Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PELAYANAN REHABILITASI SOSIAL ANAK KORBAN TRAFFICKING PADA BALAI REHABILITASI SOSIAL SUNU NGESTI TOMO JEPARA Falaq, Yusuf; Rachman, Maman; Suyahmo, Suyahmo
JESS (Journal of Educational Social Studies) Vol 5 No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jess.v5i1.13094

Abstract

Tesis ini membahas realisasi kewajiban dan tanggung jawab pemerintah dalam perlindungan anak, termasuk pada anak korban trafficking dalam kerangka Balai Rehabilitasi Sosial. Tujuan dalam penelitian tesis ini adalah: 1) menganalisis program pelayanan rehabilitasi sosial korban trafficking; 2) menganalisis bentuk, konsep dan kepuasan pelayanan rehabilitasi sosial korban trafficking; dan 3) menganalisis perilaku anak korban trafficking dalam pelayanan rehabilitasi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan sumber data utama yaitu informan (anak korban trafficking dan pekerja sosial), dokumen yang relevan serta peristiwa dari hasil pengamatan observasi. Teknik pengumpulan data melalui metode wawancara dengan pedoman wawancara, metode observasi dengan lembar observasi dan metode dokumentasi dengan pemeriksaan terhadap beberapa dokumen dari Dinas Sosial maupun Balai Rehabilitasi. Pemeriksaan Keabsahan data dengan metode trianggulasi sumber data, alat pengambilan data, dan sumber teoretis. Teknik analisis data menggunakan versi Miles (pengumpulan data, reduksi data, sajian data dan verifikasi data). Analisis data berfokus program, bentuk, konsep, dan kepuasan pelayanan rehabilitasi sosial korban traffickingdan dihubungkan dengan sudut pandang teori interaksi simbolik Mead dan Blummer dan teori konstruksi sosial Berger. Hasil penelitian: 1) pelaksanaan program pelayanan rehabilitasi sosial meliputi tahapan pendekatan, assessment, rencana pelayanan, dan pelaksanaan pelayanan dalam bentuk yang berbeda-beda tergantung pada kronologis kasus awal klien dan peran pekerja sosial dalam pelaksanaan lebih kepada peran pendamping; 2) bentuk dan konsep pelayanan diwujudkan dalam bentuk bimbingan fisik dan kesehatan melalui olahraga, medical checkup berkala, bimbingan mental dan ceramah, bimbingan sosial melalui terapi kelompok dan bimbingan keterampilan; 3) perilaku korban dalam sudut pandang teori interaksi simbolik nampak dalam perubahan perilaku korban diwujudkan dalam bentuk interaksi sosial yang baik, juga telah terdapat reflektivitas dengan terwujudnya kepercayaan diri dan kepercayaan pada orang lain dalam diri klienserta dalam sudut pandang teori konstruksi sosial berarti pelayanan rehabilitasi sosial yang dilakukan telah dapat terinternalisasi dengan baik pada diri klien.
TEORI PEMBELAJARAN TRANSFORMATIF PADA PENDIDIKAN IPS Falaq, Yusuf; Putri, Noviani Achmad; Sholeh, Muh.; Utomo, Cahyo Budi
Harmony: Jurnal Pembelajaran IPS dan PKN Vol 7 No 2 (2022): Volume 7 Nomor 2 November 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmony.v7i2.61711

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis penelitian kajian pustaka, yang merupakan jenis penelitian yang mengunakan pengumpulan data melalui observasi dan kajian literasi. Teori Pembelajaran Transformatif pemaknaan dan lingkup pada pembelajaran IPS di sekolah. Teori pembelajaran ini menyebutkan secara praktikal, artinya kesatuan proses, cara, dan tindakan buat menghasilkan seseorang belajar. Di era pandemi ini dituntut pembelajaran wajib terus berlangsung, maka banyak sekali upaya dilakukan oleh semua kelembagaan pendidikan. Salah satunya dikenalkan contoh pembelajaran yang paling efektif buat menjawab problem ini yaitu contoh pembelajaran hybrid learning. Hybrid learning artinya metode pembelajaran kombinasi antara pembelajaran tatap muka menggunakan pembelajaran dalam jaringan. Hal ini ialah upaya dari pemerintah buat menyesuaikan serta menyiapkan diri buat hidup berdampingan dengan pandemi. diperlukan strategis dan model yang sudah direcanakan bisa berjalan baik dalam proses pembelajaran IPS di sekolah.
Makna dan Nilai Kultural Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus dalam Perspektif Interalsionalisme Simbolik Rizqi, Syarif Hidayatur; Ikhsani, Habibullah; Falaq, Yusuf
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 3 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v7i3.11908

Abstract

Indonesia adalah negara multikultural yang terdiri dari banyak suku, adat istiadat, dan masyarakat. Oleh karena itu di Indonesia pastinya akan banyak sekali kebudayaan-kebudayaan yang terbentuk dari pemikiran masyarakat disetiap daerah yang berbeda-beda. Salah satu daerah yang tradisi tradisionalnya masih sangat kental adalah kota Kudus di provinsi Jawa Tengah. Salah satu tradisi yang masih eksis hingga saat ini adalah tradisi pembukaan upacara Sunan Kudus Luwur. Tradisi pembukaan makam luwur Sunan Kudus ini dilakukan setahun sekali, yaitu pada tanggal 1 hingga tanggal 10 Suro menurut penanggalan Islam. Tradisi pembukaan luwur Sunan Kudus merupakanupacara adat penggantian kain luwur pada makam Sunan Kudus yang telah dipasang setahun yang lalu. Upacara ini bertujuan untuk menghormati kontribusi Sunan Kudus dalam menyebarkan agama Islam. Penelitian ini menggunakan studi kasus observasional dan ada pula yang menggunakan referensi dari jurnal dengan topik terkait. Pembukaan upacara Luwur merupakan cerminan sikap dan pola hidup masyarakat Kabupaten Kudus. Upacara pembukaan Luwur mengambil bentuk simbolis yang mempunyai nilai isi yang mendalam dan dapat dipahami sebagai ungkapan kebenaran bahwa kita sebagai manusia adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Tuhan.
Persepsi Siswi terhadap Nilai Sosial Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus Kelas Vlll B di SMP NU Putri Nawa Kartika Kudus Chasanah, Nur; Falaq, Yusuf
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 3 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v7i3.12054

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Memberikan penjelasan tentang persepsi siswi kelas VIII B Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus dan bagaimana itu menanamkan nilai sosial di antara siswa SMP NU Putri Nawa Kartika Kudus; 2) Menjelaskan bagaimana Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus terhadap nilai sosial di antara siswi SMP NU Putri Nawa Kartika Kudus; dan 3) Menemukan dan menganalisis kendala dan solusi untuk pemanfaatan Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus. Penelitian lapangan digunakan. Peneliti datang langsung ke satu lokasi, yaitu SMP NU Putri Nawa Kartika Kudus. Studi ini menggunakan metodologi kualitatif. Subjek penelitiannya yaitu Guru IPS, Peserta didik kelas VIII SMP NU Putri Nawa Kartika Kudus. Hasil penelitian: pertama Persepektif Masyarakat Terhadap Nilai Sosial Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus di SMP NU Putri Nawa Kartika Kudus dapat menyebarkan, membangun, dan memperkuat nilai sosial seperti peduli sosial, religius, toleransi dan gotong royong. Kedua, mengingat relevan tradisi Buka Luwur Sunan Kudus dengan pembelajaran IPS, maka diharapkan guru dapat memanfaatkan lingkungan sekitar untuk menjelaskan berbagai pembelajaran di luar kelas sehingga siswa dapat lebih memahami tradisi Kudus dan mempunyai nilai-nilai sosial yang berbeda.
Persepsi Masyarakat Terhadap Tradisi Prasah di Desa Sidigede Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara Defiana, Naily Avida; Falaq, Yusuf
Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jabi.v6i1.69459

Abstract

Tradisi Prasah di Desa Sidigede Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara merupakan salah satu tradisi yang masih dilakukan hingga saat ini. Tradisi Prasah adalah tradisi memberikan seekor kerbau sebagai seserahan atau maskawin dari mempelai pria kepada isterinya. Banyak masyarakat di luar Desa Sidigede yang masih asing dengan tradisi ini sehingga peneliti tertarik untuk menyebarkan Tradisi Prasah kepada masyarakat lain dan ingin mengetahui lebih dalam bagaimana persepsi masyarakat setempat pada tradisi tersebut. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif untuk mendeskripsikan persepsi masyarakat terhadap Tradisi Prasah dan nilai-nilai luhurnya. Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan, yaitu di Desa Sidigede. Instrumen penelitian menggunakan human interest (peneliti sendiri). Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil analisis data yang telah dilakukan menunjukkan bahwa warga setempat mendukung Tradisi Prasah dikarenakan di dalamnya terkandung nilai-nilai luhur, yakni nilai religi, nilai sosial, dan nilai solidaritas.
Pelestarian Tradisi Djenggolo: Studi Kasus Desa Wisata Janggalan Kabupaten Kudus Chusni, Amul; Falaq, Yusuf
Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jabi.v6i1.71396

Abstract

Tradisi merupakan kebiasaan yang telah diwariskan dari satu generasi ke generasi dan terus dilestarikan dalam suatu masyarakat. Di Kota Kudus, warisan budaya yang kaya seperti tradisi Djenggolo masih hidup hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tradisi "Djenggolo" di Desa Wisata Janggalan, menganalisis proses dan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi tersebut, serta menjelaskan bagaimana tradisi ini dilestarikan di Desa Wisata Janggalan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian ini adalah masyarakat di Desa Wisata Janggalan, dengan objek penelitian berfokus pada desa tersebut. Data dikumpulkan melalui observasi, studi literatur, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi "Djenggolo" di Desa Wisata Janggalan merupakan warisan yang diturunkan dari generasi ke generasi, mencakup berbagai nilai budaya seperti nilai religius, budaya, sakral, gotong-royong, ekonomi, karakter, dan kreativitas. Pelestarian tradisi ini masih berlangsung hingga saat ini dan merupakan tantangan bagi masyarakat Janggalan untuk menjaga warisan budaya ini agar tidak punah.
PERSEPEKTIF MASYARAKAT, TERHADAP NILAI KARAKTER RELIGIUS TRADISI NGEMBLOK (STUDI KASUS DESA MENORO KABUPATEN REMBANG) Afifah, Dina; Falaq, Yusuf
Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia) Vol 8, No 3 (2023): VOLUME 8 NUMBER 3 SEPTEMBER 2023
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpipsi.v8i3.4817

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai karakter Religius tradisi Ngemblok, studi kasus desa menoro Kabupaten Rembang. Penelitian yang dilakukan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif Pendalaman empiris, teknik yang di gunakan untuk pengumpulan data instrument di dapatkan dalam proses wawancara, data lapangan, dokumentasi pribadi gambar, foto, Teknik Analisis data penelitian kualitatif yang di gunakan reduksi data dan verifikasi atau penyajian dan simpulan data.  pengumpulan data dan di olah keabsahaanya di bagi menjadi tiga triagulasi teknik, triagulasi waktu dan triagulasi sumber. Hasil penelitian adalah Nilai karakter Religius tradisi ngemblok pertama Bersyukur hanya kepada Allah yang di dalamnya masyarakat ber Do’a hanya kepada Allah. Kedua, cinta damai apabila ada yang dapat ngemblok seserahan di bagikan tetangga dan kerabat terdekat sehingga menjalin silaturahmi dan kerukunan. Ketiga, bentuk harapan dan keinginan terhindar dari perbuatan zina. Keempat bentuk upaya melestarikan leluhur penuh arti yang di dalamnya banyak nilai kearifan lokal. Kelima bentuk ucapan suka cita keluarga mempelai perempuan bisa menikahkan anaknya dengan proses dalam islam. 
Tradisi Angon Putu di Era Keluarga Berencana Desa Mijen Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus Faizah, Kholis Nor; Irnayati, Lilik; Rosyidah, Fathimah; Falaq, Yusuf
Jurnal Metaedukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 5, No 2 (2023): Metaedukasi
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/metaedukasi.v5i2.9292

Abstract

Tradisi adalah pola perilaku, kebiasaan yang berkembang di masyarakat mengenai nilai, norma, hukum dan aturan yang berasal dari masa lalu dan dilakukan berulang-ulang secara turun-temurun sehingga menjadi warisan yang dilestarikan, dilaksanakan dan dipercaya hingga sekarang. Salah satu tradisi di Jawa Tengah adalah Tradisi Angon Putu. Tujuan penulis adalah menelaah lebih lanjut bagaimana pelaksanaan Tradisi Angon Putu sebelum tradisi ini hilang. Masyarakat Jawa Tengah memiliki kekayaan serta keunikan dalam seni, budaya, adat istiadat yang begitu lekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga dijadikan pedoman hidup secara turun temurun yang dipercaya memiliki nilai-nilai tersendiri. Salah satu Tradisi asli dari Jawa Tengah adalah Tradisi Angon Putu. Tradisi "Angon Putu" berasal dari kata "Angon" yang artinya menggembala, sedangkan "Putu" artinya cucu. Tradisi ini akan di ikuti oleh semua anak, cucu, dan cicit. Biasanya tradisi ini dilakukan jika cucu sudah mencapai sekitar 25 orang Tujuan penulis melakukan penelitian ini adalah 1) menggali informasi tentang Tradisi Angon Putu di Desa Mijen, 2) mengetahui tata cara pelaksanaan Tradisi Angon Putu di Desa Mijen, 4) mengetahui tujuan pelaksanaan Tradisi Angon Putu. 4) Serta meninjau kembali program KB yang ada di desa Mijen. Penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sumber data sekunder. Hasil penelitian ini: 1) Tradisi ini dilakukan saat kakek nenek memiliki 25 cucu, 2) Angon Putu dilaksanakan karena rasa syukur dikaruniai banyak cucu, dan diberi umur panjang. Simpulannya, angon putu dilakukan atas dasar rasa syukur atas rejeki yang didapatkan yakni cucu yang banyak, dan tradisi ini sudah jarang ditemukan.
The Value of Traditional Social Education "Bukak Luwur Sunan Kudus" Falaq, Yusuf
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol 14 No 2 (2022): Qalamuna - Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/qalamuna.v14i2.1954

Abstract

This study examines the value of traditional social education "Bukak Luwur Sunan Kudus". In particular, this research is aimed at uncovering the meaning of the tradition of “Bukak Luwur Sunan Kudus”; the peculiarities of the tradition of “Bukak Luwur Sunan Kudus”; and the value of social education contained in the "Bukak Luwur Sunan Kudus" tradition. The qualitative approach was chosen as a way to reveal the tradition of “Bukak Luwur Sunan Kudus”. As for the results of this study, the meaning of the social tradition of "Bukak Luwur Sunan Kudus" starts from replacing the mosquito net in the area of ​​Sunan Kudus's tomb, the traditional social event "Bukak Luwur Sunan Kudus" an effort to pray for, respect, imitate the teachings and seek blessings from Sunan Holy. For the Kudus community, the implementation of Bukak Luwur” is considered an obligation. The peculiarity of the "Bukak Luwur Sunan Kudus" tradition is Ashura Porridge as a mandatory dish in the tradition. Meanwhile, the value of social education in the "Bukak Luwur Sunan Kudus" tradition includes: Social care values, responsibility values, mutual cooperation values, religious values, sharing values, gratitude values, values ​​of unity and integrity
The Influence of Islamic Teachings on the Leadership of the 4th Sultan of Demak (Pengaruh Ajaran Agama Islam dalam Kepemimpinan Sultan Demak Ke-IV) Majrizka, Muhammad Daffa; falaq, Yusuf
Shautut Tarbiyah Vol 30, No 2 (2024): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/str.v30i2.10395

Abstract

This study analyzes the reign of Sunan Prawoto during the Demak Sultanate from 1546 to 1549 AD, employing the historical research method and the cyclical theory framework proposed in Ibn Khaldun's Muqaddimah. The findings reveal that Sunan Prawoto, the fourth Sultan of the Demak Sultanate, ascended the throne amid political instability and faced internal and external threats. To stabilize the state, he moved the capital to Bukit Prawoto and aimed to unite Java under his rule, envisioning a leadership akin to the second Sultan of Turkey. This study concludes that Sunan Prawoto's efforts were significant in shaping the political landscape of the Demak Sultanate.Keywords: History of Sunan Prawoto; Teachings of Sunan Prawoto; Fourth Sultan of Demak; Government of Sunan Prawoto