Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pemberian Serbuk Daun Kelor (Moringa oleifera) terhadap Perbaikan Profil Lipid dan Ketebalan Aorta pada Tikus Model Prediabetes Mellitus: Pemberian Serbuk Daun Kelor terhadap Perbaikan Profil Lipid dan Ketebalan Aorta pada Tikus Model Prediabetes Melitus Ariestiningsih, Ayuningtyas Dian; Cempaka, Anggun Rindang; Kusumastuty, Inggita; Cahyaningrum, Aladhiana; Setiawati, Sindi; Arintya, Diandra; Azmi, Ulul; Salwa, Putri; Malahayati, Huzaifah; Wibowo, Rizka Azhari; Handayani, Dian
Amerta Nutrition Vol. 8 No. 2 (2024): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v8i2.2024.278-289

Abstract

Background: Consumption of beverages and processed foods with high fructose content has increased recently. This condition increases the risk of metabolic syndrome, which include insulin resistance, impaired lipid profile, and elevated blood pressure. Moringa leaves (Moringa Oleifera), with their bioactive compounds that function as antioxidants, are known to improve fat metabolism and blood glucose. Objectives: The purpose of this study is to analyze the effect of Moringa Oleifera leaf powder and quercetin in controlling metabolic syndrome conditions by improving lipid profiles and aortic thickness in prediabetes mellitus (pre DM). Methods: This experimental research used a post-test-only control group design approach. A total of 35 male Wistar rats were divided into 5 groups such as group K0 (standard feed), E1 (66% fructose probe for 16 weeks), E2 (66% fructose probe for 12 weeks), E3 (66% fructose probe + quercetin 50 mg/kgBW), and E4 (66% fructose probe + Moringa leaf powder 500 mg/kgBW). The examination method for lipid profiles involved serum extraction and enzymatic tests, weighing for white fat tissue mass, while the aorta was examined using a light microscope and histological image analysis. Data analysis used the One-Way ANOVA test. Results: This research showed there are no difference in triglycerides, Low-Density Lipoprotein (LDL) cholesterol, and white adipose tissue significantly between the treatment groups. Level of High-Density Lipoprotein (HDL) cholesterol, total cholesterol, and aortic thickness between the treatment groups are significant differences, with the best results sequentially in groups E2, E1, and K0. Conclusions: The administration of Moringa leaf powder for 4 weeks showed improvements in lipid profiles and aortic thickness in prediabetes mellitus conditions.
HUBUNGAN ASUPAN SERAT DAN LAMA SAKIT DENGAN DERAJAT LUKA KAKI DIABETIK Ariestiningsih, Ayuningtyas Dian; Hariyanto, Amalia Maharani Nuril; Putri, Ni Made Dilla Agustini; Azizah, Fitria Rizki Nur; Ningtias, Harwinda Ajeng Ayu
Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2024): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2024.011.04.3

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronik yang apabila tidak terkontrol, dapat menyebabkan komplikasi, salah satunya adalah neuropati (gangguan saraf) dengan manifestasi terseringnya adalah luka kaki diabetik dengan derajat luka 0 sampai dengan 5. Faktor yang dapat memengaruhi derajat luka kaki diabetik di antaranya asupan serat dan lama sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan serat dan lama sakit dengan derajat luka diabetisi. Rancangan penelitian menggunakan cross-sectional dengan total sampling sebanyak 15 responden di klinik Pedis Care Kota Malang. Data yang diperoleh dilakukan uji Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asupan serat tergolong kurang, lama sakit paling banyak lebih dari 5 tahun, dan derajat luka kaki diabetik paling banyak pada grade 1. Tidak terdapat hubungan asupan serat dengan derajat luka kaki diabetik (p = 0,640). Terdapat hubungan lama sakit dengan derajat luka kaki diabetik (p = 0,003). Simpulan penelitian ini adalah derajat luka kaki diabetik tidak dipengaruhi oleh asupan serat, namun dipengaruhi oleh lama sakit DM.
Impact of Nutritional Counseling on Dietary Intake, Nutritional Status and Muscle Mass in Cancer Patients Undergoing Radiotherapy Erliana, Ummu Ditya; Kurniasari, Fuadiyah Nila; Ariestiningsih, Ayuningtyas Dian
JURNAL KESMAS DAN GIZI (JKG) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Kesmas dan Gizi (JKG)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jkg.v7i2.2657

Abstract

Malnutrition in cancer patients undergoing radiotherapy can worsen outcomes. This study analyzed the effect of nutrition counseling on macronutrient intake, BMI, and muscle mass using a randomized controlled trial with intervention and control groups. Measurements were taken before and after intervention using 24-hour dietary recall, BMI, and bioelectrical impedance analysis. Data were analyzed with Wilcoxon Signed-Rank and Mann–Whitney U tests.. The results indicated that nutrition counseling improved nutritional status and muscle mass in intervention group. However, the increases in mean values across all variables were not statistically significant, including energy intake (from 1041.0 ± 359.7 to 1102.6 ± 418.7 kcal; p = 0.406), protein intake (from 40.2 ± 15.4 to 40.1 ± 18.1 g; p = 0.977), BMI (from 24.2 ± 4.6 to 24.7 ± 4.6; p = 0.087), as well as muscle mass across various body segments such as whole body (from 23.9 ± 4.7 to 24.2 ± 3.3 kg; p = 0.832), leg (from 36.6 ± 7.2 to 37.5 ± 5.2 kg; p = 0.221), arm (from 26.1 ± 6.6 to 27.0 ± 5.7 kg; p = 0.194), and trunk (from 18.2 ± 4.4 to 18.4 ± 3.4 kg; p = 0.769).Further research with a more robust study design and a multimodal approach is recommended to optimize nutritional interventions in cancer patient care.
Peningkatan Kompetensi Guru Pendidikan Anak Usia Dini Dalam Pengukuran dan Pemantauan Status Gizi Anak Usia Prasekolah di Kabupaten Malang Maulidiana, Annisa Rizky; Fahmi, Ilmia; Ariestiningsih, Ayuningtyas Dian
TRI DHARMA MANDIRI: Dissemination and Downstreaming of Research to the Community (Journal of Community Engagement) Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : SMONAGENES Research Center, Univeritas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtridharma.2024.004.01.10

Abstract

Layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan salah satu program pemerintah dalam konvergensi intervensi pencegahan dan penanganan stunting. Guru PAUD memiliki peran penting dalam pemberian stimulasi dan pemantauan tahapan pertumbuhan dan perkembangan anak usia prasekolah. Pertumbuhan anak sangat penting untuk dipantau melalui pengukuran antropometri secara rutin setiap bulan dan penentuan status gizi menggunakan kurva pertumbuhan. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru pendidik lembaga PAUD di Kabupaten Malang dalam melakukan pengukuran dan pemantauan status gizi anak prasekolah. Metode kegiatan berupa Training of Trainers (ToT) berupa pemberian materi, pelatihan pengukuran antropometri, serta penentuan status gizi kepada 42 orang perwakilan guru PAUD di setiap kecamatan di Kabupaten Malang. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Juni sampai Oktober 2022. Terjadi peningkatan pengetahuan yang ditunjukkan dengan peningkatan nilai pre-post test sebesar 39% dari 56,19 menjadi 78,10 (p < 0,001) dan peningkatan keterampilan peserta dalam melakukan pengukuran antropometri sesuai prosedur terstandar serta pengisian kurva pertumbuhan sesuai hasil ukur. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran guru PAUD di Kabupaten Malang dalam upaya optimalisasi monitoring tumbuh kembang anak usia prasekolah dan pencegahan masalah gizi terutama stunting.