Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pemanfaatan Ekstrak dan Serbuk Kulit Jeruk Bali (Citrus Maxima Merr) untuk Mereduksi Kadar Krom(VI) dan Kadmium(II) pada Limbah Cair Artifisial Maria Fransiska Utami Bugis; Nur Hidayati; Dian Kresnadipayana
Biomedika Vol 12 No 2 (2019): Jurnal Biomedika
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Setia Budi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.427 KB) | DOI: 10.31001/biomedika.v12i2.618

Abstract

Artificial waste is made using chrome K2Cr2O7 crystals, and cadmium from CdCl2 crystals. The purpose of this study was to determine the utilization of grapefruit skin extracts and powders in reducing the levels of chromium and cadmium. This research was carried out using artificial waste mixed with grapefruit peel extract and powder with a concentration of 0%, 0.5%, 1%, 1.5% and 2%. Metal content was measured using the Atomic Absorption Spectrophotometry method.The results of the research on chromium content before the treatment were 46.49 ppm and after the treatment using powder levels with a concentration of 0.5%; 1%; 1.5% and 2%, are namely 29.97 ppm, 33.20 ppm, 31.05 ppm, and 33.76 ppm, while the levels of extract are 40.43 ppm, 41.94 ppm, 42.34 ppm and 48 , 23 ppm. The results of the study of cadmium metal content before treatment were 102.36 ppm and after treatment using powder levels with variations in concentration of 0.5 %%; 1%; 1.5% and 2%, namely 33.61 ppm, 20.26 ppm, 13.44 ppm, and 16.82 ppm, while the extracts are 75.45 ppm, 74.86 ppm, 80.66 ppm and 85 , 10 ppm.
PENENTUAN KADAR BORAKS PADA KURMA (Phoenix dactylifera) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Dian Kresnadipayana; Dwi Lestari
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.703 KB)

Abstract

Latar belakang: Kurma merupakan salah satu bahan pangan yang cukup digemari di Indonesia, terlebih saat bulan Dzulhijah (musim haji) dan saat bulan Ramadhan. Di industri biasanya menyimpan kurma pada suhu -30 C selama 1 tahun. Setelah masa pengemasan tersebut, kurma diedarkan ke pasaran. Buah kurma memiliki umur simpan 2 tahun pada suhu kamar 250 C. Kualitas kurma dipengaruhi oleh kondisi penyimpanan, karena karakteristik pada kurma dapat berbeda setelah ditangan konsumen. Di tangan produsen nakal  agar kurma bisa tahan lebih  lama mereka menyalahgunakan boraks sebagai pengawet. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar boraks pada kurma dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Metode: Ekstraksi boraks dari sampel kurma dengan cara disentrifuse dengan kecepatan 3000 rpm selama 2 menit kemudian diambil bagian supernatannya. Identifikasi boraks dalam supernatan tersebut dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan uji reaksi warna yaitu uji nyala dengan menggunakan asam sulfat dan kurkumin, dan secara kuantitatif menggunakan Spektrofotometer UV-vis. Hasil: Hasil penelitian kadar boraks pada sampel kurma A, B, C, D dan  berturut-turut adalah 2,624 µg/gram, 3,574 µg/gram, 2,016 µg/gram, 18,796 µg/gram. Simpulan dan saran: Sampel kurma D mempunyai kadar boraks yang paling besar. Perlu dilakukan penelitian untuk menurunan kadar boraks juga pada sampel kurma.
PENGEMBANGAN USAHA BUDIDAYA LELE DI DESA DOPLANG, SAWIT, KABUPATEN BOYOLALI MELALUI PRODUKSI PAKAN IKAN BERUPA PELET SECARA MANDIRI DARI KOTORAN AYAM PETELUR Guruh Sri Pamungkas; Dian Kresnadipayana; Tri Mulyowati
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 21, No. 2, September 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v21i2.5315

Abstract

Untuk membantu menyelesaikan persoalan mahalnya pakan pellet buatan pabrik di Kelompok Budidaya Lele Desa Doplang, Sawit, Kabupaten Boyolali maka dilaksanakan kegiatan IbM dalam bentuk kegiatan pembimbingan, pendampingan dan pelatihan bagi mitra. Metode yang digunakan untuk pencapaian tujuan tersebut adalah suatu proses alih teknologi dan dilaksanakan melalui penyuluhan, demonstrasi, praktik, dan pendampingan yang berkesinambungan. Ipteks yang ditransfer dalam program ini meliputi perancangan sepaket mesin pencetak pelet, proses analisis proximat bahan baku dan kotoran ayam, proses pengeringan dan pembuatan tepung dari kotoran ayam, proses formulasi bahan baku, pembuatan pakan ikan lele berupa pelet, pengeringan pelet dan uji lapangan pada ternak, evaluasi dan monitoring. Hasil dari pengabdian IbM ini cukup signifikan terhadap penurunan biaya pakan dari yang selama ini seharga Rp. 9300,- per kg menjadi Rp. 6000,- dengan Protein Kasar (PK) masih diatas 27 % . Hasil budidaya masih bisa bersaing dengan pakan komersial (pabrikan) dengan FCR (Feed Comsumption Rate)  yang kecil sehingga produktivitas dan efesiensi meningkat karena harga pakan yang diproduksi lebih murah sekitar 35% dibanding harga pabrik. Keuntungan juga didapatkan bagi kelompok peternak ayam bisa memproduksi bahan pakan berupa kotoran ayam serbuk (konsentrat) dengan harga Rp. 400,- per kg sehingga meningkatkan nilai jual dari kotoran ayam petelur dari Rp. 7000,- per karung 50 kg menjadi Rp. 20.000 per karung 50 kg.
Peningkatan Nilai Daya Guna Bunga Rosela dan Honje Menjadi Bahan Sambal Berbasis Kearifan Lokal Dian Kresnadipayana; Alfian Fendy Setiawan; Rebeca Ester Nauli Sinaga; Desi Ristiyanasari; Ariefah Yulandari
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 23, No. 1, Maret 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v23i1.8419

Abstract

Secara budaya kuliner menggambarkan identitas lokal suatu pendukung budaya yang mencirikan lingkungan dan kebiasaan yang akrab disebut sebagai kearifan lokal. Salah satu sumber daya alam yang terdapat di Indonesia berupa aneka ragam tanaman yang memiliki beragam manfaat salah satunya adalah bunga rosela dan honje. Bunga rosela dan honje memiliki manfaat gizi yang menciptakan ide kreasi dan inovasi pangan berupa Sambal Gemati Rampah Bolaho (Sambal Rosela-Honje). Sambal Gemati Rampah Bolaho adalah sambal yang memadukan rempah dan bunga rosela-honje. Mitra di dalam pelaksanan pengabdian adalah Kelompok Wirausaha Mahasiswa (KWM) Gemati. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan administrasi pada aspek manajemen keuangan, manajemen pemasaran, dan kemasan produk yang kurang menarik. Metode pelaksanaan dalam pengabdian ini adalah pendampingan dalam analisis keuangan, pelibatan dalam pameran, dan perbaikan kemasan untuk meningkatkan penjualan produk. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa proses pembuatan Sambal Gemati Rampah Bolaho terdiri atas dua proses pengolahan, yaitu pembuatan bumbu dan proses memasak sambal. Proses pembuatan bumbu terdiri dari tiga tahap, yaitu persiapan alat dan bahan, pembuatan bumbu, dan pengemasan atau penyimpanan sebelum digunakan. Pembuatan Gemati Rampah terdiri dari 3 tahap, yaitu persiapan alat dan bahan, pembuatan sambal, pengemasan produk, dan pemasaran. Proses yang telah dilalui menghasilkan analisis BEP dengan ditentukan harga jual sambal rosella-honje ini senilai Rp 20.000 per pcs dengan nilai BEP 288. Dalam jangka waktu 2 bulan telah mencapai 172 pcs. Dari sini dapat dilihat bahwa penjualan sambal bunga memiliki prospek yang cukup bagus karena grafik penjualan mengalami peningkatan.
Pemberdayaan Masyarakat UKM Keripik Singkong Rasa Gadung Sebagai Produk Unggulan Daerah Desa Sidomukti Kecamatan Jenawi Kabupaten Karanganyar Dian Kresnadipayana
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 21, No. 1, Maret 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v21i2.5254

Abstract

 Desa Sidomukti Jenawi Kab. Karanganyar Jawa Tengah, terdapat  produksi keripik singkong namun memiliki rasa gadung bahwa proses pembuatan kripik singkong rasa gadung. Ibu Warti merupakan perintis UKM Keripik Singkong Rasa Gadung di mana UKM tersebut mempunyai kelompok yang banyak memiliki anggota yang banyak salah satunya adalah Kelompok Sri Rejeki yang berdiri pada tahun 2006. Mitra yang kedua pada pengabdian ini adalah Kelompok Wanita Tani Mukti Rahayu di Desa Sidomukti Kecamatan Jenawi Kabupaten Karanganyar di mana berdiri pada tahun 2009 dengan pengurus antara lain; Ibu Yani sebagai Ketua, Ibu Suharni sebagai Sekretaris dan Ibu Darsimi sebagai Bendahara.Beberapa permasalahan mitra yaitu kurangnya bahan baku, kurangnya alat penunjang produksi, lemahnya sistem pemasaran dan promosi, lemahnya manajemen keuangan. Beberapa solusi yang ditawarkan adalah penggunaan pupuk organik yang tepat (probiotik), kerja sama dengan pemerintah daerah maupun swasta, pengadaan alat produksi dan pelatihan pengelolaan keuangan berbasis aplikasi program/software keuangan.Mitra juga berpartisipasi dalam hal pendanaan untuk menunjang program-program yang telah kita sepakati bersama. Pendanaan tersebut merupakan sebagai wujud swadaya masyarakat sehingga adanya kepedulian terhadap kemajuan khususnya daerah Desa Sidomukti, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar dan pada umumnya untuk bangsa dan negara. Mitra Kelompok Sri Rejeki memberikan swadana sebesar Rp 12.000.000,- per tahun selama 3 tahun.
Pemeriksaan Kimia Darah (Glukosa Darah, Kolesterol dan Asam Urat) Menggunakan Metode Stick Test dan Metode Spektrofotometri dari Sampel Darah Masyarakat RW 22 Kelurahan Nusukan Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta Rinda Binugraheni; Susan Primadevi; Rahmat Budi Nugroho; Dian Kresnadipayana; Gregorius Indra Budianto
Journal of Health (JoH) Vol 3 No 2 (2016): Journal of Health - July 2016
Publisher : LPPM STIKES Guna Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.612 KB) | DOI: 10.30590/vol3-no2-p114-117

Abstract

Nusukan is one village with a tendency for people who prefer to consume fast food and lack of attention to a healthy lifestyle. This causes a lot of society are affected by diabetes mellitus, hyperlipidemia and uric acid. Nusukan society RW 22 who are not aware that they have the disease. For it is necessary to check blood glucose levels, cholesterol and uric acid that can be detected early. The purpose of this program is to provide education on the dangers and prevention of diabetes mellitus, hyperlipidemia, and uric acid. It is also to help people to detect diabetes mellitus, hyperlipidemia and uric acid using stick test and spektropothometry method. Of the 30 people there were seven people who are abnormal blood glucose levels or diabetes mellitus, according stated test stick method, whereas in spectrophotometric methods there are 2 people. Uric acid test of RW 22, there are 7 people who exceed the normal limits, whereas cholesterol levels there are 22 people who exceed normal cholesterol levels (hyperlipidemia) with a test stick method, whereas in sprektropothometry there are 18 people who hyperlipidemia. Methods stick test results show higher levels compared to the spectrophotometric method.
Heavy Metal Removal from Aqueous Solution Using Biosurfactants Produced by Pseudomonas aeruginosa with Corn Oil as Substrate Venty Suryanti; Sri Hastuti; Tutik Dwi Wahyuningsih; Mudasir Mudasir; Dian Kresnadipayana; Inge Wiratna
Indonesian Journal of Chemistry Vol 18, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.083 KB) | DOI: 10.22146/ijc.28805

Abstract

The batch removal of Cu(II), Cd(II) and Pb(II) from individual heavy metal ion aqueous synthetic solution using biosurfactants produced by Pseudomonas aeruginosa with corn oil as substrate was investigated. The metal ion removal process of crude preparation biosurfactants (CPB) was established to be dependent on the initial pH and contact time. The optimum metal removal was observed at pH 6.0 of the initial metal solution and 10 min of contact time. The affinity sequence for metal ion removal was Pb(II)>Cd(II)>Cu(II). The removal capacity value of biosurfactant for Cu(II), Cd(II) and Pb(II) from single metal ions solution were 0.169, 0.276 and 0.323 mg/g, respectively. The removal capacity value of biosurfactant for Cu(II), Cd(II) and Pb(II) from multi metal ions solution were 0.064, 0.215 and 0.275 mg/g, respectively. The removal capacity of individual metal ion was diminished by the presence of other metal ions in multi metal ions from synthetic aqueous solution. The removal capacity value of biosurfactant for Cu(II), Cd(II) and Pb(II) from silver industry wastewater were 0.027, 0.055 and 0.291 mg/g, respectively. The results indicated that biosurfactants have potential to be used in the remediation of heavy metals in industrial wastewater.
PELATIHAN PENINGKATAN MANAJEMEN KEUANGAN BERBASIS SOFTWARE PADA UMKM (STUDI KASUS PADA UMKM SIDOMUKTI DAN SRI REJEKI DI KECAMATAN JENAWI) Dian Indriana Hapsari; Dian Kresnadipayana; Guruh Sri Pamungkas
ABDIMAS UNWAHAS Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/abd.v2i2.2098

Abstract

Munculnya gelombang ekonomi kreatif belakangan ini ikut mendorong peran vital UMKM bagi perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia. Meskipun UMKM di Indonesia mengalami kemajuan yang cukup pesat namun masih juga memiliki beberapa permasalahan. Salah satu permasalahan yang dihadapi UKM yang sering kita dengar adalah masih enggannya UMKM dalam melaksanakan pembukuan. Mitra dari pengabdian ini adalah Kelompok Sri Rahayu dan Kelompok Wanita Tani Mukti Rahayu. Dengan menggunakan metode survey tujuan pengabdian ini adalah memberikan pelatihan peningkatan manajemen keuangan berbasis software pada UMKM tersebut dan program ini telah berhasil dilaksanakan dengan hasil yang memuaskan.Kata kunci: Pelatihan, Kewirausahaan, manajemen keuangan,UMKM
The Effect of Variations of Red Bricks, Sand, Sawdust, and Green Tea (Camellia sinensis) Media on the Fat Content of Salted Egg Yolks Nur Hidayati; Mardiyono Mardiyono; Dian Kresnadipayana
Biomedika Vol 15 No 1 (2022): Jurnal Biomedika
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Setia Budi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31001/biomedika.v15i1.1203

Abstract

Salting is done to extend the shelf life of duck eggs. A variety of media can be used for salting eggs, including a mixture of salt, sand, red brick, sawdust, and brewed tea. Salted eggs are popular among the general public, but they contain a lot of fat, which, if consumed in excess, can cause blood vessel blockage (atherosclerosis). Green tea is a plant that has many benefits, one of which is that it can help people lose weight. Duck eggs were ripened for 12 days in a variety of salting media with different ingredients for this study. Red bricks, sand, sawdust, salt, and brewed green tea are among the materials used. This study aimed to determine the fat content of salted egg yolks using the Soxhlet extraction method, as well as the color, aroma (smell), and taste of salted eggs. The data in this study were analyzed using One-Way ANOVA and the results revealed that variations in salting media had a significant effect on fat content in salted egg yolks. The results showed the changes in fat content in salted egg yolks without treatment with a fat content of 36.28 percent, and with treatment with media A (sand, red bricks, and sawdust); media B (sand, red bricks, and sawdust); media 1 (media A added with green tea); and media 2 (media B added with green tea), with the fat contents of 35.22%; 32.86%, and 30.49%. Mixed media of green tea affects the fat content of salted egg yolks, from 36.50% to 32.86% and 30.49%.
Pengaruh Pemberian Ekstrak dan Serbuk Daun Kelor (Moringa oleifera) terhadap Kadar Peroksida dan Asam Lemak Bebas Pada Minyak Goreng Bekas Pakai Leni Marbetha; Nur Hidayati; Dian Kresnadipayana
Conference on Innovation in Health, Accounting and Management Sciences (CIHAMS) Vol. 1 (2020): Proceeding 1st Setia Budi Conference on Innovation in Health, Accounting, and Managem
Publisher : Conference on Innovation in Health, Accounting and Management Sciences (CIHAMS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.598 KB) | DOI: 10.31001/cihams.v1i.9

Abstract

Minyak goreng mengalami kerusakan karena pemanasan berulang kali menghasilkan peroksida dan asam lemak bebas. Penambahan sumber antioksidan seperti ekstrak dan serbuk daun kelor dapat menghambat oksidasi pada minyak goreng. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh serta perbedaan antara penambahan daun kelor dalam bentuk ekstrak dan serbuk terhapap kadar bilangan peroksida dan kadar asam lemak bebas pada minyak goreng bekas pakai. Minyak goreng kelapa sawit baru digunakan untuk menggoreng selama lima kali dengan waktu pemanasan yang sama, kemudian minyak hasil menggoreng diberi penambahan ekstrak dan serbuk daun kelor dengan variasi konsentrasi 0 % (control), 3%, 6%, 9%, dan 12% dan didiamkan selama 24 jam kemudian diukur kadar bilangan peroksida dan asam lemak bebasnya. Metode yang digunakan untuk penentuan bilangan peroksida adalah metode titrasi iodometri sedangkan penentuan kadar asam lemak bebas adalah metode alkalimetri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar bilangan peroksida pada minyak kontrol yaitu sebesar 15,40 mek O2/kg, dan dengan penambahan ekstrak daun kelor konsentrasi 3%, 6%, 9%, dan 12% berturut-turut yaitu 13,27 mek O2/kg; 11,21 mek O2/kg; 9,12 mek O2/kg; dan 7,15 mek O2/kg. Sedangkan pada penambahan serbuk daun kelor konsentrasi 3%, 6%, 9%, dan 12% berturut-turut yaitu 13,86 mek O2/kg; 12,51 mek O2/kg; 10,99 mek O2/kg; 9,51 mek O2/kg, Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar asam lemak bebas pada minyak kontrol yaitu sebesar 0,57% dan dengan penambahan ekstrak daun kelor konsentrasi 3%, 6%, 9%, dan 12% berturut-turut yaitu 0,47%; 0,38%; 0,28%; 0,19%. Sedangkan pada penambahan serbuk daun kelor konsentrasi 3%, 6%, 9 %, dan 12% berturut-turut yaitu 0,50%; 0,44%; 0,38%; 0,28%.