Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Penambahan Eco-Enzym Pada Pembuatan Sabun Cair untuk Menjaga Kesehatan Kulit di Desa Burai Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir Desnelli, Desnelli; Riyanti, Fahma; Eliza, Eliza; Hidayati, Nurlisa; Syarif, Nirwan; Yuliasari, Nova
Ahsana: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Februari 2025 - Ahsana: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/ahsana.v3i1.374

Abstract

Sabun cair digunakan sebagai pembersih dengan media air. Bahan yang ditambahkan pada sabun cair seperti pewangi, pelembab, antiseptik, penambah busa dan lain lain. Antiseptik merupakan zat yang bisa membasmi atau menghambat pertumbuhan kuman seperti virus, bakteri atau jamur. Bahan antiseptik dapat berupa bahan kimia atau bisa juga bahan alami yang mengandung zat antiseptik seperti lidah buaya, daun sirih, eco-enzym dan lain lain. Eco-enzyme mempunyai arti enzim ramah lingkungan mengandung asam asetat, dan berbagai enzym seperti lipase, tripsin, amilase yang mampu membunuh bakteri patogen sehingga dapat digunakan sebagai bahan antiseptik pada sabun. Kegiatan Pengabdian pada masyarakat berupa penyuluhan dan praktek pembuatan sabun cair dilaksanakan di desa Burai Tanjung Batu, Ogan Ilir. Peserta umumnya ibu ibu dan remaja putri yang berjumlah sekitar 20-30 orang. Metode pembuatan sabun cair dengan eco-enzym sangat mudah dipahami oelh peserta dan memberikan peluang membuka usaha pembuatan sabun cair antiseptik.
Penyediaan Obat Penyakit Kulit Dan Luka Dari Cairan Fermentasi Lidah Buaya Dan Daun Sirih Riyanti, Fahma; Desnelli, Desnelli; Fatma, Fatma; Yuliasari, Nova; Julinar, Julinar; Musifa, Eva
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): Mei 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i3.693

Abstract

Cairan Fermentasi anaerob pada lidah buaya dan daun sirih mengandung enzim-enzim, beberapa senyawa kimia, dan sumber antimikroba alami. Kandungan ini memiliki kemampuan terhadap antibakteri dan anti jamur yang bermanfaat untuk mengobati penyakit kulit, luka dan untuk kesehatan kulit. Proses penyembuhan dapat dipercepat karena senyawa antibakteri menstimulator respon imun tubuh sehingga dapat menyembuhkan luka dan penyakit kulit. Kegiatan pengabdian yang berupa penyuluhan, praktek pembuatan cairan fermentasi lidah buaya - daun sirih dan pemberian produk yang sudah jadi merupakan metode yang dilaksanakan di Desa Permata Baru Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir. Agar peserta penyuluhan memahami tujuan kegiatan maka dilakukan praktek pembuatan cairan fermentasi dan peserta penyuluhan yang dibagi menjadi 3 kelompok. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan sebanyak tiga kali. Pelaksanaan kedua adalah memantau cairan fermentasi yang dibuat sebelumnya. Hasil fermentasi dibuka setelah 3 bulan, ketiga cairan fermentasi tersebut berhasil dibuat ditandai aroma asam segar dan warna coklat.
Penambahan Eco-Enzym Pada Pembuatan Sabun Cair untuk Menjaga Kesehatan Kulit di Desa Burai Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir Desnelli, Desnelli; Riyanti, Fahma; Eliza, Eliza; Hidayati, Nurlisa; Syarif, Nirwan; Yuliasari, Nova
Ahsana: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Februari 2025 - Ahsana: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/ahsana.v3i1.374

Abstract

Sabun cair digunakan sebagai pembersih dengan media air. Bahan yang ditambahkan pada sabun cair seperti pewangi, pelembab, antiseptik, penambah busa dan lain lain. Antiseptik merupakan zat yang bisa membasmi atau menghambat pertumbuhan kuman seperti virus, bakteri atau jamur. Bahan antiseptik dapat berupa bahan kimia atau bisa juga bahan alami yang mengandung zat antiseptik seperti lidah buaya, daun sirih, eco-enzym dan lain lain. Eco-enzyme mempunyai arti enzim ramah lingkungan mengandung asam asetat, dan berbagai enzym seperti lipase, tripsin, amilase yang mampu membunuh bakteri patogen sehingga dapat digunakan sebagai bahan antiseptik pada sabun. Kegiatan Pengabdian pada masyarakat berupa penyuluhan dan praktek pembuatan sabun cair dilaksanakan di desa Burai Tanjung Batu, Ogan Ilir. Peserta umumnya ibu ibu dan remaja putri yang berjumlah sekitar 20-30 orang. Metode pembuatan sabun cair dengan eco-enzym sangat mudah dipahami oelh peserta dan memberikan peluang membuka usaha pembuatan sabun cair antiseptik.
Study of Congo Red Adsorption by Chitosan-Graphene Oxide (Chitosan-GO) Composite Synthesize with Hydrothermal Synthetic Method: Optimization and Determination Condition Desnelli, Desnelli; Safitri, Siska; Musifa, Eva; Hamidah, Afreni; Suheryanto, Suheryanto; Mara, Ady; Said, Muhammad
IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry) Vol 10, No 2 (2025): June 2025
Publisher : IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24845/ijfac.v10.i2.101

Abstract

This research aims to synthesize chitosan-graphene oxide (chitosan-GO) material using the hydrothermal method at varying material ratios and adsorption studies on Congo red. Chitosan-GO composites were synthesized with mass ratios of (1:1), (1:3) and (1:5). The synthesized chitosan-GO composite was applied to absorb Congo red dye. The adsorption process is carried out by varying pH, contact time, concentration and temperature. The chitosan-GO composite was characterized using XRD, BET and SEM-EDS. The results of XRD characterization of the chitosan-GO composite with a ratio of 1:1 showed a diffractogram of 2θ = 22.3°, at a ratio of 1:3 the diffractogram angle was 2θ = 22.1°, while the ratio (1:5) of the diffractogram peak obtained was 2θ = 22.8°. The surface area obtained in chitosan-GO composite was 11.60 m2/g. The morphology of the chitosan-GO composite (1:5) is in the form of crystalline lumps with the constituent elements C (65.98%), O (32.68%), Na (0.22%) and S (0.09%). Adsorption of Congo red dye using chitosan-GO composite obtained optimum conditions at pH 7, contact time 50 minutes, Congo red concentration 45 mg/L and temperature 50°C. The adsorption isotherm is in accordance with the Langmuir isotherm model and the maximum adsorption capacity (Qm) is 10.245 mg/g.
Integrated Coagulation-Adsorption-Filtration-Ceramic Membrane System for the Treatment of Songket Dyeing Wastewater Rinaldi, Rizki; Said, Muhammad; Desnelli, Desnelli
IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry) Vol 11, No 1 (2026): February 2026
Publisher : IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24845/ijfac.v11.i1.41

Abstract

This study investigated an integrated treatment system combining coagulation, adsorption, filtration, and ceramic membrane processes for songket dyeing wastewater. Textile wastewater is characterized by high color intensity, suspended solids, and organic loads, which can cause serious environmental impacts if discharged without adequate treatment. Coagulation using aluminum sulfate effectively destabilizes colloidal particles, followed by adsorption with activated carbon to remove dissolved dyes and organic compounds. Multimedia filtration and ceramic membrane filtration further enhance pollutant removal through physical separation mechanisms. The integrated system successfully achieved color reduction from 976.5 Pt-Co to 10.6 Pt-Co, TSS reduction exceeding 98%, and COD reduction above 93%, in accordance with Indonesian wastewater discharge standards for the textile industry (KLHK, 2016).Keywords: Songket Wastewater, Coagulation, Adsorption, Filtration, Ceramic Membrane
Chitosan-ZnO Composite for Removal of Methylene Blue Desnelli, Desnelli; Yulinda, Leidya; Fernando, David; Fatma, Fatma; Mara, Ady
IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry) Vol 8, No 3 (2023): October 2023
Publisher : IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24845/ijfac.v8.i3.133

Abstract

This study aims to determine the effectiveness and increase in absorption of the chitosan-ZnO composite in the process of removing methylene blue when using the photodegradation method with the help of a UV lamp. Chitosan was synthesized from shrimp shell waste composite with metal oxide ZnO. The results of the characterization using XRD obtained the diffraction peak for chitosan at an angle of 2θ, namely 19.85°; 29.43°; 34.76° and chitosan-ZnO composite at an angle of 20.18°; 28.93°; 33.57° The SEM-EDX characterization shows that chitosan-ZnO has small, light-colored grains and more gaps and contains elements of chitosan and Zn. In the FTIR characterization, there was a decrease in intensity at a peak of around 3360 cm-1 which was caused by the chitosan-ZnO composite producing OH groups which reacted with methylene blue dye. In testing the effect of contact time using a UV lamp, there was an increase in the percentage of degraded methylene blue compared to without using a UV lamp. The maximum contact time is obtained at 60 minutes. While testing the effect of methylene blue dye concentration, the maximum absorption concentration was 45 ppm at 60 minutes of contact time. The adsorption capacity of the composite against methylene blue dye without UV light was 18.91 mg/g while using a UV lamp it increased to 20.145 mg/g. Based on this research, the chitosan/ZnO composite can be used quite well as a methylene blue dye remover.Keywords: Chitosan, Chitosan-ZnO, Photodegradation, Adsorption, Methylene blue.