Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

LINGKAR PAHA DAN BERAT BADAN APAKAH BERHUBUNGAN DENGAN KELINCAHAN? Arifai, Nur Fadillah; Destriana, Destriana; Usra, Meirizal
MEDIKORA Vol. 23 No. 1 (2024): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v23i1.67255

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lingkar paha dan berat badan dengan kelincahan siswa ekstrakulikuler futsal SMA PGRI 2 Palembang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Metode yang digunakan adalah metode korelasi dengan rancangan desain penelitian yaitu variabel Lingkar Paha (X1) apakah terdapat hubungan anatara variabel Kelincahan (Y),  variabel Berat Badan (X2) apakah terdapat hubungan antara variabel Kelincahan (Y) dan variabel Lingkar Paha dan Berat Badan apakah terdapat hubungan terhadap Kelincahan. Instrumen penelitian pada penelitian ini menggunakan tes yaitu tes kelincahan dengan menggunkan tes Shuttle run, tes pengukuran lingkar paha menggunakan ukuran meteran dan berat badan mengunakan timbangan digital. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh siswa ekstrakulikuler futsal di SMA PGRI 2 Palembang yang berjumlah 35 siswa dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis sampel total sampling dimana seluruh jumlah populasi akan dijadikan sampel pada penelitian ini. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan Uji Deskriptif, Uji Normalitas, Uji Korelasi dan Uji Regresi menggunakan fasilitas SPSS 22. Dan diperoleh hasil adanya hubungan yang signifikan antara Lingkar Paha dengan Kelincahan pada siswa ekstrakurikuler futsal dengan nilai r hitung 0,705 > r tabel 0,344 dan nilai signifikan (Sig) 0,000 < 0,05. Dan ada hubungan yang signifikan antara Berat Badan dengan Kelincahan pada siswa ekstrakurikuler futsal dengan nilai r hitung 0,788 > r tabel 0,344 dan nilai signifikan (Sig) 0,000 , 0,05. Dan ada hubungan yang signifikan antara Lingkar Paha dan Berat Badan dengan Kelincahan dengan nilai f hitung 35,720 > f tabel 3,28 dan nilai signifikan (Sig) 0,00 < 0,05. maka hipotesis yang berbunyi "Ada hubungan signifikan antara lingkar paha dan berat badan dengan kelincahan"This research aims to determine the relationship between thigh circumference and body weight with the agility of extracurricular futsal students of SMA PGRI 2 Palembang. This research is a type of quantitative descriptive research. The method used is a correlation method with the research design design, namely the Thigh Circumference variable (X1) whether there is a relationship between the Agility variable (Y), the Weight variable (X2) whether there is a relationship between the Agility variable (Y) and the Thigh Circumference and Weight variables whether there is a relationship to Agility. The research instrument in this study uses tests, namely agility tests using the Shuttle run test, thigh circumference measurement tests using meter measurements and body weight using digital scales. In this study, the population is all futsal extracurricular students at SMA PGRI 2 Palembang totaling 35 students and the sample used in this study is a type of total sampling sample where the entire population will be sampled in this study. This research data analysis technique uses Descriptive Test, Normality Test, Correlation Test and Regression Test using SPSS 22 facility. And obtained the results of a significant relationship between Thigh Circumference and Agility in futsal extracurricular students with a calculated r value of 0.705 > r table 0.344 and a significant value (Sig) of 0.000 < 0.05. And there was a significant relationship between Body Weight and Agility in futsal extracurricular students with a calculated r value of 0.788 > r table of 0.344 and a significant value (Sig) of 0.000, 0.05. And there was a significant relationship between Thigh Circumference and Body Weight with Agility with a calculated f value of 35.720 > f table 3.28 and a significant value (Sig) of 0.00 < 0.05. hence the hypothesis that reads "There is a significant relationship between thigh circumference and body weight with agility
Pengembangan Model Pembelajaran Renang Melalui Materi Pengenalan Aktivitas Air Di Sekolah Dasar : (The Development of a Swimming Learning Model Through The Introduction of Water Activities in Primary School) Herdianto, Herdianto; Iyakrus, Iyakrus; Usra, Meirizal
Jurnal Ilmu Olahraga dan Kepelatihan Indonesia Vol 2 No 3 (2020): Indonesian Journal of Sport Science and Coaching
Publisher : Jurusan Pendidikan Olah Raga dan Kepelatihan FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/ijssc.v2i3.10517

Abstract

This study aims to develop a swimming learning model through the introduction of water activities in elementary schools. The learning model is in accordance with the psychomotor characteristics of students and helps students in learning the introduction of water activities. The method used in this research is the method of development. The subjects in this study were 56 students of grade II SD Banding Agung. This development research uses the ADDIE development model consisting of the stages of Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation. Data collection techniques in this study include validation sheets, questionnaires, and tests of basic water activity abilities. Expert testing is carried out by material experts and psychomotor experts. The results of the validation of the resulting learning model meet the validation requirements according to the student's psychomotor stages and learning objectives. The one to one test stage obtained the results of the questionnaire all the sample students agreed that mode. In the small group test, the average gainscore result was 0.75 and was included in the high category and the results of the student motivation questionnaire were 92.5%. At the implementation stage of the learning model, the learning results obtained from a gainscore of 0.78 are in the high category and 82.975% agree that the model used is fun and provides motivation to dare to play in the water. The implication of this research is that the development of a swimming learning model through the introduction of water activities is valid, effective and practical and can be used by physical education teachers in elementary schools. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran renang melalui materi pengenalan aktivitas air di sekolah dasar. Model pembelajaran tersebut sesuai dengan karakteristik psikomotorik siswa serta membantu siswa dalam pembelajaran pengenalan aktivitas air. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengembangan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas II SD banding Agung sebanyak  56 orang siswa. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan  ADDIE terdiri atas tahapan Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu meliputi lembar validasi, angket, dan tes kemampuan dasar aktivitas air. Uji ahli dilakukan oleh ahli materi dan ahli psikomotorik. Hasil validasi model pembelajaran yang dihasilkan memenuhi syarat validasi sesuai dengan tahapan psikomotorik siswa dan tujuan pembelajaran. Tahap uji one to one didapatkan hasil angket semua siswa sample setuju bahwa mode. Pada tes small group didapatkan rata-rata hasil gainscore 0,75 dan masuk dalam kategori tinggi dan hasil angket motivasi siswa didapatkan 92,5%. Pada tahap implementasi model pembelajaran didapatkan hasil gainscore 0,78 termasuk kategori tinggi dan 82,975% setuju kalau model yang digunakan menyenangkan dan memberikan motivasi untuk berani bermain di air. Implikasi dari penelitian ini bahwa pengembangan model pembelajaran renang melalui materi pengenalan aktivitas air ini valid, efektif dan praktis serta dapat digunakan bagi guru penjas di sekolah dasar .
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA PRESTASI ATLET RENANG Syafira, Siti Aminah Amanda; Usra, Meirizal; Bayu, Wahyu Indra
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v5i3.6022

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor penyebab menurunnya prestasi atlet renang pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Sumatera Selatan tahun 2021 dan 2023. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan analisis dokumentasi terhadap informan yang terdiri atas pengurus cabang olahraga, pelatih, serta atlet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan prestasi atlet renang dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain keterbatasan anggaran pembinaan, ketidaklengkapan fasilitas latihan, rendahnya motivasi atlet, serta minimnya dukungan dari pemerintah dan pihak terkait lainnya. Selain itu, inkonsistensi dalam pelaksanaan program pembinaan dan rendahnya akses pelatihan bagi pelatih turut menjadi kendala dalam pengembangan prestasi. Meskipun proses rekrutmen atlet telah berjalan cukup baik seiring dengan meningkatnya jumlah klub renang aktif, pembinaan lanjutan belum dilaksanakan secara optimal. Dengan demikian, peningkatan prestasi renang memerlukan sinergi yang kuat antara pelatih, pengurus, pemerintah daerah, dan sektor swasta dalam membangun sistem pembinaan yang terencana, berkesinambungan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas atlet.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Lari Jarak Pendek Melalui Pendekatan Bermain di SMPN 1 Banyuasin 1 Meihaki, Riski; Usra, Meirizal; ani, Destri
Jurnal MensSana Vol 9 No 1 (2024): Jurnal MensSana
Publisher : Pusat Kajian Pendidikan Olahraga, Kesehatan, dan Rekreasi Jurusan Pendidikan Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/MensSana.09012024.31

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya meningkatkan hasil belajar lari jarak pendek melalui pendekatan bermain pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Banyuasin 1. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK). Instrumen yang digunakan dalam tes lari jarak pendek menggunakan stempel kinerja siswa yang berisi indikator kinerja siswa pada saat belajar lari jarak pendek. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Banyuasin 1 yang berjumlah 32 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, lembar angket, dokumentasi, dan teknik analisis data yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa.Analisis dilakukan baik untuk data observasi maupun hasil tes siswa.Berdasarkan hasil penelitian terhadap siswa diperoleh hasil tes lari jarak pendek melalui pendekatan bermain untuk siswa kelas VII SMP Negeri 1 Banyuasin 1 rata-rata pencapaian pra siklus pada aspek kognitif sebesar 18,75%, efektif 64,58%, psikomotor 65,625%, sedangkan pada siklus I rata-rata pencapaian aspek kognitif 62,625%, dan efektif 69,79%, psikomotor 79,0625%. Dan pada siklus II rata-rata pencapaian pada aspek kognitif sebesar 71,87%, aspek efektif sebesar 76,73%, dan psikomotorik sebesar 82,5%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar lari jarak pendek melalui pendekatan bermain pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Banyuasin 1. Terdapat 4 siswa yang tuntas prasiklusnya atau persentasenya sebesar 12,5%, dan siklus II siswa yang tuntas sebanyak 31 orang atau persentase 96,875%. Jadi hasil perbandingan prasiklus ke siklus II sebesar 84,3% atau meningkat 27 siswa.
Educators’ Perspectives on Integrating South Sumatran Local Wisdom in English Language Teaching: An Ethnopedagogical Inquiry Silva, Solange Francielle; Usra, Meirizal; Farida, Farida; Hartono, Hartono; Siahaan, Sardianto Markos
Edukasi Vol 12 No 2 (2025): Edukasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran | In Progress|
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, South Sumatra, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/ejpp.v12i2.31837

Abstract

This qualitative case study explores how South Sumatran English educators integrate local wisdom into language teaching through ethnopedagogical approaches. Conducted at secondary and tertiary institutions across South Sumatra, the research employed semi-structured interviews with five purposively selected educators, complemented by document analysis of syllabi and teaching materials. Participants ranged from early-career to highly experienced teachers, with teaching experience spanning 3 to 31 years across junior high schools, vocational high schools, universities, and language courses. Data were analyzed using reflexive thematic analysis following Braun and Clarke's framework, revealing four primary themes: perceived relevance and benefits, integration strategies, perceived impacts on learning, and implementation challenges. Findings demonstrate that educators strategically incorporate cultural elements, including Pempek cuisine, Songket textiles, Pulau Kemaro legends, and traditional games like Congklak to simultaneously enhance language acquisition and preserve regional heritage. However, implementation faces significant obstacles: inadequate institutional support, limited culturally-relevant resources, insufficient professional development opportunities, and absence of formal assessment frameworks for cultural integration. Despite these challenges, educators exhibit remarkable agency in developing authentic materials and designing culturally-responsive activities that foster students' linguistic competence alongside cultural identity formation. The study contributes theoretically by demonstrating how ethnopedagogy operationalizes culturally-responsive teaching in Indonesian higher education contexts, bridging Ladson-Billings' framework with Ausubelian meaningful learning principles. Practically, findings underscore urgent needs for systematic resource development, targeted faculty training programs, and institutional policy reforms supporting sustainable ethnopedagogical practice.