Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Gender Analysis in Higher Education Access in Remote Areas Pijoh, Feibe Engeline
ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL) Vol. 2 No. 3 (2025): (MARCH) ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sosiologi Unima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/ww7pv774

Abstract

The purpose of this study is to analyze gender dynamics in access to higher education in remote areas of Indonesia, focusing on structural barriers, cultural constructs, and community adaptation strategies. The research method uses a qualitative approach with a systematic literature review of publications from 2014-2024 from various electronic databases including Science Direct, Scopus, Google Scholar, and Web of Science. Data analysis was conducted through a thematic approach that integrates an intersectional perspective to understand the complexity of gender issues in the context of higher education in remote areas. The results reveal that structural barriers include limited technological infrastructure, inaccessible financing systems, and institutional biases that create multiple disadvantages for communities in remote areas with different impacts based on gender. Cultural constructs regarding traditional gender roles interact with geographic and economic factors to create different expectations and limitations for women and men. Communities in remote areas develop innovative adaptation strategies including informal mentorship systems, community support networks, and the collective use of digital technology to overcome barriers to accessing higher education. The findings demonstrate the need for a multidimensional approach that integrates structural interventions with community empowerment to achieve gender equality in access to higher education in remote areas.
Tinjauan Yuridis Force majeure Pengaruh Covid-19 yang Menyebabkan Wanprestasi Kanter, Gideon Sambul; Pijoh, Feibe E.; Wereh, Agustien C.
Jurnal Mahkamah Hukum Vol 1 No 2 (2024): (November) Jurnal Mahkamah Hukum
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/12bd0690

Abstract

Penelitian mengenai tinjauan yuridis Force majeure dalam konteks pengaruh COVID-19 yang menyebabkan wanprestasi bertujuan untuk menganalisis bagaimana pandemi tersebut memengaruhi perjanjian dan kontrak, serta mengkaji apakah COVID-19 dapat diklasifikasikan sebagai suatu keadaan Force majeure. Dalam hal ini, penelitian berusaha memahami sejauh mana pandemi dapat dijadikan alasan pembebasan tanggung jawab dalam perikatan hukum, khususnya dalam kaitannya dengan kewajiban para pihak dalam suatu kontrak. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode hukum normatif atau penelitian kepustakaan yang berfokus pada kajian terhadap berbagai sumber hukum tertulis. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute Approach), yang menelaah berbagai ketentuan hukum yang mengatur mengenai Force majeure serta implikasinya dalam kasus wanprestasi yang dipicu oleh situasi pandemi COVID-19. Analisis dilakukan secara normatif dengan teknik deskripsi, interpretasi, evaluasi dan sistematisasi Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan hukum Force majeure di masa pandemi COVID-19 memerlukan pemahaman mendalam tentang konsep absolut dan relatif. Penyelesaian wanprestasi membutuhkan pendekatan komprehensif dengan mempertimbangkan Teori Perjanjian Hukum dan Teori Kepastian Hukum. Perbaruan peraturan perundang-undangan, pengembangan doktrina hukum dan peningkatan kesadaran hukum masyarakat juga diperlukan