Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENDAMPINGAN PEMANTAUAN HARGA PANGAN DI KOTA SAMPIT Bandrang, Tirsa Neyatri
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal PKM Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pkmagri.v2i2.101

Abstract

Pencacahan data harga untuk PIHPS dilakukan setiap hari kerja kepada pedagang pengecer di pasar tradisional untuk memperoleh informasi mengenai harga pangan komoditi strategis. Pemilihan sampel digunakan dengan metode purposive sampling yaitu pengambilan sampel yang berdasarkan pertimbangan tertentu yakni pedagang eceran di pasar tradisional sesuai dengan komoditi yang disurvei yaitu padar Subuh dan pasar PPM.Pada tahun 2021 Politeknik Seruyan sebagai lembaga Pendidikan bekerjasama dengan Bank Indonesia mengambil peranan dalam melakukan survey pemantauan harga pangan di Kotawaringin Timur (Sampit) di Pasar Tradisional yaitu pasar Subuh dan Juga pasar PPM. Hal ini sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas data PIHPS di Kalimantan Tengah dan juga secara khusus Kotawaringin Timur penyumbang inflasi di Kalimantan Tengah oleh karena itu perlu dilakukan pemantauan harga pangan untuk membantu kebijakan pemerintah dalam menstabilkan harga pangan.Pencahaan ini dilakukan dengan tujuan mendapatkan informasi yang sesuai, memperluas akses informasi kepada masyarakat untuk mengurangi asimetri informasi, dan mengarahkan ekspektasi pelaku ekonomi; dan sebagai dasar bagi Pemerintah Daerah dalam melakukan monitoring dan merumuskan kebijakan stabilisasi harga pangan di daerah. Pendampingan pemantauan harga pangan ini dilakukan di kota Sampit tetapnya di pasar Subuh dan Pasar PPM. Pemilihan lokasi melihat dari aktivitas daya beli konsumen. Pelaksanaan kegiatan survey ini dilakukan secara berkala setiap hari pada jam kerja.
MONITORING EFEKTIVITAS LAYANAN SISTEM PEMBAYARAN MENUJU DIGITALISASI BANTUAN SOSIAL MELALUI KELUARGA PENERIMA MANFAAT (KPM) PROGRAM PKH DAN PROGRAM SEMBAKO Bandrang, Tirsa Neyatri
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pkmagri.v3i1.147

Abstract

Program Kementerian Sosial dalam menanggulangi kemiskinan dan untuk meminimalisirkan kendala dalam mengatasi masalah kemiskinan dengan memanfaatkan teknologi yang berkembang pesat saat ini yaitu dengan meluncurkan program PKH dan Program Sembako. Namun, dalam pelaksanaannya, Program PKH dan program sembako ini terkendala dengan sinyal dan jarak yang terlalu jauh dan curam. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memantau seberapa efektif layanan sistem pembayaran dalam rangka kesiapan menuju digitalisasi bantuan sosial melalui Program PKH dan Program Sembako di wilayah Blankspot serta untuk mengetahui sejauhmana program ini sudah efektif terlaksana di wilayah sinyal lemah/ Blankspot (desa Tumbang Manjul Kabupaten Seruyan). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif untuk memberikan gambaran dan penjelasan yang tepat terkait pelaksanaan program PKH dan Program Sembako sesuai dengan pedoman pelaksanaannya dengan melakukan wawancara kepada 10 orang KPM yang terdiri dari 5( lima) orang KPM program PKH dan 5( lima) orang KPM program sembako. Lokasi Kec/Desa yang tersebar sesuai dengan data dari Bank Penyalur Bansos yaitu Bank Mandiri.. Hasil kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) layanan sistem pembayaran melalui program PKH dan program sembako di Desa Tumbang Manjul Kabupaten Seruyan ini antara lain perlu peran aktif pendamping dalam mengkoordinir pengambilan bantuan sosial agar memudahkan KPM dalam mengambil bantuan di e warong, KPM kesulitan dalam pengambilan bantuan sosial di Bank penyalur karena lokasi dan tempatnya yang tidak kondusif serta lemahnya sinyal sehingga memutuskan KPM untuk mengambil dana secara kolektif yang dikoordinir oleh pendamping desa.
PENGARUH BIAYA PRODUKSI DAN HARGA JUAL TANDAN BUAH SEGAR (TBS) TERHADAP TINGKAT KEUNTUNGAN PADA PERKEBUNAN SAWIT RAKYAT DESA BANGUN HARJA KECAMATAN SERUYAN HILIR TIMUR KABUPATEN SERUYAN Bandrang, Tirsa Neyatri
Jurnal Penelitian Agri Hatantiring Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Penelitian Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pagri.v2i1.45

Abstract

Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) merupakan komoditas perkebunan unggulan dan utama Indonesia. Tanaman yang produk utamanya terdiri dari minyak sawit mentah (Crude Palm Oil atau CPO) dan minyak inti sawit (Palm Kernel Oil atau PKO) ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan menjadi salah satu penyumbang devisa negara yang terbesar dibandingkan dengan komoditas perkebunan lainnya. Salah satu komoditi dari subsektor perkebunan yang mempunyai peran cukup penting dalam kegiatan perekonomian di Kabupaten Seruyan adalah kelapa sawit. Namun, sayangnya, perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Seruyan masih di dominasi oleh pihak swasta termasuk penetapan harga jual. Berdasarkan gambaran lebih lanjut terkait permasalahan tersebut, maka dilakukan penelitian ke petani rakyat desa Bangun Harja dalam jangka waktu 3 bulan Mei sampai dengan bulan Juni 2021. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh biaya produksi dan harga jual terhadap tingkat keuntungan petani rakyat. Dari 48 petani rakyat ini diperoleh bahwa terdapat pengaruh positif antar biaya produksi terhadap tingkat keuntungan petani. Berbeda dengan harga jual. Harga jual berpengaruh negatif terhadap tingkat keuntungan petani sawit rakyat. Hal ini dikarenakan harga jual ditetapkan oleh perusahaan sawit sehingga posisi tawar menawar petani sawit rakyat masih sangat rendah dan pada saat penelitian ini berlangsung terjadi anjlok harga TBS di tingkat petani. Secara simultan biaya produksi dan harga jual berpengaruh positif terhadap tingkat keuntungan petani Sawit. Berdasarkan hasil pengujian nilai korelasi antara biaya produksi terhadap tingkat keuntungan yakni 0,995 artinya biaya produksi memiliki keterikatan yang sangat kuat dengan tingkat keuntungan. Sedangkan harga jual memiliki tingkat korelasi -2,44 hal ini mengartikan bahwa harga jual berpengaruh nyata terhadap tingkat keuntungan.
POLA DISTRIBUSI PEMASARAN PERKEBUNAN KARET RAKYAT DI DESA BANGKAL KECAMATAN SERUYAN RAYA KABUPATEN SERUYAN Bandrang, Tirsa Neyatri
Jurnal Penelitian Agri Hatantiring Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Penelitian Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pagri.v2i2.76

Abstract

Perkebunan karet di desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan pada tahun 2019 memiliki luas areal Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) sebesar ±20 Ha, Tanaman Menghasilkan (TM) sebanyak 290,5 Ha dan luas areal untuk tanaman karet yang rusak itu tidak ada. Di desa Bangkal terdapat kurang lebih 48 orang yang mata pencaharian adalah sebagai petani karet. Penelitian ini dimaksudkan dengan tujuan menganalisis pola saluran distribusi dan menganalisis marjin pemasaran komoditi karet di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara menggunakan koesioner.dengan pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Saluran pemasaran karet yang ada di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan adalah saluran yang tidak banyak melibatkan banyak lembaga pemasaran, karena pola saluran pemasarannya adalah saluran pemasaran tingkat satu (one lavel channel). Artinya saluran pemasaran karet di Desa Bangkal dimulai dari petani menjual ke pedagang pengumpul dan kemudian di jual kembali ke pabrik (PT Sampit) yang berada di Kotawaringin Timur (Sampit). Harga jual karet petani ke pedagang pengumpul Desa Bangkal adalah sebesar 6.932/Kg dan dari pedagang pengumpul ke pabrik di Sampit (PT. Sampit) adalah sebesar 8.500/Kg. Maka marjin pemasaran yang diperoleh dari komoditi karet di Desa Bangkal adalah sebesar Rp. 1.568/Kg atau 24,12%
DAMPAK DITERAPKANNYA KEBIJAKAN RED II (RENEWABLE ENERGY DIRECTIVE II) UNI EROPA TERHADAP EKSPOR KELAPA SAWIT INDONESIA Bandrang, Tirsa Neyatri; Ramadhan, Ditho
Jurnal Penelitian Agri Hatantiring Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Penelitian Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pagri.v3i1.142

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan yang dilakukan pemerintah Indonesia terhadap dampak diterapkannya kebijakan Red II (Renewable Energy Directive II) Uni Eropa khususnya Negara Belanda terhadap Ekspor Kelapa Sawit Indonesia. Penelitian ini menggunakan teori kebijakan luar negeri dan konsep kepentingan Nasional diberlakukannya RED II pada Tahun 2018. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif yaitu dengan mengumpulkan literatur pendukung dari dampak kebijakan serta upaya yang dilakukan pemerintah Indonesias serta berbagai isu yang terkait mengenai Red II. Kemudian pengolahan data primer dan sekunder. Berdasarkan penelitian yang dilakukan memperoleh hasil bahwa kebijakan Red II ini sangat mempengaruhi terhadap nilai ekspor pemerintah Indonesia ke Belanda, selain itu terjadi perubahan kepentingan di mulai dari dampak lingkungan sampai pada ekonomi. Upaya yang mampu dilakukan oleh pemerintah Indonesia yaitu dengan cara tetap memproduksi minyak kelapa sawit dan memenuhi kebutuhan minyak kelapa sawit di dalam negeri agar tercukupi terlebih dahulu, selain itu pemerintah Indonesia juga mengkampanyekan produk kelapa sawti ke negara-negara lain yang memiliki potensi untuk membeli minyak kelapa sawti seperti Asia selatan (India, Pakistan), Afrika. Sebagai upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia selanjutnya mewajibkan petani kelapa sawit swadaya memiliki sertifikat ISPO degan tujuan pelestarian lingkungan. Karena kebijakan Red II ini tidak hanya sebatas pelestarian lingkunganakan tetapi juga mempengaruhi kepentingan ekonomi negara lain