Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

WORKSHOP “AM I GOOD ENOUGH?” UNTUK PEREMPUAN EMERGING ADULTHOOD DI KOMUNITAS INDONESIAN WOMEN LEAGUE Indrawati, Grace; Helsa, Helsa; Anna, Jessica Amelia; Anggreany, Yuliana; Tasya, Mayrican Angelica; Ferbianto, Calista Priskila
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i1.2536

Abstract

Emerging adulthood merupakan masa peralihan antara remaja dan dewasa. Dalam periode ini individu mulai mencari dan menemukan siapa dirinya dan apa yang ingin dicapai. Di masa ini, proses identifikasi diri yang juga masih berlangsung dapat menciptakan ketegangan identitas seiring berlangsungnya proses transisi peran sebagai seorang remaja ke dewasa. Adanya ketegangan identitas ini terkadang memunculkan adanya keraguan diri/self-doubt akan kemampuan dan identitas diri, sehingga dibutuhkan adanya intervensi untuk meregulasi self-doubt. Indonesia Women League (IWL) merupakan komunitas yang memiliki visi untuk memberdayakan para wanita. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pemahaman mengenai self-doubt serta cara untuk mengelolanya. Penyampaian informasi dilakukan dalam bentuk workshop secara daring sebanyak empat sesi kepada anggota komunitas IWL. Dalam workshop ini terdapat data pretest dan posttest terkait gambaran self-doubt pada partisipan. Setelah mengikuti rangkaian sesi workshop didapatkan hasil data penurunan tingkat self-doubt pada partisipan. Umpan balik dari partisipan terhadap kegiatan ini dapat dikatakan positif, dimana mereka merasa senang dan puas dengan topik yang dibawakan karena relevan dengan kehidupan mereka. Selain itu partisipan juga menyampaikan bahwa mereka mendapatkan pemahaman terhadap diri dan strategi dalam menghadapi self-doubt
Maximizing Developmental Potential and Parenting Patterns in the Married Couples Community of GKI Gejayan Yogyakarta Anggreany, Yuliana; Helsa; Theresia , Allessandra; Rani Lidiawati, Krishervina; Aurelia, Trisha
Devotion : Jurnal Pengabdian Psikologi Vol. 4 No. 01 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/devotion.v.4.i.1.7704

Abstract

An understanding of parenting has becoming increasingly important, especially within church communities. GKI Gejayan recognizes the significance of parenting in supporting the growth of children and adolescents in a Christian context. This understanding led to developing a community service program titled, "Maximizing Developmental Potential and Parenting Patterns within the GKI Gejayan Yogyakarta Spouse Community”. The program uses a psychoeducational approach with two main sessions aimed at equipping parents with practical tools for better parenting. The first session, held in person, focused on child development, covering cognitive, physical, and psychosocial aspects that influence parenting. It also addressed common parenting challenges and introduced love languages, providing parents with strategies to improve their parenting methods. The second online session concentrated on the role of discipline in child-rearing, exploring effective disciplinary methods and the appropriate use of punishment to support child development. The program targets married couples with children, offering valuable guidance to help them support their children's growth at each developmental stage. Ultimately, this initiative seeks to enhance parenting practices and contribute to the holistic development of children and adolescents in the community.
Challenges and Opportunities of Special Needs Teachers in Inclusive Schools: A Thematic Qualitative Study on Teachers' Psychological Well-Being Anggreany, Yuliana; Sugianto, Dicky; Sitepu, Yenika Mariani; Cristabelle, Eleanora
Altruistik : Jurnal Konseling dan Psikologi Pendidikan Vol 5 No 1 (2025): Altruistik : Jurnal Konseling dan Psikologi Pendidikan (January - June)
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/altruistik.v5i1.65471

Abstract

This research explores the challenges and opportunities experienced by teachers of students with special needs (TSSN) in inclusive schools, as well as the impact on their psychological well-being (stress and relationship with others). Students with special needs (SSN) possess the same right to education as their peers without special needs, and the implementation of inclusive education in Indonesia places teachers at the forefront of addressing student diversity. The research employed a descriptive qualitative method with thematic analysis of data obtained from open-ended online questionnaires completed by 58 inclusive school teachers (81% female, mean age 36.38 years, with varying teaching experience). The findings indicate that the primary challenges faced by teachers include a lack of in-depth understanding of TSSNs, inadequate facilities, difficulties in managing learning and classroom dynamics, and the need to respond to a wide range of student behaviors and emotions. Nevertheless, teachers also identified opportunities to improve their competencies and build meaningful relationships with students. The discussion highlights the necessity for more comprehensive support from schools and the government, encompassing training, adequate facilities, adaptive curricula, and professional support teams. In conclusion, this research highlights the importance of psychological interventions and systemic support to improve the well-being of inclusive school teachers, which will ultimately positively impact the quality of education for SSNs. This finding is useful for designing school-based interventions and public policies that support the well-being of inclusive education teachers.
Stress dan Coping Stress Guru Anak Berkebutuhan Khusus Anggreany, Yuliana; Matahari, David
Jendela Pendidikan : Jurnal Ilmiah Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 11 No 2 (2022): Jendela Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan - Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jp.v11i2.1879

Abstract

Mengajar adalah salah satu pekerjaan yang dapat membuat stres, beberapa penelitian sudah membuktikannya. Stres pada guru dapat disebabkan perilaku siswa, kesulitan dalam manajemen waktu dan sumber-sumber, kebutuhan untuk diakui secara profesional, dan buruknya hubungan-hubungan. Terlebih lagi mengajar anak berkebutuhan khusus (ABK), terdapat tuntutan-tuntutan tertentu yang harus dihadapi oleh guru Anak Berkebutuhan terkait dengan perilaku siswa, serta kewajiban untuk membuat Program Pendidikan Individual. Apabila guru tersebut tidak melakukan coping terhadap sumber-sumber stres yang dihadapinya maka akan berdampak ke performa kerja nya, dan pada akhirnya akan berdampak ke anak didiknya. Coping stress adalah proses adaptasi terhadap tuntutan-tuntutan/ sumber stres yang ada. Coping stress terdiri dari 3 dimensi, yaitu problem-focused coping, emotion-focused coping, dan maladaptive/ disfunctional coping. Hasil dari penelitian ini adalah stress berkorelasi positif signifikan dengan emotion focused coping dan maladaptive coping, dan tidak adanya korelasi signifikan antara stress dengan problem focused coping.
WORKSHOP SCREEN LIFE VS REAL LIFE: UPAYA PENINGKATAN KESADARAN DIGITAL WELLBEING PADA SISWA SMA KELAS 10–12 Anggreany, Yuliana; Wijaya, Angelica; Viviani, Leona
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2658

Abstract

Indonesia termasuk ke dalam 15 negara dengan durasi penggunaan layar yang paling tinggi, yaitu rata-rata 7 jam 22 menit dalam satu hari. Perkembangan digital memiliki dampak positif maupun negatif, penggunaan layar yang berlebihan dapat memunculkan dampak-dampak negatif. Dampak negatif penggunaan layar pada remaja adalah kurangnya tidur, masalah fisik (penglihatan dan nyeri fisik), menurunnya konsentrasi (yang pada akhirnya dapat mengganggu performa akademik), mengganggu interaksi/ hubungan sosial, menurunnya kesehatan mental (kecemasan, stress, sampai dengan kecanduan). Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa kelas 10-12 atas kebiasaan penggunaan layar mereka dan meningkatkan keterampilan mereka dalam mengelola penggunaan layar secara sehat. Metode pelaksanaan berupa workshop interaktif yang memadukan penyampaian materi, refleksi pengunaan layar, dan diskusi kelompok. Partisipan dalam kegiatan ini terdiri dari 74 siswa (31 siswa laki-laki dan 43 siswa Perempuan) kelas 10-12 yang berasal dari beberapa sekolah yang berbeda. Hasil menunjukkan peningkatkan pemahaman partisipan terkait penggunaan layar dari 70% menjadi 76%. Partisipan juga menyadari kebiasaan penggunaan layar mereka (baik di hari biasa maupun di akhir minggu), serta menyadari bahwa penggunaan layar seringkali menghalangi atau menunda mereka untuk belajar ataupun mengerjakan hal lain yang ingin dikerjakan. Partisipan juga merasa bahwa workshop yang diberikan sesuai dengan kebutuhan, membantu untuk memahami penggunaan layar, serta membantu menyeimbangkan penggunaan layar dengan kehidupan nyata (rating 4/5).
PENDAMPINGAN PSIKOLOGIS BAGI IBU WARGA BINAAN MENJELANG PEMBEBASAN UNTUK TRANSISI DAN PENYESUAIAN DI MASYARAKAT Theresia, Allessandra; Dewi, Wiwit Puspitasari; Anggreany, Yuliana; Amara Pawitra, Maria Gracia
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2623

Abstract

Ibu warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap tekanan psikologis menjelang pembebasan, seperti kecemasan tinggi, kehilangan harga diri, serta ketakutan akan penolakan sosial dari keluarga maupun masyarakat. Minimnya dukungan emosional dan psikososial membuat sebagian merasa tidak layak untuk memulai kembali kehidupan yang bermakna. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memberikan pendampingan psikologis melalui pendekatan reflektif, afirmatif, dan berbasis narasi diri. Program dilaksanakan dalam tiga sesi: satu kali luring di LAPAS Perempuan Kerobokan Bali pada Maret 2025, serta dua kali daring pada April–Mei 2025. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap: (1) analisis kebutuhan dengan wawancara dan asesmen awal; (2) penyusunan modul intervensi, yaitu Saya & Kekuatan Saya, Merawat Luka, Memeluk Harapan, dan Langkah Kecil, Kekuatan Besar; serta (3) pelaksanaan pelatihan partisipatif berbasis diskusi, penulisan reflektif, afirmasi, dan peta hidup. Evaluasi dilakukan melalui pre-test, post-test, dan umpan balik peserta. Hasil pre-test menunjukkan dari 47 peserta, 42 orang (89,4%) memahami konsep pemikiran negatif, sedangkan 5 orang (10,6%) berada pada kategori baik. Pasca-pelatihan, 43 orang (91,5%) mampu mengenali distorsi kognitif, sementara 4 orang (8,5%) masih memerlukan pendampingan. Evaluasi kualitatif menegaskan penguatan aspek positif (40%), kemampuan mengubah pikiran negatif (16%), pengendalian pikiran (10%), pengendalian diri (6%), serta kesadaran diri (8%). Program ini terbukti efektif meningkatkan kesiapan mental, resiliensi, dan optimisme warga binaan untuk reintegrasi sosial yang adaptif. Kata kunci: Ibu warga binaan; pendampingan psikologis;pengabdian; resiliensi; refleksi diri.