Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Nutrition Scientific Journal

Sosial budaya dan keberhasilan pemberian ASI Eksklusif di Desa Cimekar, Sukabumi Irawan, Galuh Chandra; Anggraeni, Erika Tri; Widiastuti, Yuliati; Harun, Iriyanti; Nurfita, Desi; Purwanti, Rachma
Nutrition Scientific Journal Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Gizi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/nsj.v3i1.10843

Abstract

ASI Eksklusif yaitu  bayi yang  hanya diberi ASI saja tanpa diberi  tambahan cairan lain seperti susu formula, air, madu, dan tambahan makanan padat seperti pisang, pepaya, biskuit, nasi dan nasi tim selama 6 bulan. Cakupan pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Sukabumi  mengalami penurunan dari tahun 2022 sebanyak 64,3% menjadi 61,2% pada tahun 2023.Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor sosial budaya dalam  pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini merupakan penelitian desain analitik cross sectional. Teknik sampling dengan total sampling sebanyak 67 responden yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan. Variabel bebas penelitian ini sosial budaya dalam mendukung asi ekslusif. Variabel terikat penelitian ini adalah pemberian ASI eksklusif. Hasil penelitian didapatkan proporsi pemberian ASI eksklusif dengan dukungan dari sosial budaya setempat adalah 39 ibu (58,2%). Faktor sosial budaya berhubungan dengan keberhasilan pemberian ASI Ekslusif dengan nilai p value 0,00 PR: 6,2 (2,1 -18,1). Terdapat hubungan yang bermakna bahwa faktor sosial budaya yang masih melekat kuat pada masyarakat dengan berbagai mitos dan kepercayaanya menjadi hal yang dapat mendukung atau bahkan menghambat pemberian ASI Ekslusif pada bayi.
Kebiasaan Sarapan, Kualitas Tidur, dan Screen Time Terhadap Konsentrasi Belajar SMP Kartika X-1 Bandung Anggraeni, Shintia Dewi; Harun, Iriyanti; Irawan, Galuh Chandra
Nutrition Scientific Journal Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Gizi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/nsj.v4i1.16644

Abstract

ABSTRACTThe ability to concentrate on learning is very important in supporting students’ academic achievements. Learning concentration is influenced by various lifestyle factors such as breakfast habits, sleep quality, and gadget screen time. This study aims to determine how the relationship between these three variables affects students’ learning concetration at SMP Kartika X-1 Bandung. This analytical observational research uses a cross-sectional approach involving 143 subjects from grades VII and VIII, selected through proportionate stratified random sampling techniques. The research instruments included a breakfast habits questionnaire, the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), a gadget screen time questionnaire, and a learning concentration questionnaire. The result show that (52.4%) of respondents have requent breakfast habits, (49%) have sufficient sleep quality, (74.1%) have excessive screen time, and (41.3%) have low learning concentration. Bivariate analysis shows that breakfast habits p=0.011, sleep quality p=0.000, and gadget screen time p=0.012 are significantly relate to students’ concentration (p0.05)ABSTRAKKemampuan dalam konsentrasi belajar sangat penting dalam mendukung prestasi akademik siswa. Konsentrasi belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor gaya hidup seperti kebiasaan sarapan, kualitas tidur, dan screen time gadget. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan bagaimana hubungan antara ketiga variabel ini mempengaruhi konsentrasi belajar siswa di SMP Kartika X-1 Bandung. Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 143 subjek dari kelas VII dan VIII, yang dipilih melalui teknik proportionate strastified random sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner kebiasaan sarapan, Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), kuesioner screen time gadget, dan kuesioner konsentrasi belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (52.4%) responden memiliki kebiasaan sarapan yang baik, (49%) memiliki kualitas tidur yang cukup, (74.1%) memiliki screen time berlebihan, dan (41,3%) memiliki konsentrasi belajar yang rendah. Analisis bivariat menunjukkan bahwa kebiasaan sarapan p=0.011, kualitas tidur p=0.000, dan screen time gadget p=0.012 secara signifikan berkaitan dengan konsentrasi belajar siswa (p0.05).