Articles
Analisis Kepuasan Konsumen pada UMKM Batik Family Menggunakan Metode Servqual dan IPA
Solekha, Arni;
Yuamita, Ferida
JUMANTARA: Jurnal Manajemen dan Teknologi Rekayasa Vol 3, No 1 (2024): Januari
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28989/jumantara.v3i1.1945
Kepuasan konsumen adalah tujuan atau misi dari pemilik usaha atau bisnis. Sehingga peran dari tiap individu dalam suatu usaha sangat penting dan memiliki pengaruh adanya kepuasan konsumen. Pada UMKM Batik Family jasa permintaan jahit masuk dalam kategori menurun dalam kurun waktu lima bulan terakhir, sehingga memberikan dampak yaitu hasil laba atau keuntungan menurun 5,76 % dan perlu dilakukan evaluasi penyebab penurunan permintaan untuk upaya dilakukan pengendalian permintaan. Penggunaan sampel pada penelitian Ini berjumlah 30 orang dan atribut yang akan dinilai oleh konsumen pada tingkat harapan serta tingkat kinerja sebanyak 20 kriteria atribut penilaian .Hasil mengggunakan metode SERVQUAL (Service quality )menunjukan rata-rata gap maksimul 0,30 dan gap minimum -2,23, sedangkan untuk penggunaan metode IPA (importance performance analysis ) dihasilkan 9 atribut di kuadran I, 4 atribut di kuadran II, 2 atribut di kuadran III dan 5 atribut di kuadran IV. Berdasarkan hasil analisis, terdapat 2 atribut yang menjadi prioritas perbaikan yaitu atribut mengerjakan tepat waktu dan kemudahan menjangkau lokasi.
Analisis Perhitungan Harga Pokok Produksi Menggunakan Metode Full Costing Dan Penetapan Harga Jual Dengan Pendekatan Cost Plus Pricing pada Usaha Kopi X
Hamdani, Erwin;
Yuamita, Ferida
JUMANTARA: Jurnal Manajemen dan Teknologi Rekayasa Vol 4, No 2 (2025): Juli
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28989/jumantara.v4i2.3051
Usaha Kopi X merupakan usaha toko kopi yang mengalami permasalahan dalam perhitungan harga pokok produksi (HPP) dan penetapan harga jual. Hal ini berdampak pada ketepatan dalam menghitung HPP dalam memperoleh laba yang diinginkan, jika penentuannya tidak tepat dapat membuat terjadinya kesalahan dalam penentuan laba yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perhitungan HPP menggunakan metode full costing dan penetapan harga jual melalui pendekatan cost plus pricing (CPP) dengan objek penelitian adalah minuman berbahan dasar kopi. Berdasarkan hasil analisis penelitian HPP dari kedua produk yang dianalisis menurut full costing lebih tinggi dibandingkan perhitungan pemilik yang hanya menghitung biaya bahan baku dan bahan penolong. Penetapan harga jual dengan CPP markup 25% menghasilkan harga jual lebih tinggi dari yang ditetapkan pemilik. Hasil perhitungan break even point (BEP) menunjukkan titik impas tercapai pada penjualan 64 unit dan 99 unit dari kedua produk. Margin kontribusi untuk saltca sebesar Rp15.114/unit dengan contribution margin ratio (CMR) 58,22% dan latte es Rp14.672/unit dengan CMR 61,78%. Dari hasil penelitian ini diperlukan penerapan full costing dan CPP serta analisis BEP untuk menetapkan laba dan merencanakan target penjualan agar mampu menutupi seluruh total biaya produksi dan menghasilkan laba yang optimal pada Usaha Kopi X.
Analisis Kesehatan dan Keselamatan Kerja dengan Metode Hazard dan Operability Pada Area Kerja Lantai Produksi CV. Lebu Berkah Jaya
Nando, Ragil Nofra;
Yuamita, Ferida
Journal of Industrial Engineering UPY Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Univesitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/jie.upy.v1i1.2367
Hazard atau bahaya merupakan sumber potensi kerusakan atau keadaan yang memiliki potensi merugikan manusia karena mengandung bahaya yang dapat menimbulkan kecelakaan ataupun mengganggu keselamatan dan kesehatan seseorang. CV.Lebu berkah jaya memiliki sebanyak 50 orang pekerja, Berdasarkan hasil observasi pada saat pelaksanaan tugas akhir pengalaman lapangan yang berlangsung bulan juni sampai Agustus 2021 ditemukan sebanyak 6 kali kecelakaan kerja, tercatat 3 kali kecelakaan kerja pada pada bagian stasiun mesin cutting, 2 kali terjadi kecelakaan kerja pada bagian stasiun mesin ulenan, 1 kali terjadi kecelakaan pada stasiun mesin oven. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi bahaya dan memberikan rekomendasi perbaikan maupun usulan perbaikan yang terdapat pada Bagian pengolahan CV.Lebu berkah jaya. Metode Hazard and Operability Study (HAZOP) dapat digunakan untuk mengidentifikasi kemungkinan terjadinya potensi bahaya dalam meminimalkan terjadinya potensi bahaya. Melalui pengolahan data menggunakan analisis penilaian risiko kecelakaan kerja, Penilaian tingkat Likelyhood, Penilaian tingkat Severity, Di dapatkan hasil tingkat risiko pada bagian cutting mendapat nilai T (Tinggi), Tingkat risiko pada stasiun ulenan mendapat nilai S (Sedang), Tingkat risiko pada Stasiun oven mendapat nilai S (Sedang)
Analisis Efektivitas Mesin Jahit Dengan Overall Equipment Effectiveness (OEE) Dan Failure Mode And Effect Analys (FMEA) (Study kasus : CV. Cahaya Setia Mulia)
Pratama, Dendi;
Yuamita, Ferida
Journal of Industrial Engineering UPY Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Univesitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/jie.upy.v1i1.2368
CV. Cahaya Setia Mulia adalah perusahaan di bidang tekstil memproduksi sarung tangan golf. Berdasarkan pengambilan data awal didapatkan beberapa produk yang mengalami kecacatan. Ada 4 jenis cacat yang terjadi yaitu open seam sebanyak 6%, berlubang sebanyak 2%, jaitan lompat sebanyak 4% dan salah size sebanyak 2% dalam kurun waktu 1 tahun. Terjadinya rework yang mengakibatkan cacat produk di lini produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai efektivitas mesin, mengetahui penyebab kegagalan mesin dan mencari solusi dari kegagalan tersebut. Penelitian ini menggunakan Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) sebagai langkah memperbaiki permasalahan yang ada. OEE digunakan untuk mengetahui nilai efektivitas mesin dan penyebab masalah dapat diselesaikan dengan menggunakan FMEA. Rata-rata nilai OEE untuk satu tahun dari bulan Januari-Desember 2020 adalah 54,27% masih jauh dari nilai ideal OEE menurut standar Institute of Plant Maintenance yaitu 84%. Sehingga dapat diketahui terdapat permasalahan pada mesin jahit sehingga mesin tidak memenuhi keefektivan nilai OEE karena tidak tercapainya faktor performance serta faktor quality dikarenakan masih banyaknya defect dari hasil produksi. Prioritas potensi kegagalan berdasarkan urutan nilai Risk Priority Number (RPN), didapatkan pada mode jahitan kencang kendur memiliki nilai RPN terbesar (288) dengan penyebab hasil jahitan tidak merekat tidak sempurna dan harus di jahit ulang.
Analisis kegagalan rintisan usaha pasca pelatihan dalam program PKW bidang barista 2021 oleh PKBM Annisa menggunakan metode failure mode and effect analysis
Nugroho, Aldy Mei;
Yuamita, Ferida
Teknosains Vol 17 No 2 (2023): Mei-Agustus
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/teknosains.v17i2.35934
PKBM Annisa pada tahun 2021 dipercaya oleh pemerintah untuk mengadakan Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha bidang barista sebanyak 120 jam pelajaran dengan siswa sebanyak 20 orang yang putus sekolah dan tidak bekerja dengan rentang usia 15-30 tahun. Dalam proses merintis usaha banyak kendala yang terjadi sehingga membuat usahanya lambat laun tutup. Terdapat 7 penyebab kegagalan rintisan usaha seperti ketinggalan materi, lokasi yang tidak strategis, kurangnya pemasaran produk, anggota yang keluar satu persatu, modal yang besar, kurangnya komunikasi dan harmonisasi antar anggota, serta produk yang kurang menarik. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Hasil yang diperoleh setelah dianalisis dengan metode FMEA didapatkan hasil penilaian severity produk yang kurang menarik berdampak besar dengan nilai rata–rata 7,8, penilaian occurance anggota yang keluar satu persatu memiliki nilai sebesar 10 dengan frekuensi sebanyak 4, penilaian detection anggota yang berkurang satu persatu dan modal yang besar memiliki nilai yang paling besar yaitu 7. Dari hasil penilaian RPN didapatkan nilai tertinggi adalah anggota yang keluar satu persatu dengan nilai RPN 483.
Perancangan Produk Playing Cards of Truth or Dare Untuk Tunagrahita Berbasis Arduino Dengan RFID Transceiver dan Transponder Menggunakan Metode VDI 2221 Pada SLB Negeri 1 Yogyakarta
Harefa, Juven Fangdo;
Yuamita, Ferida
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3: Februari 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56799/jim.v3i3.3023
Penelitian ini membahas perancangan media belajar Playing Card of Truth or Dare, untuk penyandang disabilitas, khususnya siswa tunagrahita di SLB Negeri 1 Yogyakarta. Keterbatasan aksesibilitas pada produk truth or dare konvensional disebabkan oleh desain playing cards yang tidak mendukung kebutuhan penyandang disabilitas. Melalui metode VDI 2221, penelitian ini bertujuan menciptakan alat yang efektif dalam memfasilitasi kegiatan pembelajaran pada pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Alat inovatif ini diharapkan dapat merangsang komunikasi, membangun hubungan yang lebih mendalam, dan meningkatkan kreativitas siswa tunagrahita. Proses perancangan melibatkan empat tahapan, yaitu Clarifying the Task, Conceptual Design, Embodiment Design, dan Detail Design. Hasilnya, Playing Card of Truth or Dare berhasil menarik minat siswa tunagrahita dengan antusiasme tinggi dalam menjawab pertanyaan terkait materi Pendidikan Agama Islam (PAI). Alat ini diharapkan dapat berfungsi sesuai yang diinginkan dan memberikan kontribusi positif pada pengalaman belajar anak berkebutuhan khusus. Dapat disimpulkan bahwa, penggunaan alat ini sebagai media belajar bagi penyandang tunagrahita sangat membantu guru dalam pendekatan saat proses belajar mengajar mereka.
Analisis Penerapan K3 Dengan Pendekatan Fault Tree Analysis Dalam Meningkatkan Produktivitas Kerja di CV Andhy Karya
Gultom, David;
Yuamita, Ferida
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 8: Juli 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56799/jim.v3i8.4056
Tujuan dari studi ini untuk menganalisis implementasi k3 dengan pendekatan fault tree analysis dalam meningkatkan produktivitas kerja di CV. Andhy Karya. Studi ini menggunakan metode FTA untuk mengevaluasi kecelakaan kerja di perusahaan tersebut selama tahun 2020 hingga 2022, dengan analisis sesuai data jumlah jam kerja yang hilang. Data primer dihimpun dari observasi, sementara data sekunder dihimpun melalui kajian literatur. Dalam studi ini, keselamatan kerja diukur menggunakan nilai T selamat dan tingkat frekuensi kecelakaan, yang mengindikasikan angka kecelakaan per satu juta jam kerja selama waktu tertentu. Tingkat keparahan diukur dengan menghitung total hari kerja yang hilang karena kecelakaan per satu juta jam kerja dari keseluruhan jam kerja karyawan. Nilai T selamat diperuntukan guna membandingkan penurunan angka kecelakaan yang tercapai selama periode tersebut. Hasil studi mengindikasikan kecelakaan kerja memiliki pengaruh terhadap produktivitas kerja.
Analisis Human Error Pada Pekerja Jalur 1 Produksi Dengan Menggunakan Metode Human Error Assesment And Reduction Technique (HEART)
mila jamilatul mahmudah, mila;
Yuamita, Ferida
JURITI (Jurnal Ilmiah Teknik Industri )Prima Vol 8 No 2 (2025): Juriti Prima (Jurnal Ilmiah Teknik Industri Prima)
Publisher : Fakultas Teknologi dan Ilmu Komputer, Universitas Prima Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Human error (kesalahan manusia) sering menjadi penyebab utama kecelakaan kerja, yang dipicu oleh faktor manusia, mesin, dan lingkungan. Analisis human error dapat mengurangi risiko kecelakaan di PT KONSTRUKSI, perusahaan yang bergerak di bidang industri dan konstruksi. Pada tahun 2023, tercatat 5% dari 8 pekerja di jalur 1 mengalami kecelakaan seperti tangan tergores mesin. Penelitian ini menemukan bahwa pada Proses Welded Beam, task 1.1 "menyiapkan dan menggunakan APD" memiliki nilai HEP tertinggi sebesar 0,594 akibat kemungkinan tidak menggunakan APD, dengan upaya pengendalian berupa sosialisasi standar APD. Sedangkan pada Proses Cutting Plat, task 1.2 "memastikan mesin bersih dan tidak dalam perbaikan" memiliki nilai HEP tertinggi sebesar 0,962 karena pekerja mengabaikan mesin saat maintenance, dengan pengendalian melalui pemeriksaan rutin dan penyediaan APAR di lokasi strategis.
Analisis Human Error Pada Pekerja Jalur 1 Produksi Dengan Menggunakan Metode Human Error Assesment And Reduction Technique (HEART)
mila jamilatul mahmudah, mila;
Yuamita, Ferida
JURITI (Jurnal Ilmiah Teknik Industri )Prima Vol 8 No 1 (2024): Juriti Prima (Jurnal Ilmiah Teknik Industri Prima)
Publisher : Fakultas Teknologi dan Ilmu Komputer, Universitas Prima Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34012/juritiprima.v8i1.5095
Human error (kesalahan manusia) kerap menjadi risiko kecelakaan kerja yang terjadi di lapangan kerja, penyebab human error diantaranya yaitu karena dari manusia itu sendiri, mesin, dan lingkungan. Dengan adanya analisis human error dapat mengurangi risiko kecelakaan kerja pada PT KONSTRUKSI. PT KONSTRUKSI bergerak dalam bidang industri dan konstruksi. Bedasarkan data tahun 2023 PT KONSTRUKSI didapatkan 5% dari 8 pekerja yang ada di jalur1 mengalami kecelakaan kerja seperti tangan tergores oleh mesin. Hasil penelitian ini didapatkan task dengan nilai human error probability tertinggi pada Proses Welded Beam terdapat pada task 1.1 menyiapkan dan menggunakan APD sesuai dengan potensi bahaya yang mungkin terjadi dengan possible human error tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) nilai HEP nya sebesar 0,594 dan upaya pengendalian melakukan sosialisasi standar pemakaian APD. Pada Proses Cutting Plat terdapat pada task 1.2 memastikan mesin dalam keadaan bersih dan tidak dalam perbaikan dengan possible human error pekerja mengabaikan mesin saat proses perbaikan (maintenance) nilai HEP nya sebesar 0,962 dan upaya pengendaliannya dilakukan pemeriksaan berkala dan sediakan alat pemedam api ringan (APAR) di titik terjangkau.
Analisis Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Dengan Metode Fault Tree Analysis (FTA) Pada PT. Surya Karya Setiabudi
Sefiani Adella, Tyas;
Yuamita, Ferida
Jurnal Etnik: Ekonomi-Teknik Vol 2 No 7 (2023): ETNIK : Jurnal Ekonomi dan Teknik
Publisher : Rifa'Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54543/etnik.v2i7.204
The problems that exist at PT. Surya Karya Setiabudi is employee negligence which can result in work accidents. The number of workplace mishaps that occurred at the company in 2021 was 26 cases.The goal of this research is to identify the value of K3 statistics and find out the sources of work failures that exist in the company. The Fault Tree Analysis (FTA) approach was utilized in this investigation to determine what elements cause work failure.The results of calculating the statistical value of K3 Frequency Rate obtained 553.3/1 million operating hours, Severity Rate 1,404/1 million operating hours, and the safe T-score is 0. The FTA analysis results suggest that there is a lack of safety induction is the main cause of the human factor that can cause accidents such as not being careful when working such as being in a hurry when doing work, when welding the distance between the face and the object is less than 50 cm, not using PPE such as employees forgetting to wear welding goggles, forgetting to wear gloves, lack of awareness of employees work safety and lack of awareness of employees about the importance of PPE, not being serious at work such as being too tired so employees feel bored or bringing external problems while working so they don't focus. Another factor that causes employees not to use PPE is the lack of PPE monitoring from K3 staff.Factors causing accidents in companies are mostly caused by humans. From the FTA analysis, it can be seen that the lack of safety induction is the main cause of the human factor.