp. PADA DAGING AYAM POTONG YANG DIPASARKAN PADA PASAR TRADISIONAL DAN PASAR MODERN DI KOTA MEDAN: Analysis of Bacteria Salmonella sp. on Broiler Meat in Traditional and Modern Market in Medan Variam Fas Sabion Bakara; Ma’ruf Tafsin; Hasnudi
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 1 (2014): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.342 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v3i1.2746

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya cemaran bakteri Salmonella sp. dan total mikrobapada daging ayam potong yang dipasarkan pada pasar tradisional dan pasar modern di kota Medan. Penelitianini menggunakan metode survei dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 60 sampel(30 dari pasar tradisional dan 30 dari pasar modern). Penelitian ini dilaksanakan di 5 pasar tradisional(Pusat pasar Medan, pasar Sukaramai, pasar Sei Sikambing, pasar Simpang Limun dan pasar Pringgan) dan5 pasar modern (Carefour, Hypermart, Giant, Lotte mart dan Brastagi supermarket) yang terdapat di kota Medandan dilanjutkan dengan pengujian di Laboratorium Balai Penguji Penyidik Penyakit Veteriner Regional WilayahI Medan. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata total mikroba pada sampel yang berasal dari pasar tradisionalsebesar 6,98 log CFU/g dan yang berasal dari pasar modern sebesar 5,77 log CFU/g. Tingkat cemaran bakteriSalmonella sp. yang berasal dari pasar tradisional adalah 0 dari 30 sampel sedangkan yang berasal dari pasarmodern adalah 2 dari 30 sampel. Kesimpulan dari penelitian ini adalah rata-rata total mikroba pada sampel yangberasal dari pasar tradisional lebih tinggi dibandingkan pasar modern sedangkan untuk tingkat cemaran bakteriSalmonella sp. pada pasar tradisional adalah 0% dan pada pasar modern adalah 6,7%.
PENGENDALIAN E. coli DENGAN BAKTERI ASAM LAKTAT (BAL) TERENKAPSULASI TERHADAP PENAMPILAN AYAM BROILER: Control E. coli with Lactic Acid Bacteria (LAB) Appearance on Encapsulated Broiler Chickens Nurul Hasanah Silalahi; Ma’ruf Tafsin; Nevy Diana Hanafi
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.491 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v3i2.2759

Abstract

Pengendalian E. coli dengan bakteri asam laktat (BAL) terenkapsulasi akan meningkatkan penampilanpada ayam broiler. Penelitian bertujuan untuk melihat pengaruh pengendalian E. coli dengan bakteri asam laktat(BAL) terenkapsulasi terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan (PBB) ayam broiler, konversi pakan,dan indeks performans ayam broiler. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biologi Ternak Jl. Dr. AhmadSofyan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara pada bulan Oktober 2014 - November 2014. Rancanganyang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan.Penelitian ini menggunakan 100 ekor ayam broiler dengan bobot awal rata-rata 37,749 g ± 1,125. Perlakuanterdiri atas P0A = (kontrol), P0B = (kontrol + infeksi E.coli 1 x 105 CFU), P1 = (infeksi + bakteri asam laktat(BAL) tanpa enkapsulasi), P2 = (infeksi + bakteri asam laktat (BAL) terenkapsulasi). Hasil penelitianmenunjukan rataan konsumsi secara berturut-turut P0A, P0B, P1 dan P2 yaitu 585,61, 575,17, 561,19 dan569,19 (g/ekor/minggu). Pertambahan bobot badan (PBB) secara berturut-turut 364,01, 357,90, 361,74 dan378,90. Konversi ransum secara berturut-turut 1,61, 1,62, 1,55 dan 1,50. Indeks performans secara berturut-turut318,80, 313,12, 332,78 dan 360,53. Hasil analisa keragaman menunjukan bahwa pengendalian E. coli denganbakteri asam laktat (BAL) terenkapsulasi memberikan pengaruh tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadapkonsumsi pakan, namun memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap peningkatanpertambahan bobot badan (PBB) ayam broiler, indeks performans ayam broiler, serta konversi pakan.Kesimpulan dari penelitian ini penampilan ayam broiler terlihat ketika dilakukan uji tantang (pemberian infeksiE. coli).
EFEKTIVITAS CACING TANAH (Lumbricus rubellus) SEBAGAI PENGENDALIAN Salmonella sp. PADA AYAM BROILER: Effectiveness of Earthworm (Lumbricus rubellus) to Control of Salmonella sp. On Chicken Broiler Suprayoga1, Suprayoga; Ma’ruf Tafsin; Tri Hesti Wahyuni
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.292 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v3i2.2760

Abstract

Pengendalian penyakit salmonellosis mengunakan antibiotik dapat meninggalkan residu sehinggapengunaan antibiotik yang terus menerus dan tidak efisien dapat menyebabkan mikroba resisten. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui tingkat pengendalian Salmonella sp dengan olahan cacing tanah dalam bentukekstrak, tepung dan bubur cacing tanah. Tahapan yang digunakan dalam penelitian adalah: Tahap Imengimbuhkan cacing tanah kedalam media agar, Tahap II uji sensitifitas Salmonella sp. Tahap III uji tantangpada 20 ekor ayam broiler, penelitian ini mengunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan lima perlakuanyaitu kontrol (P0), antibiotik komersil (P1), ekstrak (P2), tepung (P3) dan bubur (P4). Hasil penelitian padatahap I menunjukan bahwa pertumbuhan koloni Salmonella sp dapat diturunkan dengan olahan cacing tanah.Tahap II memiliki hasil penelitian Salmonella sp mempunyai tingkat sensitifitas yang tinggi terhadap olahancacing tanah. Tahap III uji tantang pada ayam broiler bahwa olahan cacing tanah dapat mengendalikanpertumbuhan Salmonella sp secara signifikan, dari hasil penelitian dapat disimpulan bahwa Salmonella sp dapatdikendalikan dengan olahan cacing tanah dan ekstrak cacing tanah merupakan olahan terbaik.Kata kunci:Cacing Tanah, Salmonella Sp, Ayam Broiler, Pengendalian
KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK RANSUM YANG MENGANDUNG KULIT BUAH KAKAO DAN KULIT BUAH PISANG DIFERMENTASI BERBAGAI BIOAKTIVATOR PADA KAMBING KACANG JANTAN: Dry Matter and Organic Matter Digestibility of Diet Containing Cacao Pod and Banana Peel Fermented by Various Bioactivator on Male Kacang Goat Antonius Hutabarat; Ma’ruf Tafsin; Armyn Hakim Daulay
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 3 (2015): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.324 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v3i3.2763

Abstract

Pemanfaatan kulit buah kakao dan kulit buah pisang perlu dimaksimalkan dengan melakukanfermentasi. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Biologi Ternak Program Studi Peternakan, FakultasPertanian, Universitas Sumatera Utara selama 4 bulan, dimulai bulan Agustus 2014-Desember 2014. Penelitianini menggunakan 20 ekor kambing kacang jantan dengan bobot awal 10,47±0,28 kg dan rancangan yangdigunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yangdigunakan dalam penelitian ini adalah P0 sebagai kontrol (tanpa fermentasi), P1= fermentasi MOL, P2=fermentasi isolat bakteri rumen kerbau, P3= fermentasi starbio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataankecernaan bahan kering 70,74 %. P0: 70,59% ; P1: 70,11%; P2: 69,95%; dan P3: 72,31%. Rataan kecernaanbahan organik 79,61% dengan P0: 79,62% ; P1: 79,28% ; P2: 78,88% dan P3: 80,65%. Kecernaan bahan keringdan bahan organik (BK dan BO) menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata (P>0,05). Kesimpulan hasilpenelitian ini adalah pemanfaatan kulit buah kakao dan kulit buah pisang dengan fermentasi tidak dapatmeningkatkan kecernaan bahan kering dan bahan organik kambing kacang jantan.
PENGGUNAAN PROBIOTIK LOKAL TERHADAP KECERNAAN SERAT KASAR DAN PROTEIN KASAR TONGKOL JAGUNG INVITRO: Utilization of Local Probiotics on Crude Fiber and Crude Proteins Digestibility of Corn Cobs in Vitro Nevy Diana Hanafi; Ma’ruf Tafsin; Wulandari
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 3 (2015): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.346 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v3i3.2769

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan probiotik lokal dalam meningkatkan kecernaanserat kasar dan kecernaan protein kasar tongkol jagung in vitro. Rancangan yang digunakan dalam penelitian iniadalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari R0=Tongkoljagung tanpa perlakuan (kontrol); R1=Tongkol jagung dengan penambahan Aspergillus niger danSaccharomyces cerevisiae; R2=R1 + isolat bakteri rumen kerbau; R3=R1 + isolat bakteri rumen domba adaptif.Hasil penelitian menunjukkan rataan kecernaan serat kasar (%) pada perlakuan R0, R1, R2, R3 berturut-turut =60.29; 68.56; 76.76; dan R3 76.38, sedangkan kecernaan protein kasar (%) 56.12; 62.60; 71.66; dan 73.26. Hasilanalisis ragam menunjukkan bahwa fermentasi dengan probiotik local nyata (P <0.05) meningkatkan kecernaanserat kasar dan kecernaan protein kasar in vitro. Penggunaan probiotik lokal (R1, R2, R3) menunjukkan hasilyang lebih tinggi dibanding R0, sedangkan R2 dan R3 menunjukkan hasil terbaik dibandingkan denganperlakuan lainnya. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan penggunaan probiotik lokal seperti Aspergillus nigerdan Saccharomicess cerevisiae ditambah isolat bakteri rumen kebau/domba menunjukan kecernaan yang palingtinggi dibandingkan perlakuan lainnya.
PENGARUH PENAMBAHAN ENDOPOWER β® PADA RANSUM YANG MENGANDUNG BUNGKIL INTI SAWIT TERHADAP KARKAS DAN ORGAN DALAM AYAM BROILER: Effect of The Addition Endopower β® in Diet Containing Palm Kernel Cake on Carcas and Visceral Organs Weight in Broiler Chickens Hasudungan Silitonga; Ma’ruf Tafsin; Usman Budi
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 3 (2015): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.85 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v3i3.2770

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bungkil inti sawit yang disuplementasiEndopowerβ® dalam ransum terhadap karkas dan organ dalam ayam broiler. Penelitian ini dilaksanakan diLaboratorium Biologi Ternak Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.Penelitian dilaksanakan selama 35 hari dimulai dari Oktober-November 2013.Rancangan yang digunakan dalampenelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan setiap ulangan terdiriatas 8 ekor broiler. Perlakuan ini terdiri atas R0a (Ransum Komersil 100%); R0b (Ransum Komersil 80% dan20% Bungkil Inti Sawit dengan penambahan level Endopower β® 0%) R0b; (0,02%) R1; (0,04%)R2;(0,06%)R3. Hasil penelitian dengan penambahan endopower β® meningkatkan bobot potong, bobot karkas danpersentase karkas sangat nyata (P>0,01). Level 0,06% endopower β® memperlihatkan hasil yang paling tinggiterhadap bobot potong, bobot karkas dan persentase karkas. Kesimpulan dari penelitian ini pemberianendopower β® memperbaiki bobot potong, bobot karkas, persentase karkas dan menurunkan bobot organ dalam.
SUPLEMENTASI CHITOSAN DERIVAT KARAPAS UDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KADAR TOTAL KOLESTEROL DARAH PADA ITIK LOKAL: Supplementation of Chitosan as the Shrimp Shell Derivatives In rations on Growth and Blood Total Cholesterol Levels in Local Duck Pretti Sitompul; Ma’ruf Tafsin; Sayed Umar
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 4 No. 2 (2106): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.938 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v4i2.2796

Abstract

Kadar total kolesterol yang tinggi menjadi faktor pembatas yang menyebabkan konsumsisecara bebas terhadap daging maupun telur itik dihindari oleh masyarakat. Untuk itu telah dilakukansuatu penelitian pada Mei _ September 2015 untuk mengamati suplementasi chitosan derivat karapasudang di dalam ransum terhadap pertumbuhan dan kadar total kolesterol darah pada itik lokalmenggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Keempat perlakuan terdiriatas T0 = ransum basal tanpa suplementasi; T1 = ransum basal + 9,05% tepung karapas udang; T2 =ransum basal + 1,5% chitosan derivat karapas udang; T3 = ransum basal + 1,5% chitosan BiotechSurindo. Peubah yang diteliti terdiri atas konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversiransum dan kadar total kolesterol darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi tepungkarapas udang, chitosan derivat karapas udang maupun chitosan komersial di dalam ransum dapatmenurunkan kadar total kolesterol darah dan performans itik (P<0.05). Total kolesterol darah (mg/dL)pada perlakuan T1; T2: T3; T4 adalah 252,4; 224; 153; 185,4. Sedangkan rata-rata pertambahan bobotbadan menurun 6,55%; 22,18%; dan 14,02% dibandingkan terhadap perlakuan kontrol. Hasil terbaikdiperoleh pada suplementasi 1,5% chitosan derivat karapas udang.
PENAMBAHAN ENZIM FITASE DALAM PAKAN KONVENSIONAL TERHADAP PERFORMANS, PEMANFAATAN FOSFOR DAN INCOME OVER FEED COST (IOFC) AYAM BROILER: The Effect Of Phytase Enzyme In Conventional Diet On Body Weight Gain Of Chicken, Phosphorus Utilization And Income Over Feed Cost Of Broiler Chickens Idaman K. Manik; Ma’ruf Tafsin; Tri Hesti Wahyuni
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 4 No. 3 (2106): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.163 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v4i3.2808

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Biologi, pada bulan November-Desember 2015.Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan yang diberikandengan dosis fitase (FTU). Dalam penelitian ini terdiri dari 0 FTU/kg ransum (P0), 500 FTU/kgransum (P1), 1000 FTU/kg ransum (P2), 1500 FTU/kg ransum (P3) dan 2000 FTU/kg ransum (P4).Parameter yang diteliti adalah konsumsi ransum, pertambahan bobot badan harian, FeedConvertion Ratio (FCR) dan pemanfaatan fosfor, keseragaman PBB dan Income over feed cost(IOFC).Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan enzim fitase sampai level 2000 FTU/kgdalam ransum tidak memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap konsumsiransum, pertambahan bobot badan dan FCR. Tetapi memberikan pengaruh yang sangat nyata(P<0,01) terhadap pemanfaatan fosfor didalam pakan konvensional dan keseragaman pertambahanbobot badan dan Icome Over Feed Cost (IOFC) ayam broiler. Kesimpulan dari penelitian iniadalah penambahan enzim fitase sampai level 1000 FTU/kg dalam ransum mempengaruhipeningkatkan pemanfaatan fosfor dalam pakan konvensional dan meningkatkan keseragamanpertambahan bobot badan ayam broiler.