Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Kepuasan pengguna jasa pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Bahtera Mas KendariSatisfaction of health services users of Bahtera Mas General Hospital Kendari Rahma, Sitti; Zubaedah, Cucu; Setiawan, Asty Samiaty
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 28, No 2 (2016): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.113 KB) | DOI: 10.24198/jkg.v28i2.18706

Abstract

Pendahuluan: Kepuasan merupakan perbandingan harapan dengan kinerja yang dirasakan pelanggan/pengguna. Tujuan penelitian ini adalah menilai kepuasan pengguna jasa pelayanan kesehatan di Rumah Sakit. Metode: Jenis penelitian deskriptif survei. Populasi adalah pengguna Rumah Sakit Umum Bahteramas Kendari. Pengambilan sampel dilakukan secara purpoisive sampling Penelitian dilakukan  dengan memberikan kuesioner kepuasan pengguna rumah sakit. Sampel  terjaring 200 orang. Variable penelitian adalah kepuasan pengguna rumah sakit dengan 14 (empat belas) indikator. Hasil: Indikator prosedur pelayanan dan indikator persyaratan pelayanan mempunyai indeks kepuasan  yang kurang sedangkan indikator kejelasan petugas, kedisiplinan petugas, tanggung jawab petugas, kemampuan petugas,kecepatan petugas, keadilan memdapatkan pelayanan,kesopanan dan keramahan petugas, kepastian jadwal pelayanan, kenyamanan lingkungan dan keamaman lingkungan masing-masing indicator mempunyai nilai  indeks kepuasan yang baik. Secara keseluruhan indeks kepuasan Rumah sakit Umum Bahteramas Kendari mempunyai indeks kepuasan katagori B yaitu baik. Simpulan:  Pengguna jasa merasakan kepuasan jasa pelayanan kesehatan Rumah Sakit Umum Bahtera Mas Kendari. ABSTRACTIntroduction: Satisfaction is a comparison of expectations with the performance perceived by the customer / user. The purpose of this study was to assess the satisfaction of users of health services in hospitals. Methods: Type of survey descriptive research. The population is the user of Bahteramas Kendari General Hospital. Sampling was done by purpoisive sampling. The research was carried out by giving satisfaction questionnaires to hospital users. Samples netted 200 people. The research variable is the satisfaction of hospital users with 14 (fourteen) indicators. Results: Service procedure indicators and service requirements indicators have a lack of satisfaction index, while indicators of clarity of officers, discipline of officers, responsibilities of officers, ability of officers, speed of officers, fairness get service, politeness and friendliness of officers, certainty of service schedules, environmental comfort and environmental security each indicator has a good satisfaction index value. Overall satisfaction index of Bahteramas Kendari General Hospital has category B satisfaction index which is good. Conclusion: Service users feel the satisfaction of the health services of the Bahtera Mas Kendari General Hospital. Keywords: User satisfaction, service dimensions, hospital.Pendahuluan: Kepuasan merupakan perbandingan harapan dengan kinerja yang dirasakan pelanggan/pengguna. Tujuan penelitian ini adalah menilai kepuasan pengguna jasa pelayanan kesehatan di Rumah Sakit.Metode: Jenis penelitian deskriptif survei. Populasi adalah pengguna Rumah Sakit Umum Bahteramas Kendari. Pengambilan sampel dilakukan secara purpoisive sampling Penelitian dilakukan  dengan memberikan kuesioner kepuasan pengguna rumah sakit. Sampel  terjaring 200 orang. Variable penelitian adalah kepuasan pengguna rumah sakit dengan 14 (empat belas) indikator. Hasil: Indikator prosedur pelayanan dan indikator persyaratan pelayanan mempunyai indeks kepuasan  yang kurang sedangkan indikator kejelasan petugas,kedisiplinan petugas, tanggung jawab petugas, kemampuan petugas,kecepatan petugas, keadilan memdapatkan pelayanan,kesopanan dan keramahan petugas, kepastian jadwal pelayanan, kenyamanan lingkungan dan keamaman lingkungan masing-masing indicator mempunyai nilai  indeks kepuasan yang baik. Secara keseluruhan indeks kepuasan Rumah sakit Umum Bahteramas Kendari mempunyai indeks kepuasan katagori B yaitu baik.Simpulan:  Pengguna jasa merasakan kepuasan jasa pelayanan kesehatan Rumah Sakit Umum Bahtera Mas Kendari.Kata kunci: Kepuasan pengguna, dimensi pelayanan, rumah sakit.
Efektivitas pemasaran dari mulut ke mulut pengguna Paviliun Padjadjaran Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Padjadjaran Yandi Kusmulyandi; Cucu Zubaedah; Kosterman Usri
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 2, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v2i1.22303

Abstract

Pendahuluan: Efektivitas Pemasaran merupakan hal yang penting dalam keberhasilan pelaksanaan jasa pemasaran khususnya pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Efetivitas Pemasaran dari Mulut ke Mulut Pengguna di Paviliun Padjadjaran Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Padjadjaran. Metode: metode dalam penelitian ini adalah survey dengan jenis penelitin deskriptif. Pengambilan sampel dengan cara consecutive sampling. Penelitian dilakukan di Paviliun Padjadjaran Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Padjadjaran dengan menggunakan kuisioner. Hasil: sebanyak 84 orang sampel menunjukan bahwa secara keseluruhan rata-rata efektivitas pemasaran pengguna Paviliun Padjadjaran Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Padjadjaran sebesar 67,5 %.Nilai tersebut termasuk kedalam kategori cukup efektif. Simpulan: Tingkat efektivitas pemasaran dari mulut ke mulut di bagian Paviliun Padjadjaran RSGM Unpad dalam hal ini meliputi pasien yang loyal, keluarga pasien, dan penunggu terhadap pelayanan yang diberikan di Paviliun Padjadjaran RSGM Unpad dinilai cukup efektif dengan persentase sebesar 67,5 %.Kata kunci: Pemasaran mulut ke mulut, pengguna, Paviliun Padjadjaran
Pengetahuan pekerja sektor informal bukan pemilik kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial mengenai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Knowledge of Social Security Agency (BPJS) non-cardholder informal sector workers regarding the Healthcare and Social Security Agency (BPJS Kesehatan) Yoanita Petrina; Cucu Zubaedah; Sri Susilawati
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 3, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v3i2.24076

Abstract

Pendahuluan: Hak untuk sehat merupakan hak asasi manusia yang diakui di Indonesia. Pemerintah melaksanakan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk mewujudkan hak untuk sehat melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Rendahnya partisipasi pekerja sektor informal karena kurangnya kesadaran dan pengetahuan tentang konsep dasar penjaminan kesehatan. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengetahuan pekerja sektor informal bukan pemilik kartu BPJS mengenai BPJS Kesehatan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode survei. Penelitian dilakukan dengan memberikan kuesioner pengetahuan BPJS Kesehatan. Sampel penelitian adalah pekerja sektor informal bukan pemilik kartu BPJS Kesehatan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 7,7% responden berpengetahuan cukup dan 92,3% berpengetahuan kurang tentang BPJS Kesehatan. Nilai rata-rata dari seluruh responden adalah 38,61 yang termasuk kategori kurang). Simpulan: Pengetahuan pekerja sektor informal bukan pemilik kartu BPJS Kesehatan mengenai BPJS Kesehatan tergolong dalam kategori kurang.Kata kunci: BPJS Kesehatan, JKN, pengetahuan, pekerja sektor informal. ABSTRACTIntroduction: The human right to health is a recognised human right in Indonesia. The government implements the Universal Healthcare Program (JKN) to actualise the human right to health through the Social Security Agency (BPJS). The low participation of informal sector workers is caused by lack of awareness and knowledge on the basic concepts of health insurance. The purpose of this study was to determine the knowledge of Social Security Agency (BPJS) non-cardholder informal sector workers regarding the Healthcare and Social Security Agency (BPJS Kesehatan). Methods: This research was a descriptive study with a survey method. The study was conducted by giving questionnaire regarding knowledge of Healthcare and Social Security Agency. The research sample was Social Security Agency (BPJS) non-cardholder informal sector workers. Results: The results showed that 7.7% of respondents had sufficient knowledge and 92.3% had less knowledge regarding the Healthcare and Social Security Agency. The average value of all respondents was 38.61 which included in the less category. Conclusion: Knowledge of Social Security Agency non-cardholder informal sector workers regarding the Healthcare and Social Security Agency belongs to the less knowledge category.Keywords: Healthcare and Social Security Agency, Universal Healthcare Program, knowledge, informal sector workers.
PERBEDAAN SEKRESI SALIVA, AMBANG KECAP, TEKANAN DARAH, KADAR GLUKOSA DARAH PADA WANITA PEROKOK DAN NON-PEROKOK Sri Tjahajawati; Anggun Rafisa; Nani Murniati; Cucu Zubaedah
Dharmakarya Vol 8, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.603 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v8i1.18101

Abstract

Panas asap rokok dan kandungan berbahaya dalam rokok dapat berdampak pada kesehatan rongga mulut dan sistemik. Pada saat ini jumlah wanita perokok semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan sekresi saliva, ambang kecap, tekanan darah dan glukosa darah pada wanita perokok dan non-perokok. Penelitian ini termasuk jenis analitik komparatif dengan rancangan komparatif cross-sectional, yaitu membandingkan beberapa outcome kedua kelompok wanita. Data penelitian dianalisis dengan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukan lama merokok rata-rata 4,4 tahun, jumlah rokok yang dihisap 14,8 batang per hari. Usia rata-rata wanita perokok 21,2 tahun. Ambang kecap manis dan asin rata-rata pada wanita perokok lebih tinggi dari wanita non-perokok. Volume dan pH saliva rata-rata perokok lebih rendah dari wanita non-perokok. Nilai tekanan darah diastolik dan kadar glukosa darah rata-rata pada wanita perokok lebih tinggi dari wanita non-perokok. Ambang kecap manis, tekanan darah sistolik dan kadar glukosa darah antara wanita perokok dan non-perokok berbeda signifikan (p<0,005). Simpulan penelitian adalah terdapat perbedaan ambang kecap manis, tekanan darah sistol dan kadar glukosa darah pada wanita perokok dan non-perokok. 
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN WANITA MENGENAI KONDISI TUBUH YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENYAKIT RONGGA MULUT MELALUI PENYULUHAN Sri Tjahajawati; Anggun Rafisa; Cucu Zubaedah; Rasmi Rikmasari
Dharmakarya Vol 10, No 3 (2021): September, 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v10i3.31249

Abstract

Saliva adalah cairan tubuh yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan dan kesehatan rongga mulut Keseimbangan tersebut dapat terganggu dan menyebabkan penyakit rongga mulut apabila terdapat perubahan pada tubuh seperti kehamilan, kebiasaan merokok, menopause, diabetes mellitus dan hipertensi Pengetahuan masyarakat terutama wanita mengenai berbagai kondisi yang berhubungan dengan penyakit dalam rongga mulut harus menjadi perhatian karena perubahan hormonal pada saat kehamilan dan menopause hanya dialami oleh wanita dan anatomi serta fisiologi tubuh wanita juga berbeda dengan pria sehingga lebih berisiko terkena penyakit mulut. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan tersebut adalah dengan melakukan penyuluhan sebagai bentuk dari promosi kesehatan. Peserta yang memenuhi kriteria sampel diambil secara keseluruhan (total sampling), berjumlah 81 orang wanita dari Desa Cikeruh. Penyuluhan dilaksanakan secara daring menggunakan media presentasi power point dan video edukasi melalui zoom meeting. Materi penyuluhan memaparkan diabetes melitus, hipertensi, kehamilan, menopause dan kebiasaan merokok yang bermanifestasi pada tubuh dan rongga mulut. Kegiatan penyuluhan terdiri dari tiga tahap yaitu pemberian pre-test, penyampaian materi penyuluhan dan post-test. Peningkatan nilai rata-rata peserta kegiatan penyuluhan pada post-test terlihat pada kelima topik. Sejumlah 76 orang (93.8%) responden mengalami peningkatan nilai rata-rata pada post-test, sejumlah 5 orang (6,2 %) responden tampak memiliki penurunan nilai rata-rata post-test termasuk ke dalam kelompok ibu hamil. Kegiatan penyuluhan pada wanita di Desa Cikeruh menunjukkan peningkatan pengetahuan mengenai kondisi tubuh yang berhubungan dengan penyakit dalam rongga mulut. Kegiatan penyuluhan ini diharapkan dapat mendorong para peserta kegiatan dan masyarakat untuk merubah perilaku ke arah pola hidup yang lebih sehat.
Penilaian pengguna terhadap mutu pelayanan di poli gigi Puskesmas Bogor TimurDental health service user assessment of service quality at the East Bogor Community Health Center Dental Clinic Muthia Kirana Adhelina; Cucu Zubaedah; Netty Suryanti
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 29, No 1 (2017): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.802 KB) | DOI: 10.24198/jkg.v29i1.18598

Abstract

Pendahuluan: Mutu pelayanan merupakan tingkat baik dan buruknya suatu pelayanan yang dapat diberikan oleh pemberi pelayanan. Penilaian mutu pelayanan dapat dilakukan menggunakan dimensi ServQual yang meliputi kehandalan, daya tanggap, jaminan, rasa peduli dan bukti fisik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi dan gambaran penilaian pengguna mengenai mutu pelayanan di Poli Gigi Puskesmas Bogor Timur Kota Bogor. Metode: Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif dengan metode survei. Penelitian dilakukan dengan observasi langsung dan pengisian kuesioner pada pengguna Poli Gigi Puskesmas Bogor Timur. Hasil: Penilaian responden dilihat dari dimensi ServQual menunjukkan 72,63% responden menyatakan baik pada dimensi kehandalan, 73,68% responden menyatakan baik pada dimensi daya tanggap, 62,11% responden menyatakan baik pada dimensi jaminan,75,79% responden menyatakan baik pada dimensi rasa peduli , dan 60% responden menyatakan baik pada dimensi bukti fisik. Simpulan: Poli Gigi Puskesmas Bogor Timur memiliki mutu pelayanan yang baik dinilai dari dimensi ServQual, namun masih terdapat beberapa hal yang perlu dievaluasi untuk meningkatkan mutu pelayanan Poli Gigi Puskesmas Bogor Timur.Kata kunci: Mutu pelayanan, poli gigi, Puskesmas. ABSTRACTIntroduction: Service quality is the level of good and bad service that can be provided by service providers. Assessment of service quality can be done using the ServQual dimension which includes reliability, responsiveness, assurance, a sense of caring and physical evidence. The purpose of this study was to obtain information and an overview of the user’s assessment of the quality of service at the Bogor Timur Health Centre Dental Clinic, Bogor City. Methods: The type of research conducted is descriptive research with survey methods. The study was carried out by direct observation and filling out questionnaires to users of East Bogor Public Health Dental Clinic. Result: Respondent’s assessment seen from ServQual dimension shows 72.63% of respondents stated both on the dimensions of reliability, 73.68% of respondents stated that both in the dimensions of responsiveness, 62.11% of respondents stated both in the dimension of assurance, 75.79% of respondents stated good on the dimension of caring, and 60% of respondents stated both in the dimension of physical evidence. Conclusion: Dental Clinic of East Bogor Health Centre has good service quality assessed from the ServQual dimension, but there are still some things that need to be evaluated to improve the quality of East Bogor Public Health Centre Dental Service.Keywords: Service quality, dental clinic, community health centre.
Perbedaan status kebersihan gigi dan mulut pada siswa Pondok Pesantren Salafiyah Al-Majidiyah sebelum dan sesudah penyuluhanDifferences in oral hygiene status of Salafiyah Al-Majidiyah Islamic Boarding School students before and after oral health counselling Bunga Hasna Adilah; Riana Wardani; Cucu Zubaedah
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 30, No 2 (2018): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.299 KB) | DOI: 10.24198/jkg.v30i3.18501

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan gigi dan mulut seseorang dapat dilihat dari status kebersihan gigi dan mulutnya. Status kebersihan gigi dan mulut dapat dinilai menggunakan Debris Index-Simplified (DI-S). Penyuluhan mengenai pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan seseorang dalam menjaga kebersihan rongga mulutnya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan status kebersihan gigi dan mulut pada siswa Pondok Pesantren Salafiyah Al-Majidiyah sebelum dan sesudah penyuluhan. Metode: Jenis penelitian adalah pra-eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel penelitian adalah 48 responden yang berusia 12-15 tahun. Pemeriksaan DI-S pada responden sebelum dan sesudah penyuluhan dilakukan sebanyak tiga kali. Data yang didapatkan kemudian diuji menggunakan uji normalitas. Uji Wilcoxon dilakukan karena data berdistribusi tidak normal. Hasil: Perbedaan indeks debris yang signifikan (nilai p=0,00<0,05) pada siswa Pondok Pesantren Salafiyah Al-Majidiyah dengan penurunan nilai rata-rata dari 1,355 menjadi 0,5383 sesudah penyuluhan mengenai pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut sebanyak tiga kali. Simpulan: Terdapat perbedaan status kebersihan gigi dan mulut pada siswa Pondok Pesantren Salafiyah Al-Majidiyah menjadi lebih baik sesudah diberikan penyuluhan dibandingkan dengan sebelum diberikan penyuluhan.Kata kunci: Indeks debris, penyuluhan, siswa pondok pesantren, status kebersihan gigi dan mulut. ABSTRACTIntroduction: An individual’s oral health can be seen from their oral hygiene status. Oral hygiene status can be assessed using a Debris Index-Simplified (DI-S). Counselling regarding the maintenance of oral hygiene is one of the efforts to improve individual ability to maintain the oral hygiene. The purpose of the study was to determine the differences in the oral hygiene status of Salafiyah Al-Majidiyah Islamic Boarding School students before and after oral health counselling. Methods: The research was pre-experimental with one group pretest-posttest design. The study sample was as much as 48 respondents aged 12 - 15-years-old. The DI-S examination was conducted on respondents before and after three times oral health counselling. The data obtained was then tested using the normality test. The Wilcoxon test was also performed because the data were not normally distributed. Result: There was a significant difference in the debris index (p-value = 0.00 < 0.05) of Salafiyah Al-Majidiyah Islamic Boarding School students, with a decrease in the average value from 1.355 to 0.5383 after three times counselling of oral hygiene maintenance. Conclusion: There was a significant increase in oral hygiene status of Salafiyah Al-Majidiyah Islamic Boarding School students after being given oral health counselling.Keywords: Debris Index-Simplified (DI-S), oral health counselling, Islamic Boarding School students, oral hygiene status.
Pengalaman karies dan kesehatan periodontal serta kebutuhan perawatan ibu hamilCaries experience, periodontal health, and oral treatment needs of pregnant women Anne Agustina Suwargiani; Indra Mustika Setia Pribadi; Wahyu Hidayat; Riana Wardani; Tadeus Arufan Jasrin; Cucu Zubaedah
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 30, No 1 (2018): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.191 KB) | DOI: 10.24198/jkg.v30i1.16282

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan gigi Ibu hamil  sangat perlu dijaga, untuk menghindarkan terjadinya infeksi pada gigi dan gusi. Upaya ini akan menghindarkan dari infeksi yang berisiko yang menyebabkan prematur dan kelahiran berat bayi lahir rendah. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengalaman karies dan kesehatan periodontal dan kebutuhan perawatan ibu hamil. Metode: Metode penelitian yang digunakan deskriptif. Populasi penelitian adalah ibu hamil yang datang ke Klinik Cantik Banjaran Bandung. Sampel penelitian yaitu ibu hamil yang bersedia menjadi subjek penelitian dan tidak mempunyai kelainan sistemik. Teknik pengambilan sampel adalah convinience sampling. Variabel penelitian pengalaman karies diukur dengan indeks DMFT, Kebutuhan perawatan karies adalah perhitungan kebutuhan perawatan berdasarkan penilaian persen kebutuhan perawatan dan kebutuhan perawatan periodontal diukur dengan indeks Community Periodontal Index and Treatment Needs (CPITN). Analisis data yang digunakan adalah distribusi frekuensi relatif. Hasil: Indeks DMFT ibu hamil 4,4 termasuk kriteria sangat rendah. Hasil CPITN yaitu periodontal sehat 0%; bleeding on probing (BOP), 43%; kalkulus, 53%; poket 4-5 mm, 3,3%; poket 6 mm, 0%. Kebutuhan perawatan gigi berlubang pada ibu hamil 30,9%. Kebutuhan perawatan jaringan periodontal diperlukan pada semua ibu hamil, berupa perbaikan oral hygiene 43%, perbaikan oral hygiene dan skeling 56%, Simpulan: Pengalaman karies ibu hamil pada kriteria sangat rendah, sedangkan kondisi jaringan periodontal ibu hamil semuanya memerlukan perawatan jaringan periodontal tetapi bukan perawatan periodontal kompleks.Kata kunci: Ibu hamil, indeks DMFT, indeks CPITN. ABSTRACTIntroduction: The oral health of pregnant women needs to be maintained to avoid infection of the teeth and gums. This effort will avoid dangerous infections that can cause premature and low birth weight babies. The purpose of this study was to determine the caries experience, periodontal health, and the oral treatment needs of pregnant women. Methods: The research method was descriptive. The study population was pregnant women who came to the Cantik Clinic of Banjaran, Bandung, whom willing to be the subject of research with no systemic abnormalities. The sampling technique was convenience sampling. The caries experience was measured by DMFT index. Caries treatment needs were the calculation of treatment needs based on the assessment of general and periodontal treatment needs to be measured by the Community Periodontal Index and Treatment Needs (CPITN) index. Data analysis used was the relative frequency distribution. Results: DMFT index of pregnant women was 4.4, included in the very low criteria. CPITN index measurement results were 0% healthy periodontal; 43% bleeding on probing (BOP); 53% calculus; 3.3% pocket of 4-5 mm; and 0% 6 mm pocket. General treatment needs of pregnant women mostly were tooth decay treatment (30.9%). Periodontal treatment needs were needed for all pregnant women, in the form of oral hygiene improvement only (43%), oral hygiene improvement and scaling (56%). Conclusion: The caries experience of pregnant women was very low, while the periodontal conditions require a non-complex periodontal treatment.Keywords: Pregnant women, DMFT Index, CPITN index.
Tingkat kebersihan gigi dan mulut siswa usia 11-12 tahun di SDN Cijayana 1 Kabupaten GarutOral hygiene level of students aged 11-12-years-old at Cijayana 1 State Elementary School of Garut Regency Qaulan Syahida; Riana Wardani; Cucu Zubaedah
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 29, No 1 (2017): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.852 KB) | DOI: 10.24198/jkg.v29i1.18605

Abstract

Pendahuluan: Gigi dan mulut merupakan organ penting yang harus dijaga kebersihannya. Indeks kebersihan gigi dan mulut diperoleh dari dua komponen yaitu indeks plak dan indeks kalkulus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kebersihan gigi dan mulut siswa usia 11-12 tahun di SDN Cijayana 1 Kabupaten Garut. Metode: Jenis penelitian adalah deskriptif dengan teknik survei. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Jumlah sampel penelitian sebanyak 51 siswa, terdiri dari 24 siswa laki-laki dan 27 siswa perempuan. Data diperoleh melalui pemeriksaan klinis, menggunakan indeks kebersihan gigi dan mulut dari Greene dan Vermillion. Hasil: Indeks kebersihan gigi dan mulut pada siswa usia 11-12 tahun di SDN Cijayana 1 adalah 2,07. Simpulan: Tingkat kebersihan gigi dan mulut siswa usia 11-12 tahun di SDN Cijayana 1 termasuk kategori sedang.Kata kunci: Kebersihan gigi dan mulut, indeks plak, indeks kalkulus ABSTRACTIntroduction: Teeth and mouth are important organs that must be kept clean. Oral and dental hygiene indexes are obtained from two components, namely plaque index and calculus index. The purpose of this study was to determine the level of dental and oral hygiene of students aged 11-12 years at SDN Cijayana 1 Garut Regency. Methods: This type of research is descriptive with survey techniques. The sampling technique used is total sampling. The number of research samples was 51 students, consisting of 24 male students and 27 female students. Data obtained through clinical examination, using dental and oral hygiene indexes from Greene and Vermillion. Result: Oral and dental hygiene index for students aged 11-12 years at SDN Cijayana 1 is 2.07. Conclusion: The level of dental and oral hygiene of students aged 11-12 years at Cijayana 1 Elementary School is in the moderate category.Keywords: Oral hygiene, plaque index, calculus index
Hubungan pengetahuan dengan sikap pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut siswa Pondok Pesantren Salafiyah Al-MajidiyahRelationship of knowledge and attitude in maintaining oral health of the Salafiyah Al-Majidiyah Islamic Boarding School students Aulia Bayu Fitri; Cucu Zubaedah; Riana Wardani
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 29, No 2 (2017): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.133 KB) | DOI: 10.24198/jkg.v29i2.18587

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu tolak ukur dalam menilai kesehatan secara umum. Pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut harus diiringi dengan pengetahuan yang baik dan sikap yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara pengetahuan dengan sikap pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut siswa pesantren Salafiyah Al- Majidiyah. Metode: Penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Hasil: Penelitian ini diperoleh nilai koefisien korelasi Spearman sebesar 0,91591 dengan pengujian hipotesis diperoleh nilai p sebesar 0,18155 atau p>0,05, menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan sikap pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut. Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan sikap pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut siswa Pesantren Salafiyah Al-Majidiyah.Kata kunci: Pengetahuan, sikap, pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut, pesantren. ABSTRACTIntroduction: Oral and dental health is one of the benchmarks in assessing general health. Maintenance of dental and oral health must be accompanied by good knowledge and the right attitude. The purpose of this study was to determine whether there was a relationship between knowledge and the attitude of maintaining dental and oral health of students of the Salafiyah Al-Majidiyah pesantren. Methods: The research used is descriptive correlation. Sampling using total sampling technique. Data was collected using a questionnaire. Results: This study obtained Spearman correlation coefficient value of 0.91591 with hypothesis testing obtained p value of 0.18155 or p> 0.05, indicating that there was no significant relationship between knowledge and dental and oral health maintenance attitudes. Conclusion: There is no relationship between knowledge and the attitude of maintaining dental and oral health of students of the Salafiyah Al-Majidiyah Islamic Boarding School.Keywords: Knowledge, attitude, oral health care, Islamic Boarding School.