Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Analisis Komposisi Original Soundtrack (Ost) Huta Namartuai dalam Film Ngeri-Ngeri Sedap Ance Juliet Panggabean; Emmi Simangunsong
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 12, No 2 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v12i2.49586

Abstract

Lagu Huta Namartuai diciptakan khusus untuk soundtrack/OST Film Ngeri-ngeri Sedap dan tujuan tertentu dalam hal Hahomion Batak (memahami makna secara mendalam) dan Pariwisata Toba.  Tujuan penelitian ini untuk memahami pengolahan elemen musik dan konstruksi komposisi mulai dari intro, verse, refrain dan ending lagu Huta namartuai dalam Film Ngeri Ngeri Sedap. Metode dasar yang diterapkan di dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian elemen musik yang dianalisa terdiri atas melodi, ritme dan harmoni. aspek melodi yang dianalisa pada lagu ini mencakup: durasi, pitch, dan tone. Pengolahan elemen ritme tersusun atas elemen ketukan, aksen, sinkopasi, tanda birama, meter, tempo. Pengolahan elemen harmoni dilakukan mencakup aspek berhubungan dengan keselarasan bunyi. Unsur ini meliputi peranan, susunan, dan hubungan dari sebuah paduan bunyi dengan bentuk secara keseluruhan serta elemen interval dan akor. Dasar-dasar konstruksi dalam komposisi musik secara umum, terdiri atas permulaan/ beginning/ pengantar/intro, kelanjutan/continuation, komplikasi/complication, dan resolusi/resolution. Untuk beat dan ambience lagu menonjolkan tekstur, nada, suasana hati, Huta Namartuai dirancang untuk menimbulkan ketenangan, dan sasaran lagu lingkungan masa kecil kita yang menjadi tempat perlindungan. Peranan Instrumen pada lagu Huta Namartuai, Drum piano, Gitar Rythmn, Gitar Lead (instrument modern/instrumen barat), 2. Pad Basic, Pad high, Backing Vocal Unison (subconscious ambience feeling/perasaan suasana bawah sadar), 3. Sulim (sebagai sipakuling tondi/memanggil jiwa dan identitas Batak)/salah satu alat musik tradisional Batak Toba.
OPTIMASLISASI POTENSI EKONOMI DESA PARIK SABUNGAN MELALUI PENINGKATAN PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN DAN PEMBENTUKAN LEMBAGA EKONOMI Saragih, Ronald Heriko; Simangunsong, Emmi; Parhusip, Yuni Sharon; Simamora, Era Mitha
PROFICIO Vol. 5 No. 2 (2024): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v5i2.3555

Abstract

Kegiatan pengabdian di Universitas HKBP Nommensen merupakan sarana penting bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang mereka pelajari di perguruan tinggi. Program ini tidak hanya membangun kepercayaan diri mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat tetapi juga membentuk mental serta meningkatkan kesadaran akan kondisi masyarakat di lapangan. Mahasiswa diajak untuk melihat ke depan dan mencari solusi bagi permasalahan yang membuat daerah tertinggal. Selain itu, melalui pengabdian, mahasiswa melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan tujuan memajukan ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan kehidupan bermasyarakat. Program ini juga meningkatkan pola pikir mahasiswa dalam melakukan penelaahan dan pemecahan masalah secara ilmiah di tengah masyarakat. Kreativitas mahasiswa pun ditumbuhkan melalui kegiatan ini, serta mereka diberi kesempatan untuk dewasa dalam berpikir sebagai generasi penerus pembangunan desa.
Gayutan Rondo Alla Turca Karya WA. Mozart sebagai Iringan dalam Film Amadeus Panggabean, Ance Juliet; Simangunsong, Emmi; Batubara, Junita
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 24, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/resital.v24i1.7865

Abstract

ABSTRACTThe Use of WA Mozart's Gayutan Rondo Alla Turca in the Film Amadeus. This study describes the interconnection of Rondo music as an accompaniment in Amadeus film to the melodic structure of scene footage produced by HD Film Tributes and explains the form of Rondo which consists of six parts involving displayed scene expressions. The authors implemented qualitative approach with descriptive method in which the authors conducted literature review as well as observation through musical scores and YouTube channel to attain thorough results of field studies and documentation. Furthermore, the authors also conducted an analysis that began with the description of the film structure of the Rondo Alla Turca musical composition. The analysis was carried out by observing each scene footage of used melodic structure to form feelings and aesthetics in the film. The results of the study reveal that the melodic structure used in each scene creates feelings and aesthetics in Amadeus film since musical accompaniment plays an essential role in conveying the story of the film. In addition, the role of musical accompaniment is inherently employed to highlight the tones in Rondo Alla Turca music and visuals have the ability to provide a deeper and more complex interpretation of emotional content in every scene of Amadeus.ABSTRAKKajian ini mendiskripsikan gayutan atau hubungan musik Rondo sebagai iringan dalam film Amadeus terhadap struktur melodi dengan cuplikan adegan yang diproduksi oleh HD Film Tributes dan bentuk Rondo yang terdiri dari enam bagian dengan ekspresi adegan yang ditampilkan. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif kualitatif dimana peneliti melakukan telaah pustaka, melakukan observasi melalui skor musik, channel youtube untuk mendapat hasil kajian lapangan yang optimal dan dokumentasi. Selain itu peneliti juga melakukan analisis yang dimulai dengan penjabaran struktur film terhadap komposisi musik Rondo Alla Turca. Analisis dilakukan dengan pengamatan antara setiap cuplikan adegan terhadap struktur melodi yang digunakan untuk membetuk perasaan dan estetika dalam film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur melodi yang digunakan dalam setiap cuplikan adegan membentuk perasaan dan estetika dalam film Amadeus, iringan musik memegang peranan penting dalam mengusung cerita film Amadeus, peran iringan musik secara inheren digunakan untuk menyoroti nada-nada dalam musik Rondo Alla Turca dan visual memiliki kemampuan untuk memberikan makna interpretasi konten emosional yang lebih dalam dan kompleks dalam setiap adegan fim Amadeus.
Kreativitas Siswa Kelas X SMAK ST. Thomas Rasul Pangururan-Samosir pada Opera Batak “Anak Naburju II” Junita Batubara; Emmi Simangunsong
PANGGUNG Vol 26 No 2 (2016): Semiotika, Estetika, dan Kreativitas Visual Budaya
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v26i2.174

Abstract

ABSTRACT Opera  Batak  is a traditional  operetta from the Regional  Batak  Toba in Indonesia. This opera was created by Tilhang Gultom  around 1920. Opera Batak  function  rather  than as a forum for cultural expression  of traditional  opera of Regions  Batak  Toba.  At present very rare Opera  Batak  performances due to several factors  are: change  elements  of culture, lack  of work and  opera composers  who create  works of opera in Indonesia particularly  in the Batak  Toba. This study  based on script opera “Anak Naburju  II” performed by students SMAK St. Thomas Rasul in Pangururan  Samosir. The study was conducted  based on qualitative  research. Method in the opera based on the method Alma Hawkins  and ‘methods play a role’ of Hamalik.  Results of this research: to make students  able to act, know and understand  the local culture,  especially Opera Batak so it can be preserved  and continued by the next generation. Keywords: Opera Batak,  Naskah ‘Anak  Naburju  II’, Acting     ABSTRAK Opera Batak merupakan opera tradisional yang bersifat teater keliling yang berasal dari Daerah Batak Toba di Indonesia. Opera ini diciptakan oleh Tilhang Gultom sekitar tahun 1920-an. Fungsi Opera Batak adalah sebagai wadah ekspresi budaya opera tradisional dari Daerah Batak Toba. Pada masa kini sangat jarang ditemui pertunjukan Opera Batak disebabkan beberapa factor di antaranya: perubahan dalam unsur-unsur budaya, kurangnya karya opera dan juga kurangnya komposer yang mencipta karya opera di Indonesia khususnya di Daerah Batak Toba. Penelitian ini berdasarkan naskah opera berjudul “Anak Naburju II” dilaksanakan oleh siswa SMAK St. Thomas Rasul di Pangururan Samosir. Penelitian dilakukan berdasarkan penelitian kualitatif. Metode pembelajaran terhadap peran dalam naskah opera tersebut berdasarkan metode Alma Hawkins dan ‘metode bermain peran’ dari Hamalik. Hasil penelitian ini adalah membuat siswa dapat berakting dan lebih mengenal dan memahami budaya lokal khususnya op- era Batak sehingga opera Batak dapat dilestarikan dan dilanjutkan oleh generasi berikutnya. Kata kunci: Opera Batak, Naskah ‘Anak Naburju II’, Akting/peran
Analisis Struktur Dan Harmoni Lagu Godang Do Nian Karya Wira Purba Dan Anis Gea Banjarnahor, Fitria; Simanjuntak, Hendrik L.; simangunsong, Emmi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.17019

Abstract

This study discusses the analysis of the structure and harmony of the song Godang Do Nian by Wira Purba and Anis Gea. The song Godang Do Nian is a Batak Toba song which is classified as a popular regional song created and published through the social media YouTube in 2021. This song is sung as a duet by Onsimson and Anis Gea using guitar, piano and string ensemble instruments with andante tempo. The theoretical basis used in this study is the Karl-Edmund Prier SJ theory to obtain the structure and harmony of the song. The author then uses a qualitative descriptive research method. The results of the author's research are a transcription of the song Godang Do Nian by Wira Purba and Anis Gea, then an analysis through the structure where the song Godang Do Nian is a two-part song form with periods A, A, B, A', B' and B' and the harmony of the song Godang Do Nian which uses the E♭ Major scale which is built with basic chords from the notes in the E♭ Major scale (E♭, Fm, Gm, A♭, B♭, Cm, and Ddim). Overall, although there are chord variations in the song, the harmony remains rooted in E♭ Major. Then before the ending, the song undergoes modulation from the tonality of E♭ Major to C Major.
Analisis Teknik Permainan Gitar Klasik Romance De Amour Oleh Tiga Gitaris Alumni Fakultas Bahasa Dan Seni Universitas HKBP Nommensen Medan Daniel Rizky Anderson; Simajuntak , Hendrik L; Simangunsong, Emmi
Visi Sosial Humaniora Vol. 6 No. 1 (2025): Visi Sosial Humaniora: Edisi Juni 2025
Publisher : LPPM Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51622/vsh.v6i1.2844

Abstract

This study aims to analyze classical guitar techniques in the piece Romance de Amor as performed by three alumni guitarists. The piece is known by various titles, including Romance Anónimo, Spanish Romance, and Estudio en Mi de Rubira, and has become a significant repertoire in the classical guitar world. The research method employed is descriptive qualitative, using a case study approach based on the recordings of the three alumni guitarists. Data were collected through observation, documentation, and technical analysis of right- and left-hand techniques, as well as the musical interpretations presented. The analysis focuses on elements such as triplet-based arpeggio patterns, the use of apoyando and tirando techniques, and dynamics in expressing the transition from E minor to E major. The findings show that although all three guitarists applied similar fundamental techniques, differences in musical interpretation reflect the uniqueness of each guitarist's style. These differences include variations in tempo, articulation, and melodic emphasis, demonstrating how basic techniques can be shaped into distinct interpretations. This study provides insight into the importance of mastering fundamental techniques in creating expressive and personal musical interpretations.
MUSIC STRUCTURE ANALYSIS OF THE SONG SUNO LOWALANGI ARRANGEMENT BY BRIAN HAREFA Galingging, Kamaluddin; Waruwu, Happy Majesty; Saragih, Ronald H; Simangunsong, Emmi; Situmorang, Yulia Ruth
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol. 17 No. 1 (2025): JUPIIS (JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL) JUNE
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jupiis.v17i1.65315

Abstract

This research aims to discuss the structure of the musical arrangement of the song "Suno Lowalangi" by Brian Harefa. Suno Lowalangi means Praise the Lord, which is one of the songs in the ZinunÖ Book (songs of praise), BNKP No. 69, and is used in BNKP congregational worship using a single organ accompaniment, tempo 99-104 (moderato). Suno Lowalangi, meaning "praise God," is a song whose melody is adopted from the song "From the Islands and Continents" with translation into the Nias language (li niha). In 2013, Brian Harefa, an artist from Nias, composed the song "Suno Lowalangi" into a jazz music concept accompanied by piano, bass guitar, and drums. The musical arrangement of the song "Suno Lowalangi" by Brian Harefa makes the song a contemporary musical work that comes from the musical concept as in the Zinuno Book. This research was carried out using descriptive-analytical qualitative research methods through a transcription analysis study approach, namely an activity of changing sound (audio) signals into notational form, which is then analyzed using theories of musical structure analysis. The song "Suno Lowalangi" is one of the song titles in the Zinunö Book (hymns) used in congregational worship at the Banua Niha Keriso Protestant (BNKP) church. This song is recorded in the Zinunő Book No. 069, which is included in the theme fa'atumbu yesu (the birth of Jesus Christ), so this song is generally sung in almost every Christmas celebration service. "Suno Lowalangi," which means "praise the Lord," is a translation of the song "From the Island and the Continent," which is also a Christmas-themed song. Suno Lowalangi adopts some of the lyrics and melody that are exactly the same as the song "From the Island and the Continent," only the lyrics are translated into the Nias language (li niha). The process of translating the lyrics into the Nias language was carried out so that it could be easily accepted by the Nias people as the majority of the BNKP church congregation members. The song Suno Lowalangi has been adopted into the Zinunö Book since 2014. The song "Suno Lowalangi" has a diatonic scale and is sung with a tempo of 94-104 (moderato) with a single organ accompaniment. In 2013, Brian Harefa gave a new color to the musicality of the song "Suno Lowalangi" in a form that was slightly different from the presentation of the song at the BNKP congregation's worship. The use of improvisation and syncopation in the chords and melody made the song "Suno Lowalangi" come out of its musical concept as a hymn in church worship, becoming a jazz genre song with a more modern musical concept. Some of the instruments used to accompany the song are piano, bass, and drums.
Analisis Makna Lagu Rohani Dung Tuhan Jesus Nampuna Au: Problematika Penyajian Song Leader Dalam Ibadah Minggu Di Gereja HKBP Simangunsong, Emmi; Lumbantoruan, Maria; Banjarnahor, Elysta
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 10 No. 2 (2021): Grenek: Jurnal Seni Musik (December)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v10i2.29464

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan hasil penelitian tentang analisis makna lagu rohani Dung Tuhan Jesus Nampuna Au dan problematika penyajian Song Leader dalam ibadah Minggu di Gereja HKBP.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Dalam ibadah Minggu di Gereja HKBP (Huria Kristen Batak Protestan), peranan Song Leader sangat penting sebagai pemimpin lagu rohani. Song leader menjadi pemandu bagi jemaat untuk bernyanyi dengan benar, sebagai pelayan Tuhan yang bekerja di ladang Tuhan. Song leader dituntut dapat bernyanyi dengan baik dan menghayati lagu yang dinyanyikan sesuai dengan makna syair lagu yang terdapat dalam buku nyanyian rohani (Buku Ende) HKBP. Hasil penelitian membuktikan bahwa dalam menyanyikan lagu rohani Dung Tuhan Jesus Nampuna Au, Song Leader kurang tepat membaca notasi dan ritem, kurang menguasai teknik pernapasan diafragma, kurang memahami artikulasi atau cara pengucapan syair lagu pujian dengan benar,  kurang menguasai  frasering atau pemenggalan kalimat lagu dan birama 9/8 dinyanyikan jadi birama ¾ sehingga  makna atau pesan syair lagu yang terkandung di dalamnya kurang tepat dinyanyikan. Namun demikian, lagu Dung Tuhan Jesus Nampuna Au tetap dinyanyikan dalam ibadah Minggu walaupun dengan kebiasaan tersebut. Kiranya pelatihan untuk Song Leader di Gereja HKBP perlu ditingkatkan lagi sehingga dapat memandu jemaat bernyanyi dengan benar sesuai dengan notasi dan tanda birama yang terdapat pada lagu Dung Tuhan Jesus Nampuna Au.
Komposisi Musik ˜Sampaniara™ Karya Amir Pasaribu Dalam Perspektif Musik Modern Indonesia: Unsur Pentatonik dan Elemen Harmoni Tonal Panggabean, Ance Juliet; Hirza, Herna; Simangunsong, Emmi; Batubara, Junita; Galingging, Kamaluddin
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 11 No. 2 (2022): Grenek: Jurnal Seni Musik (December)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v11i2.39256

Abstract

Komposisi Musik  ˜Sampaniara™ Karya Amir Pasaribu Dalam Perspektif Musik Modern Indonesia: Dengan Unsur Pentatonik Dan Elemen Harmoni Tonal metode dasar menggunakan metode deskriptif  kualitatif.  Selain itu, metode pendekatan yang dilakukan dengan metode kepustakaan. Komposisi musik Sampaniara teridentifikasi sebagai sebuah komposisi musik modern, karena dari segi bentuk free form dengan pola A A B C B dan Coda,  serta unsur pentatonik yang mirip laras pelog sebagai dasar tangganadanya. Dasar harmoni, yang diharmonisir dengan elemen-elemen harmoni tonal barat terkandung didalamnya. Komposisi Sampaniara diciptakan oleh seorang komponis Indonesia yang terkenal Amir Pasaribu dengan ciri khas musik pianonya, Dengan penggunaan tingkat akor (progressi harmoni) dan permainan solois menjadikan komposisi  ini sebagai salah satu komposisi musik modern Indonesia lebih  unik dan menarik pada masanya.
Analisis Komposisi Original Soundtrack (Ost) Huta Namartuai dalam Film Ngeri-Ngeri Sedap Panggabean, Ance Juliet; Simangunsong, Emmi
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 12 No. 2 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik (December)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v12i2.49586

Abstract

Lagu Huta Namartuai diciptakan khusus untuk soundtrack/OST Film Ngeri-ngeri Sedap dan tujuan tertentu dalam hal Hahomion Batak (memahami makna secara mendalam) dan Pariwisata Toba.  Tujuan penelitian ini untuk memahami pengolahan elemen musik dan konstruksi komposisi mulai dari intro, verse, refrain dan ending lagu Huta namartuai dalam Film Ngeri Ngeri Sedap. Metode dasar yang diterapkan di dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian elemen musik yang dianalisa terdiri atas melodi, ritme dan harmoni. aspek melodi yang dianalisa pada lagu ini mencakup: durasi, pitch, dan tone. Pengolahan elemen ritme tersusun atas elemen ketukan, aksen, sinkopasi, tanda birama, meter, tempo. Pengolahan elemen harmoni dilakukan mencakup aspek berhubungan dengan keselarasan bunyi. Unsur ini meliputi peranan, susunan, dan hubungan dari sebuah paduan bunyi dengan bentuk secara keseluruhan serta elemen interval dan akor. Dasar-dasar konstruksi dalam komposisi musik secara umum, terdiri atas permulaan/ beginning/ pengantar/intro, kelanjutan/continuation, komplikasi/complication, dan resolusi/resolution. Untuk beat dan ambience lagu menonjolkan tekstur, nada, suasana hati, Huta Namartuai dirancang untuk menimbulkan ketenangan, dan sasaran lagu lingkungan masa kecil kita yang menjadi tempat perlindungan. Peranan Instrumen pada lagu Huta Namartuai, Drum piano, Gitar Rythmn, Gitar Lead (instrument modern/instrumen barat), 2. Pad Basic, Pad high, Backing Vocal Unison (subconscious ambience feeling/perasaan suasana bawah sadar), 3. Sulim (sebagai sipakuling tondi/memanggil jiwa dan identitas Batak)/salah satu alat musik tradisional Batak Toba.