Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PUBLIC SPEAKING DAN HOSPITALITY COMMUNICATION TRAINING BAGI PEGIAT WISATA DAN EKONOMI KREATIF KABUPATEN PANGANDARAN Sutarjo, Moch. Armien Syifaa; Fariza, Muhammad Rio; Widyaningrum, Septiana Yustika; Claudia, Febriyanti; Alwaton, Yogie; Rozaq, Miftahul
JP2N : Jurnal Pengembangan Dan Pengabdian Nusantara Vol. 3 No. 1 (2025): JP2N: September- Desember 2025
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/a8131a38

Abstract

Kegiatan Public Speaking dan Hospitality Communication Training bagi pegiat wisata dan pelaku ekonomi kreatif Kabupaten Pangandaran dilaksanakan untuk menjawab kebutuhan peningkatan kompetensi komunikasi yang selama ini menjadi tantangan utama dalam pelayanan pariwisata. Pelatihan ini mencakup penyampaian materi, praktik public speaking, serta roleplay hospitality service untuk membantu peserta tampil lebih percaya diri dan profesional dalam berinteraksi dengan wisatawan. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, workshop praktik, simulasi komunikasi layanan, serta evaluasi melalui observasi performatif dan wawancara dengan peserta serta perwakilan Disbudpar Pangandaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan signifikan dalam teknik berbicara di depan umum, penggunaan bahasa tubuh, struktur penyampaian informasi, serta kemampuan bercerita mengenai destinasi wisata dan produk kreatif lokal. Selain itu, pelatihan hospitality communication membantu peserta memahami prinsip keramahan, empati, dan etika pelayanan yang menjadi standar dalam industri pariwisata. Wawancara dengan mitra Disbudpar mengonfirmasi bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas komunikasi pelayanan dan memperkuat citra Pangandaran sebagai destinasi yang ramah dan profesional. Peserta juga memberikan umpan balik positif dan menyatakan bahwa materi yang diberikan sangat relevan dengan pekerjaan mereka di lapangan. Dengan demikian, pelatihan ini memberikan dampak nyata pada peningkatan kapasitas SDM serta mendukung upaya penguatan pelayanan wisata yang berkelanjutan di Kabupaten Pangandaran. 
EDUKASI LITERASI MEDIA DAN KOMUNIKASI UNTUK MENINGKATKAN PROMOSI WISATA KABUPATEN PANGANDARAN Alwaton, Yogie; Rozaq, Miftahul; Fariza, Muhammad Rio; Sutarjo, Moch. Armien Syifaa; Claudia, Febriyanti; Widyaningrum, Septiana Yustika
JP2N : Jurnal Pengembangan Dan Pengabdian Nusantara Vol. 3 No. 1 (2025): JP2N: September- Desember 2025
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/bqq32d81

Abstract

Kabupaten Pangandaran merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Barat, namun upaya promosi wisata masih terkendala rendahnya literasi media dan kemampuan komunikasi digital pelaku wisata. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas literasi media dan keterampilan komunikasi digital melalui edukasi, workshop, dan praktik pembuatan konten. Pelatihan dilaksanakan pada Kamis (27/11/2025) di kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pangandaran, diawali dengan sambutan mitra yang menekankan pentingnya kemampuan memilah informasi, menggunakan media digital secara tepat, serta menjaga kredibilitas promosi wisata. Pelatihan terdiri dari tiga sesi utama, yaitu: (1) edukasi literasi media tentang cara membedakan informasi valid dan hoaks, etika komunikasi digital, serta peran media sosial dalam pembentukan citra destinasi; (2) workshop storytelling dan penyusunan narasi promosi wisata berbasis pengalaman, nilai budaya, dan potensi lokal; serta (3) praktik pembuatan konten digital berupa foto dan video menggunakan smartphone, dilengkapi teknik komposisi visual serta editing sederhana. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan menghasilkan konten yang lebih kreatif serta komunikatif. Evaluasi melalui wawancara menunjukkan bahwa mitra Disbudpar menilai pelatihan ini sangat membantu meningkatkan kualitas informasi pariwisata yang disampaikan kepada publik. Peserta juga mengakui peningkatan pemahaman dan kepercayaan diri dalam membuat konten serta menerapkan strategi promosi digital. Secara keseluruhan, program ini memberikan dampak positif bagi peningkatan kapasitas komunikasi digital pegiat wisata dan memperkuat upaya promosi pariwisata Pangandaran.   
OPTIMALISASI MEDIA SOSIAL SEBAGAI SARANA PROMOSI WISATA KABUPATEN PANGANDARAN Rozaq, Miftahul; Sutarjo, Moch. Armien Syifaa; Alwaton, Yogie; Claudia, Febriyanti; Fariza, Muhammad Rio; Widyaningrum, Septiana Yustika
JP2N : Jurnal Pengembangan Dan Pengabdian Nusantara Vol. 3 No. 1 (2025): JP2N: September- Desember 2025
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/y07ax617

Abstract

Kabupaten Pangandaran memiliki potensi wisata alam, bahari, budaya, dan UMKM yang kuat, namun pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi masih belum optimal. Tantangan utama yang dihadapi mitra, yaitu Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) serta komunitas pengelola wisata, meliputi keterbatasan kemampuan produksi konten digital, rendahnya konsistensi unggahan, serta minimnya strategi komunikasi yang terstruktur. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas promosi digital melalui pelatihan strategi media sosial, workshop pembuatan konten kreatif, dan pendampingan berkelanjutan melalui 30-day posting challenge. Metode yang diterapkan mencakup ceramah interaktif, diskusi, praktik pengambilan foto dan video, analisis konten lokal, serta evaluasi melalui wawancara dengan perwakilan mitra dan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap teknik produksi konten menggunakan smartphone, penggunaan storytelling visual, dan pengelolaan akun berbasis insight. Umpan balik dari peserta menyatakan bahwa pelatihan memberikan keterampilan praktis yang sebelumnya belum dimiliki, sedangkan perwakilan Disbudpar menilai kegiatan ini efektif dalam memperkuat kapasitas SDM promosi daerah. Monitoring melalui tantangan konsistensi selama 30 hari juga menunjukkan peningkatan minat dan komitmen peserta dalam mengelola media sosial secara berkelanjutan. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil mengoptimalkan kemampuan promosi digital pelaku wisata dan mendukung upaya branding daerah secara lebih profesional dan terarah.
PELATIHAN ‘ENTREPRENEURIAL PUBLIC SPEAKING’ BAGI KOMUNITAS: SLKT GST BARAYA (SISI LAIN KABUPATEN TEGAL, GERAK SEDEKAH TEGAL CABANG BANDUNG RAYA) Dindin Dimyati; Dudi Rustandi; Miftahul Rozaq; Miftakhul Fikri
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v3i1.7139

Abstract

Warteg alias warung Tegal menjadi warung makan yang mudah ditemui di berbagai kota. Ada sejarah panjang warteg muncul di Indonesia sampai kini munculnya beragam warteg versi kekinian. Ada banyak versi yang menceritakan tentang awal mula munculnya warteg. Ada yang menyebut warteg muncul ketika banyaknya proyek pembangunan infrastruktur di Jakarta pada 1950-an dan 1960-an. Kala itu, pendatang asal Tegal di ibu kota mulai menyediakan layanan kuliner di lokasi proyek berbentuk bedeng proyek hingga muncul istilah warteg. Bandung menjadi salah satu kota bagi para pengusaha warteg ini dan telah menjadi tempat yang kondusif bagi tumbuh kembang usaha gatronomi ini. Dinamika ekonomi sosial politik di NKRI sering pula mempengaruhi dinamika harga bahan-bahan pokok, termasuk bahan pasokan dalam jumlah partai besar untuk diolah dalam bisnis kuliner warteg tersebut sehingga tidak jarang para pengusaha kuliner ini harus melakukan negosiasi atau tawar menawar serta melakasnakan persuasi kepada para pemasok bahan mentah. Hal tersebut dirasakan oleh para pelaku usaha ini sebagai sesuatu yang harus dipelajari secara khusus melalui asosiasi warteg di mana mereka menjadi anggota. SLKT GST BARAYA (SISI LAIN KABUPATEN TEGAL, GERAK SEDEKAH TEGAL CABANG BANDUNG RAYA) sebagai wadah bergabungnya mereka, bersedia menjadi faslitator bagi keperluan ini melalui kerja sama dengan Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Telkom dalam bentuk kegiatan Abdimas. Di akhir kegiatan pelatihan ini diharapkan para anggota paguyuban dapat meningkatkan keterampilan bertuturnya: negosiasi dan persuasi dalam konteks pengembangan UMKM mereka.
PELATIHAN TRAINING OF TRAINER UNTUK KOMPETENSI KOMUNIKASI PERSUASI BAGI PENGAJAR DAN PENDAMPING UMKM JAWA BARAT Indra Novianto Adibayu Pamungkas; Miftahul Rozaq; Ilhamsyah Ilhamsyah; Dini Salmiyah Fithrah Ali
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v3i1.7162

Abstract

Komunikasi persuasi memiliki peran vital dalam membantu pengajar dan pendamping Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jawa Barat dalam mengatasi berbagai tantangan dan meningkatkan keberhasilan UMKM tersebut. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa kurangnya keterampilan komunikasi persuasi dapat menjadi hambatan bagi pengajar dan pendamping UMKM dalam membujuk para pelaku UMKM untuk mengadopsi praktik bisnis yang lebih efektif dan inovatif. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi komunikasi persuasi bagi pengajar dan pendamping UMKM di Jawa Barat melalui pelatihan dan penerapan teknik komunikasi persuasi yang efektif. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini mencakup pelatihan interaktif, workshop, dan mentoring secara berkelanjutan, dengan fokus pada penguatan keterampilan berbicara empati, mendengarkan aktif, dan merancang pesan persuasif. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan dampak secara pengetahuan maupun keterampilan kepada para pengajar dan pendamping UMKM Jawa Barat. Keterampilan komunikasi persuasif untuk berbagai situasi training yang diantaranya; (1) central route (seperti, pendampngan personal), (2) periperal route (seperti, seminar dan kelas umum), dan (3) combinations route (training dan workshop), yang dapat disesuaikan dengan kondisi pelatihan dan pendampingan.
SOSIALISASI APLIKASI E-SELAMAT UNTUK UJI KELAYAKAN HEWAN QURBAN PADA REMAJA MASJID KOTA BANDUNG Miftahul Rozaq; Miftakhul Fikri; Mohamad Syahriar Sugandi; Indra Novianto Adibayu Pamungkas; Arie Prasetio
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 4 No. 1 (2024): The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v6i1.7779

Abstract

Program pengabdian masyakarat ini bertujuan untuk mengetahui proses sosialisasi aplikasi E-Selamat untuk uji kelayakan hewan qurban pada remaja masjid Kota Bandung. Metode program ini terdiri dari lima tahap difusi inovasi yaitu tahap mendapatkan pengetahuan, persuasi, pengambilan keputusan, implementasi dan konfirmasi. Program dilaksanakan secara online melalui zoom dan offline melalui wawancara mendalam kepada remaja masjid di Kota Bandung. Program online diadakan webinar dengan mendatangkan narasumber yang kompeten pada bidang aplikasi. Sedangkan program offline dengan wawancara mendalam kepada remaja masjid bertempat di Masjid Syamsul Ulum dan Masjid Permata Iman Kota Bandung. Hasil program ini menunjukkan bahwa pendekatan program berdasarkan teori difusi inovasi dapat secara signifikan meningkatkan tingkat pengetahuan dan persuasi terkait penggunaan aplikasi E-Selamat kepada remaja Masjid. Selain itu, hasil wawancara mendalam juga diperoleh diskusi interaktif yang terbukti efektif dalam pengambilan keputusan, implementasi serta konfirmasi atas penggunaan aplikasi E-Selamat untuk mengetahui kelayakan hewan qurban. Akhirnya, program pengabdian masyarakat ini tidak hanya sekedar sosialisasi apliaksi E-Selamat saja akan tetapi bisa memberikan wawasan yang bermanfaat bagi remaja masjid ataupun umat muslim lainnya sehingga dapat memudahkan untuk pemilihan hewan qurban yang layak disembelih ketika pada hari Raya Idul Adha tiba.
Digital Parenting-The Series: Literasi Media Digital untuk Orang Tua Siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kecamatan Bojongloa Kaler Kota Bandung Miftahul Rozaq; Dindin Dimyati; Dudi Rustandi; Miftakhul Fikri
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 4 No. 2 (2024): The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v4i2.8409

Abstract

Perkembangan teknologi dan akses terhadap informasi melalui media digital semakin tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk anak-anak kelompok usia dini dimana semakin terekspos pada berbagai bentuk media digital mulai dari televisi, smartphone hingga internet. Paparan ini menghadirkan tantangan baru bagi orang tua siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kecamatan Bojongloa Kaler Kota Bandung dalam mengawasi dan membimbing anak-anak pada penggunaan media digital yang sehat dan aman. Namun, banyak orang tua siswa PAUD yang masih kurang memahami cara mengelola penggunaan media digital secara bijak. Melalui kegiatan pelatihan literasi media digital ini, kami bertujuan untuk memberikan pelatihan untuk memahami bagaimana teknologi media digital bisa digunakan sebagai alat bantu pendidikan yang efektif. Metode dan tahapan pelatihan literasi media digital meliputi tahap persiapan, tahap pengenalan, tahap pelaksanaan, tahap praktik dan tahap penutupan. Hasil pelatihan literasi media digital ini diharapkan menambah pemahaman orang tua siswa PAUD untuk mendukung pembelajaran anak-anak di rumah dengan lebih baik melalui penggunaan aplikasi edukatif, video pembelajaran dan konten digital lainnya yang sesuai dengan usia dan perkembangan anak