Pendekatan nonfarmakologis, seperti latihan fisik, telah menunjukkan potensi dalam mengurangi nyeri dismenore. Namun, masih terbatasnya bukti ilmiah yang spesifik mengenai efektivitas kombinasi latihan abdominal stretching dan core stability exercise sebagai intervensi untuk mengurangi intensitas nyeri dismenore menjadi sebuah celah yang perlu diteliti lebih lanjut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana pelatihan abdominal stretching dan core stability exercise dapat memberikan dampak positif dalam mengurangi nyeri dismenore, serta bagaimana mekanisme fisiologis di balik intervensi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan abdominal stretching dan core stability exercise dalam mengurangi intensitas nyeri dismenore pada wanita usia reproduktif. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini adalah remaja putrì. Metode analisis data yang digunakan analisis kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dengan mengadakan transfer ilmu melalui kegiatan sosialisasi dan program pelatihan stretching abdominal dan core stability exercise bagi remaja putrì. Adapun hasil yang didapatkan ialah terjadi peningkatan pemahaman remaja putri terkait siklus menstruasi, cara mengatasi dismenore, serta peningkatan keterampilan dalam melakukan abdominal stretching dan core stability exercise dalam rangka mengatasi dismenore. Implikasi dari penelitian ini dapat memberikan kontribusi penting dalam pengembangan pendekatan nonfarmakologis untuk mengatasi nyeri dismenore, khususnya melalui pelatihan abdominal stretching dan core stability exercise.