Claim Missing Document
Check
Articles

PERANAN PEREMPUAN DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN EKONOMI KELUARGA (STUDI TENTANG PERANAN PETUGAS K3L PEREMPUAN UNIVERSITAS PADJADJARAN JATINANGOR (ZONA: REKTORAT)) Bunsaman, Shafila Mardiana; Taftazani, Budi Muhammad
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2018): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.487 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v5i2.18373

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan perempuan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga para petugas K3L (Kebersihan, Kenyamanan, Keindahan Lingkungan) Universitas Padjadjaran Jatinangor dan juga untuk mengetahui motivasi apa saja yang membuat perempuan memiliki keinginan untuk bekerja. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif serta metode pengumpulan data yang digunakan melalui wawancara mendalam, buku referensi dan juga penelitian-penelitian terhadulu. Hasil penelitian yang didapatkan menyatakan bahwa peranan perempuan dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga K3L terbagi menjadi dua peran, yang pertama adalah peran perempuan di dalam keluarga, diantaranya adalah peranan sebagai seorang ibu dan juga peranan sebagai pendamping suami. Yang kedua adalah peranan perempuan di luar keluarga yaitu sebagai pencari nafkah. Para perempuan ini bekerja untuk dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga. ABSTRACTThis study aims to determine the role of women in improving the family welfare of the K3L officers of Universitas Padjadjaran Jatinangor and also to find out what motivation makes women have the desire to work. The method used in this research is qualitative descriptive and data collection methods used through in-depth interviews, reference books and also research studies. The result of the research shows that the role of women in improving the economic welfare of K3L family is divided into two roles, the first is the role of women in the family, such as the role of a mother and also the role of the husbands companion. The second is the role of women outside the family as the breadwinner. These women work to improve the economic welfare of the family.
TINGKAT STRESS PENYALAHGUNA NAPZA SAAT MENJALANI REHABILITASI DI INABAH XV PONDOK PESANTREN SURYALAYA Ahmad Saalik Hudan Alfariz; Budi Muhammad Taftazani
Share : Social Work Journal Vol 10, No 1 (2020): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v10i1.25992

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai tingkat stress yang dialami santri binaan yang sedang menjalani proses rehabilitasi penyalahgunaan Napza di Inabah Pondok Pesantren Suryalaya Tasikmalaya. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi karakteristik penyalahguna NAPZA, mengukur tingkat stress penyalahguna NAPZA pada aspek fisiologis, emosional, dan perilaku. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kuantitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu sensus dengan jumlah 37 orang responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner baku yang dimodifikasi untuk mengukur tingkat stress. Katagori tingkat stress yaitu, ringan, sedang dan berat. Validitas alat ukur menggunakan validitas muka dan teknik analisis data dengan statistik deskriptif dan tabulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korban penyalahguna NAPZA mengalami stress pada tingkat sedang saat menjalani rehabilitasi. Hal ini dilihat berdasarkan skor pada ketiga aspek stress yaitu fisiologis, emosional dan perilaku. Dari ketiga aspek tersebut stress pada aspek emosional menunjukkan skor tertinggi.
PSIKOEDUKASI KELUARGA DALAM MENDUKUNG PENYEMBUHAN ORANG DENGAN SKIZOPRENIA Faradigma Zukhrufa Zukhrufa; Budi Muhammad Taftazani
Share : Social Work Journal Vol 11, No 1 (2021): Share : Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v11i1.34393

Abstract

Salah satu gangguan mental yang serius dan sangat berdampak pada hampir semua aspek kehidupan penyandangnya adalah skizoprenia. Gangguan skizoprenia dicirikan dengan adanya halusinasi dan delusi, kekacauan pada afek, serta perilaku sosial yang kacau. Intervensi berupa psikoedukasi kepada keluarga penyandang skizoprenia penting dilakukan sebagai bagian dai proses rehabilitasi. Tulisan ini bertujuan untuk menggambarkan pentingnya psikoedukasi keluarga dalam proses penyembuhan penyandang skizoprenia yang seringkali kurang menjadi fokus perhatian. Metode kajian ini menggunakan literature review dari sumber-sumber yang relevan yang mengkaji tentang psikoedukasi kepada keluarga penyandang skizoprenia. Sumber kajian terdiri dari buku, artikel, dan jurnal terpublikasi. Hasil kajian menunjukkan keluarga sebagai lingkungan terdekat penyandang skizoprenia, menjadi salah satu faktor yang banyak berpengaruh baik pada perkembangan penyebab munculnya skizoprenia, proses penyembuhan sampai pasca penyembuhan, serta masalah kekambuhan. Terjadi hubungan saling mempengaruhi antara keadaan penyandang skizoprenia dan keluarganya. Pola relasi negatif  dapat muncul dari hubungan timbal balik tersebut yang berkontribusi pada terhambatnya proses penyembuhan dan pemulihan atau beresiko terjadi kekambuhan. Diperlukan edukasi kepada keluarga yang memiliki penyandang disabilitas ini terkait dengan bagaimana pola komunikasi, cara berelasi atau perlakuan yang sejalan dengan proses penyembuhan, mengurangi resiko kekambuhan, meningkatkan keterampilan sosial, mengurangi expressed emotion (EE) dan menciptakan lingkungan terdekat yang mendukung.
EFEKTIVITAS PROGRAM PELAYANAN SOSIAL PADA ANAK CEREBRAL PALSY OLEH SEKOLAH LUAR BIASA Franzeska Venty; Budhi Wibhawa; Budi Muhammad Taftazani
Share : Social Work Journal Vol 5, No 1 (2015): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.836 KB) | DOI: 10.24198/share.v5i1.13124

Abstract

Pemenuhan kebutuhan dasar merupakan tantangan besar bagi anak dengan disabilitas dalam hidupnya. Dalam pemenuhannya, anak dengan disabilitas membutuhkan pelayanan khusus yang dapat mengatasi berbagai keterbatasannya. Begitu pula dengan anak cerebral palsy, yang memiliki keterbatasan pada pengendalian fungsi pergerakkan akibat adanya kerusakan pada fungsi otak dan sistem saraf. Sekolah Luar Biasa yang menyelenggarakan pelayanan sosial, sebagai salah satu usaha kesejahteraan sosial, untuk diberikan pada anak cerebral palsy dalam bentuk kegiatan pertolongan agar mereka mampu mengatasi permasalahannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif studi kasus, agar dalam penelitian ini dapat diperoleh gambaran secara empirik tentang program pelayanan sosial apa saja yang diberikan pada anak cerebral palsy oleh Sekolah Luar Biasa, sehingga hasil penelitian ini dapat mencapai tujuan untuk menggambarkan efektivitas dari program pelayanan sosial yang diberikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga program pelayanan sosial, yaitu pendidikan, rehabilitasi, dan keterampilan. Program pendidikan belum efektif, karena keterbatasan sumber daya guru dalam mengajari anak cerebral palsy. Program rehabilitasi sudah efektif, karena terdapat terapis yang professional dalam bidangnya memberikan layanan terapi untuk fungsi gerak anak cerebal palsy. Program keterampilan sudah efektif, karena guru dibantu pengasuh dapat mengajarkan anak untuk beraktivitas dalam hal-hal sederhana yang membantu mereka untuk hidup terampil dan mandiri.
METODE HIPNOTERAPI UNTUK PENANGANAN KLIEN DENGAN KEBIASAAN MEROKOK Agung Purwanto; Budi Muhammad Taftazani; Eva Nuriyah Hidayat
Share : Social Work Journal Vol 11, No 2 (2021): Share : Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v11i2.35080

Abstract

ABSTRAKKebiasaan merokok memiliki dampak negatif yaitu mulai dari menimbulkan berbagai macam penyakit berat hingga kematian dan bagi kelompok masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah dapat menyebabkan berkurangnya biaya untuk memenuhi kebutuhan dasar. Salah satu bentuk intervensi yang dapat dilakukan bagi perokok untuk menghilangkan kebiasaan merokoknya yaitu dengan menerapkan metode hipnoterapi. Metode hipnoterapi lazim digunakan dalam praktik pekerjaan sosial khususnya dalam arena pekerjaan sosial klinis atau pekerjaan sosial medis. Metode ini sejalan dengan perspektif berbasis kekuatan dan keterhubungan antaran fikiran dan tubuh. Tulisan ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana proses hipnoterapi kepada individu dengan kebiasaan merokok. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan informan dua subjek klien yang menjalankan terapi dan seorang hypnotherapist.. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan metode hipnoterapi pada klien dengan kebiasaan merokok terbagi menjadi tujuh tahapan yaitu pra induksi, induksi, deepening, depth level test, suggestion therapy, hypnotherapeutic technique dan terminasi. Terdapat perbedaan pada bagian suggestion therapy dan hypnotherapeutic technique yang disesuaikan dengan tujuan masing-masing klien. Perbedaan terletak pada teknik manipulasi dan substitusi. ABSTRACTSmoking habits have negative impacts ranging from causing various serious diseases to death and for people with low economic income it can lead to reduced costs to meet their basic needs. One form of intervention that can be done to individual smokers can be done by applying hypnotherapy methods. Hypnotherapy methods are commonly used in social work practices especially in the arena of clinical social work or medical social work. This method is in line with the strength perspective and connection between mind and body approach. This paper aims to describe the process of hypnotherapy to individuals with smoking habits.This study operates descriptive qualitative method with three informants, that is two clients who accept therapy and a hypnotherapist. Interviews and observation use as data collection techniques. The results showed that the hypnotherapy method for clients with smoking habits was divided into seven stages, namely pre-induction, induction, deepening, depth level test, suggestion therapy, hypnotherapeutic technique and termination. However, because there are differences in each client's goals, namely reducing and stopping, the suggestion therapy and hypnotherapeutic technique sections are adjusted to these goals. The difference lies in the technique of manipulation and substitution. However, there are similarities in the purpose of the technique given to both, which is to eliminate comfort in smoking activities. 
MASALAH SOSIAL DAN WIRAUSAHA SOSIAL Budi Muhammad Taftazani
Share : Social Work Journal Vol 7, No 1 (2017): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.407 KB) | DOI: 10.24198/share.v7i1.13822

Abstract

Memahami masalah sosial sangat penting bagi mereka yang bergerak di bidang social entrepreneurs. Dengan memahami keluasan serta kedalaman masalah, maka kita akan terbantumenemukan peluang-peluang untuk aksi penanganan baik yang sifatnya pencegahan, penyelesaian, atau pengembangan. Penyebab masalah sosial sangatlah kompleks merentang dari dimensi yang terkait dengan pola tingkah laku, pola interaksi, perubahan dan konflik nilai, sampai yang diakibatkan oleh situasi ketidakadilan, pengabaian terhadap hak-hak asasi manusia, serta kerusakan ekologis yang parah.Ditengah berbagai masalah sosial yang semakin kompleks baik dari penyebab maupun akibatnya, diharapakan muncul para wirausahawan sosial yang mampu menyumbangkan ide dan aksi untuk masalah-masalah yang selama ini dianggap tidak terpecahkan. Dibutuhkan rumusan-rumusan model kreatif dalam upaya pemecahan masalah sosial yang sebelumnya hanya didekati dengan cara-cara konvensional yang dicirikan dengan penerapan model-model kuratif, orientasi proyek jangka pendek, pengawasan implementsi yang lemah sehingga penuh ketidakkonsistenan antara tatanan ide dengan implementasi, dan tidak mampu memunculkan kesadaran kolektif masyarakat bahwa mereka adalah aktor utama perubahan. Sering pula terjadi pihak-pihak yang memiliki otoritas baru melakukan upaya pencegahan atau penanganan masalah setelah terjadi kerusakan yang signifikan.Bagi para wirausahawan sosial, keadaan seperti demikian sebaiknya dilihat sebagai peluang untuk menciptakan model-model jitu diluar pendekatan biasa yang tidak menyelesaikan masalah atau bahkan hanya seolah-olah menyelesaiikan masalah. Saat ini banyak masalah sosial di Indonesia yang perlu menjadi perhatian baik itu yang bersumber dari disfungsi sosial individu, keluarga, atau disfungsi kelembagaan dan organisasi termasuk lembaga-lembaga pelayanan sosial dan publik.
EKSISTENSI PEKERJA SOSIAL DI INDONESIA, MALAYSIA DAN AMERIKA SERIKAT Adetya Nuzuliani Rahma; Nunung Nurwati; Budi Muhammad Taftazani
Share : Social Work Journal Vol 4, No 2 (2014): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.773 KB) | DOI: 10.24198/share.v4i2.13080

Abstract

Dengan masyarakat sejahtera di dalam suatu negara, dapat dijadikan indikator negara tersebut maju atau berkembang. Sehingga kesejahteraan sosial menjadi salah satu indikator yang penting dalam pembangunan suatu negara. Berbicara mengenai kesejahteraan sosial, sangat erat kaitannya dengan profesi pekerjaan sosial. Pekerja sosial dengan keterampilan, nilai-nilai, dan metode serta pendekatan yang dimilikinya mampu meningkatkan keberfungsian sosial individu, keluarga, masyarakat, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan sosial suatu negara. Dengan demikian keberadaan profesi pekerjaan sosial penting dan berpengaruh terhadap kesejahteraan suatu negara.Dalam tulisan ini, penulis menggambarkan profesi pekerjaan sosial di beberapa negara, seperti Indonesia, Malaysia, dan Amerika Serikat dengan tujuan untuk memberikan informasi, gambaran umum dan pengetahuan mengenai eksistensi pekerja sosial di masing-masing negara. Selain itu, dari informasi-informasi tersebut dapat dijadikan rujukan untuk meningkatkan eksistensi pekerja sosial di Indonesia.
TEORI PEKERJAAN SOSIAL DALAM LINTASAN MODERNISME DAN POSMODERNISME Budi Muhammad Taftazani
Share : Social Work Journal Vol 4, No 2 (2014): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.314 KB) | DOI: 10.24198/share.v4i2.13061

Abstract

Adanya perbedaan sudut pandang dalam memahami teori pada ilmu-ilmu sosial termasukpekerjaan sosial seringkali memunculkan pertanyaan seperti: apa sebenarnya teori itu? Apakahpekerjaan sosial memiliki teori? Apa gunanya teori dalam praktik pekerjaan sosial?Paling tidak dalam skema yang besar, pemahaman teori dapat berakar dari dua pandanganutama yang selama ini mempengaruhi pengetahuan pekerjaan sosial yaitu pemahaman teori yangberasal dari pandangan positivis atau modernis dan teori yang berasal dari pandangan posmodernis.Tentunya dilihat dari perjalanannya, teori dari aliran modernis-positivis adalah yang lebih dahuluberpengaruh, yang kemudian berkembang ke arah posmodernis.Struktur pengetahuan positivisme yang dibangun dari tradisi ilmu alam dianggap kurangmemadai dalam mengungkap kompleksitas gejala sosial atau interaksi dan perilaku manusia.Positivisme tidak sanggup mengungkap aspek-aspek yang tidak kasat mata dari fenomena sosial.Pengetahuan hanya sah bila sudah diuji oleh metode ilmiah. Sementara posmodernisme memberiruang yang lebih terbuka dalam mengungkap aspek-aspek penting dibalik sebuah pengetahuan.Realitas tunggal, universalisme dan generalisasi yang luas ditolak oleh pandangan ini. Pengetahuandianggap bukan gambaran sebenarnya dari realitas.Implikasi pada pekerjaan sosial dari dua pandangan ini diantaranya adalah memperkayaconceptual framework dari pengetahuan pekerjaan sosial serta memberi kesadaran baru akanpentingnya memperhatikan konteks, lokalitas, keragaman, relativitas kebenaran pengetahuan, sertaaspek-aspek penting lain dari kehidupan manusia atau dunia klien yang tidak terungkap olehmetode positivis. Terdapat pula relevansi pandangan posmodernisme dengan pekerjaan sosialsebagai ilmu terapan ketika pemaknaan teori tidak lagi dibatasi hanya sebagai penjelasan ekplanatifsaja.
PEKERJAAN SOSIAL UNTUK PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA Budi Muhammad Taftazani; Fitri Hajar Purnama; Santoso Tri Raharjo
Share : Social Work Journal Vol 10, No 1 (2020): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v10i1.25663

Abstract

Pengembangan sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu bidang kerja dari pekerjaan sosial okupasi atau disebut juga dengan pekerjaan sosial industri.Pengetahuan dan keterampilan terkait pengembangan SDM relevan dengan kompetensi pekerjaan sosial yang dipelajari di pendidikan pekerjaan sosial-yang di Indonesia disebut dengan studi kesejahteraan sosial-. Pengembangan SDM sejalan dengan perspektif kekuatan (strength based) yang digunakan dalam pekerjaan sosial yang memberi perhatian khusus pada sisi kekuatan dari manusia sehingga profesi ini dalam praktiknya terlibat dalam upaya mengubah dan mengembangkan perilaku manusia untuk mencapai kualitas hidup yang diharapan baik secara personal maupun sosial. Pekerjaan sosial okupasi memaksimalkan potensi manusia dan memelihara adaptasi optimal antara individu dan lingkungan kerjanya.  Pekerja sosial melaksanakan tugasnya agar orang-orang di lingkungan kerja memiliki kualitas hidup yang baik sehingga kepuasan konsumen, keuntungan perusahaan, produktivitas dan kepuasan karyawan dapat tercapai.  Diantara tugas pekerja sosial okupasi dalam bidang pengembangan SDM yaitu terlibat dalam manajemen personalia, melaksanakan kegiatan edukasi yang tekait dengan mengubah mindset dan pembiasaan perilaku baru, penanganan karyawan bermasalah dan konseling, mediasi, networking, dan modifikasi lingkungan yang kondusif untuk bekerja.           
PERAN PEREMPUAN DALAM PENGEMBANGAN PROGRAM DESA WISATA CADIKA INDRAWATI PUTRI1; RUDI SAPRUDIN DARWIS; BUDI MUHAMMAD TAFTAZANI
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.712 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v4i2.14269

Abstract

Dalam pembangunan, perlu diupayakan peningkatan kapasitas dan partisipasi sumber daya yang ada untuk memaksimalkan pembangunan tersebut. Baik laki-laki maupun perempuan, sebagai sumber daya yang ada di dalam masyarakat, pada hakikatnya memiliki kesempatan yang sama untuk dapat berpartisipasi dalam pembangunan. Akan tetapi, pada kenyataannya, sering kita jumpai tidak samanya kesempatan antara laki-laki dan perempuan. Di samping perempuan dan laki-laki yang pada hakikatnya memiliki kesempatan yang sama, perempuan pun memiliki potensi besar untuk meningkatkan kapasitas dirinya. Di sini lah muncul pendekatan-pendekatan yang mengarah pada pemberdayaan perempuan. Dalam perkembangannya, partisipasi perempuan dalam proses pembangunan semakin terlihat, walaupun masih sering kita jumpai diskriminasi terhadap perempuan. Pada penilitian ini, peneliti akan meneliti seperti apa peran, partisipasi dan kedudukan perempuan dalam program desa wisata di Desa Sukaratu, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk dapat melihat potensi perempuan di pedesaan yang ikut berpartisipasi dalam pengembangan masyarakat di desanya, dalam hal ini, studi kasus program desa wisata di Desa Sukaratu. Hasil penelitian ini akan menjadi pengetahuan baru bagi studi pekerjaan sosial, khususnya mengenai pemberdayaan perempuan dan partisipasi perempuan dalam pembangunan desa.
Co-Authors Abdussalam Abdussalam, Abdussalam Abi Muhammad Nugraha Adetya Nuzuliani Rahma Adetya Nuzuliani Rahma, Adetya Nuzuliani Aditya Rahmat Gunawan, Aditya Rahmat Afina Azizah Agung Purwanto Agung Purwanto Agus Wahyudi Riana Ahmad Saalik Hudan Alfariz Al Banda Arya Rekso Negoro Ana Nur Latifah Anisa Putri Alifah Anita Listyani Anita Listyani, Anita Arie Surya Gutama Aulia, Danisya Awalya, Keisya Putri Beladiena, Arsy Nafisa Binahayati Rusyidi BUDHI WIBHAWA Budhi Wibhawa Budhi Wibhawa, Budhi Bunsaman, Shafila Mardiana CADIKA INDRAWATI PUTRI1 Chen, Yi-Yi Danisya Aulia Detyo Eka Cahya Salim Dian Haerunisa Dian Haerunisa, Dian Dian Puspita Sari Dwi Rahayu Nurmiati Dwi Rahayu Nurmiati Dyta Mardyani Dyta Mardyani Elis Fauziyah Eva Nuriyah Hidayat Faradigma Zukhrufa Zukhrufa Faris Harsen Fitri Hajar Purnama Franzeska Venty Franzeska Venty, Franzeska Gisela Kessik Kessik Haeruddin Mujuddin Humaira, Salsabila Husnawati Djabbar Ishartono Ishartono Ishartono Lenny Meilany Maryatun Maryatun Maulana Irfan Maulana Irfan, Maulana Mustajir Mustajir Mustajir SH Nadya Putri Aprilia Naomi Shinta Pasila Naufaldy Azzura Herdiana Naufaldy Azzura Herdiana Nazamuddin, Aniza Nazmi Nur Alifa Negoro, Al Banda Arya Rekso Nunung Nurwati Nunung Nurwati Nurliana C. Apsari Nurliana Cipta Apsari Nurliana Cipta Apsari Nurliana Cipta Apsari Nurliana Cipta Apsari Nurliana Cipta Apsari Nurliana Cipta Apsari NURMIATI, Dwi Rahayu Nurul Husna Permana, Oktia Dwi PUTRI1, CADIKA INDRAWATI R Nunung Nurwati R Nunung Nurwati Ramadhan, Dhiya Nabilah Ramadhatsani, Sahira Risna Resnawaty, Risna Rizeki Hardiansyah Rodhi Dwi Priono Rudi Saprudin Darwis Rudi Saprudin Darwis, Rudi Saprudin Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi SAHADI HUMAEDI Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi Santoso T. Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso, Meilanny Sarah Dhea Pratiwi SARI, SITI FATIMAH MUTIA Shafila Mardiana Bunsaman SITI FATIMAH MUTIA SARI Siti Ropiah Sri Sulastri Tabita Titah Dewanti Yusuf Krisman Gea