Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINDAKAN TIDAK AMAN (UNSAFE ACTION) PADA NELAYAN BUNGKUTOKO DI KOTA KENDARI TAHUN 2023 Irvan Irvan; Syawal Kamiluddin Saptaputra; Listy Handayani
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 5 No. 4 (2025): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindakan tidak aman (Unsafe action) ialah tindakan pegawai yang tidak aman yang dapat diakibatkan oleh beragam aspek, diantaranya ialah aspek perilaku dan sikap yang tidak aman, minimnya keahlian akibat kelelahan, cacat fisik, serta aspek internal seperti kurangnya keterampilan dan pengetahuan. Tujuan dari penelitian ini ialah guna memahami aspek-aspek yang berkaitan dengan tindakan tidak aman (unsafe action) pada nelayan Bungkutoko di Kota Kendari Tahun 2023. Jenis penelitian yang dipakai pada penelitian ini ialah analitik observasional melalui pemakaian pendekatan cross sectional study. Teknik penentuan sampel pada penelitian ini ialah simple random sampling, dimana jumlah sampel sebanyak 167 nelayan. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian memaparkan bahwa nilai p untukvariabel kelelahan 0.048, nilai p untuk varaibel masa kerja 0.031, nilai p untuk variabel sikap kerja 0.035, dan nilai p untuk variabel beban kerja 0.042. Sedangkan untuk varibael pengetahuan diperoleh nilai p 0.555. Kesimpulan dari penelitian ini ialah ada korelasi antara kelelahan, masa kerja, sikap kerja, dan beban kerja dengan tindakan tidak aman (unsafe action) pada nelayan Bungkutoko di Kota Kendari Tahun 2023 dan tidak ada korelasi antara variabel pengetahuan dengan tindakan tidak aman (unsafe action) pada nelayan Bungkutoko di Kota Kendari Tahun 2023.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN MATA PADA DOSEN FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT TAHUN 2024 Muhammad Dirga Adriansyah Dwi Putra; Arum Dian Pratiwi; Listy Handayani
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i2.119

Abstract

Kelelahan mata atau kelelahan okular ditandai dengan sensasi berat pada bola mata, disertai ketegangan periokular yang menjalar ke daerah temporal, manifestasinya berupa nyeri kepala pulsatif di area retro-orbital. Fotofobia, bahkan terhadap intensitas cahaya rendah, seringkali dilaporkan. Pasien juga mengalami penurunan ketajaman visual, yang digambarkan sebagai penglihatan kabur. Kondisi ini prevalensinya tinggi pada populasi dosen, kemungkinan besar disebabkan oleh tuntutan pekerjaan yang memerlukan fokus visual intensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama kerja, usia, istirahat mata, jarak monitor dengan kelelahan mata pada dosen di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Haluoleo Tahun 2024. Studi cross-sectional ini, bersifat observasional dan analitik, melibatkan seluruh populasi sebagai sampel (n=30) menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan secara terstruktur, menggunakan kuesioner untuk memperoleh data kualitatif dan aplikasi pengukuran digital untuk memperoleh data kuantitatif berupa jarak pandang ke monitor. Proses analisis data dilakukan secara komputasional, menggunakan uji Fisher's exact test yang sesuai untuk mengidentifikasi hubungan antar variabel kategorikal dalam kerangka desain penelitian ini. Analisis data menunjukkan adanya korelasi signifikan antara lama kerja (p=0.045), istirahat mata (p=0.045), dan jarak monitor (p=0.030) dengan kelelahan mata pada sampel dosen FKM UHO. Nilai p yang kurang dari 0.05 mengindikasikan hubungan tersebut bersifat signifikan secara statistik. Sebaliknya, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara usia (p=1.000) dan kelelahan mata pada populasi yang diteliti. Kesimpulan penelitian adalah ada hubungan antara lama kerja, istirahat mata, jarak monitor dengan kelelahan mata dan tidak ada hubungan antara usia dengan kelelahan mata pada dosen FKM UHO.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KADAR ASAM URAT PEKERJA DI UNIT LAYANAN TRANSMISI GARDU INDUK DAN PT. PLN (PERSERO) UPT KENDARI TAHUN 2024 Hesti Putri Puspita Sari; Arum Dian Pratiwi; Listy Handayani
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v7i1.290

Abstract

Asam urat atau dikenal sebagai Artritis Gout merupakan penyakit akibat gangguan metabolisme purin yang menyebabkan hiperurisemia, yaitu kondisi di mana kadar asam urat dalam darah melebihi batas normal, yaitu 7 mg/dl pada laki-laki dan 6 mg/dl pada perempuan. Peningkatan kadar asam urat dapat berdampak pada kesehatan yang dapat mengakibatkan gangguan fungsi ginjal, menurunkan rentang gerak tubuh dan nyeri saat bergerak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kadar asam urat pada pekerja di Unit Layanan Transmisi Gardu Induk (ULTG) dan PT. PLN (Persero) UPT Kendari. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross-sectional study. Populasi dan sampel terdiri dari seluruh 54 pekerja di ULTG dan PT. PLN UPT Kendari, yang dipilih dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang disusun secara sistematis sesuai variabel yang diteliti, dan pengukuran kadar asam urat dilakukan secara langsung. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square untuk melihat hubungan antara variabel bebas dan kadar asam urat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan kadar asam urat (p=0,034), dan ada hubungan aktivitas fisik dengan kadar asam urat (p=0,002). Adapun kesimpulan dari penelitian ini menjelaskan bahwa usia dan aktivitas fisik dapat menjadi faktor yang menyebabkan peningkatan kadar asam urat dalam tubuh.
Edukasi Pencegahan Filariasis pada Siswa Madrasah Aliyah Al-Fath Kendari Listy Handayani
Gudang Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): GJPM - Juli
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjpm.v4i2.2192

Abstract

Filariasis atau penyakit kaki gajah masih menjadi penyakit tropis terabaikan yang dapat menimbulkan kecacatan kronis, stigma, dan kerugian sosial. Penyuluhan berbasis sekolah penting dilakukan karena infeksi dapat terjadi sejak usia anak, sedangkan remaja berpotensi menjadi agen pencegahan di keluarga dan kelompok sebaya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa Madrasah Aliyah Al-Fath Kendari mengenai pencegahan penyakit filariasis. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Desember 2025 di Madrasah Aliyah Al-Fath Kendari dengan peserta 30 siswa. Tahapan kegiatan pengabdian meliputi tahap perencanaan (koordinasi dengan sekolah, penyusunan leafleat yang memuat materi edukasi), pelaksananaan dan evaluasi (membandikan skor pengetahuan sebelum dan sesudah menyuluhan dengan menggunakan kuesioner pre test dan post test. Hasil kegiatan menunjukkan kategori pengetahuan baik meningkat dari 24 siswa (80,0%) sebelum penyuluhan menjadi 29 siswa (96,7%) sesudah penyuluhan, sedangkan kategori pengetahuan kurang menurun dari 6 siswa (20,0%) menjadi 1 siswa (3,3%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa penyuluhan berbasis leaflet yang disertai diskusi mampu meningkatkan pengetahuan awal siswa tentang pencegahan filariasis. Implikasi kegiatan adalah perlunya edukasi berulang di sekolah, penguatan perilaku menghindari gigitan nyamuk, kebersihan lingkungan, dan kolaborasi sekolah, puskesmas, serta perguruan tinggi.
Penyuluhan Penyakit Pneumonia Di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kendari Tahun 2025 Listy Handayani
Gudang Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): GJPM - Januari
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjpm.v4i1.2026

Abstract

Pneumonia merupakan infeksi saluran pernapasan akut yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat baik di tingkat global, nasional maupun di Kota Kendari. Pneumonia tidak hanya menyerang balita, tetapi juga dapat terjadi pada remaja, terutama bila literasi kesehatan pernapasan rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pencegahan pneumonia melalui penyuluhan kesehatan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kendari. Kegiatan dilaksanakan pada 9 Desember 2025 dengan sasaran 25 siswa kelas X. Tahap persiapan mencakup koordinasi dengan sekolah, penyusunan materi, serta penyusunan instrumen pre-test dan post-test. Pelaksanaan dilakukan melalui ceramah menggunakan media presentasi, diskusi, dan sesi tanya jawab atau diskusi. Evaluasi keberhasilan dilakukan dengan membandingkan skor pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi berdasarkan hasil pengisian kuesioner pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan kategori pengetahuan peserta dimana sebelum penyuluhan masih terdapat 8% peserta berpengetahuan kurang dan setelah penyuluhan seluruh peserta (100%) memiliki pengetahuan baik mengenai pneumonia. Temuan ini mengindikasikan bahwa penyuluhan berbasis sekolah efektif sebagai strategi promotif-preventif untuk memperkuat kewaspadaan dini, mendorong perilaku hidup bersih dan sehat dalam mencegah pneumonia. Program serupa direkomendasikan dilakukan rutin dan berkala dengan media edukasi yang lebih interaktif agar retensi pengetahuan tetap terjaga dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.    
Penyuluhan Penyakit Malaria sebagai Upaya Promotif pada Siswa SMP Negeri 10 Kendari Listy Handayani; Hariati Lestari; Hartati Bahar; Febriana Muchtar; Rahman; Nurhijrianti Akib; Siti Nurfadilah H
Jurnal Cendekia Mengabdi Berinovasi dan Berkarya Vol 4 No 1 (2026): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jenaka.v4i1.1009

Abstract

Malaria merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di daerah endemis seperti Kota Kendari. Penyuluhan kepada remaja sekolah merupakan strategi promotif yang potensial untuk meningkatkan pemahaman dan mendorong perilaku pencegahan penyakit malaria. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMP Negeri 10 Kendari tentang penyakit malaria. Penyuluhan dilaksanakan pada Bulan Desember 2024 di SMP Negeri 10 Kendari, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara. Peserta penyuluhan adalah siswa kelas VIII dan kelas IX yang berjumlah 23 orang siswa. Kegiatan ini terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Metode penyuluhan dengan ceramah yang dibantu dengan media leaflet. Evaluasi kegiatan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengetahui efektivitas penyuluhan dalam meningkatkan pengetahuan peserta mengenai penyakit malaria. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan secara signifikan pada kategori baik yaitu dari 39% sebelum dilakukan penyuluhan meningkat menjadi 96% setelah dilakukan penyuluhan. Kegiatan ini berjalan lancar  dengan partisipasi aktif peserta dan pihak sekolah mendukung pelaksanaan kegiatan. Penyuluhan ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan siswa tentang malaria. Hasil ini penting sebagai dasar pengembangan edukasi promotif yang berkelanjutan di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Pengaruh Edukasi Kesehatan Terhadap Pengetahuan Remaja Mengenai Penyakit Demam Berdarah Dengue: Studi Kuasi Eksperimen Listy Handayani
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 4 No. 1 (2026): GJMI - Januari
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v4i1.2044

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi berbasis lingkungan yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Di Kota Kendari, kejadian DBD terus meningkat dan sering dilaporkan terjadi KLB dengan kelompok umur ≤18 tahun termasuk kelompok terdampak, sehingga remaja sekolah menjadi sasaran strategis untuk memperkuat kapasitas pencegahan di rumah dan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan mengenai penyakit DBD pada remaja sekolah. Jenis penelitian menggunakan kuasi-eksperimen dengan desain pre and post-test without control group yang dilakukan pada bulan Desember 2025 di SMK Negeri 7 Kendari. Sampel berjumlah 20 siswa kelas X yang dipilih secara convenience sampling. Intervensi berupa edukasi kesehatan dengan metode ceramah menggunakan media presentasi yang mencakup penyebab DBD, perjalanan penyakit, gejala klinis, cara penularan, serta pencegahan (PSN/3M Plus). Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner yang diisi sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan terjadi perubahan tingkat pengetahuan setelah dilakukan intervensi edukasi kesehatan. Sebelum intervensi, tingkat pengetahuan responden didominasi kategori kurang (70%) dan setelah intervensi, proporsi pengetahuan pada kategori baik meningkat menjadi 90% dan pengetahuan kurang menurun menjadi 10%. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi kesehatan berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan remaja sekolah tentang pencegahan DBD. Oleh karena itu, program edukasi pencegahan DBD berbasis sekolah perlu dilakukan secara berkala dan diperluas cakupannya agar dampaknya lebih merata dan berkelanjutan.
Akses Sanitasi Aman Di Desa Lambuluo Kabupaten Konawe Utara Tahun 2025 Listy Handayani
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 4 No. 1 (2026): GJMI - Januari
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v4i1.2053

Abstract

Akses sanitasi aman merupakan komponen penting dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat dan perlindungan lingkungan. Cakupan akses sanitasi aman baik di tingkat global, nasional maupun lokal masih sangat rendah khususnya di wilayah pesisir yang memiliki tantangan geografis dan sosial ekonomi tersendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi akses sanitasi aman di Desa Lambuluo, Kecamatan Motui, Kabupaten Konawe Utara tahun 2025. Penelitian menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi sekaligus sampel penelitian adalah seluruh rumah tangga di Desa Lambuluo yang berjumlah 67 rumah tangga, dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur dan lembar observasi, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 73,1% rumah tangga telah menggunakan jamban, dan 95,9% di antaranya merupakan jamban milik pribadi. Namun demikian, masih terdapat 28,9% rumah tangga yang belum menggunakan jamban dan melakukan praktik buang air besar sembarangan. Selain itu, meskipun 70,1% responden menyalurkan tinja ke septic tank, masih ditemukan pembuangan tinja ke laut, sungai, sawah, dan kebun. Pengelolaan lumpur tinja juga tergolong sangat rendah, ditunjukkan oleh hanya 4,1% responden yang melakukan pengosongan septic tank dalam lima tahun terakhir. Kondisi ini menunjukkan bahwa kepemilikan jamban belum sepenuhnya menjamin terpenuhinya sanitasi yang dikelola secara aman. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa akses sanitasi aman di Desa Lambuluo belum optimal sehingga diperlukan penguatan edukasi masyarakat, peningkatan layanan pengelolaan lumpur tinja, serta dukungan kebijakan untuk mewujudkan sanitasi aman yang berkelanjutan.
Gambaran Kesiapan Berhenti Merokok pada Perokok di Desa Puuwonggia, Kabupaten Konawe Utara Tahun 2026 Listy Handayani; Paridah
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 4 No. 7 (2026): GJMI - Juli
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v4i7.2212

Abstract

Kebiasaan merokok masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena menimbulkan ketergantungan, meningkatkan risiko penyakit, dan menyebabkan paparan asap rokok pada anggota keluarga. Penelitian ini bertujuan menggambarkan kesiapan berhenti merokok pada perokok di Desa Puuwonggia, Kecamatan Motui, Kabupaten Konawe Utara tahun 2026. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan potong lintang. Penelitian dilakukan pada Bulan Januari 2026 di Desa Puuwonggia, Konawe Utara. Populasi dan sampel terdiri atas 47 rumah tangga yang memiliki anggota keluarga perokok dan dipilih menggunakan total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40,4% perokok pernah mencoba berhenti dalam 12 bulan terakhir, sedangkan 57,4% belum pernah mencoba. Sebanyak 51,1% perokok belum mau berubah dan 48,9% baru bersedia mengurangi jumlah rokok, sementara tidak ada perokok yang menyatakan siap berhenti sepenuhnya. Penyebab utama kegagalan berhenti merokok adalah ketagihan atau rasa gelisah dan pengaruh lingkungan teman atau tempat kerja, masing-masing sebesar 33,3%. Dukungan yang paling banyak dibutuhkan adalah komitmen keluarga dan pembatasan tempat merokok, masing-masing sebesar 31,15%. Kesiapan berhenti merokok masih rendah sehingga diperlukan konseling motivasional, dukungan keluarga, pelayanan berhenti merokok di puskesmas, dan penerapan rumah bebas asap rokok
Spatio-temporal analysis and correlational study of environmental factors on tuberculosis incidence in Kendari City Dhira Fijri Yasmin; Hariati Lestari; Listy Handayani
Indonesian Journal of Health Science Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v6i1.2001

Abstract

Tuberculosis (TB) in Kendari City has shown an increasing trend, highlighting the need for spatial analysis to identify high-risk areas. This study analyzed the spatiotemporal patterns of TB incidence and their correlation with environmental factors (population density, households with smokers, temperature, humidity, and rainfall) during 2020–2024 using an ecological study design and secondary data. The results indicate that TB cases increased from 567 in 2020 to 1,111 in 2024, with high-risk clusters consistently observed in Abeli District, while Nambo District remained in the low-risk category. Among all variables, only temperature showed a significant correlation with TB incidence (p = 0.005; r = 0.361). These findings emphasize the importance of spatiotemporal mapping to support the identification of priority areas for TB control.