Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Spatial analysis and correlation study of risk factors of filariasis incidents in Southeast Sulawesi in 2024 Sabrina Wahyuni Meyitia; Hariati Lestari; Listy Handayani
Indonesian Journal of Health Science Vol 6 No 2 (2026)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v6i2.2143

Abstract

Filariasis is a reemerging disease that remains a public health issue in Indonesia, including in Southeast Sulawesi Province. The purpose of this study was to analyze the relationship and spatial distribution of risk factors for filariasis incidence in Southeast Sulawesi in 2024. The type of research used was descriptive observational with population observation units based on ecological study design. The population and sample of the study included data on filariasis cases, regional altitude, population density, and socioeconomic levels in Southeast Sulawesi in 2024, which were collected using a total sampling technique. Data collection used a documentation study method with secondary data from the Central Statistics Agency (BPS) of Southeast Sulawesi Province in 2024 and the Southeast Sulawesi Provincial Health Office in 2024. The analysis was carried out using univariate analysis, bivariate analysis, Shapiro–Wilk normality test, Spearman correlation test, and spatial analysis. The results showed that gender was significantly correlated with filariasis incidence (r=0.990; p=0.000). Meanwhile, altitude (r=0.470; p=0.057), population density (r=-0.040; p=0.878), and socioeconomic level (r=-0.112; p=0.669) did not show a significant correlation. The study concluded that the incidence of filariasis in Southeast Sulawesi in 2024 was significantly correlated with gender, while altitude, population density, and socioeconomic level were not significantly correlated. These findings are expected to provide a basis for planning more targeted filariasis control efforts.
Gambaran Kesesuaian Menu Sarapan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo Berdasarkan Pedoman Isi Piringku Paridah Paridah; Listy Handayani
MUARA KESEHATAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2026): MUARA KESEHATAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan & Medis
Publisher : CV. Muara Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64365/murakes.v2i3.424

Abstract

Makan pagi merupakan bagian penting dari gizi seimbang yang membantu memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi harian. Namun, kualitas sarapan siswa tidak selalu sesuai dengan pedoman Isi Piringku, yang merekomendasikan konsumsi bahan pokok, sumber protein, sayuran, dan buah dalam satu kali makan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kecocokan praktik sarapan siswa berdasarkan panduan Isi Piringku. Penelitian deskriptif dengan desain cross-sectional dilakukan terhadap 47 mahasiswa kelas B dari kelompok 2025 di Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Halu Oleo. Semua siswa yang hadir saat pengumpulan data termasuk dalam teknik pengambilan sampel total. Data dikumpulkan melalui metode pencatatan pengambilan makanan dalam 24 jam dan dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasilnya menunjukkan bahwa 63,83% dari siswa memakan sarapan, sedangkan 36,17% tidak memakan sarapan. Berdasarkan komponen Isi Piringku, hanya 4,26% yang memakan sarapan lengkap, 12,77% memakan tiga komponen, 29,79% memakan dua komponen, dan 17,02% hanya memakan satu komponen. Menu sarapan sebagian besar terdiri dari makanan yang kaya akan karbohidrat, sedangkan konsumsi sayur dan buah tetap terbatas. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas sarapan siswa masih perlu ditingkatkan melalui pendidikan gizi dan penerapan pedoman Isi Piringku untuk mendorong praktik makan yang lebih seimbang.