Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Integrasi Kearifan Lokal Suku Bugis Dalam Pendidikan: Membentuk Karakter dan Pengembangan Kepemimpinan Berkelanjutan di Sekolah Nooviar, Muh. Syilfa; Munir, Nur Syamsinar; Daud, Sukarya; Satriady, Ahmad Fadhil
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024): September-December 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v4i3.2143

Abstract

Di Provinsi Sulawesi Selatan terdapat empat suku besar yaitu Toraja, Mandar, Makassar, dan Bugis , Salah satu kelompok etnis yang mengemban kearifan dan tradisi unik adalah Suku Bugis, suku ini banyak bermukim di wilayah Sulawesi Selatan dan sebagian besar Sulawesi Tenggara . Suku Bugis tidak hanya memperkaya kekayaan budaya Indonesia dengan seni, tradisi, dan budayanya, tetapi juga membawa kontribusi berharga dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan yang berakar pada nilai-nilai kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi nilai-nilai kearifan lokal Bugis dalam pembelajaran di sekolah, serta dampaknya terhadap pembentukan karakter dan kepemimpinan siswa. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik wawancara tematik dan observasi partisipatif. Narasumber terdiri dari dua kepala sekolah dan dua guru, yang memberikan perspektif mengenai penerapan nilai-nilai budaya Bugis dalam proses belajar mengajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya integrasi kearifan lokal Bugis dalam pembelajaran sudah cukup baik, dengan kontribusi signifikan terhadap pembentukan karakter siswa, terutama dalam hal kejujuran, kerja keras, dan solidaritas. Namun, terdapat tantangan dalam memastikan internalisasi nilai-nilai tersebut oleh seluruh siswa, terutama dalam konteks aktivitas kolaboratif. Selain itu, penerapan nilai-nilai kepemimpinan budaya Bugis, seperti lempu (Kejujuran), Warani (kerja keras), sipakatau/sipakainga (solidaritas) menunjukkan potensi besar dalam mengembangkan kepemimpinan siswa, meskipun masih diperlukan strategi pembelajaran yang lebih inovatif untuk melibatkan semua siswa. Kesimpulannya, meskipun integrasi kearifan lokal Bugis telah memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter dan kepemimpinan siswa, diperlukan pengembangan metode pembelajaran yang lebih partisipatif dan evaluasi yang lebih mendalam untuk memastikan penerapan nilai-nilai tersebut dalam perilaku siswa sehari-hari.
Workshop Pembelajaran "Deep Learning" bagi Guru SMKN 5 Pangkep untuk Peningkatan Proses Pembelajaran Selvia Deviv; Nur Fahmi Akhmad; Nur Syamsinar Munir; Muthi Syahidah Arifuddin; Muh Syilfa Nooviar; Mustamin; Asri; Widi Astutik
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i1.1418

Abstract

Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru SMKN 5 Pangkep dalam menerapkan Deep Learning dalam pembelajaran. Kegiatan ini bertujuan membekali guru dengan pengetahuan dan keterampilan praktis Deep Learning untuk meningkatkan pembelajaran yang interaktif dan berbasis data.. Mitra sasaran dalam kegiatan ini adalah guru-guru SMKN 5 Pangkep yang memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pengajaran. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan teori, praktikum, pengembangan modul pembelajaran, serta uji coba implementasi di kelas. Guru-guru diberikan pemahaman mendalam Deep Learning dalam pendidikan, serta praktik langsung menggunakan perangkat lunak yang relevan. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner, observasi, serta uji coba pembelajaran berbasis Deep Learning di kelas. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan guru terhadap konsep Deep Learning. Secara kualitatif, peserta merasa lebih percaya diri dalam menerapkan teknologi ini dalam proses pembelajaran. Secara kuantitatif, 78% responden menyatakan bahwa workshop ini "sangat bermanfaat," mengindikasikan relevansi dan efektivitas program dengan kebutuhan guru. Program ini berhasil mencapai tujuannya dan memiliki potensi untuk diterapkan di sekolah lain dengan penyesuaian sesuai dengan kebutuhan kurikulum dan kesiapan tenaga pendidik.
Budaya Sibaliparriq: Motivasi Berwirausaha di Kalangan Suku Mandar Firman, Ahmad; Latief, Fitriani; Hidayat, Andi Ircham; Nooviar, Muh. Syilfa; Adnan, Arfandi; Naim, Mardjani Aliyah Abdul; TM, Ridwan
Jurnal Manajemen STIE Muhammadiyah Palopo Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jurman.v10i1.1933

Abstract

Abstract The Mandar people have a cultural pattern of interaction called Sibaliparriq. Sibaliparriq (mutual help between husband and wife), both in domestic life and in wider society. This research aims to understand the role of Sibaliparriq culture in motivating interest in entrepreneurship among the Mandar community. This is important because it can provide insight into how local culture can be used as a means to maintain cultural identity and stimulate entrepreneurial activity that supports local economic growth. This research uses an exploratory qualitative research design. A qualitative approach will make it possible to gain an in-depth understanding of the implementation of Sibaliparriq cultural values in entrepreneurial motivation among the Mandar community. The population of this research are members of the Mandar community who are entrepreneurs or who have entrepreneurial experience. Participants will be selected using a purposive sampling method. The data collection techniques used were interviews, field observations and document analysis. Then the collected data will be analyzed using a descriptive analysis approach. The research results found that Sibaliparriq culture in Mandar society emphasizes the values of kinship, solidarity and mutual help between husband and wife as the core of social interaction. Apart from being a tradition, this culture is one of the main factors that motivates individuals to support each other in everyday life through entrepreneurship. Even though it faces the challenges of globalization, Sibaliparriq remains relevant as a social glue that strengthens relationships and unity in achieving shared prosperity.Keywords: Culture, Motivation, Entrepreneurship, SiballiparriqAbstrak Masyarakat Mandar memiliki suatu budaya pola interaksi yang disebut Sibaliparriq. Sibaliparriq (tolong-menolong antara suami istri), baik dalam kehidupan rumah tangga maupun dimasyarakat luas. Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran budaya Sibaliparriq dalam memotivasi minat berwirausaha di kalangan masyarakat Mandar. Ini penting karena dapat memberikan wawasan tentang bagaimana budaya lokal dapat digunakan sebagai sarana untuk mempertahankan identitas budaya dan merangsang aktivitas berwirausaha yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif eksploratif. Pendekatan kualitatif akan memungkinkan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang implementasi nilai-nilai budaya Sibaliparriq dalam motivasi berwirausaha di kalangan masyarakat Mandar. Populasi penelitian ini adalah anggota masyarakat Mandar yang berwirausaha atau yang memiliki pengalaman berwirausaha. Partisipan akan dipilih dengan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi lapangan dan analisis dokumen. Kemudian Data yang dikumpulkan tersebut akan dianalisis menggunakan pendekatan analisis deskriptif. Hasil penelitian menemukan bahwa Budaya Sibaliparriq dimasyarakat Mandar menekankan nilai kekerabatan, solidaritas, dan tolong-menolong antara suami istri sebagai inti interaksi sosial. Selain menjadi tradisi, budaya ini menjadi salah satu faktor utama yang memotivasi individu untuk saling mendukung dalam kehidupan sehari-hari dengan berwirausaha. Meskipun dihadapi tantangan globalisasi, Sibaliparriq tetap relevan sebagai perekat sosial yang memperkuat hubungan dan kesatuan dalam mencapai kesejahteraan bersama.Kata Kunci: Budaya, Motivasi, Siballiparriq, Wirausaha