Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Analisis Bentuk dan Makna Lagu Tondi Tondikku Karya Herbet Aruan yang Dinyanyikan Style Voice Elvita Uli Purba; Emmi Simangunsong; Kamalluddin Sigalingging
SENDRATASIK UNP Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : FBS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/js.v11i4.119603

Abstract

This article discusses the analysis of the form and meaning of the song Tondi Tondikku by Herbet Aruan which is sung by Style Voice. The method used in this research is descriptive qualitative method. The song Tondi Tondikku was composed in 2019 by Herbet Aruan and sung by Style Voice. The results obtained in this study are the song Tondi Tondikku has an intro, main melody and ending. Tondi Tondikku's song was performed with piano instruments, soprano saxophone, electric guitar, bass guitar, drums, violin with 4/4 rhythm and with adagio tempo. Tondi Tondikku's song is Binary Form which is a two-part song form. The song Tondi Tondikku has a deep meaning for parents. The meaning contained in the song Tondi Tondikku tells about the expression of feelings of love and affection of parents for their children and illustrates that the father is the first man seen by his daughter and he is the first to lose his daughter if he later finds a mate and lives with his husband 
Komposisi Musik ‘Sampaniara’ Karya Amir Pasaribu Dalam Perspektif Musik Modern Indonesia: Unsur Pentatonik dan Elemen Harmoni Tonal Ance Juliet Panggabean; Herna Hirza; Emmi Simangunsong; Junita Batubara; Kamaluddin Galingging
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 11, No 2 (2022): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v11i2.39256

Abstract

Komposisi Musik  ‘Sampaniara’ Karya Amir Pasaribu Dalam Perspektif Musik Modern Indonesia: Dengan Unsur Pentatonik Dan Elemen Harmoni Tonal metode dasar menggunakan metode deskriptif  kualitatif.  Selain itu, metode pendekatan yang dilakukan dengan metode kepustakaan. Komposisi musik Sampaniara teridentifikasi sebagai sebuah komposisi musik modern, karena dari segi bentuk free form dengan pola A A B C B dan Coda,  serta unsur pentatonik yang mirip laras pelog sebagai dasar tangganadanya. Dasar harmoni, yang diharmonisir dengan elemen-elemen harmoni tonal barat terkandung didalamnya. Komposisi Sampaniara diciptakan oleh seorang komponis Indonesia yang terkenal Amir Pasaribu dengan ciri khas musik pianonya, Dengan penggunaan tingkat akor (progressi harmoni) dan permainan solois menjadikan komposisi  ini sebagai salah satu komposisi musik modern Indonesia lebih  unik dan menarik pada masanya.
Analisis Bentuk Dan Makna Lagu Tangiang Ni Dainang Karya Tagor Tampubolon Widya Septiana; Emmi Simangunsong; Junita Batubara
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7461

Abstract

Tulisan ini membahas tentang Analisis Bentuk Dan Makna Lagu Tangiang Ni Dainang karya Tagor Tampubolon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Lagu Tangiang Ni Dainang diciptakan pada tahun 1995. Lagu Tangiang Ni Dainang merupakan sebuah lagu yang menceritakan ketulusan seorang ibu yang menyayangi anaknya dalam keadaan apapun. Lagu tersebut dibawakan degan gaya Pop Balada agar menarik anak muda untuk mendengarkan dan juga mengerti akan makna yang ada pada lagu tersebut. Hasil penelitian bentuk dan makna lagu Tangiang Ni Dainang karya Tagor Tampubolon memiliki kalimat musik pertama (A), kalimat musik (A’), dan kalimat music kedua (B). Lagu Tangiang Ni Dainang dibawakan dengan instrument keyboard dengan metrom 4/4 dan dengan tempo andante.
Analisis Bentuk dan Struktur Musik Sihutur Sanggul dan Perubahan pada Musik Sihutur Sanggul Aransemen Hendri Perangin-angin Asima Gurning; Junita Batubara; Emmi Simangunsong
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9843

Abstract

Penelitian ini membahas tentang analisis bentuk dan struktur musik instrumental Sihutur Sanggul asli dan aransemen Hendri Perangin-angin. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan mekanisme kerja penelitian yang mengandalkan uraian deskriptif, yang disusun secara tepat dan sistematis. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah pentranskripsian lagu yang dianalisis dari bentuk dan struktur musik Sihutur Sanggul asli dengan menggunakan format ensemble gondang hasapi dan aransemen Hendri Perangin-angin dengan penambahan audio synthesizer dari keyboard. Hasil analisis dari struktur dan bentuk musik Sihutur Sanggul adalah A A’ B C B’ dengan bentuk musik tiga bagian, serta memiliki lima tema yaitu Tema A, B, C, D, dan E.
Teknik Permainan dan Penyajian Saxophone pada Lagu How High The Moon Karya Morgan Lewis Immanuel Silalahi; Emmi Simangunsong; Brian Harefa
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.11936

Abstract

Penelitian ini membahas tentang teknik yang digunakan dalam penyajian lagu How High The Moon karya Morgan Lewis. Penyajian lagu How High The Moon dilakukan dengan teknik improvisasi, teknik swing, teknik sinkopasi, dan teknik legato. Penulis membahas tentang tingkat kesulitan yang penulis alami dalam membawakan lagu How High The Moon yaitu ketika melakukan improvisasi yang baik. Cara mengatasi kesulitan pada improvisasi adalah dengan cara memperbanyak latihan teknik yang terkandung didalamnya. Pada bagian akhir penulis memaparkan penyajian lagu How High The Moon pada saat melaksanakan resital.
Makna Simbolik Lagu Boru Panggoaran Karya Tagor Tampubolon Emmi Simangunsong; Ance Panggababean; Junita Batubara; Ronald Heriko Saragih; Elvita Purba
Journal on Education Vol 5 No 2 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article discusses the song Boru Panggoaran by Tagor Tampubolon which was released in 2016 and popularized by Victor Hutabarat. The theories used in this study are Roland Barthes' semiotic theory for explaining the meaning of songs, Malm and Prier's theory for the study of music analysis. The song Boru Panggoaran is sung in a pop music style. This study uses a qualitative approach. The result of the research is that the Boru Panggoaran song uses two kinds of symbols, namely verbal symbols and nonverbal symbols. Verbal symbols in the form of poetry or song lyrics that contain meaning about parents' hopes for their eldest daughter who will protect and guide them later in their old age. The non-verbal symbols are in the form of beautiful and gentle song elements from a father or mother, which makes the song sound like 'persuading' their eldest daughter to willingly and sincerely look after her with great affection in her old age.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KETRAMPILAN BERNYANYI GENERASI MUDA DI GEREJA HKBP BERASTAGI KABUPATEN KARO Junita Batubara; Jubilezer Sihite; Ken Steven; Ronald Heriko Saragih; Kamaluddin Galingging; Emmi Simangunsong; Ance J. Panggabean; Joseph Sibarani
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.12034

Abstract

Huria Kristen Batak Protestan atau yang biasa disebut dengan HKBP, sebagian besar jemaatnya adalah orang Nasrani yang bersuku Batak. Sampai Sekarang gereja HKBP sudah menyebar luas hingga ke luar negeri. Pada Kesempatan ini, Pengabdian Masyarakat dilaksanakan di Gereja HKBP Berastagi, dimana gereja ini berdiri pada tahun 1940, dengan jumlah anggota jemaatnya sekitar 1424 orang (156 KK). Gereja ini melakukan kebaktian ibadah setiap Minggunya sebanyak dua kali yaitu pada pukul 08.00wib dan pukul 10.00wib. Dilihat dari jumlah jemaatnya, lebih banyak orangtua (lansia) sebagai anggota gereja daripada naposobulung atau disebut muda-mudi gereja. Kemampuan bernyanyi muda-mudinya, bisa dikatakan kurang mampu dikarenakan kurangnya pelatihan bernyanyi khususnya nyanyian dari Buku Ende. Dengan adanya fakta tersebut maka dilakukanlah pelatihan bernyanyi untuk menambah ketrampilan muda-mudi gereja sebagao songlieder. Adapun metode yang digunakan adalah dengan melakukan ceramah dan pelatihan langsung terhadap mereka dengan cara pengenalan frasering, artikulasi, vibrasi, dan intonasi. Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka pelatih menerapkan bagaimana teknik vokal yang benar dari lagu Buku Ende Nomor 716 “Di Na Mamolus Sandok Ngoluon”di gereja HKBP Berastagi khususnya sebagai seorang song lieder, sehingga mereka mampu menyanyikan lagu tersebut ketika saat ibadah di gereja HKBP Berastagi.
Analisis Struktur Melodi dan Makna Lagu “Sayur Kol” Karya Punxgoaran Eben Ezer Sormin; Junita Batu Bara; Emmi Simangunsong
Journal of Music Science, Technology, and Industry Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Purpose: This research discusses about analysis of the melodic structure of Sayur Kol by Punxgoaran. Sayur Kol was published in 2017. The theoretical basic used in this research is William P. Malm's theory to get a musicological study, and Ferdinand de Saussure's semiotic theory to explain the meaning of this song. The song Sayur Kol by Punxgoaran was performed in the Batak language with Rock and Punk nuances with drums, electric guitars, and bass guitars. Method: In this thesis, the writer uses a qualitative descriptive analysis method. Results and Discussion: The results of the study of the melodic structure of the Sayur Kol song are Song Form with 2 parts consisting of A (a, a'), B (b, b') and the song Sayur Kol performed by Punxgoaran consists of the Intro, the beginning, continuation part, chorus part, interlude part, and outro part. Implication: The meaning contained in song Sayur Kol is about the personal story of the creator, Guido Virdaus Hutagalung, expressing a picture of the situation of the people of North Sumatra when they meet each other and strengthen the relationship between fellow tribes, especially the Toba Batak tribe. Punxgoaran loves and supports the preservation of Batak Cultural Arts.
Teknik Permainan Dan Penyajian Saxophone Pada Lagu I Don’t Wanna Miss A Thing Karya Diane Warren Doharjo Sitohang; Emmi Simangunsong; Brian Harefa
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.3360

Abstract

Penelitian ini membahas tentang teknik permainan dan penyajian lagu I Don’t Wanna Miss a Thing karya Diane Warren. Lagu tersebut telah banyak dimainkan oleh pemain saxophone di antaranya adalah Thiago Rocha, Filipe Bohlke, dan Nathan Andrade. Lagu ini dimainkan oleh penulis dengan menggunakan teknik staccato, legato dan altissimo. Penyajian lagu ini penulis menggunakan saxophone alto diiringi diiringi instrumen keyboard, gitar, bass, drum, dan violin. Pada bagian akhir penulis memaparkan penyajian lagu I Don’t Wanna Miss A Thing pada saat melaksanakan resital.
Tinjauan Musikalitas: Penyajian Lagu Tondi-Tondiku Karya Herbert Aruan oleh Style Voice dan Sanga Pajumpang Band Emmi Simangunsong; Ronald Heriko Saragih; Elvita Uli Purba; Samuel Suranta Sembiring; Anggi Tambunan
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 12, No 2 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v12i2.54074

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyajian  lagu Tondi-tondiku karya Herbert Aruan yang dinyanyikan oleh Style Voice dan Band Sanga Pajumpang.  Lagu Tondi-tondiku diciptakan tahun 2019 yang  menceritakan tentang ungkapan perasaan kasih sayang orangtua kepada anak perempuannya yang semata wayang.  Herbert Aruan  memilih kata-kata secara cermat karena kata-kata yang ditulis dipertimbangkan kekuatan maknanya bagi masyarakat Batak Toba. Lagu Tondi-tondiku sangat populer pada masyarakat Batak khususnya Batak Toba. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk  lagu Tondi-tondiku adalah ternary form atau lagu tiga bagian (bentuk A, A, B, C) yang terdiri dari Aa, Ab, Aa, Ab, Ba, Ba’, Ca, Ca’.  Penyajian grup Style Voice dinyanyikan dalam bentuk trio dengan iringan keyboard, saxophone sopran, gitar elektrik, gitar bass, drum, violin. Penyajian grup Sanga Pajumpang dinyanyikan secara solo dengan iringan keyboard, gitar elektrik, bass elektrik, string, drum-set dan sequencer. Style Voice membawakan lagu dengan tonalitas Cis Mayor dengan tempo stabil 70 bpm.  Sanga Pajumpang membawakannya dengan tonalitas C Mayor dengan tempodinamis 70-73 bpm.  Dari segi penyajian vocal Style Voice menyanyikannya dengan suara lebih tegas; Sanga Pajumpang menyanyikannyadengan lebih vibrato. Analisis musikalitas lagu Tondi-tondiku oleh Style Voice dilakukan penulis berdasarkan hasil rekaman di studio dan hasilnya sesuai dengan rencana yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Penyajian  Sanga Pajumpang berdasarkan penyajian  secara virtual dan  hasil penyajian instrumen musiknya memberi ruangdan waktu kepada pemain menghasilkan ritme yang lebih bervariasi.