Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Citizenship Project Model To Develop Pancasila Student Profile In Civic Education Idham Azwar; Sulha; Risa Haridza
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 9 Nomor 1 Edisi Juni 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v9i1.9078

Abstract

This study aims to outline the civic project model as a means to foster the Pancasila learner profile within Civic Education. Utilizing a qualitative approach, the research employs a literature review method, drawing from various sources such as books, journal articles, scientific magazines, news media, research reports, and curriculum documents. The research process involves several steps: preparing tools and materials, creating a working bibliography, organizing the research timeline, reviewing literature and taking notes, and finally, synthesizing and analyzing the findings.  The findings indicate that the civic project model is well-suited for cultivating the Pancasila learner profile in Civic Education. By implementing this model, students can effectively develop traits aligned with the Pancasila learner profile, including faith and piety, strong moral character, appreciation for global diversity, self-reliance, a spirit of cooperation, critical thinking, and creativity. 
Rancangan Model Pembelajaran Berbasis Proyek dengan Pendekatan Design Thinking untuk Pendidikan Resolusi Konflik dalam Pendidikan Multikultural Idham Azwar; Sulha
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 9 Nomor 2 Edisi Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v9i2.9778

Abstract

Penelitian ini berfokus pada rancangan model pembelajaran berbasis proyek dengan pendekatan design thinking sebagai strategi untuk pendidikan resolusi konflik dalam konteks pendidikan multikultural. Melalui analisis literatur sistematis terhadap kajian akademik terkait, penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan siswa dalam Pendidikan Kewarganegaraan, khususnya dalam mengasah keterampilan pemecahan masalah kritis terhadap isu-isu sehari-hari di lingkungan sosial mereka. Dua konsep utama yang dikaji adalah pendidikan multikultural dan model pembelajaran inovatif. Model design thinking yang dikembangkan menekankan kemampaun untuk :1) berempati; 2) mendefinisikan; 3) mengideasikan; 4) membuat prototipe; dan 5) menguji. Tahap-tahap dalam berpikir desain ini dapat menjadi acuan terbaik untuk merancang media pembelajaran berdasarkan kebutuhan dan permasalahan siswa  (test)  yang difasilitasi guru sebagai pengembang dan fasilitator. Implementasi model ini diharapkan dapat menumbuhkan berpikir kritis siswa sekaligus mencegah potensi konflik negatif di kalangan mahasiswa sebagai upaya respons terhadap dinamika kompleksitas sosial kontemporer.
Kearifan Lokal sebagai Basis Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dalam Penguatan Identitas Nasional Siswa Idham Azwar; Sulha
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Edisi Juni 2026
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v10i1.10715

Abstract

Globalisasi dan disrupsi teknologi telah mempercepat arus pertukaran budaya yang berpotensi melemahkan identitas nasional generasi muda, terutama dalam masyarakat multikultural seperti Indonesia. Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai kebangsaan, namun praktik pembelajarannya masih cenderung normatif dan kurang kontekstual dengan realitas sosial budaya peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran PKn serta kontribusinya terhadap penguatan identitas nasional peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di sekolah menengah atas di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi kelas, angket terbuka, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai kearifan lokal seperti gotong royong, musyawarah, dan toleransi dalam pembelajaran PKn meningkatkan pemahaman kebangsaan, sikap toleransi, dan kebanggaan terhadap identitas nasional. Kebaruan penelitian ini terletak pada kerangka integrasi sistematis kearifan lokal sebagai strategi pedagogis untuk memperkuat identitas nasional dan karakter kewarganegaraan dalam masyarakat multikultural.