Claim Missing Document
Check
Articles

Arsitektur Enterprise Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Sebagai Strategi Pengembangan Smart Village Pada Dimensi Governance (Administration Service) Alam Adhiyatama; Fitriyana Dewi; Soni Fajar Surya Gumilang
Kesatria : Jurnal Penerapan Sistem Informasi (Komputer dan Manajemen) Vol 4, No 4 (2023): Edisi Oktober
Publisher : LPPM STIKOM Tunas Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30645/kesatria.v4i4.255

Abstract

Village development has become an important topic of discussion in Indonesia, especially with the enactment of regulations and policies that support autonomous villages. This research reviews regulations such as Presidential Regulation number 95 of 2018 concerning Electronic-Based Government Systems (SPBE) and number 6 of 2014 concerning villages that contribute to village development. Based on a survey by the Ministry of Villages of PDTT, only 4% of the total villages in Indonesia have attained the status of an Independent Village. This research identifies the need to advance information technology in villages, supports the smart village concept, and analyzes the concept of Sustainable Development Goals (SDGs) in the context of village development. One of the focuses of this research is in Rancamanyar Village, where aspects of village governance and Administration Service are the main concerns. The suggested solution is the creation of an enterprise architecture design which is expected to help the operational gaps that exist in every process in the village. This research is expected to be a guide in planning and implementing technology that supports independent and sustainable villages, as well as providing a comprehensive picture of the status of village development in Indonesia in accordance with the goals of the SDGs.
Penyusunan Manajemen Pengembangan TI Agile Memakai Cobit 2019 Devops Pada Transformasi Digital Reinsurco Cania Mustika Sundalusia; Rahmat Mulyana; Fitriyana Dewi
Kesatria : Jurnal Penerapan Sistem Informasi (Komputer dan Manajemen) Vol 4, No 4 (2023): Edisi Oktober
Publisher : LPPM STIKOM Tunas Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30645/kesatria.v4i4.252

Abstract

The rapid advancement of digital technology, intense competition from digital rivals, and the shift in consumer behavior towards digital experiences have compelled incumbent companies to accelerate digital transformation (DT). Prior research has alrea3dy identified the influence of information technology governance (ITG) on organizational performance (OP), mediated by DT. However, a deeper exploration is still needed regarding the adoption of agile mechanisms for IT development management. A case study is conducted at ReinsurCo, utilizing the Design Science Research (DSR) method based on the ISACA COBIT 2019 DevOps Focus Area framework. Data is collected through interviews and document triangulation. Solution design and implementation roadmaps are formulated based on the assessment of seven components within two priority ITG areas at ReinsurCo: APO11 Managed Quality and BAI02 Managed Requirements Definition. The projected improvement in process capability is estimated to be 30%, reaching 2.8 if the proposed solutions are implemented. This research contributes to an enhanced understanding of agile IT development management to support DT, offering practical implications for ReinsurCo and similar companies in guiding their DT journey.
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO INFORMASI MENGGUNAKAN ISO/IEC 27005:2018 (STUDI KASUS: PT.XYZ) Hikam, Muhammad Lukman Bahrul; Dewi, Fitriyana; Praditya, Dhata
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v9i2.4709

Abstract

Risiko yang berkenaan dengan keamanan informasi perusahaan perlu untuk dikelola dengan baik karena informasi merupakan salah satu aset yang sangat berharga dalam menjalankan operasi bisnis. Pengelolaan risiko yang baik dapat membantu perusahaan untuk merencanakan pengendalian risiko supaya segala aset informasi yang dimiliki perusahaan tetap aman. Penelitian tentang manajemen risiko informasi pada PT. XYZ ini dilaksanakan dengan mengacu pada panduan ISO/IEC 27005:2018 tentang panduan praktik dalam mengelola risiko terhadap risiko informasi. ISO/IEC 27005 sendiri merupakan bagian dari keluarga ISO 27000 series yang yang mencakup panduan untuk penerapan SMKI (Sistem Manajemen Keamanan Informasi). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifiaksi potensi ancaman yang yang timbul dari kontrol keamanan informasi dari ISO/IEC 27002:2022 yang belum terpenuhi oleh PT. XYZ untuk selanjutnya akan dilakukan tahap risk assesment pada potensi ancaman utama. Hasil dari proses penilaian risiko didapatkan 7 potensi ancaman yang selanjutnya untuk masing masing ancaman diusulkan bentuk pengendalian risiko serta action plan nya. Hasil dari penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi untuk melakukan analisis manajemen risiko informasi perusahaan terutama bagi ancaman risiko yang timbul dari tidak terpenuhinya kontrol keamanan pada standar ISO/IEC 27001.
ARSITEKTUR ENTERPRISE SISTEM PEMERINTAHAN BERBASIS ELEKTRONIK (SPBE) SEBAGAI STRATEGI PENGEMBANGAN SMART VILLAGE PADA DIMENSI VILLAGE SERVICE (ENTERPRENEURSHIP) Alim, Febrian Fahmi; Dewi, Fitriyana; Gumilang, Soni Fajar Surya
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v9i2.4730

Abstract

Dalam mendukung pembangunan desa di Indonesia, SDGs atau Sustainable Development Goals merupakan suatu hal yang penting sebagai acuan dalam pembangunan berkelanjutan. Namun, berdasarkan nilai hasil SDGs Desa pada tahun 2023, nilai SDGs Desa Rancamanyar pada tujuan Pertumbuhan Ekonomi Desa Merata masih berada di angka 22,27, dimana menunjukkan nilai pertumbuhan ekonomi yang masih cukup rendah. Dalam upaya penyelesaian permasalahan tersebut, penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dapat dimanfaatkan untuk merancang enterprise architecture dalam pembentukan desa menjadi smart village yang dapat mendukung upaya desa dalam mempertahankan nilai IDM dan meningkatkan nilai SDGs yang berada di lingkungan Kecamatan Baleendah. Penelitian ini diselesaikan dengan tiga tahapan, yaitu tahap inisiasi, tahap analisis dan perancangan, dan tahap penyelesaian. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara secara langsung kepada stakeholder terkait serta analisis dokumen jurnal dan modul yang berkaitan dengan topik penelitian ini. Kemudian, data dianalisis dianalisis sebagai sumber dan acuan dalam pengerjaan penelitian ini. Dari kesenjangan yang teridentifikasi, dilakukan perancangan enterprise architecture pada delapan fase, yakni preliminary phase, architecture vision, arsitektur proses bisnis, arsitektur data dan informasi, arsitektur aplikasi, arsitektur infrastruktur, arsitektur layanan, dan arsitektur keamanan. Penelitian ini menghasilkan output berupa blueprint enterprise architecture SPBE yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dan dapat dijadikan sebagai pedoman untuk pengembangan desa menjadi smart village oleh Desa Rancamanyar.
Analisis Tingkat Kematangan Tata Kelola Teknologi Informasi Menggunakan Framework COBIT 2019 Pada PT Nusantara Turbin Dan Propulsi Daulay, Muhammad Daffi; Dewi, Fitriyana; Praditya, Dhata
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v9i2.4537

Abstract

Perkembangan teknologi mengubah persepsi organisasi tentang Teknologi Informasi (TI) sebagai peran utama dalam meningkatkan keunggulan kompetitif. Pentingnya tata kelola TI terbukti dari implementasinya yang sejalan dengan strategi perusahaan dan membantu keberhasilan fungsi TI. PT Nusantara Turbin dan Propulsi, sebagai anak perusahaan BUMN di industri MRO pesawat terbang, menerapkan COBIT 5 dalam tata kelolanya berdasarkan peraturan BUMN. Namun, audit intern diperlukan untuk memastikan tata kelola yang baik sesuai regulasi yang berlaku. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi dan mengukur sejauh mana tata kelola TI pada perusahaan menggunakan framework COBIT 2019 sebagai kerangka kerja untuk mengevaluasi tata kelola TI perusahaan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara memberikan kuisoner, wawancara, serta dokumen perusahaan yang dapat membantu pengambilan data. Penilitian ini menggunakan domain acuan sesuai dari hasil design factor COBIT 2019 yaitu proses BAI07 Managed IT Acceptance and Transitioning dan DSS01 Managed Operations. Hasil dari analisis tingkat kematangan pada perusahaan berada pada level 3 (defined), dengan target berada pada level 4. Rekomendasi diberikan berdasarkan aspek people, process, dan technology untuk meningkatkan tingkat kematangan pada PT Nusantara Turbin dan Propulsi untuk pengelolaan tata kelola TI yang lebih baik.
IMPELEMENTASI ENTERPRISE ARCHITECTURE DALAM MENINGKATKAN MUTU & AKREDITASI RUMAH SAKIT MENGGUNAKAN TOGAF ADM 9.2 Amalia, Fira Dauzita; Dewi, Fitriyana; Prasetyo, Yuli Adam
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v9i2.4756

Abstract

Rumah sakit Hermina menghadapi tantangan dalam meningkatkan mutu pelayanan dan mencapai akreditasi yang diperlukan untuk menjaga standar kualitas yang tinggi. Namun, pengelolaan sumber daya, informasi, dan proses yang kompleks memerlukan pendekatan yang terstruktur dan holistik untuk memecahkan masalah ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan Enterprise Architecture (EA) dengan mengadopsi Framework TOGAF ADM 9.2. Tahap-tahap ADM digunakan untuk menganalisis, merancang, dan mengimplementasikan perubahan dalam infrastruktur teknologi informasi dan proses bisnis di rumah sakit Hermina. Selain itu, data kualitatif dan kuantitatif dikumpulkan melalui wawancara, survei, dan analisis dokumen untuk mendukung perancangan EA yang efektif. Hasil penelitian ini mencakup perancangan enterprise architecture yang komprehensif untuk rumah sakit Hermina, termasuk pemetaan proses bisnis, identifikasi kebutuhan teknologi informasi, dan rekomendasi perbaikan. Implementasi rencana EA ini telah memberikan peningkatan yang signifikan dalam efisiensi operasional, transparansi, dan akurasi informasi, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan mutu pelayanan dan pencapaian akreditasi yang diinginkan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan perancangan Enterprise Architecture menggunakan Framework TOGAF ADM 9.2 adalah solusi yang efektif untuk mengatasi masalah kompleks dalam bidang mutu dan akreditasi rumah sakit. Perancangan Enterprise Architecture menggunakan Framework TOGAF ADM 9.2 menghasilkan proyek pengembangan aplikasi AKKURA sebagai solusi dari keterlibatan arsitektur yang dibuat pada Bidang Mutu Akreditasi. Proyek ini mengutamakan modul indikator mutu dan modul SKM BSC sebagai targeting.
MENDAYAGUNAKAN COBIT 2019 IT RISK MANAGEMENT FOCUS AREA DALAM PENGELOLAAN RISIKO TRANSFORMASI DIGITAL REINSURCO Yahyah, Zul Fauzi; Mulyana, Rahmat; Dewi, Fitriyana
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v9i2.4485

Abstract

Dengan kemajuan teknologi informasi (TI) di industri asuransi Indonesia, perusahaan incumbent seperti ReinsurCo harus mempercepat transformasi digital (TD). Namun, seringkali terjadi kegagalan dalam pelaksanaan TD akibat tata kelola TI (TKTI) yang buruk. Berbagai studi sebelumnya berhasil menunjukkan kontribusi TKTI terhadap TD, tetapi masih dibutuhkan pendalaman terkait peran pengelolaan risiko TI dalam memandu perubahan tersebut. Hal ini selaras dengan arahan PER-2/MBU/03/2023 yang mewajibkan penerapan TKTI yang baik yaitu manajemen risiko dan Master Plan Sektor Jasa Keuangan Indonesia 2021-2025 mengenai akselerasi TD. Metode penelitian ini menggunakan Design Science Research berbasis data wawancara. Hasil perolehan data dianalisis berdasarkan kerangka kerja COBIT 2019 IT Risk Focus Area dengan menerapkan faktor desain, area fokus, dan mekanisme proses TKTI yang menghasilkan governance management objective (GMO) prioritas yaitu APO11 Managed Quality, APO12 Managed Risk, dan EDM03 Ensured Risk Optimization. Selanjutnya, evaluasi kemampuan, analisis kesenjangan, dan penyusunan rekomendasi perbaikan menghasilkan roadmap penerapan yang dapat dijadikan rujukan oleh ReinsurCo untuk prioritas dalam implementasi. Perbaikan ini menghasilkan peningkatan kemampuan dengan rata-rata sebesar 0,3 (12,5%) pada ketiga GMO prioritas. Diharapkan penelitian ini dapat berkontribusi dalam memperluas pengetahuan tentang konsep prioritas pengelolaan risiko TI dalam mendukung TD, dengan manfaat praktis terutama bagi ReinsurCo dalam mencapai keberhasilan perencanaan strategisnya, serta secara umum untuk industri asuransi.
Perancangan Proses Keamanan Informasi Berdasarkan Framework ISO27001:2022 Aditama, Muhammad Rizqan; Dewi, Fitriyana; Praditya, Dhata
SEIKO : Journal of Management & Business Vol 6, No 2.1 (2023)
Publisher : Program Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/sejaman.v6i2.5550

Abstract

Keamanan informasi memiliki nilai yang krusial bagi perusahaan karena informasi merupakan salah satu aset yang sangat berharga dalam menjalankan operasi bisnis. Sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang industri MRO (maintenance, repair and overhaul) mesin pesawat terbang, TurbinCorp telah sukses dalam menangani maintenance ribuan mesin pesawat terbang di negara-negara berbagai belahan dunia, oleh karena itu penerapan sistem manajemen keamanan informasi adalah hal yang krusial supaya perusahaan bisa terhindar dari kebocoran ataupun ancaman yang dapat mengancam informasi perusahaan. Untuk perusahaan industri MRO, pengimplementasian standar ISO/IEC 27001:2022 yang merupakan versi terbaru dari ISO/IEC 27001:2013 dapat memberikan banyak manfaat seperti perlindungan data pelanggan, meningkatkan reputasi dan membantu menjaga kepatuhan terhadap peraturan dan persyaratan hukum yang berlaku. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai kondisi penerapan sistem manajemen keamanan informasi yang sudah diterapkan dan yang belum diterapkan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan Design Science Research (DSR) dengan empat (4) tahap: inisiasi, pengumpulan data, rekomendasi, dan tahap pelaporan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara serta dokumen. Data kemudian dianalisis menggunakan kerangka kerja ISO/IEC 27001:2022. Penelitian ini berfokus pada klausa utama yaitu klausa 4 sampai klausa 10 dan kontrol-kontrol annex. Kesenjangan yang teridentifikasi kemudian dibuatkan perancangan rekomendasi berdasarkan aspek people, process dan technology yang mencakup pilihan sertifikasi, pilihan kelompok minat khusus, penambahan peran dan tanggung jawab, prosedur, kebijakan dan pemilihan perangkat. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi untuk meningkatkan efisiensi keamanan informasi dan memberi beberapa rekomendasi jika perusahaan ingin mengajukan sertifikasi ISO/IEC 27001:2022. Kata Kunci: Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI), Kontrol Teknologi Informasi, ISO/IEC 27001:2022, Design Science Research (DSR)
Perancangan Enterprise Architecture Sebagai Strategi Pengembangan Smart Village Pilar Lingkungan, Ekonomi, Masyarakat Menggunakan TOGAF ADM 9.2: Studi Kasus Desa Serang Nurseha, Ema; Ramadani, Luthfi; Dewi, Fitriyana
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Penelitian ini berfokus pada penerapan konsepSmart Village di Desa Serang melalui perancanganEnterprise Architecture menggunakan framework TOGAFADM 9.2, yang mencakup tahap-tahap Preliminary Phase,Architecture Vision, Business Architecture, DataArchitecture, Application Architecture, TechnologyArchitecture, Opportunities and Solutions, serta MigrationPlanning. Penelitian ini didorong oleh perkembanganteknologi informasi dan kebutuhan untuk meningkatkanefisiensi dan efektivitas pengelolaan sumber daya desa dalammendukung pembangunan berkelanjutan sertameningkatkan pencapaian SDGs, khususnya SDGs 8(Pertumbuhan Ekonomi Desa Merata) dan SDGs 15 (DesaPeduli Lingkungan Darat). Permasalahan yang dikajimeliputi ketidakefisienan dalam pelaksanaan aktivitas bisnis,ketidakmerataan perekonomian desa, serta komunikasi yangkurang efektif antara pemerintah desa dengan industri lokal.Hasil penelitian ini berdasarkan analisis terhadap pilarlingkungan, ekonomi, dan masyarakat. PerancanganEnterprise Architecture untuk Smart Village di PemerintahDesa Serang menghasilkan output berupa ArchitectureRoadmap dan Blueprint Enterprise Architecture, yangberfungsi sebagai pedoman strategis dalam penerapan sisteminformasi pada pilar-pilar tersebut di Pemerintahan DesaSerang. Kata kunci— Enterprise Architecture, Pilar, SDGs, SmartVillage, TOGAF ADM
Perancangan Enterprise Architecture Sebagai Strategi Pengembangan Smart Village Pilar Mobilitas, Tata Kelola, Dan Hidup Cerdas Menggunakan Togaf Adm 9.2: Studi Kasus Desa Serang Andini, I Dewa Ayu Nyoman Usi; Ramadani , Luthfi; Dewi, Fitriyana
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Penelitian ini bertujuan untuk merancangarsitektur enterprise sebagai strategi pengembangan smartvillage di Desa Serang, Kecamatan Cikarang Selatan, denganberfokus pada pilar mobilitas, tata kelola, dan hidup cerdasmenggunakan metode TOGAF ADM 9.2. Perancangan inidilakukan untuk mengatasi tantangan Desa Serang yang masihbelum optimal dalam pencapaian SDGs poin ke-9 terkaitinfrastruktur dan inovasi desa. Metode penelitian yangdigunakan melibatkan analisis mendalam terhadap kondisieksisting Desa Serang yang dilakukan dengan mengumpulkandata melalui observasi, wawancara, studi literatur, dan analisisdokumen. Perancangan dilakukan secara sistematis mengikutifase-fase pada TOGAF ADM, mulai dari Preliminary Phasehingga Migration Planning. Hasil penelitian menunjukkanblueprint arsitektur enterprise yang dapat menjadi panduanbagi Desa Serang untuk menerapkan konsep smart village.Melalui implementasi smart village, Desa Serang diharapkandapat meningkatkan efisiensi layanan publik, memperbaikiinfrastruktur, mengoptimalkan potensi tenaga kerja, danmemperbaiki kondisi lingkungan, sekaligus mendukungpencapaian SDGs poin ke-9. IT Roadmap dan BlueprintEnterprise Architecture dihasilkan sebagai pedoman strategisimplementasi konsep smart village untuk meningkatkanmobilitas, tata kelola, dan hidup cerdas di lingkunganpemerintahan Desa Serang. Kata kunci— Enterprise Architecture, Smart village, SDGs, TOGAF ADM,