Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal MIPA

Analisis Perencanaan Dan Pengadaan Obat Antibiotik Berdasarkan Metode ABC Indeks Kritis Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Advent Manado Lolo, Widya Astuty; Widodo, Weny Indayany; Mpila, Deby Afriani
Jurnal MIPA Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.10.1.2021.30639

Abstract

Perencanaan dan pengadaan obat merupakan salah satu fungsi penting dalam tahapan manajemen logistik obat, termasuk  obat antibiotik.  Sistem pengelolaan yang baik akan menjamin tersedianya obat sesuai dengan kebutuhan pasien.  Analisis ABC Indeks Kritis dapat digunakan untuk menentukan prioritas obat yang akan diadakan.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan dan pengadaan obat antibiotik di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Advent Manado menggunakan analisis ABC Indeks Kritis.  Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif.  Data primer diperoleh dari 8 orang responden yang mengisi kuesioner dan data sekunder diperoleh dari Instalasi Farmasi, Bagian Logistik dan Bagian Keuangan.  Data yang diperoleh dianalisis dengan metode ABC Indeks Kritis.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total 63 item obat antibiotik, 6 item merupakan kelompok A (9,52%), 29 item merupakan kelompok B (46,03%), dan 28 item merupakan kelompok C (44,44%).  Metode ABC Indeks Kritis dapat membantu rumah sakit dalam melakukan perencanaan dan pengadaan obat secara efisien dengan mempertimbangkan nilai pakai, nilai investasi dan nilai kritis obat.Drug planning and procurement is one of the most important function in steps of logistics management, include antibiotic drugs. A good management system will ensure the medical availability of drugs according to patient needs. The ABC critical index analysis can be used to prioritize drug procurement. This study aim to analyze the planning and procurement of antibiotic drugs in Pharmacy Installation at Manado Adventist Hospital by using ABC critical index analysis. The design of this research was quantitative descriptive study. Primary data were obtained from 8 respondents who filled the questionnaires; and secondary data were obtained from Pharmacy Installation, Logistic Division and Finance Division. Data were analyzed with ABC critical index method. The result of ABC critical index analysis showed that 63 antibiotic drug items were found, respectively, amounting for 6 (9.52%), 29 (46.03%) and 28 (44.44%) of drug items were found to be category A, B and C items. ABC critical index method can help hospital drug management in order to planning and procurement the drug efficiently by considering the use value, investment value, and critical value of drug.
Identifikasi Potentially Inappopriate Medication (PIM) Pada Resep Pasien Diabetes Melitus Usia Yang Keluar Dari 3 Rumah Sakit di Sulawesi Utara Wiyono, Weny Indayany; Lolo, Widya Astuty; Citraningtyas, Gayatri
Jurnal MIPA Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.8.3.2019.25777

Abstract

Latar Belakang. Penduduk lanjut usia atau geriatrik tidak dapat dipisahkan dari kondisi kesehatan. Hal tersebut mendorong pentingnya mengidentifikasi adanya ketidaktepatan peresepan bagi pasien lanjut usia khususnya pada pasien yang menderita Diabetes Mellitus (DM). Prevalensi DM di Sulawesi Utara mengalami kenaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Potentially Inapopriate Medication (PIM) pada Resep pasien DM lanjut usia yang keluar dari Tiga Rumah sakit (RS) terletak di kota dengan prevalensi DM terbanyak di Sulawesi Utara. Metode. Penelitian dilakukan pada RS A Kota Manado, RS B Bitung dan RS C Tomohon. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif secara retrospektif dengan mengambil data rekam medis setiap 3 bulan per Rumah Sakit lalu membandingkan dengan Beers Criteria 2015. Hasil. Kejadian PIM pada Resep Keluar Pasien DM Lanjut Usia di RS A, RS B dan RS C sebesar 81,26 %, 40,91 % dan 37,38%  secara berturut-turut. Klasifikasi PIM terbanyak yaitu PIM dan Kelas Obat yang harus dihindari pada lanjut usia (50,00%, 66,67%, 73,91%). Golongan Obat terbanyak dalam PIM yaitu Sistem Gastrointestinal khususnya Pemblok Pompa Proton (30,47 %)Background. Elderly or geriatric population can’t be separated from health conditions. This encourages the importance to identifying the inaccuracy of prescribing for elderly patients, especially in patients with Diabetes Mellitus (DM). The prevalence of DM in North Sulawesi has increased. This study aims to identify Potentially Inapopriate Medication (PIM) in prescriptions for elderly DM patients who are discharged from the Three Hospitals (RS) located in the city with the highest prevalence of DM in North Sulawesi. Method. The study was conducted at Hospital A at Manado City, Hospital B at Bitung and Hospital C at Tomohon. This study used quantitative descriptive method retrospectively by taking medical record data every 3 months/Hospital and then comparing with the 2015 Beers Criteria. Results. The incidence of PIM in the Out Prescription for Elderly DM Patients in Hospital A, Hospital B and Hospital C was 81.26%, 40.91% and 37.38%, respectively. Most PIM classifications are PIM and Drug Class which must be avoided in the elderly (50.00%, 66.67%, 73.91%). The most drug group in PIM is Gastrointestinal System especially Proton Pump Inhibitors (30.47%)