Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Kajian Pembentukan Dispersi Padat Atenolol Menggunakan Metode Freeze Drying Maulita, Arina Swastika; Winantari, Agnes Nuniek; Rani, Karina Citra; Pradana, Aditya Trias; Kesuma, Dini
MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana) Vol. 7 No. 1 (2025): JUNE
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/mpi.v7i1.7334

Abstract

Atenolol merupakan obat golongan β1-adrenoblocker selektif yang digunakan untuk mengobati kondisi kardiovaskular seperti hipertensi dan angina pektoris. Namun, atenolol memiliki kelarutan dan permeabilitas yang rendah hal ini dapat membatasi bioavailabilitas oralnya. Salah satu metode yang efektif untuk meningkatkan kelarutan dan laju disolusi obat dengan kelarutan rendah adalah melalui pembentukan dispersi padat. Dispersi padat melibatkan pembawa obat dalam matriks yang bersifat inert dalam keadaan padat, yang dapat meningkatkan kelarutan dan stabilitas obat. Metode freeze drying (liofilisasi) digunakan dalam pembuatan dispersi padat atenolol untuk menghindari dekomposisi termal dan menghasilkan dispersi molekuler yang homogen. Karakterisasi dispersi padat yang dihasilkan meliputi analisis morfologi, identifikasi gugus fungsi, sifat kristalinitas, analisis termal, ukuran partikel, distribusi ukuran partikel, dan potensi zeta. Pada berbagai penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa dispersi padat dapat meningkatkan kelarutan dan laju disolusi atenolol secara signifikan. Atenolol is a selective β1-adrenoblocker drug used to treat cardiovascular conditions such as hypertension and angina pectoris. However, atenolol has low solubility and permeability, which can limit its oral bioavailability. One effective method to increase the solubility and dissolution rate of drugs with low solubility is through the formation of solid dispersions. Solid dispersions involve drug carriers in an inert matrix in the solid state, which can increase the solubility and stability of the drug. The freeze drying (lyophilization) method is used in the preparation of atenolol solid dispersions to avoid thermal decomposition and produce homogeneous molecular dispersions. Characterization of the resulting solid dispersions includes morphological analysis, identification of functional groups, crystallinity properties, thermal analysis, particle size, particle size distribution, and zeta potential. Various previous studies have shown that solid dispersions can significantly increase the solubility and dissolution rate of atenolol. Submitted: 05-02-2025, Revised: 10-04-2025, Accepted: 16-05-2025, Published regularly: June 2025
Pelatihan pembuatan produk makanan berbasis daun kelor untuk pemenuhan gizi balita di Desa Bogo Bojonegoro Rani, Karina Citra; Eka Jayani, Nikmatul Ikhrom; Darmasetiawan, Noviaty Kresna
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i3.4501

Abstract

Permasalahan malnutrisi pada balita merupakan masalah kesehatan utama yang dihadapi oleh sebagian besar negara berkembang, termasuk Indonesia. Daun kelor merupakan salah satu bahan alam yang memiliki kandungan nutrisi dan bermanfaat untuk pemenuhan gizi. Daun kelor selama ini banyak digunakan pada berbagai negara berkembang sebagai alternatif makanan untuk mengatasi malnutrisi. Salah satu desa di Jawa Timur yang memiliki potensi tanaman kelor adalah di Desa Bogo, Bojonegoro. Daun kelor telah dimanfaatkan masyarakat Desa Bogo dalam bentuk olahan makanan sederhana seperti sayur bening, keripik, dan pepes. Produk makanan berbasis daun kelor yang selama ini dikembangkan belum ada yang dapat diterima dan digemari oleh anak-anak, padahal pemenuhan gizi balita merupakan salah satu fokus yang juga diprioritaskan oleh pemerintah Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan pada fakta tersebut, diperlukan suatu kegiatan pengembangan produk makanan berbasis daun kelor untuk pemenuhan gizi balita. Produk makanan yang dikembangkan dalam kegiatan ini adalah nugget dan es krim daun kelor. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan Kelompok Wanita Tani dan kader PKK di Desa Bogo untuk menciptakan produk makanan berbasis daun kelor yang digemari oleh balita. Kegiatan ini dilakukan dengan evaluasi pemahaman di awal kegiatan, penyampaian materi dengan media vidoe,  praktik pembuatan produk, dan evaluasi akhir kegiatan.Kata Kunci: produk makanan; daun kelor; gizi; balita; Desa Bogo. Training on Making Moringa Leaf-Based Food Products for Toddler Nutrition Fulfillment in Bogo Village, BojonegoroABSTRACTMalnutrition in toddlers is a major health problem suffered by most developing countries, including Indonesia. Kelor leaves are one of the natural ingredients which contain nutrients and beneficial for nutritional requirements. One of the villages in East Java that has the potential of kelor plants is Bogo, Bojonegoro. Kelor leaves have been utilized in Bogo as simple foods product including clear soups, chips, and pepes. Kelor leaf-based food products which have been developed, are not being accepted and favored by children. Whereas, the nutritional fulfillment of toddlers is one of the focus that is prioritized by the government of East Java province. Based on this fact, kelor leaf-based food development activity is required for the fulfillment of toddler nutrition. Food products developed in this activity are nuggets and ice cream based of  kelor leaf. This activity aims to empower Kelompok Wanita Tani and PKK in Bogo village to create a kelor leaf-based food products which are favored by toddlers. This activity is conducted by an evaluation of understanding at the beginning of activities, delivery of material using video, product creation practices, and final evaluation. The final result of this program obtained two new variants of product, including nugget and ice cream. Both products can be used as alternative food products to meet the nutritional needs of children in Bogo, Bojonegoro. Keywords: food product; kelor leaf; nutrition; toddler; Desa Bogo
Enhancing In Vitro Dissolution of Ferulic Acid Through Co-Crystal Formation Using Malonic Acid and Nicotinamide Co-formers Setyawan, Dwi; Soraya, Yasmin; Ekowati, Juni; Winantari, Agnes Nuniek; Rani, Karina Citra; Kanzaffa, Firly Afnauriza Tedja; Pujiono, Ferry Eko
Science and Technology Indonesia Vol. 10 No. 4 (2025): October
Publisher : Research Center of Inorganic Materials and Coordination Complexes, FMIPA Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26554/sti.2025.10.4.1255-1269

Abstract

Ferulic acid is categorized as a Biopharmaceutical Classification System (BCS) class II drug, which exhibits low solubility in water (0.91 mg/mL). The formation of a co-crystal using malonic acid and nicotinamide as co-formers by the microwave irradiation method is an approach to enhance its solubility and dissolution. This study aims to evaluate the effect of co-crystal formation using these two co-formers at a 1:1 molar ratio on the solubility and dissolution of ferulic acid. The result emphasizes the formation of new peaks and peak shifting compared to the pure materials characterized from the Fourier Transform Infrared (FT-IR) spectrum. Moreover, the Differential Scanning Calorimetry (DSC) thermogram exhibits the differences in the co-crystal melting point compared to the pure drug and co-former, indicating the alteration of molecular structure on the crystal lattice of ferulic acid caused by the strong interaction between supramolecular homomer and heteromeric synthon. The formation of a new crystalline phase is also observed from the X-ray Diffraction (XRD) diffractogram, suggesting the formation of a different phase from its co-crystal component. The morphology characterization using Scanning Electron Microscope (SEM) revealed that the ferulic acid crystal habit changes into different forms, which is acclaimed as a co-crystal formation. The results of this study also disclosed that the co-crystal formation of ferulic acid significantly enhances ferulic acid solubility and dissolution characteristics compared to the pure drug and physical mixture (p < 0.05). The enhancement of solubility is 11.85% and 10.39% for ferulic acid–malonic acid and ferulic acid–nicotinamide co-crystal, respectively. Moreover, the dissolution rate of ferulic acid increases 3.50-fold and 3.61-fold from the formation of those co-crystals. Therefore, the formation of ferulic acid–malonic acid as well as ferulic acid–nicotinamide co-crystals in a 1:1 molar ratio by the microwave irradiation method is effective in improving ferulic acid solubility and dissolution.
PENGEMBANGAN SENTRA PENGOLAHAN HERBAL PADA KELOMPOK ASUHAN MANDIRI ASMAN TOGA DESA WAGE MELALUI PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN Setiawan, Finna; Pradana, Aditya Trias; Hadi, Faizal Susilo; Kusyairi, Achmad; Jayani, Nikmatul Ikhrom Eka; Rani, Karina Citra
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i2.2164

Abstract

Pemberdayaan Asuhan Mandiri (Asman) TOGA, Desa Wage, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur dilakukan dalam upaya memanfaatkan potensi dan menyelesaikan permasalahan yang dialami mitra. Program ini dilaksanakan atas kerjasama antara UBAYA, UNITOMO, pemerintah Desa Wage, dan mitra. Pelatihan dan pendampingan khususnya terkait diversifikasi dan pengembangan produk olahan berbasis TOGA dilakukan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mitra, serta memotivasi dalma upaya menciptakan berbagai produk olahan berbasis TOGA. Metode yang dilakukan mulai dari analisis situasi, pemaparan materi, diskusi interaktif, praktik pembuatan produk, dan monitoring. Mitra secara aktif berpartisipasi dalam proses diskusi interaktif maupun proses pembuatan produk. Pada kegiatan ini dilakukan pembuatan 2 jenis produk minuman serbuk instan yaitu wedang pokak dna jahe instan. Pada Produk wedang pokak telah dilakukan desain kemasan untuk wedang pokak. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan kelompok yang terlihat dari dihasilkannya produk wedang pokak yang siap dipasarkan. Diharapkan produk ini akan menjadi salah satu produk unggulan kelompok Asman TOGA, Desa Wage.  Abstract. Empowerement of Asuhan Mandiri (Asman) TOGA, Wage Village, Taman Subdistrict,Sidoarjo District, Sidoarjo Regency, East Java was carried out to utilizes potential and solve the problems of this group.This program was conducted by collaboration of UBAYA, UNITOMO Wage Village government, and Asman TOGA. This program was focused to diversification and development of TOGA based products. The aim to improving of knowledge and skills, as well as motivating them to create new products. The methods used includes analysis of situation, sharing knowledge, interactive discussion, and practise to making product. From this activity, we got two produts are wedang pokak and jahe instan. The result of this programme showed an increase of knowledge and skill of this group,  this is obtained from the new prodcut that produced  which is ready for the market. Hopefully, this product will become one if the  superior product from Asman TOGA,Desa Wage,
Pemberdayaan Masyarakat Desa Melalui Pelatihan Pembuatan Sabun Mandi Padat Alami Berbasis Daun Kelor: Village Community Empowerment through Moringa-Based Bar Soap Manufacturing Workshop Rani, Karina Citra; Eka Jayani, Nikmatul Ikhrom; Tandelilin, Elsye; Darmasetiawan, Noviaty Kresna
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 3 No. 1 (2022): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v3i1.1327

Abstract

Desa Bogo merupakan desa yang terletak di Bojonegoro dan memiliki potensi alam tanaman kelor. Daun kelor mengandung berbagai macam senyawa yang bermanfaat untuk kesehatan kulit. Kandungan senyawa fenolik dan antioksidan pada daun kelor bermanfaat untuk melindungi kulit dari radikal bebas dan menghambat penuaan kulit. Berdasarkan potensi tersebut, Tim PPDM Sentra Kelor Desa Bogo dari Universitas Surabaya menginisiasi suatu program pelatihan pengolahan serbuk daun kelor menjadi produk pemeliharaan kulit. Tujuan dari pelatihan tersebut adalah memberdayakan Kelompok Wanita Tani (KWT) Sri Rejeki dan BUMDES Langgeng Makmur untuk melakukan pengolahan daun kelor menjadi sabun mandi padat alami. Luaran dari pelatihan tersebut adalah peningkatan ketrampilan, pengetahuan, kesehatan, dan pendapatan masyarakat desa Bogo. Metode yang digunakan dalam kegiatan tersebut adalah pelatihan (ceramah, diskusi interaktif, dan demonstrasi), difusi teknologi tepat guna, dan advokasi (pendampingan). Hasil dari pelaksanaan program ini adalah produk sabun mandi padat alami berbasis daun kelor sebagai varian produk kelor Desa Bogo. Selain itu, KWT Sri Rejeki juga telah mampu melaksanakan produksi sabun padat secara konsisten berdasarkan prosedur operasional standar. Melalui kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa diversifikasi produk berupa sabun kelor mampu meningkatkan daya tarik masyarakat sekitar dalam pemanfaatan kelor bagi kesehatan kulit sehingga meningkatkan pendapatan warga Desa Bogo melalui penjualan produk.
Pelatihan Pembuatan Jamu Milenial untuk Cafe di Wisata Rainbow Garden Poetoek Soeko Trawas Mojokerto: Preparation of Jamu Millennial Drink in Rainbow Garden Cafeteria Trawas Mojokerto Rani, Karina Citra; Eka Jayani, Nikmatul Ikhrom; Tandelilin, Elsye; Widjaja, Fitri Novika; Mukti, Yayon Pamula
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 3 No. 2 (2022): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v3i2.1974

Abstract

Community service in the form of training on making millennial herbal medicine is carried out to increase the knowledge and skills of BUMDes Sukosari partners in processing millennial herbal drinks as a hallmark of the Rainbow Garden café. The method used in this PkM is the mentoring method or PAR (Participatory Action Research) with a lecture approach, product manufacturing practices, and guidance. The training is carried out in three stages: preparation, implementation, monitoring, and evaluation. The result of this training was an increase in partners' knowledge and skills in processing millennial herbal medicine, which was observed from the analysis of the mean test scores before and after the training (p <0.05). The output of this community service activity is five variants of millennial herbal drinks based on rhizomes and spices: Telang sparkling, Rosella sparkling, Curcuma sparkling, Curcuma milky, and Moringa milky. Community service activities regarding the processing of millennial herbal medicine in Sukosari Trawas Village provided skills for BUMDes partners to develop millennial herbal drink products of the Rainbow Garden Poetoek Soeko.