Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Penyuluhan Kepada Anak Sekolah Terkait Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Pada Siswi Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Bengkulu Tahun 2025 Ade Zayu Cempaka Sari; Reny Suryanti; Rina Rina; Rolita Efriani; Ade Febryanti; Dira Irnameria; Reysa Pradifta
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): May 2026
Publisher : Yayasan Pondok Pesantren Sunan Bonang Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61231/br5jyw39

Abstract

Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) is a crucial effort in preventing disease and improving quality of life. Elementary school children are vulnerable to various diseases due to a lack of awareness regarding personal hygiene and health practices. This community service activity aimed to increase the knowledge of 5th-grade students at MIN 1 Bengkulu City through PHBS education. The methods included pretests, lectures using PowerPoint and demonstrations, and posttests to assess knowledge improvement. Data analysis using the Chi-Square test showed a significant increase in knowledge (p=0.001), indicating a meaningful difference before and after education. These findings demonstrate that PHBS education effectively improves students’ understanding of maintaining cleanliness and personal health. This activity is expected to foster sustainable healthy behaviors in school and family environments
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis STBM dalam Peningkatan Akses Jamban Sehat dan Pencapaian Status ODF di Wilayah Kerja Puskesmas Cahaya Negeri Kabupaten Seluma Yusmidiarti Yusmidiarti; Agus Widada; Mualim Mualim; Mely Gustina; Arie Ikhwan Saputra; Ade Febryanti
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v5i2.298

Abstract

Akses terhadap sanitasi dasar, khususnya jamban sehat, masih menjadi permasalahan di masyarakat dan berkontribusi terhadap tingginya kejadian penyakit berbasis lingkungan seperti diare. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan akses dan pemanfaatan jamban sehat melalui pemberdayaan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Cahaya Negeri Kabupaten Seluma. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) melalui tahapan advokasi, pemicuan, pemberdayaan masyarakat, pembangunan jamban secara swadaya dengan dukungan stimulan, serta monitoring dan evaluasi melalui verifikasi desa ODF. Sebanyak 33 kepala keluarga berhasil memiliki dan menggunakan jamban sehat. Terjadi perubahan perilaku masyarakat dari buang air besar sembarangan menjadi menggunakan jamban sehat secara konsisten, serta lingkungan menjadi lebih bersih dan bebas pencemaran. Kedua desa sasaran berhasil mencapai status Open Defecation Free (ODF). Peningkatan akses dan perubahan perilaku ini menunjukkan bahwa pendekatan STBM berperan dalam mendorong perubahan perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat.
ANALISIS BIBLIOMETRIK: TREN COOKIES FUNGSIONAL TAHUN 2015–2025 Vioni Nurhasanah; Yenni Okfrianti; Kamsiah Kamsiah; Ade Febryanti
Journal of Nutrition College Vol 15, No 3 (2026): Juli
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v15i3.53465

Abstract

ABSTRACTBackground: Functional cookies are food products developed not only for taste but also for their added health benefits, utilizing ingredients with bioactive compounds. In response to rising public interest in health and nutrition, this study explores the research landscape on functional cookies from 2015 to 2025. The bibliometric approach is used to understand trends, collaboration patterns, and potential innovations in this field.Objectives: encouraging innovation in the development of healthier and more attractive food products, in addition it is expected to contribute to the formulation of policies, the community presents scientific literature on food and opens opportunities for the local food industry.Methods: This research employed a descriptive bibliometric method using secondary data collected from the database Scopus. A total of 160 scientific articles were selected based on inclusion criteria using the keywords “functional cookies”. Data were processed using VOSViewer version 1.6.18 and R-Studio version 4.3.2 to analyze publication trends, most relevant keywords, prolific authors, collaboration networks, and journal contributions. Result: The analysis reveals a consistent increase in the number of publications related to functional cookies between 2015 and 2025. The most frequent keywords include: functional food, antioxidant, fiber, phenolic compounds, and cookies. The journal Foods contributed the highest number of publications, with 13 documents. The most cited document within this period recorded 85 citations. The most relevant country is India. Functional ingredients used include both conventional and underutilized food sources, such as banana peel, okara, spirulina, and moringa leaves, indicating a trend towards sustainable and innovative food processing.Conclusion: There is a growing global interest in the development of functional cookies as reflected in increasing research publications from 2015 to 2025. Most publications come from developing countries with a high focus on natural and sustainable ingredients. This analysis helps identify gaps in current research and offers direction for future innovation in functional food products.Keywords: Functional cookies; bibliometric analysis; food innovation; functional ingredients ABSTRAKLatar Belakang: Functional cookies merupakan produk pangan yang dikembangkan tidak hanya untuk menghasilkan cita rasa yang baik, tetapi juga memberikan manfaat tambahan bagi kesehatan melalui penggunaan bahan yang mengandung senyawa bioaktif. Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola makan sehat, penelitian ini bertujuan mengeksplorasi lanskap dan tren penelitian mengenai functional cookies selama periode 2015–2025.Tujuan: Penelitian ini bertujuan mendorong inovasi dalam pengembangan produk pangan yang lebih sehat dan menarik. Selain itu, hasil penelitian diharapkan dapat berkontribusi dalam penyusunan kebijakan di bidang pangan, memperkaya literatur ilmiah mengenai pangan fungsional, serta membuka peluang bagi pengembangan industri pangan lokal.Metode: Penelitian ini menggunakan metode bibliometrik deskriptif dengan data sekunder yang diperoleh dari basis data Scopus. Sebanyak 160 artikel ilmiah yang memenuhi kriteria inklusi dengan kata kunci "functional cookies" dianalisis menggunakan perangkat lunak VOSviewer versi 1.6.18 dan RStudio versi 4.5.1. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi tren publikasi, kata kunci yang relevan, penulis paling produktif, jejaring kolaborasi, serta kontribusi jurnal.Hasil: Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan jumlah publikasi mengenai functional cookies selama periode 2015–2025. Kata kunci yang paling sering digunakan meliputi functional food, antioksidan, serat, senyawa fenolik, dan cookies. Jurnal Foods merupakan jurnal yang paling banyak menerbitkan artikel terkait, yaitu sebanyak 13 publikasi. Artikel dengan jumlah sitasi tertinggi dalam periode tersebut memperoleh 85 sitasi. India merupakan negara dengan tingkat kolaborasi tertinggi dalam penelitian ini. Bahan fungsional yang umum digunakan meliputi bahan konvensional maupun limbah pangan yang belum banyak dimanfaatkan, seperti kulit pisang, okara, Spirulina, dan daun kelor.Simpulan: Terdapat peningkatan minat global terhadap pengembangan functional cookies yang tercermin dari tren publikasi selama periode 2015–2025. Negara-negara berkembang menjadi kontributor utama dalam penelitian ini dengan fokus pada pemanfaatan bahan alami dan berkelanjutan. Analisis bibliometrik ini memberikan wawasan penting untuk mengidentifikasi kesenjangan penelitian serta arah inovasi pengembangan produk pangan fungsional pada masa mendatang.Kata kunci: Functional cookies; analisis bibliometrik; inovasi pangan; bahan fungsional
Improving Behavioral Outcomes in Type II Diabetes Mellitus Patients Through Lectures Assisted by Video in the Muara Bangkahulu Community Health Center Working Area, Bengkulu City Selvi Annisyah; Darwis; Ade Febryanti
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 9 (2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i9.5864

Abstract

Introduction : Type II diabetes mellitus is a common type of disease and accounts for 85-90% of all diabetes cases that occur. There is an increase in cases of type II diabetes mellitus from year to year and there are still many sufferers who have not implemented dietary habits, physical activity, adequate rest and control blood sugar in daily life and there is still a lack of knowledge and attitudes of type II diabetes mellitus sufferers about diabetes. type II mellitus Objective : This research aims to determine the effect of lectures using educational video media on the behavior of people with type II diabetes mellitus Method : This type of research uses quantitative research methods with a pre-experiment research design and a one group pretest-posttest design. Sampling used a purposive sampling method with a total of 35 respondents. Analysis of knowledge and behavior data used the Wilcoxon test and for attitudes used the paired t-test. Result :. The results of the average knowledge of sufferers about type II diabetes mellitus were pretest 4.80 (not good), post test 7.37 (good). while the average attitude of pretest sufferers was 25.54 (negative), post test 30.11 (positive). and for the average behavior of type II diabetes mellitus sufferers pretest 11.83 (not good), posttest 14.14 (good). There was an effect of lectures using educational video media on the behavior of type II diabetes mellitus sufferers (P ? 0.05). Conclusion: The improvement in behavior among patients with type II diabetes mellitus through lectures using educational video media.
Keterbukaan Komunikasi, Peningkatan Kesehatan, dan Dukungan Keluarga dalam Mencegah Stunting Pada Balita di Wilayah Perkotaan Ade Febryanti; Rini Patroni
Jurnal Audience: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 8 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v8i2.12559

Abstract

Abstrak Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh keluarga dalam mencegah stunting adalah dengan adanya keterbukaan, peningkatan kesehatan dan dukungan keluarga. Keluarga dalam penerapan promosi kesehatan dilihat sebagai agen perubahan yang dapat membentuk perilaku sehat anggota keluarga berdasarkan teori sistem keluarga. Model pendekatan keluarga keluarga dapat mendorong kesehatan serta menjadi pondasi untuk membentuk perilaku hidup sehat dan dapat menjadi alat yang berguna untuk pendidikan dan promosi kesehatan. Tujuan penelitian adalah diketahui ada hubungan keterbukaan, peningkatan kesehatan dan dukungan keluarga dalam mencegah stunting di wilayah perkotaan. Metode penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif. Responden penelitian berjumlah 50 ibu yang memiliki anak balita. Data diperoleh dari responden dengan menggunakan kuisioner. Selanjutnya, dianalisis menggunakan SPSS for windows v.25. Kesimpulan penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara keterbukaan (ρ=0,724), peningkatan kesehatan (ρ=0,334), dan dukungan keluarga (ρ=0,586) dengan pencegahan stunting di wilayah Puskesmas Sawah Lebar. Kata kunci: Dukungan Keluarga; Keterbukaan; Peningkatan Kesehatan; Pencegahan Stunting
Hubungan Implementasi Kebijakan Kesehatan dengan Faktor Penentu Angka Kematian Bayi di Puskesmas Pasar Ikan Kota Bengkulu Reny Suryanti; Lisma Ningsih; Ade Febryanti; Andriana Marwanto
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 5 (2026): Volume 8 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i5.25094

Abstract

ABSTRACT Infant Mortality Rate (IMR) is one of the primary indicators of public health status and remains a significant health problem in various regions, including Bengkulu City. Efforts to reduce IMR require effective implementation of health policies at the primary healthcare level. This study aimed to analyze the relationship between health policy implementation and the determinants of infant mortality at Pasar Ikan Primary Health Center, Bengkulu City. This research employed a mixed-method approach. Quantitative data were collected through structured questionnaires to analyze the relationship between health policy implementation and the determinants of IMR, while qualitative data were obtained through interviews to support and explain the quantitative findings. The study population consisted of 42 respondents, including the Head of the Primary Health Center, the Head of Administrative Subdivision, medical personnel, healthcare workers, and community members with infants or toddlers, using a total sampling technique. Quantitative data were analyzed using the Spearman correlation test, while qualitative data were analyzed descriptively. The results showed a strong, positive, and statistically significant relationship between health policy implementation and the determinants of infant mortality (r = 0.716; p 0.001). Interview findings indicated that health policy implementation plays a role in strengthening maternal and child health services through improved access to services, enhanced service quality, and better monitoring of maternal and infant health. The study concludes that effective health policy implementation at the primary healthcare level plays an important role in supporting efforts to reduce infant mortality in Bengkulu City. Keywords : Health Policy Implementation, Infant Mortality Rate, Primary Health Center.  ABSTRAK Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu indikator utama derajat kesehatan masyarakat yang masih menjadi permasalahan kesehatan di berbagai daerah, termasuk di Kota Bengkulu. Upaya penurunan AKB memerlukan implementasi kebijakan kesehatan yang efektif di tingkat pelayanan kesehatan primer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara implementasi kebijakan kesehatan dengan faktor-faktor penentu angka kematian bayi di Puskesmas Pasar Ikan Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed method). Data kuantitatif diperoleh melalui kuesioner terstruktur untuk menganalisis hubungan antara implementasi kebijakan kesehatan dan faktor-faktor penentu AKB, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara untuk memperkuat dan menjelaskan temuan kuantitatif. Populasi penelitian berjumlah 42 responden yang terdiri atas Kepala Puskesmas, Kepala Subbagian Tata Usaha, tenaga medis, tenaga kesehatan puskesmas, serta masyarakat yang memiliki bayi atau balita, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman, sedangkan data kualitatif dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang kuat, positif, dan signifikan antara implementasi kebijakan kesehatan dengan faktor-faktor penentu angka kematian bayi (r = 0,716; p 0,001). Hasil wawancara menunjukkan bahwa implementasi kebijakan kesehatan berperan dalam memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak melalui peningkatan akses layanan, kualitas pelayanan, serta pemantauan kesehatan ibu dan bayi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi kebijakan kesehatan yang efektif di tingkat pelayanan primer memiliki peran penting dalam mendukung upaya penurunan angka kematian bayi di Kota Bengkulu. Kata Kunci: Implementasi Kebijakan Kesehatan, Angka Kematian Bayi, Puskesmas.