Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

POLA PENGGUNAAN RUANG-RUANG INTERAKSI DI PUSAT KOMUNITAS TAMAN LITERASI BLOK M Ramdhani, Alya Lanniswa; Safitri, Rahmah; Yusmana Putri, Khansa Dzahabiyyah; Anggiani, Mona
Agora : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Arsitektur Usakti Vol. 22 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/agora.v22i2.18984

Abstract

Sebuah kota perlu menyediakan ruang publik yang kondusif untuk interaksi sosial dan komunikasi antar manusia. Beberapa ruang publik memiliki fungsi khusus, seperti sebagai tempat literasi. Taman Literasi Blok M dibangun sebagai salah satu upaya untuk menyediakan tempat membaca dan meningkatkan minat baca warga kota. Namun, saat ini penggunaan Taman Literasi juga dimanfaatkan untuk kegiatan lain selain membaca, sehingga ada kemungkinan terciptanya ruang-ruang selain ruang literasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ruang-ruang yang digunakan oleh pengunjung dalam pemanfaatan ruang publik di Taman Literasi Blok M. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan melakukan pengamatan di Taman Literasi pada hari kerja dan hari libur. Pengamatan dilakukan dengan mengamati aktivitas pengunjung berdasarkan zona-zona yang ada di Taman Literasi Blok M. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa ruang yang menjadi tempat kegiatan pengunjung di Taman Literasi, yaitu plaza untuk tempat duduk pengunjung, ruang bermain anak, ruang pertunjukan, ruang tenant, ruang taman atap, dan ruang tangga. Ruang-ruang tersebut memiliki karakteristik masing-masing sehingga pengunjung merasa nyaman menggunakan ruang tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan dalam perancangan taman atau ruang publik di kota.
Tantangan dan Peluang: Memperkenalkan Pendidikan Arsitektur, Profesi Arsitek, dan Produk Arsitektur kepada Siswa SMA 101 Jakarta Heryanto, Bambang; Gambiro, Henny; Anggiani, Mona; Jamila, Rona Fika; Ekaputri, Dian
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4 No 5 (2024): JPMI - Oktober 2024
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.2807

Abstract

Pendidikan dan profesi arsitektur masih kurang dipahami oleh siswa sekolah menengah, sehingga banyak yang belum menyadari pentingnya arsitektur dalam pembangunan suatu wilayah. Untuk mengatasi masalah ini, maka perlu dilakukannya sosialisasi pendidikan dan profesi arsitektur kepada siswa sekolah menengah dengan tujuan memberikan pemahaman mendalam tentang desain, proses konstruksi, dan peran arsitek dalam menciptakan lingkungan yang berkualitas. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi pemaparan pengendalan ilmu arsitektur, peran arsitek, dan diskusi mengenai potensi karir di bidang arsitektur. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa mahasiswa mendapatkan pemahaman lebih dalam tentang arsitektur dan mereka menjadi lebih sadar akan berbagai peluang karir di bidang arsitektur, yang dapat membantu mereka dalam merencanakan masa depan. Kegiatan ini bermanfaat dapat memperluas wawasan mereka tentang pentingnya arsitektur, meningkatkan apresiasi terhadap estetika dan fungsi pada ruang dan bangunan, serta merangsang minat dan bakat mereka dalam bidang seni dan teknik.
From Family Herbal Plants to Interaction Place: Enhancing Community Engagement in RW 05, Palmerah Urban Kampong Anggiani, Mona; Artiningrum, Primi; Lelo, Lelo; Arroyan, M. Iqbal; Ismail, Ahmad
Jurnal Abdi Masyarakat (JAM) Vol 10, No 2 (2025): JAM (Jurnal Abdi Masyarakat) - Maret 2025
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jam.v10i2.29852

Abstract

Taman Cempaka in Palmerah Urban Kampongs has the potential to be developed as a family medicinal plant (toga) garden as well as a social interaction space. This activity found that the number and variety of herbal medicinal plants increased, the park management system was better with digital technology, and the quality of the social interaction space improved. The UMB team identified two main challenges: the limited variety and quantity of medicinal plants and the suboptimal management of harvested produce. These issues were also confirmed by project partners. This project aims to enhance the function of the Taman Toga as both a green space and a social hub, improve its overall quality, and provide digital training for its managers. The methods used include planting, rearranging, management, and socialization. This program also includes technology training and the use of online platforms for marketing herbal plant products. The project stages include initial meetings, socialization, problem identification, solution implementation, digital system implementation, and monitoring and evaluation. The results showed an increase in the number and variety of toga plants and an increase in the use of the park as a community interaction space. Overall, this project succeeded in enriching the diversity of medicinal plants, improving digital park management, and improving the quality of the social interaction space. In addition, this activity has a positive impact on the environment by making the park more beautiful, comfortable, and functional for the surrounding community.
KAJIAN SOUNDSCAPE DI RUANG PUBLIK TERBUKA TENGAH KOTA PADA MASA PANDEMI COVID-19 (STUDI KASUS: TAMAN CATTLEYA, TOMANG, JAKARTA BARAT) Heryanto, Bambang; Anggiani, Mona; Prawesthi, Ashri
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2021
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Urban public spaces are public spaces that are visited by many urban residents with all the activities they can do. In the urban public space, various kinds of voices or sounds fill this space. Voices can be heard from any room or place in the city. The natural environment, humans, and mechanical equipment produce sound landscapes or soundscapes in the city space air. In urban public spaces, activities carried out by humans can produce artificial sound, while natural activities produce natural sound. The purpose of this study is to describe and explore the sound landscape in urban public space. This research was conduct on holidays, by observing various types of sounds and voices, the distribution of sources, time, and strength of sounds and voices to achieve the research objectives. Found that after the observation, in the open public space of Cattleya Tomang Park, West Jakarta, the results of mechanical sound sources came from the roar of motorized vehicles and the sound of construction work was more dominant than natural sounds that came from humans, trees, and animals. Research on soundscapes in urban public spaces is expected to be a basis for consideration in designing urban public spaces so that public spaces can be enjoyed more by city residents who use them.                                  Abstrak: Ruang publik kota merupakan ruang publik yang banyak dikunjungi oleh warga kota dengan segala kegiatan yang bisa dilakukan. Di dalam ruang publik kota, berbagai ragam suara atau bunyi mengisi ruang ini. Bentang suara dapat didengar dari berbagai ragam ruang atau tempat di kota. Alam lingkungan, manusia, maupun peralatan mekanik memproduksi bentang suara atau soundscape di udara ruang kota. Di ruang publik kota, kegiatan yang dilakukan oleh oleh manusia dapat menghasilkan bunyi, sementara kegiatan alami menghasilkan suara. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan dan mengeksplorasi bentang suara yang berada di ruang publik kota. Penelitian ini dilakukan pada hari libur, dengan mengobservasi berbagai macam jenis bunyi dan suara, sebaran sumber, waktu, dan kekuatan bunyi dan suara untuk mencapai tujuan penelitian. Didapati setelah pengamatan, pada ruang publik terbuka Taman Cattleya Tomang, Jakarta Barat, hasil sumber bunyi mekanik berasal dari deru mesin kendaraan bermotor dan bunyi pekerjaan konstruksi pembangunan gedung lebih dominan dibandingkan dengan suara alami yang datang dari manusia, pepohonan, maupun hewan. Penelitian soundscape di ruang publik kota ini diharapkan dapat menjadi dasar pertimbangan dalam perancangan ruang publik kota agar ruang publik lebih dapat dinikmati oleh warga kota yang memanfaatkannya.  
Kajian Evakuasi dan Sarana Kebakaran Gedung Istora Senayan Berbasis Standar Nasional dan Simulasi Pathfinder Aji Sumantri, Fajar; Darmawan, Yoga; Rahayu, Ditya A.; Mona Anggiani
Jurnal Teknologi dan Desain Vol. 1 No. 01 (2025): Jurnal Teknologi dan Desain
Publisher : LPPM bekerja sama dengan Prodi Teknik Sipil, Arsitektur, Perencanaan Wilayah dan Kota, Desain Interior, dan Desain Komunikasi Visual Universitas Pradita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51170/jtd.v1i01.92

Abstract

Istora Gelora Bung Karno (sebelumnya dikenal sebagai Istora Senayan) merupakan sebuah stadion indoor dengan kapasitas 7.180 kursi yang digunakan untuk berbagai acara olahraga dan kegiatan publik lainnya. Sebagai fasilitas dengan kapasitas besar, sistem evakuasi yang efektif sangat penting untuk memastikan keselamatan pengunjung, terutama dalam kondisi darurat. Tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, yang menyebabkan banyaknya korban jiwa akibat kekacauan dalam proses evakuasi, menyoroti pentingnya perencanaan evakuasi yang tepat di fasilitas olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji jalur dan waktu evakuasi penonton di Gedung Istora Senayan, Jakarta, dengan menggunakan metode observasi lapangan dan simulasi aplikasi Pathfinder. Hasil observasi menunjukkan bahwa sebagian besar sarana evakuasi telah memenuhi standar yang berlaku, meskipun masih ada beberapa isu terkait perawatan material. Sementara itu, hasil simulasi menunjukkan bahwa waktu evakuasi di Gedung Istora belum memenuhi standar waktu evakuasi yang ditetapkan. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif naratif untuk menggambarkan hasil simulasi dan observasi. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan sistem evakuasi yang lebih efektif, guna mengurangi risiko korban jiwa dalam kondisi darurat pada fasilitas olahraga dan gedung publik lainnya.
INCLUSION COFFEE SHOP AS THIRD PLACE: USER DESIGN AND EXPERIENCE PERSPECTIVE Anggiani, Mona; Ayudya, Rr Diana; Sukmajati, Danto
Border: Jurnal Arsitektur Vol. 7 No. 1 (2025): JUNE 2025
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Architecture and Design, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/border.v7i1.782

Abstract

Every human being shares the same fundamental needs, ranging from physiological to physical needs. After engaging in daily activities, individuals seek to relax and relieve stress through enjoyable experiences in comfortable environments. Commonly, these relaxing spaces are referred to as third places. One form of third place, as introduced by Oldenburg, is the coffee shop. As a third place, it is more than just a physical space—it holds deeper meaning. Today, coffee shops are frequently identified as third places; however, the criteria for a third place extend beyond mere spatial aspects. This study aims to explore whether coffee shops frequented by users can be considered third places from their perspective, and to identify the factors that influence this perception. The research adopts a qualitative approach by conducting interviews with participants. Data were analyzed using a descriptive narrative technique, presenting findings from observations and interviews. The results indicate that most users of a disability-friendly coffee shop consider it their third place for several reasons: the shop is inclusive and accessible to everyone; it features a unique and aesthetic design; it is strategically located, easily accessible, and near transportation hubs; it offers a calm, home-like atmosphere; it serves as a space for conversation; it provides comprehensive facilities; and it includes disability-friendly signage. This study is expected to serve as a foundation for the design and development of third places that accommodate the needs of deaf and hard-of-hearing individuals.
Spatial components in social interaction spaces: a review of Jakarta urban kampongs dwellers Anggiani, Mona; Arifin, Lilianny Sigit; Dwisusanto, Yohanes Basuki
SINERGI Vol 29, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/sinergi.2025.3.014

Abstract

Architecture exists because of the response to the needs of human social relationships. Space is one part of architecture that is very important for use in everyday human life, one of which is social interaction space. Urban kampongs are settlements in Jakarta that contain social interaction space for dwellers. This space is an important space and is often discussed in the scope of architecture, but there has been no special review of the aspects that form the social interaction space used by dwellers of urban kampongs in Jakarta. Therefore, it is important to conduct a special study that discusses the aspects that form the social interaction space in urban kampongs. This study is a literature study that uses a qualitative method with a narrative descriptive analysis approach. The basic literature used is an understanding of spaces from the perspective of sociology, anthropology, and geography. The results of the study show that the social interaction space of dwellers of urban kampongs in Jakarta is greatly influenced by non-physical aspects (socio-cultural) and physical aspects (location). This study is very useful for enriching the theory regarding the social interaction space of urban kampongs in particular and the theory of spatial design in general.