Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal Kesehatan

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PERNIKAHAN DINI DENGAN KEJADIAN PERNIKAHAN DINI DI KEC. LUBUK TAROK KAB. SIJUNJUNG TAHUN 2012 Desti Nataria
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 3 No 1 (2012)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v3i1.176

Abstract

Di Indonesia 15-20% pernikahan dini dilakukan oleh pasangan baru dengan rentang usia 18-20 tahun. Sedangkan di Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat angka pernikahan dini terus mengalami peningkatan, dari tahun 2010-2011 terus peningkatan mencapai 3%, total kejadian pernikahan dini yang terjadi yaitu sebanyak 30 pasang dari tahun 2011. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang pernikahan dini dengan kejadian pernikahan dini di Kecamatan Lubuak Tarok Kab Sijunjung. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian ini adalah pasangan yang menikah pada tahun 2011 sebanyak 147 pasangan. Sampel berjumlah 107 pasangan yang diambil dengan teknik simple random sampling. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Data diolah dengan menggunakan uji statistic chi sqaure. Hasil penelitian didapatkan lebih dari separoh lansia memiliki pengetahuan tinggi (60,7%) dan sebagian besar responden tidak menikah dini (86.9%). Hasil uji statistic chisquare dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang pernikahan dini dengan kejadian pernikahan dini dengan nilai p > 0,05. Dapat disimpulkan tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang pernikahan dini dengan kejadian pernikahan dini. Disarankan kepada tenaga kesehatan memberikan penyluhan dan konseling mengenai faktor-faktor yang penyebab pernikahan dini.
HUBUNGAN PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI HORMONAL DENGAN PERTAMBAHAN BERAT BADAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANDIANGIN KOTO SELAYAN KOTA BUKITTINGGI TAHUN 2016 Desti Nataria; Sherly Oktiarini
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Prima Nusantara Bukittinggi
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v9i1.340

Abstract

The low scope of Exclusive breastfeeding can cause nutritional problems in infants. Efforts to overcome them, among others, by increasing milk production. Papaya as one fruit containing Laktagogum.Lactagogue is a drug that can increase or facilitate the expenditure of milk. The purpose of this study was to determine the effect of young papaya fruit consumption on milk production in breastfeeding mothers. The research method used is Experimental Design using One group pre-test post-test method. The population in the study were nursing mothers whose babies were still alive and aged 7-28 days with nonrandom technique (purposive sampling) obtained a sample of 14 people. Based on research result of the average of milk production volume before given treatment 16,79, deviation standard 7,277 and after consumption of papaya fruit treatment average is 26,07, deviation standard 7,385. It can be concluded the result of Paired TTest statistic test obtained p-value = 0,000 (0,000 <0,05) this shows the effect of giving young papaya fruit in the form of clear vegetable to increase milk production. With the results of the study is expected to consume young papaya fruit can be one food source that can increase milk production.
Abdominal Stetching Excercise On Decreasing Dysmenorrhea in Girl Adolescent Desti Nataria; Vicky Elvira Putri
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 9 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Prima Nusantara Bukittinggi
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v9i2.351

Abstract

Dysmenorrhea is a problem associated with menstruation, the short pain before or during menstruation. One of non-pharmacological treatment for dysmenorrhea is Abdominal Stretching Exercise. The abdominal stretching exercise which is the exercise for increasing the power of abdominal muscles, increase oxygenation, fix elasticity, or flexibility of body tissues, reduce muscle cramp, then increase amount and size vessels blood, with channeling blood to all body including reproductive organs so can to reduce dysmenorrhea. The aims of this research were to know the Effect of Abdominal Stretching Exercise on Decreasing the Level of Dysmenorrhea for the adolescent girl. This quasi-experimental research is implemented with One Group Pretest-Posttest Design in MAN 1 Bukittinggi the sample of this study were 14 adolescent who experienced dysmenorrhea, the sample in this research and taken in purposive sampling. Data were collected with the Faces Pain Rating Scale. Data were analyzed with Paired T-Test Sample. There is a difference between pain intensity before and after abdominal stretching exercises. There was an effect of Abdominal Stretching Exercise on Decreasing the Level of Dysmenorrhea for adolescents. Based on the result of the research above is expected for respondent after knowing abdominal stretching exercise could add insight and could to apply when the feel dysmenorrhea
ANALISIS GEOSPASIAL SEBARAN STUNTING DI KOTA BUKITTINGGI Kholilah Lubis; Debby Ratno Kustanto; Wiwit Fetrisia; Desti Nataria
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v13i1.576

Abstract

Latar Belakang: Stunting atau severy stunting (pendek atau sangat pendek) merupakan salah satu bentuk permasalahan gizi yang mendunia yang terjadi di negara berkembang dan terbelakang dengan penghasilan rendah atau menengah. Stunting merupakan masalah yang berisiko dan mendapat perhatian ekstra World Health Organization (WHO) karena akibatnya dapat memperngaruhi dari jangka pendek hingga jangka panjang dimana prevalensi kasus stunting di Indonesia dari tahun 2005 - 2017 merupakan prevalensi kasus stunting tertinggi ketiga di kawasan Asia Tenggara dengan rata-rata 36,4%.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah memetakan sebaran stunting pada balita dengan metode Geographic Information System (GIS).Metode: Penelitian ini jenis cross sectional desktiptif dengan pengambilan data sekunder kasus stunting pada balita yang diperoleh dari Dinas Kesehatan kota Bukittinggi yaitu dari tahun 2017 - tahun 2018. Survei dan pemasangan titik koordinat menggunakan aplikasi GPS yang diolah dan diproyeksikan dalam bentuk peta sebaran stunting dengan aplikasi QGIS (Quantum Geographic Information System).Hasil: Hasil penelitian didapatkan, tahun 2017 kasus stunting tertinggi berada di Puskesmas Guguk Panjang sebanyak 70 balita (39,33%) dan kasus stunting terendah berada di wilayah kerja Puskesmas Gulai Bancah yaitu sebanyak 2 balita (1,11%). Di Puskesmas Plus Mandiangin dan Nilam Sari tidak terdapat kasus stunting (0%). Sedangkan tahun 2018 kasus stunting paling tinggi terdapat di Puskesmas Guguk Panjang yaitu sebanyak 241 balita (39,01%), sedangkan kasus stunting paling rendah terdapat di Puskesmas Plus Mandiangin yaitu sebanyak 11 balita (1,79%).Simpulan: Dapat disimpulkan bahwa dari tahun 2017 - 2018 kasus stunting pada balita mengalami peningkatan yang cukup signifikan sehingga diperlukan upaya pencegahan yang lebih agar kasus stunting di Kota Bukittinggi mengalami penurunan.
ANALISIS PENYEBAB KEMATIAN MATERNAL DI KABUPATEN CIREBON Desti Nataria; Farid Husin; Yudi M Hidayat; Dodi Sismayadi; Hadyana Sukandar; Firman F Wirakusumah
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 11 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v11i1.614

Abstract

Kematian maternal merupakan indikator yang menggambarkan status kesehatan wanita dan sebagian besar merupakan kematian yang dapat dicegah. Kematian maternal di Kabupaten Cirebon mengalami peningkatan dari tahun 2014‒2015 yaitu dari 49 menjadi 53 kasus. Dibutuhkan data kematian yang lengkap untuk mengkaji penyebab kematian. Pengkajian yang tepat memberikan masukan perbaikan penanganan dan pembuatan kebijakan pada masa mendatang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengeksplorasi faktor penyebab kematian maternal. Desain penelitian menggunakan sequensial explanatory mixed method. Tahap pertama pengambilan data kuantitatif terhadap 53 data OVM, RMM, dan RMMP, serta rekapitulasi laporan kematian maternal tahun 2015, kemudian dilanjutkan pengambilan data kualitatif melalui indepth interview yang dilakukan pada keluarga (suami/ibu/orang tua/mertua/saudara kandung perempuan) dari ibu yang mengalami kematian, tenaga kesehatan yang terkait dengan kematian maternal, dan penanggungjawab pencatatan dan pelaporan kematian maternal di dinas kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, dinas kependudukan dan catatan sipil/dinas pemakaman. Penelitian dilakukan di Kabupaten Cirebon pada Bulan Oktober-November 2016. Seluruh kematian maternal telah tercatat dan terlaporkan. Sebagian besarnya merupakan kematian maternal dapat dicegah yang disebabkan oleh multifaktor diantaranya faktor pasien, tenaga kesehatan, dan rujukan 37,5%; faktor pasien dan tenaga kesehatan 29,2%; faktor pasien, sarana prasarana, dan rujukan 14,5%; faktor tenaga kesehatan dan rujukan 8,3%; faktor sarana dan rujukan 6,3%; serta faktor pasien, tenaga kesehatan, sarana prasarana, dan rujukan 4,2%. Kematian maternal yang dapat dicegah disebabkan oleh kontribusi banyak faktor yang saling berkaitan sehingga untuk menurunkan kematian maternal dibutuhkan komitmen dan kerjasama lintas program dan lintas sektoral
Hubungan Pengetahuan Ibu Pramenopause Dengan Kesiapan Psikologis Ibu Menghadapi Datangnya Menopause Di Nagari Sungai Beringin Wilayah Kerja Puskesmas Koto Baru Simalanggang Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2013 Desti Nataria; Rulfia Desi Maria
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 4 No 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v4i1.192

Abstract

Kesiapan psikologis seseorang dalam menghadapi menopause mempunyai dampak terhadap tingkah laku dan perasaan berupa rasa takut, tegang, depresi, mudah sedih, cepat marah, mudah tersinggung, gugup dan mental yang kurang mantap. Dan juga di pengaruhi oleh emosional, psikologi, umur, aktifitas, serta ditunjang oleh latar belakang pendidikan dan ekonomi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu pramenopause dengan kesiapan psikologis dalam menghadapi datangnya menopause di Nagari Sungai Beringin Tahun 2014. Desain penelitian ini bersifat Survey Analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang berumur 48 – 55 tahun berjumlah 394 orang. Sampel diambil sebanyak 59 responden dengan teknik Simpel Random Sampling. Data diolah dengan menggunakan uji statistic chi sqaure. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar ibu memiliki pengetahuan rendah (68,7%) dan sebagian besar ibu tidak siap secara psikologis dalam menghadapi menopause (88,1%). Hasil uji statistic chisquare hubungan pengetahuan dengan kesiapan psikologis ibu dalam menghadapi datangnya masa menopause didapatkan nilai p< 0,05. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan kesiapan psikologis ibu dalam menghadapi datangnya menopause. Disarankan kepada pihak Puskesmas untuk dapat memberikan penyuluhan kesehatan tentang perubahan pada masa menopause.