Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pengaruh Capital Adequacy Ratio dan Financing Deposite to Ratio Terhadap Return on Assets dengan Net Operating Margin Sebagai Variabel Intervening Khasanah, Siti Awaliyatun; Stiawan, Drajat
Journal of Islamic Economics (JoIE) Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Prodi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/joie.v3i1.6393

Abstract

Introduction: This study aims to determine the effect of CAR and FDR on ROA with NOM as an intervening variable in Islamic Commercial Banks for the 2017-2022 period. Research Methods: This study used quantitative research methods with a purposive sampling technique. This study used 48 research samples. The type of data used is secondary data in the form of annual financial reports of Islamic Commercial Banks for 2017-2022, which can be accessed via each bank’s website. Results: The results of this study indicate that (1) CAR has no significant effect on NOM while FDR has an effect on NOM, simultaneously CAR and FDR have an effect on NOM. (2) CAR has no significant effect on ROA while FDR and NOM have a significant effect on ROA, simultaneously CAR, FDR, and NOM have effect on ROA. (3) NOM is able to mediate the effect of CAR and FDR on ROA. Conclusion: This study concluded that independent variables have no significant effect on NOM and have a significant effect on ROA. This results can be adopted by the bank for creating the regulation on improving profitability
Peran Start-Up dalam Mengembangkan Industri Halal di Indonesia (Studi Kasus Link Aja Syariah) Falahurida Nur Zulfa; Drajat Stiawan
Sahmiyya: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 4, No 1 Mei 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Industri halal di Indonesia mengalami pertumbuhan pesat seiring dengan meningkatnya kesadaran konsumen terhadap pentingnya produk dan layanan halal. Peran start-up menjadi sangat signifikan dalam mendukung inovasi, digitalisasi, serta perluasan pasar industri halal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi start-up dalam pengembangan industri halal, termasuk peluang dan tantangan yang dihadapi. Menggunakan metode kajian pustaka, penelitian ini menelaah berbagai literatur terkait start-up berbasis syariah dan ekosistem industri halal di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa start-up berbasis halal berkontribusi melalui inovasi teknologi, peningkatan aksesibilitas produk halal, serta pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun, tantangan seperti regulasi sertifikasi halal, akses permodalan, dan rendahnya literasi digital di kalangan pelaku usaha masih menjadi kendala yang perlu diatasi. Dukungan dari pemerintah, lembaga keuangan syariah, serta penguatan ekosistem digital halal menjadi faktor penting dalam mempercepat pertumbuhan start-up berbasis syariah di Indonesia. Dengan memahami dinamika industri halal, penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi pemangku kepentingan dalam mendukung perkembangan industri halal yang berkelanjutan.
Digitalisasi dalam Ekonomi Kreatif Halal: Peluang dan Tantangan (Studi Kasus Tokopedia Salam) Ningrum, Tiara; Stiawan, Drajat; Yunita Lisnaningtyas Utami
Sahmiyya: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 4, No 1 Mei 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Digitalisasi mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif halal di Indonesia dengan menghadirkan peluang bagi para pelaku usaha untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan efisiensi distribusi produk halal. Tokopedia Salam sebagai fitur e-commerce yang berfokus pada produk halal berperan dalam memfasilitasi transaksi yang aman dan sesuai dengan prinsip syariah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi memberikan kemudahan akses bagi konsumen terhadap produk halal, meningkatkan transparansi informasi, dan mendukung kegiatan keagamaan melalui fitur ibadah dan sosial. Keaslian sertifikasi halal, pengawasan kualitas produk, dan edukasi konsumen menjadi tantangan yang masih perlu diatasi. Penelitian ini menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan lembaga sertifikasi halal dalam membangun ekosistem digital yang tepercaya dan berkelanjutan.
Stratrgi Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Produk Halal: Studi Produk Air Minuman Dalam Kemasan AQUA Amalia Amiza; Stiawan, Drajat
Sahmiyya: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 4, No 1 Mei 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan ekonomi kreatif berbasis produk halal dengan studi kasus pada produk air minum dalam kemasan (AMDK) AQUA. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar, Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan industri halal, terutama seiring meningkatnya permintaan global terhadap produk bersertifikasi halal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur untuk mengumpulkan data dari jurnal ilmiah, laporan industri, dan publikasi pemerintah terkait strategi inovasi dan kebijakan halal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AQUA telah mengadopsi berbagai inovasi untuk memastikan kepatuhan terhadap standar halal, termasuk implementasi sertifikasi halal digital, penggunaan teknologi Internet of Things (IoT) dalam proses produksi, dan strategi pemasaran berbasis e-commerce. AQUA juga berkomitmen terhadap keberlanjutan melalui penggunaan botol daur ulang dan pengembangan galon guna ulang. Namun, tantangan utama yang dihadapi meliputi ketergantungan pada bahan baku impor, terbatasnya jumlah lembaga sertifikasi halal, serta persaingan dengan produk halal global. Inovasi dan digitalisasi menjadi faktor kunci dalam memperkuat daya saing produk halal di pasar internasional. Dukungan dari pemerintah melalui percepatan proses sertifikasi, penguatan infrastruktur halal, dan pemberian insentif bagi industri halal sangat penting untuk mendukung pertumbuhan sektor ini. Kolaborasi antara pelaku industri, regulator, dan pelaku usaha kecil akan mempercepat pengembangan ekonomi kreatif berbasis halal, menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dalam ekosistem halal global.
INOVASI DALAM FASHION MUSLIM SEBAGAI BAGIAN DARI EKONOMI KREATIF HALAL ( Studi Kasus Rabbani Di Batang ) Putriningsih, Saniyah; Drajat Stiawan
Sahmiyya: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 4, No 1 Mei 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji inovasi dalam fashion muslim sebagai bagian dari ekonomi kreatif halal. Dalam perkembangan global yang semakin berkembang, fashion muslim tidak hanya menjadi tren, tetapi juga bagian penting dari industri kreatif yang mendukung ekonomi halal. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana inovasi dalam desain dan produksi fashion muslim dapat memberikan kontribusi pada ekonomi kreatif halal serta dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dan global. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan wawancara mendalam terhadap para desainer, pengusaha, dan pelaku industri fashion muslim. Data yang diperoleh dianalisis dengan pendekatan deskriptif analitis untuk menggali peran inovasi dalam pengembangan fashion muslim yang sesuai dengan prinsip-prinsip ekonomi halal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi dalam fashion muslim tidak hanya berkaitan dengan desain dan estetika, tetapi juga penerapan prinsip-prinsip halal dalam pemilihan bahan, proses produksi, dan distribusi produk. Selain itu, kreativitas dalam menggabungkan nilai-nilai agama dengan tren global telah membuka peluang baru dalam pasar fashion muslim internasional. Penelitian ini juga menemukan bahwa pengembangan industri fashion muslim sebagai bagian dari ekonomi kreatif halal berpotensi menciptakan lapangan pekerjaan dan memperkuat perekonomian umat, serta mendorong keberlanjutan industri dengan prinsip-prinsip keberagaman dan etika. Dengan demikian, inovasi dalam fashion muslim memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif halal dan menjadi solusi untuk memperkuat ekonomi berbasis nilai-nilai Islam.
Gender, Kepribadian, dan Interaksinya terhadap Kemampuan Berfikir Matematis Stiawan, Drajat
Journal Focus Action of Research Mathematic (Factor M) Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/factor_m.v3i2.3167

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir matematis berdasarkan gender dan kepribadian. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa jurusan perbankan syariah angkatan 2019 dengan sampel sejumlah 60 mahasiswa dengan menggunakan teknik pengambilan model Slovin. Pada penelitian ini, teknik analisis data menggunakan analisis variansi dua arah (two way ANOVA) dengan bantuan perhitungan melalui SPSS 21. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa (1)Terdapat perbedaan kemampuan berfikir matematis berdasarkan gender. Hal ini berdasarkan nilai signifikansi pada tabel anova diperoleh nilai 0,00 lebih kecil dari 0,05. (2)Tidak terdapat perbedaan kemampuan berfikir matematis berdasarkan kepribadian. Hal ini berdasarkan nilai signifikansi pada tabel anova diperoleh nilai 0,230 lebih besar dari 0,05. (3)Tidak terdapat interaksi gender dengan kepribadian terhadap kemampuan berfikir matematis. Hal ini berdasarkan nilai signifikansi pada tabel anova diperoleh nilai 0,068 lebih besar dari 0,05.
Meningkatkan Kecerdasan Keuangan Anak TK Muslimat : Sosialisasi Celengan Target Dengan Metode SISCA Rahmawati, Diah; Zahidah, Saifty Rahma; Agustina, Prafasta Vika; Adinugraha, Hendri Hermawan; Stiawan, Drajat
Jumat Pertanian: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): December
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasper.v5i3.4240

Abstract

The purpose of this service activity is to provide training and educate students about the benefits and importance of saving. This service activity uses the socialization method. The majority of children in the Muslimat Salafiyah NU Purwosari Kindergarten are not familiar with the culture of saving. Whereas saving literacy and education is very important for early childhood. Therefore, socialization of financial management for children needs to be done to minimize consumptive behavior as well as efforts to educate children to manage their funds effectively. It can be concluded that the children of Muslimat Salafiyah NU Purwosari Kindergarten do not have the habit of saving. With the socialization of the Target Piggy Bank through the SISCA method, it is hoped that it can increase knowledge and saving habits in children.
PENGARUH SISTEM CASHLESS PAYMENT SEBAGAI SARANA TRANSAKSI UTAMA DI PONDOK MODERN TAZAKKA darmawan, rizky; Shulthoni, Muhammad; Stiawan, Drajat
Sahmiyya: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 3, No 1 Mei 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to analyze the perceptions of Pondok Modern Tazakka students regarding the existence of cashless payments. This research uses a qualitative descriptive method using data collection in the form of primary and secondary data. Primary data was taken from interviews with students and alumni of Pondok Modern Tazakka. And secondary data was taken from the website berita.batangkab.go.id. The research results showed that the cashless system was quite helpful for students in carrying out transactions every day at the boarding school. Financial transactions that no longer use currency (either metal or paper) are called cashless. This can be seen from the responses of students and alumni of Pondok Modern Tazakka, who responded positively to the cashless payment system implemented at the boarding school. Cashless is an example of a Westernized form of transaction that eliminates the tradition of transactions using cash, either metal or paper. Transactions here only involve scanning the card for every food or drink purchase. This cashless system is very effective; apart from being able to introduce students to digitalization, it can also minimize money loss. The cashless society phenomenon is considered quite successful among millennials and students.
Literature Review: Dinamika Persepsi Nasabah terhadap Perkembangan Digital Banking Syariah Malfaliya Nabila; Drajat Stiawan
Sahmiyya: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 4, No 2 November 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital telah membawa perubahan besar dalam industri perbankan syariah, terutama melalui hadirnya layanan digital seperti mobile banking, internet banking, dan aplikasi berbasis syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika persepsi nasabah dalam menghadapi inovasi digital banking syariah, dengan fokus pada faktor yang mendorong penerimaan maupun kendala yang dihadapi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan literature review, di mana data diperoleh dari artikel jurnal, prosiding, dan publikasi akademik melalui Google Scholar serta Publish or Perish. Analisis dilakukan dengan metode content analysis untuk menemukan pola dan dinamika persepsi nasabah. Hasil kajian menunjukkan bahwa generasi milenial dan Gen Z cenderung memiliki persepsi positif karena menilai layanan digital lebih praktis, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan era digital. Namun, terdapat pula tantangan seperti isu keamanan data, keterbatasan literasi digital, ketidakmerataan infrastruktur, serta keraguan mengenai kepatuhan syariah yang membuat persepsi nasabah beragam. Selain itu, perbedaan antar generasi dan segmen nasabah menunjukkan bahwa strategi inovasi digital bank syariah tidak bisa disamaratakan. Secara keseluruhan, digital banking syariah memiliki kelebihan dalam meningkatkan efisiensi, kepuasan, dan loyalitas nasabah, tetapi kelemahan pada aspek edukasi dan transparansi syariah masih perlu diperbaiki. Penelitian ini menyarankan agar bank syariah memperkuat keamanan, meningkatkan literasi digital, serta menegaskan kepatuhan syariah agar inovasi digital lebih inklusif dan berkelanjutan.
Implementasi Maqasid Syariah pada Perbankan Syariah dan Pengaruhnya Terhadap Minat Masyarakat di Indonesia Putri Amelia Andini; Drajat Stiawan
Sahmiyya: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 4, No 2 November 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas implementasi maqasid syariah dalam perbankan syariah serta pengaruhnya terhadap minat masyarakat di Indonesia. Maqasid syariah, yang mencakup perlindungan agama, jiwa, akal, harta, dan keturunan, menjadi dasar penting bagi pengembangan produk dan layanan perbankan syariah agar tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga menghadirkan keadilan dan kemaslahatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, yang menelaah berbagai literatur, jurnal ilmiah, serta dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti literasi keuangan syariah, religiusitas, kualitas produk dan layanan, pendapatan, lokasi, serta kepercayaan masyarakat memengaruhi minat dalam menggunakan perbankan syariah. Di sisi lain, penerapan maqasid syariah terbukti mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat, khususnya melalui prinsip transparansi, keadilan, dan tanggung jawab sosial. Namun, implementasi maqasid syariah dalam perbankan syariah di Indonesia belum sepenuhnya optimal, terutama dalam aspek perlindungan sosial dan pendidikan. Penelitian ini menegaskan bahwa semakin konsisten maqasid syariah diterapkan, semakin besar pula potensi bank syariah dalam menarik minat masyarakat sekaligus memperkuat posisinya dalam sistem keuangan nasional.