Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : HENGKARA MAJAYA

Persepsi Taruna Terhadap Pembelajaran Menggunakan E-Learning Oktavera Sulistiana; Nur syam; Muhammad Saleh
Hengkara Majaya Vol. 2 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Politeknik Pelayaran Barombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61759/hmj.v2i1.5

Abstract

The pupose of this study determine the perceptions of cadets towards online distance learning methods. This study used descriptive qualitative method. Perception assessment is carried out by referring to 3 components, namely: components of understanding On Line learning, constraints in taking On Line learning, Suggestions for the Quality of Online learning. Data collection was carried out using an online questionnaire through Google Form to 92 diploma III cadets who were participating in distance learning using purposive random sampling technique. The results showed that the results of several components of distance learning that were given to the respondents, on average, supported and rated positively towards online distance learning methods carried out by cadets
Persepsi Taruna Dan Dosen Terhadap Pembelajaran Jarak Jauh Metode Daring Nursyam; Oktavera Sulistiana; Sarce Sampe Bungin
Hengkara Majaya Vol. 2 No. 2 (2021): September
Publisher : Politeknik Pelayaran Barombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61759/hmj.v2i2.11

Abstract

The purpose of this study was to determine the perceptions of cadets and lecturers' perceptions of distance learning online methods at the Barombong Shipping Polytechnic. Distance Education (PJJ) is conceptually seen from two aspects, namely the institutional aspect and the personal aspect. The existence of the covid outbreak that has hit our country in Indonesia requires us to do distance learning using online methods. This study uses a qualitative approach. Bogdan and Taylor in Moleong, describe, qualitative research is research that produces descriptive data in the form of written or spoken words from people and observable behavior. The data analysis technique was based on the research objective, namely knowing the cadets' perception of distance learning at the Barombong Shipping Polytechnic. Therefore, the data analysis technique used was descriptive analysis. Data collection techniques were carried out using questionnaires and documentation. The results showed that cadets' perceptions of distance learning online methods were seen from several aspects, namely, aspects of the availability of IT and support, aspects of lecturers, aspects of the ability to use IT, aspects of ease of understanding subject matter and aspects of cadets' motivation to learn through online learning. positive. Lecturers/instructors' perceptions of distance learning online methods when viewed from several aspects including, aspects of the preparation carried out by the institution, the activity of cadets, the ability to make On-line-based learning materials and the ability to use IT, indicate that the perception is positive although there are still some aspects which needs to be fixed
Identifikasi Karakteristik Gaya Belajar Nursyam; Jeihn Novita C. Budiman; Avera Linarti
Hengkara Majaya Vol. 2 No. 2 (2021): September
Publisher : Politeknik Pelayaran Barombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61759/hmj.v2i2.12

Abstract

The background of the study concluded that previous cadets had difficulty getting optimal test results, so the researchers assumed this problem was related to the difficulty of cadet in absorbing subject matter provided by lecturers or instructors, where they had not used adjustments to teaching methods with the tendency of cadets' learning styles. The research aims to describe the learning styles of cadets of Politeknik Pelayaran Barombong class of 64 years of 2020-2022 training. This study is a qualitative study to describe the learning styles of class 64 cadets. Respondents were all cadets of class 64 who met the research criteria, totaling 153 cadets. The research instrument used the VARK version.8.0 test which has been translated into Indonesian and analyzed using a percentage form which describes the frequency characteristics of the cadets' learning styles. The learning styles of cadets studied in this study were visual learning styles, auditory learning styles, reading learning styles and kinetic learning styles. Through this research, it was found that the learning style of cadets class 64 which was the most dominant was the kinesthetic learning style with a percentage of 51.6% of the total research respondents
Analisis Gaya Belajar Kinestetik Taruna Politeknik Pelayaran Barombong Nursyam; Jeihn Novita C. Budiman; Rusdi
Hengkara Majaya Vol. 1 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Politeknik Pelayaran Barombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61759/hmj.v1i1.16

Abstract

This study aims to describe the kinesthetic learning styles of cadets of the Barombong Shipping Polytechnic class 64. This study is a qualitative study to describe the kinesthetic learning styles of cadets of class 64. The research respondents were all cadets of class 64 who met the research criteria, totaling 153 cadets. The research instrument uses the VARK version 8.0 test which has been translated into Indonesian and analyzed using the percentage form that describes the frequency characteristics of cadet learning styles. The tendency of the cadets' learning style studied in this study is the Kinetics learning style. Through this study, it was found that the kinesthetic learning style of the 64th generation of cadets was the most dominant with a percentage of 51.6% of all research respondents.
Efektivitas Pelatihan Self-Awareness untuk Meningkatkan Kedisiplinan Taruna PIP Makassar Muhammad Shadiq Syah; Widyastuti; Ahmad Ridfah; Nursyam
Hengkara Majaya Vol. 3 No. 2 (2022): September
Publisher : Politeknik Pelayaran Barombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61759/hmj.v3i2.42

Abstract

Kesadaran diri menjadi salah satu faktor yang memengaruhi individu dalam berperilaku, terutama dalam menaati aturan dan norma yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan self awareness untuk meningkatkan kedisiplinan Taruna PIP Makassar. Intervensi dalam penelitian ini menerapkan model experiental learning untuk meningkatkan kedisiplinan taruna. Partisipan pelatihan berjumlah 21 taruna yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 11 partisipan kelompok kontrol dan 10 partisipan kelompok eksperimen. Rancangan eksperimen dalam penelitian ini adalah pretest-postest control group design. Teknik analisis data menggunakan uji Mann Whitney, Wilcoxon, dan analisis tambahan menggunakan uji Friedman dengan bantuan program SPSS 26 for windows. Berdasarkan hasil uji hipotesis menggunakan uji Mann Whitney diperoleh p=0,043 (p<0,05) yang artinya hipotesis pertama dalam penelitian ini diterima, yaitu pelatihan self awareness efektif untuk meningkatkan kedisiplinan taruna. Sedangkan hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi p=0,02 (p<0,05) yang artinya hipotesis kedua diterima, yaitu terjadi kenaikan skor yang signifikan pada kelompok eksperimen setelah diberikan pelatihan self awareness. Implikasi penelitian ini merujuk pada pihak ketarunaan untuk menjadikan pelatihan self awareness sebagai salah satu solusi dalam meningkatkan kedisiplinan taruna.
Pembelajaran Bahasa Inggris di Era Digital: Persepsi Taruna dan Tantangan dalam Pendidikan Vokasi Maritim Nursyam; Ratno; Rony Kusmaladi
Hengkara Majaya Vol. 5 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Politeknik Pelayaran Barombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61759/hmj.v5i1.82

Abstract

Pembelajaran Bahasa Inggris telah mengalami perkembangan yang signifikan seiring dengan kemajuan teknologi di era digital. Teknologi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari proses pembelajaran, memengaruhi cara kita mengajar dan belajar. Di lingkungan pendidikan vokasi maritim, integrasi teknologi dalam pembelajaran Bahasa Inggris menjadi sorotan utama, namun penting untuk memahami persepsi taruna terhadap penggunaannya. Persepsi ini meliputi pandangan tentang manfaat, tantangan, dan preferensi dalam menggunakan teknologi sebagai alat pembelajaran. Studi sebelumnya menunjukkan bahwa taruna umumnya memiliki sikap positif terhadap integrasi teknologi dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Taruna menganggap teknologi dapat meningkatkan pemahaman materi, keterlibatan, dan memfasilitasi komunikasi. Namun, tantangan seperti kesenjangan akses teknologi, kurangnya literasi digital, dan kendala teknis juga diidentifikasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran kualitatif dan kuantitatif untuk menggali persepsi taruna di Politeknik Pelayaran Barombong. Hasil menunjukkan mayoritas taruna memiliki persepsi positif terhadap penggunaan teknologi dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Namun, ada ruang untuk peningkatan, terutama dalam mengatasi tantangan seperti kesenjangan akses teknologi. Faktor-faktor yang memengaruhi persepsi taruna meliputi tingkat ketertarikan dan kebiasaan dalam menggunakan teknologi dan kendala teknis. Dengan memahami faktor-faktor ini, institusi dapat mengembangkan strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan penerimaan dan penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Implikasi temuan ini adalah pentingnya penggunaan strategi dan metode pembelajaran yang interaktif, peningkatan efektivitas dan efisiensi penggunaan teknologi, serta penanganan tantangan melalui pendekatan inklusif dan pelatihan literasi digital. Dengan demikian, institusi dapat meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris dan memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih efektif, inklusif, dan relevan bagi taruna di lingkungan pendidikan vokasi maritim.
Tantangan dan Strategi dalam Penerapan Pendidikan Dwibahasa untuk Studi Nautika di Institusi Pelayaran Arifin, Muh.; Nahdir; Nursyam
Hengkara Majaya Vol. 6 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Politeknik Pelayaran Barombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61759/hmj.v6i1.95

Abstract

Pendidikan dwibahasa di Institusi Pelayaran memegang peranan penting dalam mempersiapkan taruna menghadapi tantangan global di industri maritim. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan utama yang dihadapi dalam penerapan pendidikan dwibahasa (Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris) dalam studi nautika di institusi pelayaran, serta merumuskan strategi yang efektif untuk meningkatkan keberhasilan pengajaran. Menggunakan metode campuran yang melibatkan survei kepada taruna dan wawancara dengan pengajar di berbagai institusi pelayaran, hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan terbesar adalah kurangnya sumber daya pengajaran dwibahasa yang relevan, serta keterbatasan pelatihan bagi pengajar dalam mengadaptasi materi teknis nautika ke dalam dua bahasa. Studi ini juga mengidentifikasi strategi-strategi yang dapat diimplementasikan, termasuk pelatihan intensif bagi pengajar, penyediaan materi ajar yang lebih interaktif, dan penggunaan teknologi untuk mendukung pembelajaran. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam pendidikan dwibahasa untuk memastikan bahwa taruna dapat mengembangkan kompetensi teknis dan linguistik yang diperlukan di lingkungan kerja internasional. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas pendidikan maritim di Indonesia
Kerusakan Motor Listrik pada Pompa Freshwater Generator di atas Kapal MT. Transko Arafura Kasri, Ahmad Rifa’i; Rukmini; Nursyam; Sa’pang, Ariswanto; Nasaruddin, Nurlely
Hengkara Majaya Vol. 6 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Politeknik Pelayaran Barombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61759/hmj.v6i1.96

Abstract

An electric motor is an electrical machine device that uses electromagnetic principles to convert electrical energy into mechanical energy. This mechanical energy is used as a driving force in the auxiliary mecchinery on board. There are many causes of damage to electric motors and the impact on the operating system can be disrupted. Some of the causes of damage to electric motors are heat, dirt, humidity, vibration and electricity quality. Other causes are usually poor maintenance and less than optimal cleaning. The aim of this research is to find out the causes of damage to electric motors on ships and to find out how to prevent damage to electric motors. Data collection methods used field methods, literature and interviews using descriptive qualitative data analysis techniques and obtained results on factors that caused damage to electric motors on MT ships. Transko Arafura, Factors that cause damage to electric motors on MT ships. Transko Arafura, namely vibrations in the electric motor due to damage to the worn ball bearing and shaft so that the shaft is not balanced. Prevents damage to the electric motor on the MT ship. Transko Arafura is by replacing the ball bearing with a new one and refacing the shaft by turning. ABSTRAK Motor listrik merupakan perangkat mesin lisrik yang menggunakan prinsip elektromagnetik yang mengubah enegi listrik menjadi energi mekanik. Energi mekanik tersebut dimanfaatkan sebagai tenaga penggerak pada permesinan bantu di atas kapal. Kerusakan motor listrik banyak penyebabnya dan dampaknya sistem operasi dapat terganggu. Beberapa penyebab kerusakan motor listrik adalah panas, kotor, lembab, vibrasi dan kualitas listrik. Penyebab lain biasanya faktor pemeliharaan yang kurang baik dan pembersihan kurang maksimal. Tujuan penelitian ini yaitu dapat mengetahui penyebab kerusakan pada motor listrik di kapal dan dapat mengetahui cara mencegah terjadinya kerusakan pada motor listrik. Metode pengumpulan data dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi dengan teknik analisis data kualitatif deskriptif dan diperoleh hasil faktor yang menyebabkan kerusakan pada motor listrik di atas kapal MT. Transko Arafura yaitu adanya getaran pada motor listrik karena kerusakan pada ball bearing dan shaft yang aus sehingga shaft tidak balance, mencegah terjadinya kerusakan pada motor listrik di atas kapal MT. Transko Arafura yaitu dengan mengganti ball bearing dengan yang baru dan refacer pada shaft dengan pembubutan.