Moch. Didik Nugraha
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Published : 25 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Hubungan dukungan keluarga dengan tingkat distres pada lansia penderita diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Kuningan Tahun 2023 Nugraha, Moch. Didik; Ramdhani, Yunita Nur; Utami, Mega
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 4 No 1 (2023): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jnpe.v4i1.936

Abstract

Latar belakang: Hal yang dapatt menyebabkan DM menjadi masalah kesehatan fisik dan psikologis sehingga  membutuhkan dukungan dari keluarga. Tujuan penelitian mengidentifikasi hubungan dukungan keluarga dengan tingkat distres pada lansia penderita diabetes melitus tipe 2 Desa Ancaran di wilayah kerja Puskesmas Kuningan tahun 2023.Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif bersifat analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia penderita diabetes melitus tipe 2 dengan jumlah sampel 30 responden menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan uji statistik menggunakan Rank Spearman.Hasil: Analisis univariat diperoleh variabel dukungan keluarga sebagian besar memiliki dukungan keluarga baik sebanyak 17 orang (56,7%), variabel tingkat distres sebagian besar mengalami distres sedang sebanyak 15 orang (50,0%), Hasil uji Rank Spearman menunjukan ada hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat distres dengan nilai (ρ value = 0,000 dan r = 0,772).Kesimpulan: Terdapat hubungan dukungan keluarga dengan tingkat pada lansia penderita diabetes melitus tipe 2 Desa Ancaran. Diharapkan keluarga dapat memberikan dukungan yang baik pada anggota keluarganya yang menderita penyakit kronis seperti diabetes melitus.
Hubungan antara faktor demografi dengan stres akademik pada mahasiswa baru program studi keperawatan Wulan, Nur; Nugraha, Moch. Didik
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 4 No 2 (2024): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jnpe.v4i2.1101

Abstract

Latar Belakang: Stres akademik rentan dialami oleh mahasiswa, tanpa terkecuali mahasiswa baru. Hasil literatur menunjukkan stres pada mahasiswa baru mencapai 45,8% - 71,6%. Penyesuaian diri terhadap lingkungan baru dianggap menjadi salah satu predisposisi stres yang dialami mahasiswa baru.Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 60 responden dengan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Analisis Bivariat menggunakan uji korelasi Rank Spearman.Hasil: Penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara jenis kelamin, tempat tinggal dengan stres akademik pada mahasiswa baru S1 Keperawatan  (p=0,001, p=0,000) namun tidak terdapat hubungan dengan latar belakang pendidikan (p=0,506).Kesimpulan: Faktor demografi sepeti jenis kelamin dan tempat tinggal memiliki hubungan yang signifikan dengan stres akademik pada mahasiswa baru S1 Keperawatan, namun asal jurusan pendidikan sebelumnya tidak memiliki hubungan. Suport system antar mahsiswa baru diperlukan guna mengurangi rasa stres yang dialami.
Hubungan antara jenis kelamin dengan self harm pada remaja generasi z di sekolah menengah atas Wulan, Nur; Nugraha, Moch. Didik
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 5 No 1 (2024): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jnpe.v5i1.1450

Abstract

Latar Belakang: Generasi Z cenderung menghadapi tekanan sosial dan psikologis yang lebih besar dibandingkan generasi sebelumnya. Studi menunjukkan prevalensi self-harm Gen Z yang lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara jenis kelamin  dengan kejadian self harm pada remaja generasi Z di SMA X Kabupaten Kuningan.Metode: Penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 81 orang mengunakan teknik random sampling. Kuesioner penelitian ini menggunakan Delibrate Self harm Inventory (DSHI). Analisis data menggunakan chi square.Hasil: Seluruh remaja, baik laki-laki maupun perempuan, pernah melakukan self-harm. Pada remaja laki-laki, mayoritas (74,1%) melakukan self harm dengan kategori rendah, sedangkan pada remaja perempuan, mayoritas (51,9%) melakukan self-harm dengan kategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa jenis kelamin memengaruhi tingkat keparahan self harm, dengan perempuan lebih cenderung mengalami self-harm yang lebih serius. Temuan ini diperkuat oleh hasil analisis yang menunjukkan hubungan signifikan antara jenis kelamin dan kejadian self harm (p=0,026).Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara jenis kelamin dan kejadian self harm.
Penerapan senam aerobic low impact terhadap nilai ankle brachial index pada penderita diabetes melitus tipe 2 Moonti, Mutia Agustiani; Malihah, Lulu; Puspanegara, Aditiya; Heryanto, Merissa Laora; Nugraha, Moch. Didik
Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan Vol. 4 No. 02 (2025): Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jppk.v4i02.1434

Abstract

Latar Belakang: Indonesia menempati urutan kelima dunia dalam jumlah kasus diabetes, dengan 19,47 juta penderita tercatat pada tahun 2021. Salah satu jenis olahraga yang sangat bermanfaat untuk pasien diabetes adalah senam aerobic low impact. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini yaitu untuk mensosialisasikan dan mendemonstrasikan penerapan senam aerobic low impact terhadap nilai ankle brachial index pada penderita diabetes melitus tipe 2.Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan selama 7 hari menggunakan metode ceramah, pretest dan posttest untuk evaluasi pengetahuan, serta demonstrasi langsung kepada peserta dewasa.Hasil: Hasil pretest sebagian besar pengetahuan peserta kurang yaitu sebesar 40%, sedangkan pada hasil posttest Sebagian besar peserta pengetahuannya baik 70%. Nilai rata-rata ankle brachial index sebelum diberikan 0,790 dengan standar deviasi 0,1287, nilai minimum 5 dan maximum 9 sedangkan nilai rata-rata pada nilai ankle brachial index sesudah diberikan 0,850 dengan  standar  deviasi  0,0972, nilai minimum 6 dan maximum 9.Kesimpulan: Terdapat perbedaan rerata nilai ankle brachial index sebelum dan sesudah intervensi senam aerobic low impact,  yang terbukti efektif dan mudah dilakukan sebagai upaya pencegahan komplikasi perifer pada diabete melitus tipe 2.
Hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada lansia penderita diabetes melitus tipe 2 Nugraha, Moch. Didik; Wulan, Nur; Yunita, Yunita
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v5i2.1667

Abstract

Latar Belakang: Lansia dengan Diabetes Mellitus tipe 2 menghadapi tantangan kompleks, mulai dari pengelolaan penyakit yang berkelanjutan hingga dampaknya terhadap kualitas hidup secara keseluruhan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada lansia penderita diabetes melitus tipe 2.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analisis korelasional dan desain cross-sectional. Populasi yang diteliti adalah lansia yang menderita diabetes melitus tipe 2, dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden yang diambil secara total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis dengan uji statistik Rank Spearman. Hasil: Hasil uji Rank Spearman mengindikasikan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan kualitas hidup, dengan nilai ρ sebesar 0,000 dan koefisien korelasi (r) sebesar 0,935.Kesimpulan: Ada hubungan dukungan keluarga dengan tingkat distres dan kualitas hidup pada lansia penderita diabetes melitus tipe 2. Diharapkan keluarga dapat memberikan dukungan yang maksimal pada lansia diabetes agar dapat meningkatkan kualitas hidupnya.