Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PERSEPEKTIF MASYARAKAT, TERHADAP NILAI KARAKTER RELIGIUS TRADISI NGEMBLOK (STUDI KASUS DESA MENORO KABUPATEN REMBANG) Afifah, Dina; Falaq, Yusuf
Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia) Vol 8, No 3 (2023): VOLUME 8 NUMBER 3 SEPTEMBER 2023
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpipsi.v8i3.4817

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai karakter Religius tradisi Ngemblok, studi kasus desa menoro Kabupaten Rembang. Penelitian yang dilakukan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif Pendalaman empiris, teknik yang di gunakan untuk pengumpulan data instrument di dapatkan dalam proses wawancara, data lapangan, dokumentasi pribadi gambar, foto, Teknik Analisis data penelitian kualitatif yang di gunakan reduksi data dan verifikasi atau penyajian dan simpulan data.  pengumpulan data dan di olah keabsahaanya di bagi menjadi tiga triagulasi teknik, triagulasi waktu dan triagulasi sumber. Hasil penelitian adalah Nilai karakter Religius tradisi ngemblok pertama Bersyukur hanya kepada Allah yang di dalamnya masyarakat ber Do’a hanya kepada Allah. Kedua, cinta damai apabila ada yang dapat ngemblok seserahan di bagikan tetangga dan kerabat terdekat sehingga menjalin silaturahmi dan kerukunan. Ketiga, bentuk harapan dan keinginan terhindar dari perbuatan zina. Keempat bentuk upaya melestarikan leluhur penuh arti yang di dalamnya banyak nilai kearifan lokal. Kelima bentuk ucapan suka cita keluarga mempelai perempuan bisa menikahkan anaknya dengan proses dalam islam. 
Tradisi Angon Putu di Era Keluarga Berencana Desa Mijen Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus Faizah, Kholis Nor; Irnayati, Lilik; Rosyidah, Fathimah; Falaq, Yusuf
Jurnal Metaedukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 5, No 2 (2023): Metaedukasi
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/metaedukasi.v5i2.9292

Abstract

Tradisi adalah pola perilaku, kebiasaan yang berkembang di masyarakat mengenai nilai, norma, hukum dan aturan yang berasal dari masa lalu dan dilakukan berulang-ulang secara turun-temurun sehingga menjadi warisan yang dilestarikan, dilaksanakan dan dipercaya hingga sekarang. Salah satu tradisi di Jawa Tengah adalah Tradisi Angon Putu. Tujuan penulis adalah menelaah lebih lanjut bagaimana pelaksanaan Tradisi Angon Putu sebelum tradisi ini hilang. Masyarakat Jawa Tengah memiliki kekayaan serta keunikan dalam seni, budaya, adat istiadat yang begitu lekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga dijadikan pedoman hidup secara turun temurun yang dipercaya memiliki nilai-nilai tersendiri. Salah satu Tradisi asli dari Jawa Tengah adalah Tradisi Angon Putu. Tradisi "Angon Putu" berasal dari kata "Angon" yang artinya menggembala, sedangkan "Putu" artinya cucu. Tradisi ini akan di ikuti oleh semua anak, cucu, dan cicit. Biasanya tradisi ini dilakukan jika cucu sudah mencapai sekitar 25 orang Tujuan penulis melakukan penelitian ini adalah 1) menggali informasi tentang Tradisi Angon Putu di Desa Mijen, 2) mengetahui tata cara pelaksanaan Tradisi Angon Putu di Desa Mijen, 4) mengetahui tujuan pelaksanaan Tradisi Angon Putu. 4) Serta meninjau kembali program KB yang ada di desa Mijen. Penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sumber data sekunder. Hasil penelitian ini: 1) Tradisi ini dilakukan saat kakek nenek memiliki 25 cucu, 2) Angon Putu dilaksanakan karena rasa syukur dikaruniai banyak cucu, dan diberi umur panjang. Simpulannya, angon putu dilakukan atas dasar rasa syukur atas rejeki yang didapatkan yakni cucu yang banyak, dan tradisi ini sudah jarang ditemukan.
The Value of Traditional Social Education "Bukak Luwur Sunan Kudus" Falaq, Yusuf
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol 14 No 2 (2022): Qalamuna - Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/qalamuna.v14i2.1954

Abstract

This study examines the value of traditional social education "Bukak Luwur Sunan Kudus". In particular, this research is aimed at uncovering the meaning of the tradition of “Bukak Luwur Sunan Kudus”; the peculiarities of the tradition of “Bukak Luwur Sunan Kudus”; and the value of social education contained in the "Bukak Luwur Sunan Kudus" tradition. The qualitative approach was chosen as a way to reveal the tradition of “Bukak Luwur Sunan Kudus”. As for the results of this study, the meaning of the social tradition of "Bukak Luwur Sunan Kudus" starts from replacing the mosquito net in the area of ​​Sunan Kudus's tomb, the traditional social event "Bukak Luwur Sunan Kudus" an effort to pray for, respect, imitate the teachings and seek blessings from Sunan Holy. For the Kudus community, the implementation of Bukak Luwur” is considered an obligation. The peculiarity of the "Bukak Luwur Sunan Kudus" tradition is Ashura Porridge as a mandatory dish in the tradition. Meanwhile, the value of social education in the "Bukak Luwur Sunan Kudus" tradition includes: Social care values, responsibility values, mutual cooperation values, religious values, sharing values, gratitude values, values ​​of unity and integrity
The Influence of Islamic Teachings on the Leadership of the 4th Sultan of Demak (Pengaruh Ajaran Agama Islam dalam Kepemimpinan Sultan Demak Ke-IV) Majrizka, Muhammad Daffa; falaq, Yusuf
Shautut Tarbiyah Vol 30, No 2 (2024): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/str.v30i2.10395

Abstract

This study analyzes the reign of Sunan Prawoto during the Demak Sultanate from 1546 to 1549 AD, employing the historical research method and the cyclical theory framework proposed in Ibn Khaldun's Muqaddimah. The findings reveal that Sunan Prawoto, the fourth Sultan of the Demak Sultanate, ascended the throne amid political instability and faced internal and external threats. To stabilize the state, he moved the capital to Bukit Prawoto and aimed to unite Java under his rule, envisioning a leadership akin to the second Sultan of Turkey. This study concludes that Sunan Prawoto's efforts were significant in shaping the political landscape of the Demak Sultanate.Keywords: History of Sunan Prawoto; Teachings of Sunan Prawoto; Fourth Sultan of Demak; Government of Sunan Prawoto
STRATEGY OF DEVELOPING PASIR PUTIH BEACH WATES TASIKHARJO TOWARDS SOCIAL WELFARE OF LOCAL COMMUNITY Zulfa, Safira; Falaq, Yusuf
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v10i2.27566

Abstract

This study focuses on formulating a development strategy for the Pasir Putih Wates Beach Tourism Village in Tasikharjo Village, Kaliori District, Rembang Regency, to enhance the social welfare of the local community. The research employs a descriptive qualitative method with data collection techniques, including observation, interviews, and documentation. The findings reveal that Pasir Putih Wates Beach has significant potential in the tourism sector but faces challenges such as limited infrastructure and suboptimal promotion efforts. The proposed strategies involve developing tourism facilities, enhancing the capacity of local human resources, and optimizing digital promotion. The implementation of these strategies is expected to generate new employment opportunities, drive local economic growth, and preserve local culture, thereby improving the welfare of the community.
DAYA TARIK KERATON SURAKARTA SEBAGAI IDENTITAS SUKU JAWA Khoirunisa, Nabila; Azizah, Nurul; Kusuma, Vian Anton; Falaq, Yusuf
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 14 No 2 (2024): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v14i2.7937

Abstract

Keraton kasunanan Surakarta menjadi salah satu tempat bersejarah yang berada di wilayah Jawa Tengah menjadikan suatu hal yang penting dalam proses persebaran akulturasi budaya dan persebaran Islam pada masa itu. Pada artikel ini menggambarkan akan adanya dimensi dimana terdapat dimensi estetika dan identitas budaya yang banyak terdapat pada bangunan Keraton Kasunanan Surakarta. Artikel ini menggunakan metode kualitatif yaitu dengan melakukan pendekatan pustaka, observasi atau wawancara, serta menggunakan sumber-sumber data yang ada. Melalui teori simbol serta identitas budaya banyak menghubungkan antara terminologi budaya Jawa dengan konsep kultural Belanda. Pertama pada Keraton Kasunanan Surakarta terdapat sebuah bangunan tinggi seperti menara yang bercat biru putih. Bangunan tinggi tersebut tidak menonjol pada sebuah ukiran, melainkan menonjol pada bentuk berupa jendela-jendela tinggi yang memiliki desain minimalis. Bangunan tinggi seperti menara tersebut memiliki lima lantai dengan ketinggian 36 m dan pada bagian atas bangunan tersebut berbentuk setengah lingkaran atau seperti tudung saji dengan puncak bangunan berwujud satu sosok dengan membawa busur. Kedua, Keraton Kasunanan Surakarta juga memiliki identitas tersendiri yang dapat menjadikan sebuah daya tarik oleh para wisatawan tersendiri. Keraton Surakarta sendiri terbagi menjadi beberapa bagian seperti di Alun-alun sebelah Utara, Alun-alun sebelah Selatan, Kompleks Sasana Sumewa, Kompleks Sri Manganti, Kompleks Kedaton, dan Kompleks Kamagangan.
Model Kurikulum Tanggap Bencana di Satuan Pendidikan Indonesia Ash-shidiqqi, Ellectrananda Anugerah; Falaq, Yusuf
IJTIMAIYA: Journal of Social Science and Teaching Vol 5, No 2 (2021): IJTIMAIYA : Journal of Social Science and Teaching
Publisher : Program Studi Tadris IPS Fakultas tarbiyah IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/ji.v5i2.11656

Abstract

This study aims to find a model of disaster response curriculum in Indonesia. The disaster education that will be studied in this study is only about natural disasters without discussing social disasters. The scope of natural disasters is disasters that come from God. In the latest curriculum, it is expected that school students can become students who are responsive to natural disasters in Indonesia. The high potential for natural disasters in Indonesia should make the community always ready for disasters because citizens cannot forever depend on the government for disaster response management. So the community needs to be introduced to disaster mitigation, which is a set of activities to reduce the risks and impacts of disasters. The government and the community should always be alert in the initial steps of short-term disaster management through the preparation of refugee camps, distribution of financial aid, food, clothing, and medical equipment.Penelitian ini bertujuan untuk menemukan model kurikulum tanggap bencana di Indonesia. Pendidikan kebencanaan yang akan diteliti di penelitian ini hanya mengenaii bencana alam tanpa membahasa bencana sosial. Cakupan bencana alam yaitu bencana yang berasal dari tuhan.Dalam kurikulum terbaru diharapkan siswa sekolah dapat  menjadi siswa yang tanggap dalam kondisi bencana alam di Indonesia. Tingginya potensi bencana alam di Indonesia seharusnya membuat masyarakat selalu siaga bencana karena warga tidak bisa selamanya menggantungkan penanganan tanggap bencana kepada pemerintah. Sehingga masyarakat perlu diperkenalkan pada mitigasi bencana, yaitu sekumpulan kegiatan untuk mengurangi risiko dan dampak bencana. Pemerintah bersama masyarakat sudah seharusnya selalu siaga dalam langkah awal penanganan bencana jangka pendek melalui penyiapan tempat pengungsian, penyaluran bantuan dana, makanan, pakaian, dan alat medis.
Philosophy of Progressivism in Learning IPS Education in The Era of Society 5.0 Falaq, Yusuf; Faza, Iqbal; Samders, Amrei
IJTIMAIYA: Journal of Social Science and Teaching Vol 7, No 1 (2023): IJTIMAIYA: Journal of Social Science and Teaching
Publisher : Program Studi Tadris IPS Fakultas tarbiyah IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/ji.v7i1.19284

Abstract

Social studies education is a form of integration of the social sciences and humanities which aims to make students able to be independent, responsive, responsible and think critically about a social problem that occurs in their surroundings. Of-course this will have an impact on changes that make progress in society and the country. A framework that understands that social studies education is a reflection of civilized national character is needed in the midst of the Society 5.0 era which requires society to be able to control and balance artificial intelligence and social intelligence in order to solve all kinds of national problems. Society 5.0 provides an illustration that everything can be moved and connected through data, including in it as an effort to overcome social problems in society. Social studies education is very strategic because it can balance the two things. This is in accordance with the flow of progressive philosophy which emphasizes the word progress in changes that lead to a good direction. In particular, this writing has the aim of bringing more open and broader thinking about the development of the times so that it is more perceptible that an education aims to lead to better progress. This writing uses a library study method. From the results of this literature study resulted in writing the implementation of the philosophy of progressivism in social studies education.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENELITI PADA MATA PELAJARAN IPS DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA SE-KABUPATEN KUDUS Falaq, Yusuf
IJTIMAIYA: Journal of Social Science and Teaching Vol 3, No 2 (2019): IJTIMAIYA : Journal of Social Science and Teaching
Publisher : Program Studi Tadris IPS Fakultas tarbiyah IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/ji.v3i2.6298

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan model mata pelajaran IPS untuk siswa SMP yang berbasis di studi inkuiri menyediakan siswa sebagai peneliti. Untuk memperolehnya dengan penelitian dengan yang digunakan adalah Penelitian dan Pengembangan melalui proses uji-penyelaman terbatas dan ujicoba yang lebih luas. Pertanyaan tentang cara kerja IPS untuk menyusun proses pemikiran tentang bagian dari Lembar Kerja Siswa untuk mengajukan pertanyaan, mengajukan hipotesis, mencari fakta, menganalisis dan memahami
TRADITION OF THE VILLAGE REPORT OF SENOYAN MARGOYOSO PATI TAQIYYUDDIN, MUHAMMAD IMAM; FAZA, NAJWA ZAKIAL; Falaq, Yusuf
JURNAL SOCIUS Vol 14, No 1 (2025): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/js.v14i1.18111

Abstract

Local traditions are a form of cultural wisdom that still lives in rural communities in Indonesia, one of which is the Lamporan tradition in Soneyan Village, Margoyoso District, Pati Regency, Central Java. This tradition is carried out every Friday in the month of Suro and is believed to be a form of protection from disturbances by spirits. This study aims to identify the symbolic meaning, social function, and role of the Lamporan tradition in the lives of modern society. The method used is a qualitative approach with participatory observation techniques and in-depth interviews with community leaders and tradition practitioners. The results of the study show that Lamporan not only functions as a spiritual effort to ward off disaster, but also strengthens social solidarity, maintains cultural identity, and becomes a medium for transmitting ancestral values to the younger generation. In the midst of modernization, this tradition continues to exist because of the active role of the community in preserving cultural heritage. This study contributes to the understanding of the preservation of local traditions in facing contemporary social dynamics.