Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Legal And Economic Problems Due To The Prohibition Indian Rice Imports To Indonesia Chandra, Ade; Firmanto, Aditia Arief; Subekti, Ade Ryan; Pratama, Bagas Maulana; Saputri, Bela; Hasanah, Chairani Anugrah; Puspita, Dea; Futri, Della Monica; Helpira, Deswita; Julita, Dewi
Jurnal Hukum Malahayati Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Malayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Indonesian government introduced rice import activities as a necessary requirement to increase national rice reserves. In Indonesia, policies regarding the export and import of rice have been regulated in the Regulation of the Minister of Trade of the Republic of Indonesia Number 1 of 2018 concerning provisions for the export and import of rice. Rice imports are carried out by the Public Logistics Affairs Agency (Perum Bulog). The problem from a legal and economic point of view is that the policy of banning Indian rice exports will affect the reduced supply of rice reserves in Indonesia, due to the reduced supply of rice in Indonesia, inevitably the Indonesian government will make a policy by increasing the price of rice sold in Indonesia. The ban on Indian rice imports to Indonesia certainly did not just happen. According to the data the author obtained, India's export ban policy to other countries was motivated by monsoon rains which resulted in a decrease in rice yields in India. In this study the authors used normative juridical legal research methods or library research. For the Indonesian government to immediately look for other rice supplying countries to cover the shortage of rice in Indonesia, so that the people are not increasingly suffocated by the increase and scarcity of rice prices due to the ban on imports of Indian rice to Indonesia.
Implementasi Konsep Deradikalisasi Dalam Pembebasan Bersyarat Terhadap Warga Binaan Tindak Pidana Terorisme Di Lapas Kelas 1 Bandar Lampung Mahdi, Imam Mahdi; Firmanto, Aditia Arief; Muhammad Nasarudin, Tubaggus
Jurnal Hukum Malahayati Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Terorisme merupakan sebuah kejahatan yang sering terjadi di Indonesia dan kerap terjadi setiap saat yang dimana bentuk tindak pidana nya memenuhi unsur-unsur tindak pidana, baik berupa perusakan di tempat umum maupun perampasan nyawa orang lain. Terorisme mengacu pada penggunaan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk menciptakan ketakutan atau kepanikan yang meluas, menimbulkan kerugian besar, menghancurkan properti yang dibatasi secara strategis, atau lingkungan atau bangunan umum, merusak atau menghancurkan tempat-tempat yang menghancurkan dunia. Komunitas hingga kekacauan terkait pekerjaan. Keamanan yang bertujuan mengubah pandangan suatu negara, kebijakan politik, dan gangguan ketertiban umum, maka dalam hal ini guna untuk menghilangkan faham- faham Radikalisme perlu diadakannya Deradikalisasi yang dimana Deradikalisasi ini merupakan sebuah kegiatan Ikrar sumpah setia terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang dimana Deradikalisasi ini guna untuk pemenuhan Hak Integrasi dalam Pembebasan Bersyarat bagi warga binaan atau anak didik Pemasyarakatan yang telah menjalani masa tahanan selama 2/3  tahun, dalam penelitian ini penulis menggunakan metode Normatif Empiris, hasil penelitian ini guna untuk menjawab rumusan masalah yang tertuang dalam penelitian yaitu apa konsep pembinaan yang dilakukan terhadap Warga Binaan Terorisme serta konsep Deradikalisasi dalam Pembinaan dan faktor penghambat tidak terlaksananya Deradikalisasi, maka dalam hal ini penulis melihat bahwasanya dalam prosesi konsep pembinaan Deradikalisasi tidak lain dan tidak buka yaitu dengan cara merubah sikap dalam proses pembinaan Kepribadian dan Kemandirian,sehingga Proses Integrasi Deradikalisasi dalam Pemenuhan Bebas bersyarat dapat berjalan dengan baik, dan selanjutnya penulis menyarankan dalam konsep pembinaan perlu adanya kegiatan tambahan yang secara persuasif seperti pemberian wawasan kebangsaan serta wawasan keisleman yang diberikan kepada warga binaan terorisme.Kata Kunci: Deradikalisasi, pembebasan bersyarat, warga binaan, terorisme 
Penyuluhan Digital Marketing Gula Aren untuk Peningkatan Pendapatan Keluarga dan Pencegahan Stunting di Air Abang Ulu Belu Tanggamus Firmanto, Aditia Arief; Chrisanto, Eka Yudha; Trioko, Agus; Andrian, Rizky; Safitri, Laila; Mubarok, Faqih Al; Yani, Rizka Gustri
Jurnal Ilmiah Pengabdian dan Inovasi Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pengabdian dan Inovasi (September)
Publisher : Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jilpi.v4i1.677

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat di Pekon Air Abang dilaksanakan sebagai upaya nyata untuk membantu warga dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan di bidang pemasaran produk lokal, khususnya gula aren. Kegiatan ini menggunakan metode ceramah, simulasi, dan diskusi interaktif yang disertai dengan pemberian pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman masyarakat sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil pengukuran dibagi menjadi tiga kategori, yaitu paham, cukup paham, dan tidak paham. Selama pelaksanaan, warga mendapatkan penjelasan mengenai pentingnya digital marketing sebagai sarana pemasaran modern yang dapat memperluas jangkauan pasar serta meningkatkan daya saing produk gula aren Air Abang dengan produk sejenis dari daerah lain. Melalui diskusi interaktif, masyarakat juga dilibatkan dalam pembahasan berbagai strategi pemasaran yang bisa diterapkan, mulai dari pemanfaatan marketplace hingga promosi melalui media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat setelah diberikan materi dan simulasi, terbukti dari perbandingan nilai pre-test dan post-test. Dengan demikian, kegiatan pengabdian berjudul “Penyuluhan Digital Marketing Marketplace terhadap Masyarakat sebagai Program Unggulan untuk Pemasaran Gula Aren dalam Mendukung Pendapatan Keluarga dan Pencegahan Stunting di Air Abang Ulu Belu Tanggamus” dapat disimpulkan berhasil memberikan manfaat nyata, baik dalam peningkatan pengetahuan maupun kesiapan warga untuk mengembangkan usaha gula aren secara lebih profesional.