Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengembangan Modul Matematika Berbasis Budaya Rumah Baanjung pada Materi Transformasi Geometri Menggunakan Model ADDIE Ferita, Rolina Amriyanti; Yanti, Williza; Muslim, Azis; Riadi, Arifin
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 7 Issue 001 February 2026 (Spesial Issue)
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v7i001.3248

Abstract

Pembelajaran matematika yang terlepas dari konteks budaya lokal sering kali dipersepsikan abstrak dan kurang bermakna bagi siswa. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui pengembangan bahan ajar berbasis budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul matematika berbasis budaya Rumah Baanjung pada materi transformasi geometri serta mengevaluasi kualitas modul berdasarkan respons siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Modul dikembangkan dalam bentuk cetak dan disempurnakan melalui focus group discussion. Implementasi dilakukan secara terbatas dengan melibatkan 27 siswa, yang selanjutnya diminta memberikan respons terhadap modul menggunakan angket skala Likert. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul diterima secara positif oleh siswa. Modul dipersepsikan relevan dengan kebutuhan belajar, mudah digunakan, menarik dari segi penyajian, serta membantu siswa memaknai keterkaitan antara konsep matematika dan budaya lokal. Selain itu, penggunaan konteks Rumah Baanjung juga berkontribusi dalam menumbuhkan kesadaran siswa terhadap nilai kearifan lokal dan keberlanjutan budaya. Temuan ini menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan memiliki potensi untuk mendukung pembelajaran matematika yang kontekstual dan bermakna.
Binary Representation of the Weaving Motifs of Rumah Bubungan Tinggi: An Ethnomathematical Exploration for Discrete Mathematics Learning Riadi, Arifin; Turmudi, Turmudi; Juandi, Dadang; Dahlan, Jarnawi Afgani; Ferita, Rolina Amriyanti
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 4 (2025): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i4.3471

Abstract

Motif anyaman pada dinding anjung Rumah Bubungan Tinggi menampilkan pola berulang yang dapat dimodelkan sebagai barisan biner. Penelitian eksploratif kualitatif ini merepresentasikan orientasi bilah sebagai digit 1 dan 0, kemudian menganalisis periodisitas, memformulasikan aturan berbasis modulo, serta melakukan konversi biner–desimal–karakter untuk menautkan motif tradisional dengan struktur pengodean informasi digital. Hasil menunjukkan motif membentuk barisan biner deterministik berperiode tertentu yang dapat dijelaskan melalui fungsi modulo. Berdasarkan pemetaan digit–arah bilah, disusun pula model konseptual steganografi: penyisipan pesan biner melalui variasi orientasi bilah tanpa mengubah karakter visual motif. Temuan ini menegaskan potensi motif anyaman sebagai media representasi informasi sekaligus konteks budaya untuk pembelajaran matematika diskret melalui tugas bertahap (pengodean motif, identifikasi unit ulang/periode, penurunan aturan modulo, dan konversi bilangan). Motif weaving on the anjung wall of the Rumah Bubungan Tinggi exhibits repeating patterns that can be modeled as binary sequences. This qualitative exploratory study encodes strip orientation as 1 and 0, then examines periodicity, formulates modulo-based rules, and performs binary–decimal–character conversions to connect traditional motifs with the basic structure of digital information encoding. The results show that the motifs form deterministic binary sequences with specific periods that can be described using modulo functions. Based on digit-to-orientation mapping, the study also proposes a conceptual motif-based steganography model: embedding binary messages through variations in strip orientation without altering the motif’s overall visual character. These findings highlight the potential of weaving motifs as both an information representation medium and a cultural context for discrete mathematics learning through stepwise tasks (motif encoding, identification of repeating units/periods, derivation of modulo rules, and number conversion).
Geometric Transformations in Banjar Baanjung Woodcarvings: Reflection, Translation, Rotation Muslim, Azis; Ferita, Rolina Amriyanti; Yanti, Williza; Riadi, Arifin
Mathematics Education Journal Vol. 9 No. 2 (2025): MEJ Vol 9 No.2
Publisher : Department of Mathematics Education University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/mej.v9i2.42875

Abstract

This field‑based ethnomathematical study examines how three geometric transformations—reflection, translation, and rotation—are embodied in the woodcarvings of the Banjar Baanjung house. We conducted in‑situ exploration at a Baanjung house in Teluk Selong (Martapura) and worked directly with a traditional carver in Kuin Cerucuk (West Banjarmasin) in August 2025. Data collection combined on‑site photographic measurement with on‑plane scale references, motif tracing, semi‑structured interviews, and think‑aloud carving demonstrations. Using open and axial coding, we mapped motifs—daun jeruju friezes, tampuk manggis rosettes, gigi haruan zigzags, and paired panels on tawing halat—to transformation types and derived classroom‑ready parameters. Findings show: (1) bilateral reflection on paired panels, quantified through local axes and symmetry deviation; (2) translational friezes on daun jeruju with consistent period, corroborated by the carver’s use of spacing templates; and (3) rotational symmetry (typically order 4) on tampuk manggis, aligned with a radial layout technique. The study converts field‑verified cultural artefacts into learning materials that enable students to study transformations in a culturally grounded context. The contribution sharpens conceptual understanding while fostering cultural appreciation and yields a sequence of ready‑to‑use tasks and analytic prompts for secondary classrooms.