Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Tinjauan Musikalitas: Penyajian Lagu Tondi-Tondiku Karya Herbert Aruan oleh Style Voice dan Sanga Pajumpang Band Simangunsong, Emmi; Saragih, Ronald Heriko; Purba, Elvita Uli; Sembiring, Samuel Suranta; Tambunan, Anggi
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 12 No. 2 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik (December)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v12i2.54074

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyajian  lagu Tondi-tondiku karya Herbert Aruan yang dinyanyikan oleh Style Voice dan Band Sanga Pajumpang.  Lagu Tondi-tondiku diciptakan tahun 2019 yang  menceritakan tentang ungkapan perasaan kasih sayang orangtua kepada anak perempuannya yang semata wayang.  Herbert Aruan  memilih kata-kata secara cermat karena kata-kata yang ditulis dipertimbangkan kekuatan maknanya bagi masyarakat Batak Toba. Lagu Tondi-tondiku sangat populer pada masyarakat Batak khususnya Batak Toba. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk  lagu Tondi-tondiku adalah ternary form atau lagu tiga bagian (bentuk A, A, B, C) yang terdiri dari Aa, Ab, Aa, Ab, Ba, Ba™, Ca, Ca™.  Penyajian grup Style Voice dinyanyikan dalam bentuk trio dengan iringan keyboard, saxophone sopran, gitar elektrik, gitar bass, drum, violin. Penyajian grup Sanga Pajumpang dinyanyikan secara solo dengan iringan keyboard, gitar elektrik, bass elektrik, string, drum-set dan sequencer. Style Voice membawakan lagu dengan tonalitas Cis Mayor dengan tempo stabil 70 bpm.  Sanga Pajumpang membawakannya dengan tonalitas C Mayor dengan tempodinamis 70-73 bpm.  Dari segi penyajian vocal Style Voice menyanyikannya dengan suara lebih tegas; Sanga Pajumpang menyanyikannyadengan lebih vibrato. Analisis musikalitas lagu Tondi-tondiku oleh Style Voice dilakukan penulis berdasarkan hasil rekaman di studio dan hasilnya sesuai dengan rencana yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Penyajian  Sanga Pajumpang berdasarkan penyajian  secara virtual dan  hasil penyajian instrumen musiknya memberi ruangdan waktu kepada pemain menghasilkan ritme yang lebih bervariasi.
Komunikasi Musikal dalam Konteks Upacara Adat Kematian pada Masyarakat Batak Toba Simangunsong, Emmi; Saragih, Ronald Heriko; Galingging, Kamaluddin; Waruwu, Happy Majesty; Siburian, Jeri
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 14 No. 1 (2025): Grenek: Jurnal Seni Musik (June)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v14i1.65598

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis komunikasi musikal dalam konteks upacara adat kematian pada masyarakat Batak Toba melaui interaksi yang terjadi antara music gondang, tortor (tarian adat) dan unsur-unsur dalihan na tolu. Penelitian ini menggunakan  metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukandengan observasi, wawancara, danstudi pustaka dengan teknik keabsahan data yaitu trianguasi data untuk menelaah, mengeksplorasi dan mengolah pustaka yang terkait dengankomunikasi musikal, dalihan na tolu, musik gondang dan tortor.  Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa musik gondang, tortor dan adat dalihan na tolu sangat erat hubungannya dalam pelaksanaan upacara adat kematian pada masyarakat Batak Toba yang memperlihatkan adanya pesan komunikasi musikal  non verbal tetapi dapat dipahami di antara unsur-unsur dalihan na tolu yaitu hula-hula, dongan tubu dan boru. Gerakan tortor,   tempo dan melodi musik gondang yang dimainkan pargonsi (pemain musik gondang) berfungsi sebagai komunikator dalam mewujudkan komunikasi musikal non verbal antara unsur-unsur dalihan na tolu, khususnya antara hula-hula dan boru.
An Analysis of the Structure and Meaning of the Song Lyrics 'Raja Isombaon' by Viky Sianipar and Nurhayati Situmorang Sitio, Ari Juliandus; Simangunsong, Emmi; Wawuru, Happy Majesty
Musica: Journal of Music Vol 5, No 1 (2025): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v5i1.5521

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Analisis Bentuk Dan Makna Lagu Raja Isombaon Karya Viky Sianipar Dan Nurhayati Situmorang. Lagu Raja Isombaon dipublikasikan pada tahun 2022 dan sudah bisa didengarkan di seluruh digital platform musik. Lagu Raja Isombaon merupakan sebuah lagu yang menceritakan tentang anak kedua dari Si Raja Batak yang bernama Raja Isombaon. Lagu Raja Isombaon dibawakan dengan instrumen gitar, bass, drum, synth pad, sulim, tulila, hasapi dan taganing dengan metrom  dan tempo Allegro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah pentranskripsian lagu Raja Isombaon karya Viky Sianipar dan Nurhayati Situmorang, kemudian penganalisaan terhadap bentuk dan makna lagu. Lagu Raja Isombaon terdiri dari bentuk lagu tiga bagian dengan periode A, A’, B, B’, C, C’. Makna yang terdapat pada lagu Raja Isombaon adalah walaupun banyak Suku Batak yang lahir di perantauan, mereka harus tetap mengingat kampung halaman dimana mereka berasal
ANALISA BENTUK DAN MAKNA PADA LAGU MALUNGUN KARYA JOSUA MANALU Gaol , Ferdinan S. Lumban; Galingging , Kamalludin; Simangunsong, Emmi
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2023): Volume 6 No. 3 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i3.25396

Abstract

Skripsi ini membahas tentang analisa bentuk musik dari Musik populer daerah. Lagu Malungun karya Josua Manalu adalah lagu populer daerah Batak Toba yang sangat terkenal. Dipublikasikan melalui platform digital musik dan media jejaring sosial, dibawakan oleh group musik Armuse dengan format trio vocal. Melalui hal tersebut, penulis melakukan sebuah penganalisaan pada lagu Malungun untuk melihat bentuk lagu dan elemen-elemen lainnya seperti introduksi, transisi, verse, pre-chorus, chorus, outro, coda, interval dan harmoni. Kemudian mendeskripsikan makna yang terkandung dari isi syair lagu tersebut. Penganalisaan ini dilakukan dengan menggunakan teori musik Barat dan mengacu pada teori Prier. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil dari penelitian penulis adalah sebuah pentranskripsian dari lagu Malungun. Kemudian penulis memilah dan memotong bagian-bagian lagu, untuk mendeskripsikan bentuk dan elemen-elemen dari lagu Malungun.
PEMBELAJARAN PIANO KLASIK PADA SISWA-SISWI DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 11 MEDAN (SMK NEGERI 11 MEDAN) Manullang, Kathleen Phoibe; Simanjuntak, Hendrik L.; Simangunsong, Emmi
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 No. 2 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i2.27284

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Pembelajaran Piano Klasik Pada Siswa-Siswi di SMK Negeri 11 Medan. Pembelajaran Piano Klasik Martin Frey, dan 50 Kleine Etuden. Dalam penelitian ini buku-buku ini digunakan sebagai penunjang pembelajaran bagi murid. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu penulis sebagai pasif pastisipan terjun ke lapangan untuk meneliti kegiatan belajar selama proses penelitian. Dalam proses pembelajaran piano klasik berupa posisi duduk yang baik dan benar saat bermain piano, posisi tangan yang baik dan benar saat bermain piano, penjarian, etude, lagu, dan evaluasi atau ujian akhir. Hasil penelitian di antaranya murid dapat mengatasi permasalahan pada pembelajaran piano klasik sehingga ada siswa kelas X, XI, dan XII yang memperoleh nilai amat baik (90-100), ada yang memperoleh nilai baik (80-89), dan ada juga yang memperoleh nilai cukup baik (70-79). Siswa kelas X yang memperoleh nilai amat baik sebanyak 2 orang, yang memperoleh nilai baik sebanyak 7 orang, dan yang memperoleh nilai cukup baik sebanyak 2 orang. Siswa kelas XI yang memperoleh nilai sangat baik sebanyak 1 orang, yang memperoleh nilai baik sebanyak 5 orang, dan yang memperoleh nilai cukup baik 2 orang. dan Siswa kelas XII yang memperoleh nilai sangat baik 5 orang, yang memperoleh nilai baik 6 orang, dan yang memperoleh cukup baik 2 orang.
ANALISIS BENTUK DAN MAKNA LAGU UNANG MANDELE YANG DINYANYIKAN OLEH GOK PARASIAN MALAU Simorangkir, Maribeth Ophelia; Simangunsong, Emmi; Batubara, Junita
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 No. 2 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i2.28397

Abstract

Penelitian ini menganalisis bentuk dan makna lagu Unang Mandele yang dinyanyikan oleh Gok Parasian Malau. Lagu ini dipopulerkan dengan bahasa Batak Toba dan salah satu bagiannya memiliki gaya bernyanyi rap. Diciptakan oleh Charles V. Malau pada tahun 2017, lagu Unang Mandele dipopulerkan oleh Gok Parasian Malau dan Amsal Sitepu sebagai rapper. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu ini memiliki bentuk tiga bagian, terdiri dari 177 birama dengan bentuk A B A’ B C B’. Bagian A terdapat pada birama 19 ketukan ke empat sampai birama 59 ketukan ke tiga, bagian B terletak pada birama 61 ketukan ke dua (atas) sampai birama 76 ketukan ke empat. Bagian A’ terdapat pada birama 101 ketukan ke empat (atas) sampai birama 117 ketukan ke tiga, bagian B’ terdapat pada birama 119 ketukan ke dua (atas) sampai birama 135 ketukan pertama. Bagian C terletak di birama 135 ketukan ke tiga sampai birama 143 ketukan ke dua. Bagian B’ terdapat pada birama 143 ketukan ke dua sampai birama 159 ketukan ke tiga. Selain bentuk lagu, terdapat juga makna yang terkandung dalam Unang Mandele. Lagu ini menyampaikan pesan positif tentang harapan, keteguhan hati, dan kepercayaan pada Tuhan sebagai sumber kekuatan. Lagu ini juga mengajarkan untuk tetap semangat dan bekerja keras dalam menghadapi masalah hidup, seperti rasa kecewa dan kesedihan.
LIKA-LIKU PRODUKSI KARYA SEBUAH BAND: STUDI KASUS BAND DEGATRA Purba, David Antoni; Simangunsong, Emmi; Galingging, Kamaluddin
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.29642

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mengeksplorasi proses pembentukan dan perjalanan band deGatra. Band ini terbentuk pada akhir tahun 2020 oleh tiga individu dari lokasi yang berjauhan, di tengah pandemi Covid-19. Meskipun menghadapi berbagai kendala seperti kurangnya personel dan pelanggaran kontrak dengan label rekaman, deGatra tetap bertekad untuk merilis karya mereka secara independen. Proses pembentukan band, pengaruh musikalitas masing-masing anggota, strategi produksi, serta tantangan yang dihadapi dalam industri musik lokal menjadi fokus utama penelitian ini. Melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis konten, penelitian ini mengungkap dinamika emosional, kerjasama jarak jauh, dan determinasi band dalam menciptakan karya-karya musikal mereka. Hasilnya, deGatra berhasil merilis single dan mini album secara mandiri serta memberikan pengaruh positif bagi band-band lain dalam skena musik lokal. Studi ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang dinamika industri musik di era digital, terutama dalam konteks pandemi Covid-19, dan menyoroti peran penting band-band independen dalam ekosistem musik lokal.