Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

ANALISIS PENENTUAN HARGA JUAL BERAS SIAM EPANG DI TINGKAT PRODUSEN KABUPATEN SERUYAN (Studi Kasus Petani Padi Siam Epang di Desa Pematang Limau Kec Seruyan Hilir Timur) Tirsa Neyatri Bandrang
Jurnal Penelitian Agri Hatantiring Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Penelitian Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pagri.v3i2.158

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seberapa besar harga jual beras yang layak pada tingkat petani padi siam epang di Kabupaten Seruyan berdasarkan pendapatan petani padi, harga jual berdasarkan indikator upah minimum Regional Kabupaten Seruyan dan harga jual berdasarkan indikator tingkat kemiskinan. Penelitian ini dilakukan pada petani beras siam epang di Desa Pematang Limau Kabupaten Seruyan Provinsi Kalimantan Tengah. Metode non-random sampling artinya pengambilan data ditetapkan berdasarkan karakteristik dan ciri-ciri tertentu agar mendapatkan sampel yang sesuai dengan penelitian. Pemilihan sampling lokasi penelitian digunakan pada populasi daerah yang sangat kompleks terdiri dari unit populasi daerah sehingga ditentukanlah Desa Pematang Limau sebagai produksi Padi terbanyak dan memiliki petani padi yang aktif yaitu sebanyak 80 responden. hasil penelitian yang diperoleh pada responden petani beras siam epang yaitu bahwa pendapatan petani dengan harga jual saat ini Rp 17.000/kg mampu mencapai pendapatan petani beras siam epang sekitar Rp 1.207.800/ha/bln dengan titik pulang pokok produksi 469,03 kg/ ha/bln dan titik pulang pokok penerimaan sebesar Rp 7.908.163,26/ ha/bln, harga jual berdasarkan upah Minimum Regional (UMR) yaitu dengan ambang batas Rp 33.963,97/kg . Artinya Rp 33.963,97/ kg merupakan harga yang maksimal yang mampu dibeli oleh konsumen. harga jual berdasarkan tingkat kemiskinan yaitu Rp 18.006,3 / kg artinya harga jual yang terbentuk memang dapat meningkatkan pendapatan petani namun dapat mengakibatkan harga daya beli konsumen akan beras siam epang dapat menurun.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKSPOR MINYAK KELAPA SAWIT INDONESIA KE CHINA Ditho Ramadhan; Denny Triwandoyo; Tirsa Neyatri bandrang
Jurnal Penelitian Agri Hatantiring Vol. 4 No. 2 (2025): Penelitian Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pagri.v4i2.198

Abstract

Sebagai produk yang lebih baik, minyak kelapa sawit telah mendapat pengakuan internasional sebagai komoditas yang menghasilkan devisa terbesar secara global bagi pengekspor negara-negara yang tidak hanya bergantung pada minyak dan gas dari perkebunan. Minyak kelapa sawit tidak mahal, mudah dibuat, dan sangat stabil, menjadikannya minyak yang paling sering digunakan dan diproduksi di dunia. Penelitian ini bertujuan 1) Untuk menganalisis pengaruh produksi terhadap ekspor kelapa sawit Indonesia ke China. 2) Untuk menganalisis pengaruh harga internasional terhadap ekspor kelapa sawit Indonesia ke China. 3) Untuk menganalisis pengaruh nilai tukar atau kurs terhadap ekspor kelapa sawit Indonesia ke China. 4) Untuk menganalisis pengaruh produksi, harga internasional dan nilai tukar atau kurs terhadap ekspor kelapa sawit Indonesia ke China. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi linier berganda sebagai teknik analisis data untuk memperoleh hasil. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah secara simultan variabel produksi, harga internasional serta nilai tukar atau kurs berpengaruh signifikan terhadap ekspor minyak kelapa sawit Indonesia ke China. Sedangkan secara parsial produksi berpengaruh terhadap ekspor minyak kelapa sawit Indonesia ke Tiongkok dan harga internasional tidak berpengaruh terhadap ekspor minyak kelapa sawit Indonesia ke Tiongkok serta nilai tukar atau kurs tidak berpengaruh terhadap ekspor minyak kelapa sawit Indonesia ke Tiongkok.Kata kunci: minyak kelapa sawit, ekspor, produksi, harga internasional, nilai tukar atau kurs 
Analisis Pendapatan Usahatani Kelapa Sawit Di Desa Kartika Bhakti Kecamatan Seruyan Hilir Timur Marsela123 Sella; Suroto *; Tirsa Neyatri bandrang
Jurnal Penelitian Agri Hatantiring Vol. 4 No. 2 (2025): Penelitian Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pagri.v4i2.199

Abstract

Desa Kartika Bhakti berada di Kecamatan Seruyan Hilir Timur yang mengusahakan tanaman Kelapa Sawit.  Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Menganalisis gambaran usahatani kelapa sawit di Desa Kartika Bhakti Kecamatan Seruyan Hilir Timur 2) Menganalisis besarnya pendapatan usahatani kelapa sawit di Desa Kartika Bhakti Kecamatan Seruyan Hilir Timur. Waktu penelitian adalah dari bulan Mei – Juli 2024. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive). Metode penelitian menggunakan analisis kuantitatif deskriptif dengan jumlah sampel petani kelapa sawit yaitu 22 petani sampel ditentukan menggunakan proportionate stratified random sampling. Gambaran usahatani menggunakan analisis deskriptif sedangkan analisis pendapatan menggunakan rumus total biaya, penerimaan, dan pendapatan. Hasil penelitian menunjukan keadaaan usahatani kelapa sawit dengan mayoritas petani memiliki luas lahan kelapa sawit terbanyak yaitu pada rentang 1 – 3 hektar dengan umur tanaman 8 – 15 tahun dan menjadi umur produktif untuk menghasilkan Tandan Buah Segar, selain itu proses usahatani kelapa sawit yang dijalankan oleh petani menggunakan teknik budidaya yang hampir sama pada umumya hingga tahap produksi. Penerimaan yang diperoleh petani kelapa sawit Rp. 2.426.580.000/Ha/Tahun dengan jumlah produksi 1.249.200 kg/Tahun dan total biaya produksi yang dikeluaran Rp.1.203.429.375/Ha/Tahun dari total keseluruhan sampel, sehingga pendapatan petani yang diperoleh dalam periode setahun adalah Rp. 1.251.866.875/Ha/Tahun, Jadi usahatani kelapa sawit menguntungkan bagi petani. Kata Kunci: Kelapa Sawit, Usahatani, Gambaran Usahatani, Analisis Pendapatan
Pengaruh Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat Terhadap Perekonomian Masyarakat Kecamatan Seruyan Hilir Timur Ahsana Nadia Safitri; Parissa Swasti Ningrum; Tirsa Neyatri bandrang
Jurnal Penelitian Agri Hatantiring Vol. 4 No. 2 (2025): Penelitian Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pagri.v4i2.200

Abstract

Penelitian ini dilatarbeakangi adanya persebaran perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Seruyan Hilir Timur menunjukkan adanya peningkatan dari tahun ke tahun. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat Terhadap Perekonomian Masyarakat Kecamatan Seruyan Hilir Timur (Kependudukan, Kesehatan, Pendidikan, Konsumsi dan Pengeluaran Rumah Tangga).  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif data dikumpulkan dengan kuesioner dan wawancara. Narasumber dalam penelitian ini sebanyak 35 orang. Pengambilan sampel berdasarkan teknik (Purposive Sampling) atau berdasarkan karakteristik yang sudah ditentukan. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa setelah adanya perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Seruyan Hilir Timur masyarakat sudah bisa merasakan pengaruhnya kelapa sawit bisa menciptakan peluang usaha dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar, akses masyarakat menuju pelayanan kesehatan meningkat karena seluruh masyarakat sudah mempunyai BPJS sebagai jaminan kesehatan mereka, anak para  petani sudah bisa dikatakan jauh lebih baik dari sebelumnya. Sebelumnya mereka hanya mampu menyekolahkan anak mereka hanya tamatan SMA. Sedangkan sekarang sudah bisa sampai lulus sarjana, masyarakat mampu memenuhi kebutuhan pokok sehari-harinya, serta mampu mengelola keuangan dengan menyisihkan sebagian uang mereka untuk di simpan.Kata Kunci : Pengaruh Perkebunan Kelapa Sawit Terhadap Perekonomian Masyarakat
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ALIH FUNGSI LAHAN PADI KE KELAPA SAWIT DI KECAMATAN SERUYAN HILIR TIMUR: Rita Setiawati1), Parissa Swasti RN2), Tirsa Neyatri Bandrang3) Rita Setiawati; Tirsa Neyatri Bandrang; Parissa Swasti RN
Jurnal Penelitian Agri Hatantiring Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Penelitian Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pagri.v5i1.271

Abstract

This study aims to analyze the factors influencing the conversion of paddy fields into oil palm plantations in Seruyan Hilir Timur District, Seruyan Regency, Central Kalimantan. This land-use change has become a major concern due to the significant decrease in paddy field area, while the area of oil palm plantations continues to increase. The study employs a quantitative method with a survey approach targeting farmers who have converted their land. Data were collected through questionnaires and analyzed using multiple linear regression to identify the influencing factors. The results indicate that economic factors, such as the selling price of harvests and higher income from oil palm, are the main drivers for farmers to convert their land. Additionally, environmental and technical factors also play a role in the farmers' decision-making, although their influence is not as strong as that of economic factors. The conclusion of this study is that economic factors are the most significant determinants in the conversion of paddy fields to oil palm plantations in Seruyan Hilir Timur District. Keywords: Land use change, Economic factors, Environmental factors, Technical factors
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI KELAPA SAWIT  DI DESA KARTIKA BHAKTI KECAMATAN SERUYAN HILIR TIMUR: Jumariyono1, Tirsa Neyatri Bandrang 2, Denny Triwandoyo3 Jumariyono; Tirsa Neyatri Bandrang; Denny Triwandoyo
Jurnal Penelitian Agri Hatantiring Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Penelitian AgriHatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/0pajy266

Abstract

Penelitian “ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kelapa sawit di Kelompok Tani (Poktan) Usaha Bersama, Desa Kartika Bhakti, Kecamatan Seruyan Hilir Timur, Kabupaten Seruyan. Faktor-faktor yang dianalisis meliputi luas lahan, umur tanaman, pemupukan, pestisida, dan jarak tanam. Dengan populasi 29 anggota Poktan yang dipilih secara acak, pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Survei dan laporan langsung menyediakan sebagian besar data, dengan sumber sekunder termasuk publikasi relevan dan basis data pemerintah melengkapi gambarannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor luas lahan, pemupukan, pestisida, dan jarak tanam secara signifikan mempengaruhi produktivitas kelapa sawit, sedangkan umur tanaman berpengaruh dengan signifikansi yang lebih rendah. Oleh karena itu, pengelolaan yang tepat terhadap faktor-faktor ini dapat meningkatkan produktivitas.” Kata kunci : Kelapa sawit, produktivitas, Poktan, luas lahan, pemupukan, pestisida dan jarak tanam.
Pengaruh Peran Kepemimpinan Mandor Terhadap Kinerja Karyawan Chemis Divisi 2 PT.Sumur Pandanwangi Kartika: Anik Purwati1,, Tirsa Neyatri Bandrang, 2, Hermansyah3 Anik; Tirsa Neyatri Bandrang; Hermansyah
Jurnal Penelitian Agri Hatantiring Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Penelitian AgriHatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/sa1b8c58

Abstract

Kepemimpinan merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi bagaimana karyawan melaksanakan tugasnya. Dalam perusahaan perkebunan, peran mandor sangat menentukan karena mereka berhubungan langsung dengan karyawan di lapangan untuk mengarahkan, mengawasi, dan memastikan pekerjaan berjalan sesuai target. Namun demikian, pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja karyawan tidak selalu menunjukkan hasil yang kuat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peran kepemimpinan mandor terhadap kinerja karyawan chemis Divisi 2 PT. Sumur Pandanwangi Kartika. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier sederhana. Populasi penelitian adalah seluruh karyawan chemis Divisi 2 yang berjumlah 14 orang, dan karena jumlahnya terbatas, maka semuanya dijadikan sampel (teknik sampling jenuh).Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kepemimpinan mandor berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kinerja karyawan, dengan nilai signifikansi 0,576 (>0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 2,7% yang berarti kepemimpinan hanya mampu menjelaskan sebagian kecil dari variasi kinerja karyawan, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain seperti lingkungan kerja, motivasi, dan kepuasan kerja. Kata kunci : kepemimpinan mandor, kinerja karyawan, perusahaan perkebunan.
Faktor–Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Tenaga Kerja Panen Kelapa Sawit Di Pt. Sumur Pandanwangi Kartika (Studi Kasus: Area 1 Divisi 1) Siti Halimah; Suroto Suroto; Tirsa Neyatri Bandrang
Benefit: Journal of Bussiness, Economics, and Finance Vol. 3 No. 2 (2025): BENEFIT: Journal Of Business, Economics, and Finance
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/benefit.v3i2.1332

Abstract

Perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu industri nonmigas yang paling penting dalam menghasilkan devisa. Salah satu perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit adalah PT Sumur Pandanwangi Kartika. Dalam upaya meningkatkan produksi, peran tenaga kerja dalam suatu organisasi sangatlah penting. Peningkatan produktivitas tenaga kerja bisa dipengaruhi oleh banyak faktor seperti umur, lama bekerja, pendidikan, jumlah tanggungan, dan premi.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui “bagaimana faktor umur, lama bekerja, pendidikan, jumlah tanggungan, dan premi secara bersama-sama dan secara individu mempengaruhi produktivitas tenaga kerja di Divisi I Area I PT. Sumur Pandanwangi Kartika.” Studi ini menerapkan data primer dan sekunder berupa kuesioner, wawancara, dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan metode analisis regresi linier berganda, uji F, uji t dengan perangkat lunak SPSS. Temuan studi ini menjabarkan secara simultan faktor umur, pendidikan, jumlah tanggungan dan premi berpengaruh terhadap produktivitas tenaga kerja panen dengan skor signifikansi (0,000 < 0,05).Secara parsial faktor umur dilihat pada thitung -4,091 dan lama bekerja -5,111 yang artinya berpengaruh negatif signifikan sedangkan jumlah tanggungan nilai signifikansi 0,000 dan premi 0,017 yang artinya berpanguruh signifikan. Pendidikan tidak berpengaruh dengan nilai signifikan tidak berpengaruh dilihat dari nilai nilai probablitas 0,079 > 0,05 α.
DIVERSIFIKASI OLAHAN BUAH SALAK MENJADI DODOL SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN NILAI TAMBAH KOMODITAS LOKAL: Anik Purwati 1, Sania 2, Zul Erianto Suarja3, Tirsa Neyatri Bandrang4 Anik Purwati; Zul Erianto Suarja; Tirsa Neyatri Bandrang
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/dx5zwb38

Abstract

Buah salak merupakan salah satu komoditas hortikultura unggulan di Kabupaten Seruyan yang memiliki potensi ekonomi cukup besar. Namun, pada saat musim panen raya harga jual salak mengalami penurunan akibat melimpahnya produksi, sehingga berdampak pada rendahnya pendapatan petani. Selain itu, salak merupakan buah yang mudah mengalami kerusakan sehingga diperlukan upaya diversifikasi produk untuk memperpanjang masa simpan dan meningkatkan nilai tambahnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah buah salak menjadi dodol sebagai produk olahan bernilai ekonomi serta mendorong tumbuhnya usaha mikro berbasis potensi lokal. Metode pelaksanaan meliputi observasi potensi daerah, penyuluhan, demonstrasi pembuatan dodol salak, praktik langsung, pendampingan pengemasan produk, dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu mengolah buah salak menjadi dodol dengan tekstur kenyal, cita rasa khas salak, serta masa simpan yang lebih lama dibandingkan buah segar. Produk yang dihasilkan juga dikemas menggunakan kemasan berlabel sehingga memiliki daya tarik dan nilai jual yang lebih tinggi. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterampilan masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan usaha berbasis komoditas lokal.   Kata kunci: diversifikasi produk, dodol salak, nilai tambah, komoditas lokal, pengabdian kepada masyarakat.
Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Terbatas: Tirsa Neyatri Bandrang1, Donny Dwy Judianto Leihitu2,Fiqri Julian Wandira3 Fiqri Julian Wandira; Donny Dwy Judianto Leihitu; Tirsa Neyatri Bandrang
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/ndsstr57

Abstract

Keterbatasan lahan hijau di lingkungan kampus menjadi tantangan dalam pengembangan budidaya tanaman pangan sebagai media pembelajaran sekaligus upaya mewujudkan kampus yang hijau dan berkelanjutan. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah pemanfaatan lahan terbatas melalui budidaya sayuran menggunakan media polybag. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sivitas akademika serta masyarakat sekitar mengenai teknik budidaya sayuran menggunakan polybag, mengoptimalkan pemanfaatan lahan kosong di lingkungan Politeknik Seruyan, meningkatkan ketersediaan sayuran sehat, serta mendukung terciptanya lingkungan kampus yang hijau. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, demonstrasi, praktik penanaman, pendampingan pemeliharaan, dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu melakukan persiapan media tanam, penanaman bibit, pemeliharaan hingga panen dengan baik. Pemanfaatan polybag terbukti mampu mengoptimalkan lahan sempit menjadi area produktif, memperindah lingkungan kampus, serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya budidaya sayuran secara mandiri. Kegiatan ini diharapkan menjadi model pengembangan urban farming berbasis kampus yang mendukung ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan